Indonesia
NovelToon NovelToon
Liku Cinta Cincin Wasiat

Liku Cinta Cincin Wasiat

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siska

Viona dan Arun terpaksa menikah karena terjebak skandal. Di saat yang sama Viona yang jatuh cinta kepada Mas Alan dan nekat menjalin hubungan romantis tanpa tahu identitas sesungguhnya dari Mas Alan yang tak lain adalah Aran, adik dari Arun.

Mereka bertiga terjebak dalam situasi rumit yang mengikat mereka dalam benang takdir yang sama. Tanpa pernah tahu bahwa cincin wasiat sang kakek-lah yang membuat mereka terjebak dalam cinta segitiga yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

035 - Kencan Pertama

Viona segera pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan dimasaknya. Ia ingin memberikan masakannya sebagai hadiah untuk sang kekasih. Viona sudah bisa membayangkan akan menerima pujian atas masakannya yang enak. Hanya membayangkannya saja sudah membuat Viona berbunga-bunga, apalagi jika semua itu menjadi kenyataan.

Sepanjang perjalanan pulang, Viona menyaksikan video memasak spaghetti yang enak dan mudah

sesuai instruksi dalam video memasak di yutub. Viona berkali-kali menontonnya untuk mempelajari proses memasaknya.

Jujur saja, Viona sama sekali tidak mempunyai kemampuan memasak yang baik. Ia bahkan menangis saat memotong bawang bombay.

"Hei, kenapa kau menangis begitu?" tanya Arun yang keheranan melihat Viona menangis tersedu-sedu saat mengiris bawang bombay.

"Aku tidak menangis! Bawangnya perih sekali!" keluh Viona dengan air mata yang bercucuran.

Arun mengerutkan keningnya melihat potongan bawang bombay yang tak karuan. Ada yang tebal, tipis, memanjang, hingga menyerong.

"Apa yang kau lakukan? Kau bilang ini memotong bawang?" tanya Arun keheranan.

Pria itu kembali tertawa mencemooh. Viona mengabaikan pria itu.

"Tumben kau memasak," kata Arun.

"Ya, aku akan memasak untuk Mas Alan! Masakan yang kubuat dengan penuh curahan cintaku!" jawab Viona antusias.

"Haha!' Arun tertawa sinis.

Viona mulai melanjutkan sesi memasaknya. Satu jam kemudian ia merasa bangga dengan spaghetti buatannya. 

Arun menghampiri Viona, tanpa permisi pria itu mencomot spaghetti dari atas piring.

"Huekk! Apa yang kau masak ini? Sampah?" Arun membuang spaghetti itu ke tempat sampah.

"A-apa?! Sampah?! Beraninya kau bicara begitu?!" raung Viona.

"Aku sudah lelah memasak dan kau buang begitu saja?! Kau ini cari perkara ya?!" sembur Viona penuh kemarahan.

"Apa kau sungguh akan memberi si-Alan itu sampah ini? Aku yakin sekali, dia pasti akan muntah-muntah dan masuk rumah sakit! Bahkan mati!" cecar Arun.

"Sialan kau, Sutopo! Berhenti menyebut masakanku itu sampah!" maki Viona.

'Ya karena itu sampah dan tak layak dimakan! Akan kutunjukkan seperti apa masakan yang layak untuk dimakan!" tantang Arun.

Viona benar-benar ingin menangis melihat hasil kerja kerasnya berakhir di tempat sampah. Sebentar lagi sudah waktunya ia bertemu dengan kekasihnya. 

Viona terperangah saat melihat Arun tiba-tiba berubah menjadi power rangers. Bukan, pria itu tiba-tiba menjelma menjadi seorang chef profesional.

Pria itu dengan lihai memotong semua bahan makanan, gerakan tangannya begitu cepat dengan hasil potongan rapi.

Spaghetti bahkan terlempar-lempar di atas wajan seperti yang biasa muncul dalam iklan.

Tak sampai lima belas menit, Arun sudah menyelesaikan masakan yang dimasak Viona selama satu jam lebih.

"Cobalah!" perintah Arun.

Viona dengan perasaan kesal mengambil garpu dan mencoba masakan pria itu.

Dalam satu suapan, rasa kesal Viona seketika sirna tergantikan dengan rasa kaget luar biasa.

Ini enak sekali!

"Bagaimana menurutmu?" tanya Arun bangga.

"Biasa saja!" sungut Viona.

...*****...

"Mas Alan!"

Viona berseru sambil setengah berlari menghampiri pria tampan yang sudah menunggunya di depan kolam air mancur di taman kota.

Pria berkacamata hitam itu melambaikan tangannya menyambut kedatangan Viona.

Viona tentu saja terpana melihat ketampanan kekasihnya dalam balutan kemeja lengan panjang linen berwarna putih dengan celana chino berwarna hitam yang sangat pas membungkus tubuhnya.

"Mas, maaf, saya terlambat," kata Viona.

"Tidak masalah, harusnya tadi saya menjemput Mba Viona sekalian," sahut pria itu.

"Mas, saya terlambat karena menyiapkan ini," Viona mengeluarkan rantang dari dalam tasnya.

"Apa itu?" tanya Aran keheranan.

"Hadiah untuk Mas," jawab Viona penuh rasa bangga.

