Hello!!
Selamat Datang di karya pertamaku semoga suka😙😙
maaf banyak typo🙏
Menceritakan seorang putri yang manja bertemu dengan lelaki kaya yang dewasa menjadikan mereka terikat dan saling memikirkan hingga takdir memihak mereka untuk saling memiliki....
yuk simak...
Kau akan menjadi milikku, kupastikan itu."Dave Gananda Prince"
Astaga aku ini princes mana mau denganmu yang tua itu. "Queen Dayana Kanza"
Apa katamu? aku tua haa. "Dave Gananda Prince".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NY. IRA_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
Dave dan Queen telah sepakat untuk bertemu di restoran dekat kantor Dave saja agar setelah makan siang Dave tidak terlambat datang ke kantor begitulah yang di katakan Queen padahal terlambat pun tak ada yang akan memarahinya.
Dan disini lah Dave sekarang restoran tempat mereka janji temu. Dave tiba lebih awal karena memang jaraknya yang tak terlalu jauh. Walaupun tadi sempat berdebat dulu dengan Zaki pasalnya Zaki ingin makan siang bersama sang Boss sambil curhat katanya namun ditolah oleh Dave dengan alasan yang tidak jelas di berikannya kepada Zaki padahal Dave kan memang ingin bertemu dengan Queen tak mungkin Dave lebih memilih makan siang bersama Zaki.
Queen telah sampai di restoran tersebut dan langsung menuju ruang yang telah diberitahukan Dave sebelumnya.
"Mas, maaf aku telat. Kamu nunggunya lama ya?" Kata Queen setelah masuk dalam ruangan.
"Tak masalah sayang kan memang jarak dari kantor aku lebih dekat."
"Ayo sini duduk aku sudah pesankan makan semoga kamu suka ya." Lanjut Dave
"Makasih mas, eh ini kan memang makan kesukaan aku mas kok mas tahu?" Tanya Queen yang melihat makanan kesukaannya ada di atas meja.
"Aku nebak saja sayang soalnya kamu pas makan di restoran pas bareng orang tua kita aku lihat kamu makan ini jadi aku pikir kamu suka."
"Kamu sampe segitu ya perhatikan aku."
"Iya lah yang masa ada perempuan cantik didepan aku diemin." Kata Dave bercanda.
"Oh jadi gitu ya mas kelakuan kamu kalau ada yang cantik kamu liatin gitu?" Queen menunjukan muka pura-pura marah.
"Eh ngga sayang aku cuman bercanda. Hanya sama kamu aku begitu serius sayang kamu bisa tanya Zaki asisten aku kalau kamu ngga percaya ya sayang jangan marah dong." cerocos Dave yang menjelaskan dia tak ingin Queen marah.
"Hahaha mas kamu lucu banget sih jelasinnya sampe segitunya aku hanya mengerjai kamu." Kata Queen yamg masih tertawa
"Oh gitu kamu ya hemmm." Sambil mencubit gemas hidung Queen
"Aduh mas jangan cubit hidung Queen merah ni nanti." Dengan nada manja
"Mana sayang coba lihat hidungnya."
"Nih. Jawab Queen polos Sambil menunjukan hidungnya
Cup
Dave mengecup hidung Queen yang memang sedikit memerah.
"Sudah sayang udah sembuh itu sudah di kasih obat." Kata Dave sambil tersenyum nyengir.
"Iii mas malu." Kata Queen dengan nada manja
Dave yang melihat itu sangat senang karena Queen menunjukan sikap manja didepannya dan Dave malah suka bukan ilfiel.
"Ayo sayang kita makan nanti keburu dingin makannya."
"Iya mas ayo makan."
"Sayang suapin dong." Kata Dave manja
"Makan sendiri ah mas."
"Ngga mau maunya di suapin kamu kalau ngga aku liatin kamu makan saja deh aku ngga usah makan."
"Iiihh mas harus makan mas kan butuh tenaga biar bisa bekerja."
"Aku butuhnya dicium Queen ngga usah makan juga udah bertenaga." Kata Dave dalam hati terkesan lebay.
"Suapin sayang."
"Iya iya ini di suapin."
Dan mereka akhirnya makan bersama sambil terus menyuapi Dave dan dirinya. Mereka makan satu piring dan satu sendok tapi tidak ada kata jijik mereka malah makan menikmatinya begitulah kalau dua-duanya sudah bucin.
