Indonesia
NovelToon NovelToon
TAWANAN SANG RAJA MAFIA

TAWANAN SANG RAJA MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Nikahmuda
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Demi menyelamatkan sang ayah dari siksaan maut seorang mafia kejam, Aisyah gadis bercadar, Hafizah bermata biru blasteran menyerahkan diri sebagai tawanan abadi. Syaratnya gila: pria berdarah dingin itu harus masuk Islam dan menikahinya.
Pernikahan tanpa cinta pun dimulai. Alih-alih menjadi ratu, hidup Aisyah berubah menjadi neraka ketika suaminya sengaja membawa wanita malam ke hadapannya setiap hari untuk menghancurkan mentalnya.
Di tengah ketakutan yang mencekam dan air mata yang tak pernah kering, Aisyah hanya bersandar pada sujud malamnya.
Mampukah kelembutan ayat-ayat suci meluluhkan hati seorang psikopat tanpa Tuhan, atau justru Aisyah yang akan hancur lebur di sarang iblis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya di Ujung Lembah dan Janji yang Tak Lekang

Embusan angin pagi pegunungan membawa serta aroma khas dedaunan pinus yang basah oleh embun semalam. Di luar jendela kamar utama istana perbukitan, kabut tipis tampak perlahan-lahan terangkat, membuka pemandangan lembah hijau yang membentang luas sejauh mata memandang. Suasana pagi itu memancarkan ketenangan mutlak, seolah alam semesta turut merayakan kedamaian yang kini menetap di dalam istana.

Di atas ranjang king-size, Kenzie Al-Ghazali membuka matanya dengan tenang. Tidak ada lagi ketergesaan instingtif untuk memeriksa senjata atau memantau layar pengawas keamanan. Yang pertama kali tertangkap oleh netranya adalah wajah damai Aisyah Humaira yang tertidur pulas dalam dekapan lengannya.

Rambut hitam legam Aisyah tergerai rapi di atas bantal putih, membingkai wajah bersihnya yang tampak begitu teduh. Dengan penuh kehati-hatian agar tidak membangunkan sang istri, Kenzie melonggarkan sedikit posisinya, lalu mengusap lembut helai rambut yang menutupi dahi Aisyah. Sebuah kecupan hangat ia daratkan di sana, melafalkan puji syukur dalam hati atas anugerah terindah yang Allah hadirkan di sisa usianya.

Merasa terusik oleh kelembutan itu, bulu mata lentik Aisyah bergetar perlahan. Ia mengerjap beberapa kali, menyesuaikan pandangannya dengan cahaya pagi. Begitu netra biru jernihnya menangkap manik mata hitam Kenzie yang sedang menatapnya lekat-lekat dengan senyuman paling teduh, rona merah muda langsung merambat cepat di pipinya.

"Pagi, suamiku..." sapa Aisyah dengan suara serak khas bangun tidur yang terdengar begitu merdu.

"Pagi, ratuku..." balas Kenzie lembut, mengeratkan dekapannya sejenak sebelum membiarkan Aisyah bangkit untuk mengambil air wudu menunaikan kewajiban fajar.

Beberapa jam kemudian, aktivitas di istana berjalan dinamis namun teratur. Pagi itu, Kenzie dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi bulanan dengan para pengurus inti yayasan amal dan perwakilan relawan kesehatan di aula utama lantai dasar.

Mengenakan kemeja formal lengan panjang berwarna biru navy, Kenzie melangkah masuk ke dalam ruang rapat yang telah dipenuhi oleh para staf. Vito berdiri di dekat layar presentasi, memegang kendali penuh atas data laporan perkembangan program sosial yang telah dicapai sepanjang kuartal ini.

"Selamat pagi, semuanya," sapa Kenzie tegas namun bersahabat, langsung mengambil tempat duduk di kursi utama. "Mari kita mulai evaluasi program kerja kita. Fokus utama kita hari ini adalah efisiensi distribusi logistik kesehatan di wilayah pelosok perbatasan."

Rapat berjalan lancar dan interaktif. Para relawan menyampaikan berbagai laporan lapangan, mulai dari suksesnya penyaluran beasiswa santri berprestasi hingga perluasan fasilitas klinik gratis di desa-desa terpencil. Kenzie mendengarkan setiap masukan dengan seksama, memberikan arahan strategis yang solutif tanpa menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam setiap kebijakan yayasannya.

Transformasi hidup Kenzie dari seorang penguasa bayangan dunia hitam menjadi dermawan yang dihormati kini telah sempurna diakui oleh banyak pihak. Ia tidak lagi memegang kendali atas senjata dan ketakutan, melainkan memegang amanat besar untuk menebar kebaikan seluas-luasnya.

