Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Vony mengetuk pintu kamar Hades, ada sesuatu penting yang ingin dia sampaikan pada suaminya.
"Pak, bolehkah aku masuk?"
Hades membuka matanya begitu mendengar suara Vony dari balik pintu.
Hades bangkit dari ranjang, berjalan perlahan membuka pintu kamar. kemejanya sengaja ia biarkan tidak terkancing karena ia benar-benar sedang malas.
"Ada apa?" Hades berdiri di ambang pintu menatap Vony dengan wajah datarnya.
Vony langsung masuk ke dalam kamar tanpa Hades persilahkan. gadis itu duduk di pinggir ranjang. Hades yang sedang malas berdebat memilih membiarkan saja Vony di kamarnya. ia kembali berbaring di ranjang memejamkan matanya tapi tidak benar-benar tidur.
"Pak, dengarkan aku"
"Hmm" sahutan pendek yang sedikit tidak niat.
"Besok aku ada camping dengan teman-teman satu angkatan selama dua hari satu malam. karena itu aku mau meminta izin"
Hades membuka matanya dengan cepat, ia memperbaiki posisinya, bersandar di ujung ranjang. wajahnya serius menatap Vony yang tersenyum ragu ke arahnya.
"Camping di mana?"
"Di puncak pak"
"Tidak"
Vony terlihat kecewa dengan jawaban Hades.
"Tapi aku harus ikut, itu kegiatan wajib dan akan ada penilaian untuk kegiatan ini. di sana akan ada pertunjukan musik dan teater kecil pak"
"Aku bilang tidak, kau jangan mencoba bernegosiasi dengan ku"
Vony cemberut tapi ia tidak kekurangan ide untuk merayu Hades. Vony menyetuh dan menggenggam lembut tangan Hades,
"Aku mohon pak izinkan ya, aku janji akan baik-baik saja dan segera pulang kalau kegiatan sudah selesai"
Sepasang mata bulat berwarna coklat menatap mata Hades. senyum cerah kembali terpancar di wajah Vony.
Senyum itu lagi, bagaimana aku menolaknya?!
"Jangan matikan ponsel, tetap kabari aku jika ponselku tidak bisa kabari Aldo, jangan ceroboh dan segera pulang!"
"Siap pak!" Vony terlihat senang ia refleks memeluk Hades.
Hades membeku saat Vony memeluknya. ia mulai terbiasa dan merasakan senang saat Vony memeluk atau sekedar menyentuh tangannya. bagi penderita OCD seperti Hades di peluk atau di sentuh merupakan hal yang tidak nyaman.
Vony melepas pelukannya dengan malu-malu, ia bergegas keluar dari kamar Hades agar tidak merasa canggung.
***
Malam ini Hades pergi keluar dengan Juan untuk minum bersama. ia ingin meminta maaf karena sudah berprasangka buruk pada adiknya.
Horizon Club & Co, disana mereka berdua bertemu. Juan sudah datang lebih dulu,
"Sory telat, aku ada keperluan tadi" kata Hades yang tahu adiknya sudah menunggunya sejak tadi, karena asbak di atas meja sudah terdapat dua puntung rokok.
Hades menatap perban di tangan Juan sembari duduk di sofa.
"Kau terluka?" tanya Hades tanpa raut wajah cemas. ia susah terbiasa melihat adiknya berkelahi dan terluka disana sini.
"Hanya luka kecil" jawab Juan.
Hades menuang minuman kedalam gelasnya dan memasukan sedikit es batu kedalamnya. ia ikut menyulut sebatang rokok.
"Sory Juan, aku menuduh mu kemarin" kata Hades.
Juan tersenyum samar, dari dulu ia sudah tidak suka dengan Kasandra, ia tahu wanita itu tidak tulus pada kakaknya. bahkan perselingkuhan Kasandra dan Victor juga Juan yang mengetahuinya lebih dulu. ia sering memergoki Kasandra dan Victor pergi berdua di club atau pusat perbelanjaan di saat Hades sibuk bekerja mengurus perusahaannya.
"Vony, apa kau serius dengannya?" tanya Juan tiba-tiba.
Hades hampir tersedak minuman yang baru ia teguk. Hades menyeka sudut bibirnya.
"Aku tahu kenapa kau menikahi gadis itu. dia memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan mu. jika kau hanya main-main dengannya lepaskan dia"
"Jangan ikut campur" kata Hades sembari meletakkan gelas minumannya di atas meja.
"Aku hanya kasihan melihatnya. dia terlihat seperti gadis baik-baik dan masih polos. bagaimana masa depannya jika ia menghabiskan waktu dengan orang tua seperti mu!"
"Apa kau bilang? siapa yang tua?! aku masih muda usia ku belum menyentuh kepala empat!"
Juan tertawa melihat amarah kakaknya. tapi sejujurnya Juan senang melihat Hades sekarang lebih baik daripada dua tahun belakangan.
"Kau sendiri kenapa tidak menikah? bekerja dengan serius lalu menikah! jangan menghamburkan uang ku terus" omel Hades.
Juan menatap perban di tangannya. ia tersenyum penuh arti mengingat seorang gadis yang tadi mengobati lukanya.