Setelah makan siang dan berbincang hangat ternyata sudah menunjukan pukul 1 lewat tandanya Dave harus kembali ke kantor lagi namun sebelum berpisan pasti Dave membuat drama dulu sama seperti saat ini.
"Sayang aku ngga ke kantor ya kita kerumah aku saja kita pacaran disana."
"Astaga mas ngapain kerumah mas jangan aneh-aneh ya."
"Ya pacaran sayang peluk-peluk kamu sepuasnya"
"Ngga ya mas. Mas harus kerja ayo pulang."
"Sayang." Masih saja Dave merengek
"Astaga mas kamu ini biasanya perempuan yang manja ini malah kamu." Queen tak habis pikir kenapa Dave yang kelihatannya dingin dan tak tersentuh itu menunjukan sikap manjanya kepadanya
"Kan cuma sama kamu sayang ngga ke yang lain cuma kamu yang liat aku kaya gini."
"Aduh mas yaudah sini-sini peluk dulu tapi langsung kekantor ya."
"Yes." Dave pun sangat senang dan langsung masuk kedalam pelukan Queen.
Dave memeluk Queen sangat erat seakan dia tak mau melepaskan dan Queen hanya bisa membalas memeluk Dave.
Setelah cukup lama memeluk Queen Dave mengurai pelukannya dan langsung menangkup pipi Queen dengan kedua tangannya.
Melihat mata Queen dalam dan tatapannya mengarah ke bibir Queen yang sangat menggoda
Cup
Bibir Dave dengan lancangnya mengecup bibir Queen hanya mengecup tanpa melakukan lebih.
"Manis Queen." Setelah melepaskan bibirnya
"First kiss aku mas." Sambil memegangi bibirnya
"Itu juga First kiss mas sayang mas suka."
"Iih malu mas."
"Maaf ya sayang mas cium kamu ngga ijin." Sambil memeluk Queen lagi
Queen hanya mengangguk dia tak menapik bahkan marah dengan apa yang dilakukan Dave dia juga senang namun terlalu malu untuk mengungkapkannya.
"Kamu ngga marah kan sayang."
"Ngga mas. Udah ah jangan bahas lagi aku malu."
"Hahaha muka kamu merah sayang"
"Mas udah ayo pulang.: Kata Queen sambil berdiri.
"Iya iya ayo pulang." Dave sambil mengaitkan tangannya dengan Queen
Setelah itu mereka menuju kasir untuk membayar makan mereka pesan tadi.
Dave masih setia mengandeng tangan Queen sampai dimobil Queen bahkan membukakan pintu untuk Queen perlakuannya sangat romantis menunjukan bahwa dia sangat menyayangi pasangannya.
"Mas aku pulang ya." Setelah Queen masuk kedalam mobil
"Iya sayang. Kamu hati-hati bawa mobilnya. Hubungi aku kalau sudah sampai."
"Iya mas sayang sudah sana ke mobil kamu."
"Dah sayang aku ke mobil."
Dave pun segera ke mobilnya dan melihat Queen lebih dulu menjalankan mobilnya sebelum dia meninggalkan parkiran memastikan Queen pergi lebih dulu.
Sampai dikantor Dave langsung menuju ruangannya dan ternyata sudah ada Zaki yang sejak tadi menunggunya.
"Boss dari mana kenapa makan siang lama amat boss." Kata Zaki protes karena sedari tadi dia menunggu.
"Ya makan lah kenapa emang kalau lama? mau apa kamu di ruanganku."
"Mau antar berkas Boss harus di tanda tangani SEKARANG." Zaki menekan kata sekarang
"Ya sudah kemarikan." Sambil membaca sekilas berkas yang diberikan Zaki dan ternyata tidak ada yang ganjal jadi langsung dia tanda tangani.
"Ini ambil dan kembali keruanganmu."
"Iya Boss."
"Ehh tunggu dulu aku mau bilang sama kamu Zak kalau aku lagi senang banget nih." Kata Dave tiba-tiba sambil tersenyum sendiri
"Senang kenapa Boss dan ngapain bos senyum-senyum begitu."
"Kepo kamu Zak udah sana keluar aku hanya memberitahu mu bahwa kau senang dilarang bertanya lagi sana keluar."
Zaki yang mendengar boss nya mengatakan hal tersebut rasanya ingin marah tiba-tiba manggil dan memberitahu kalau di sedang senang dan setelah itu dilarang kepo rasanya Zaki ingin mengumpat bossnya tersebut namun dia bisa apa hanya bawahan.