Mereka berdua segera duduk di bangku taman. Viona membuka rantang berbahan stainless tahan panas untuk mengeluarkan spaghetti dan juga roti lapis.

"Semua ini Mba Viona yang buat?" tanya Aran keheranan.

"Iya," jawab Viona antusias.

Padahal semua makanan itu buatan Arun.

"Ayo cicipi Mas," ajak Viona.

Aran mengulas senyumnya, sebenarnya dari rumah tadi ia sudah makan siang, namun melihat bahwa Viona sudah memasak, ia pun tidak enak jika tidak sekadar mencicipinya. Dari tampilannya yang bagus, terlihat layak untuk dimakan.

Aran mengambil spaghetti dengan garpu dan mencicipinya. 

Ia sungguh terkejut, makanan yang dicicipinya sungguh enak.

"Bagaimana Mas?" tanya Viona penasaran.

"Saya tidak bisa berkata-kata," jawab Aran.

"Oh, pasti kurang enak karena bukan selera Mas ya?" tanya Viona.

Aran menyantap suapan selanjutnya.

"Ini sungguh di luar ekspektasi saya, enak sekali! Mba Viona sungguh pandai memasak," puji Aran.

Pujian dari kekasihnya membuat Viona seakan terbang meninggalkan bumi menuju ke bulan.

Aran bahkan tidak menyadari sudah menghabiskan serantang spaghetti hangat. Ia mulai mencicipi roti lapis yang masih terbungkus plastik wrap.

Roti lapisnya juga begitu enak dan sangat pas di lidah Aran. Aran sungguh terpesona pada wanita yang selalu berpenampilan sederhana itu.

"Saya bisa membuatkan masakan yang enak untuk Mas Alan setiap hari, jika Mas Alan tidak keberatan."

"Kalau tiap hari, justru saya yang tidak enak karena merepotkan Mba Viona," sahut Aran.

"Tidak merepotkan kok, Mas. Saya malah senang sekali!"

Toh, bukan aku yang memasak, batin Viona menyahut.

Viona membuka tutup botol air mineral untuk kekasihnya dengan perasaan berbunga-bunga lalu menyerahkannya.

"Terima kasih," kata pria itu dengan senyum yang sukses menawan hati Viona.

Viona benar-benar bisa gila jika terus menerus menerima senyum kekasihnya itu.

Aran merogoh saku celananya, mengeluarkan gawai cerdasnya yang bergetar. 

"Sebentar ya," kata Aran.

Aran segera menjawab telepon. "Iya halo, Pak."

Viona mengarahkan pandangannya ke kolam air mancur. Rasanya ini seperti mimpi baginya, bisa berkencan dengan pria idamannya seperti ini.

"Maaf ya, ada telepon urusan pekerjaan," kata Aran begitu ia kembali menghampiri Viona.

"Oh, tidak masalah Mas," sahut Viona.

"Luka Mbak Viona bagaimana?" tanya Aran mengamati wajah Viona.

"Sudah lebih baik, berkat obat-obatan dari Mas Alan," jawab Viona.

"Oh begitu, syukurlah."

Viona menunduk malu-malu, tak sanggup rasanya harus menyembunyikan keinginannya untuk berjingkrak-jingkrak dalam rangka mengekspresikan kebahagiaannya.

"Apa ada tempat yang ingin Mba Viona kunjungi setelah ini?" tanya Aran.

Viona menggeleng.

"Taman ini sudah lebih dari cukup untuk jadi tempat kencan pertama," jawab Viona. 

"Kenapa bisa begitu?"

"Ini impian saya kalau sudah punya pacar," jawab Viona malu-malu.

Aran kembali mengulas senyumnya, ia sungguh berdebar-debar dengan setiap kata-kata yang diucapkan Viona.

"Ehem, memangnya selama ini Mba Viona belum pernah berkencan?" tanya Aran.

"Haha, ya ampun Mas, yang mau pacaran sama saya itu cuma Mas," jawab Viona sambil tertawa malu-malu.

"Jangan merendah begitu, Mba Viona," Aran ikut tersenyum malu-malu.

"Benar Mas, saya ini selalu bertepuk sebelah tangan. Habisnya selera saya itu terlalu tinggi dan selalu di luar jangkauan saya," Viona menggosok-gosok telapak tangannya di paha karena merasa salah tingkah.

Aran harus mengakui bahwa Viona sungguh berhasil membuatnya merasa salah tingkah.  Namun ia tetap bersikap tenang untuk menyembunyikan hal itu.

...*****...

1
Shifa Burhan
novel menjijikan

fakta hanya tukang selingkuh yang membenarkan perselingkuhan

dan novel ini membenarkan perselingkuhan berarti authornya tukang (tau sendiri lah)
Shifa Burhan
kalau novel yang konfliknya pemeran utama wanita (istri), pasti novel itu memperlihatkan kemunafikan, karena novel itu akan membenarkan perselingkuhan itu dan lebih munafiknya lagi malah sang suami yang disalahkan

wanita kalau sudah buat novel tidak akan pernah bisa adil
*saat mereka membuat novel suami selingkuh pasti mereka akan laknat habis2an perselingkuhan itu
tapi
*saat mereka membuat novel istri selingkuh, mereka akan mencari berbagai alasan dan cara untuk membenarkan perselingkuhan itu

miris pola pikir wanita dalam membuat novel
joyji
kapan lagi up nich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!