Menjelang siang hari, rapat koordinasi pun usai. Kenzie memilih berjalan-jalan sejenak di taman samping istana untuk menyegarkan pikiran sebelum menemui istrinya. Di sana, ia mendapati Aisyah sedang duduk di kursi rotan sambil merapikan beberapa buku bacaan anak-anak yatim sumbangan dari donatur luar kota.

Mengenakan abaya gamis berwarna soft maroon yang dipadu khimar serasi, Aisyah tampak sangat anggun dan berkharisma. Kenzie melangkah mendekat tanpa suara, lalu tiba-tiba melingkarkan kedua tangannya di pundak istrinya dari arah belakang.

Aisyah tersentak kecil, namun begitu mencium aroma parfum maskulin yang khas, senyuman manis langsung terkembang di balik cadarnya.

"Kebiasaan suka mengagetkan," gemas Aisyah menoleh sekilas ke arah suaminya.

Kenzie tertawa kecil, suara baritonnya bergetar lembut di telinga Aisyah. Ia menarik kursi kecil dan duduk tepat di samping istrinya, menggenggam jemari mungil itu di atas meja. "Mana mungkin aku mengagetkan ratuku sendiri. Sedang merapikan apa, hm?"

"Buku-buku cerita anak sumbangan dari relawan kemarin, Mas," jawab Aisyah lembut. "Rencananya besok lusa aku ingin ikut tim yayasan berkunjung langsung ke panti asuhan cabang utara untuk menyerahkan buku-buku ini."

Mendengar rencana istrinya, sorot mata Kenzie seketika melembut, namun ada sedikit nada protektif yang terpancar. "Ikut berkunjung ke sana? Baiklah, tapi aku harus pastikan ikut mendampingimu secara langsung. Tidak boleh ada alasan menolak."

Aisyah tersenyum maklum. Ia tahu suaminya selalu ingin memastikan keselamatannya, meskipun ancaman masa lalu telah musnah tak bersisa. "Baiklah, Pengawal Pribadi Al-Ghazali. Aku tidak akan menolak."

Sore hari tiba dengan transisi cuaca yang menyejukkan. Awan putih berarak perlahan di bawah langit perbukitan yang mulai menampakkan bias jingga kemerahan. Kenzie dan Aisyah memutuskan berjalan-jalan santai menelusuri jalan setapak di sekitar pekarangan istana yang dikelilingi rimbunnya pepohonan hijau.

Langkah kaki mereka beriringan, diisi oleh obrolan ringan mengenai masa depan yayasan dan rencana renovasi kecil di beberapa sudut rumah mereka.

Tiba-tiba, Kenzie menghentikan langkahnya. Ia berbalik, menatap lekat-lekat ke dalam sepasang mata biru jernih istrinya. Suasana koridor taman yang sunyi membuat momen itu terasa begitu intim dan penuh makna.

"Aisyah..." panggil Kenzie serius.

"Ya, Mas?" sahut Aisyah menatap suaminya penuh tanya.

Kenzie mengangkat kedua tangannya, memegang kedua bahu istrinya dengan lembut. "Aku ingin berterima kasih kepadamu. Bukan hanya untuk hari ini, atau kemarin... tapi untuk setiap detik dalam hidupku sejak hari pertama kita dipersatukan dalam ikatan suci."

Aisyah terpaku, debar jantungnya meningkat seketika mendengarkan ketulusan suara suaminya.

"Dulu, hidupku adalah lembaran hitam yang penuh noda dan kehancuran," lanjut Kenzie dengan suara berat namun penuh keyakinan mutlak. "Tapi kamu datang membawa cahaya hidayah, membersihkan hatiku, dan membuktikan bahwa cinta karena Allah adalah kekuatan terbesar di dunia ini. Bersamamu, aku menemukan rumah sejati."

Air mata haru menetes perlahan di sudut mata Aisyah. Ia melangkah maju, memeluk pinggang suaminya erat-erat, membenamkan wajahnya di dada bidang Kenzie.

"Dan aku bersyukur kepada Allah karena telah memilihmu menjadi imamku, Mas," balas Aisyah bergetar penuh cinta. "Kita sudah melewati badai terberat dalam hidup kita. Sekarang, mari kita lanjutkan perjalanan ini bersama-sama... menuju surga-Nya."

Kenzie mengeratkan dekapannya, menciumi puncak kepala istrinya yang tertutup khimar dengan penuh rasa syukur yang meluap-luap. Di bawah temaram langit senja perbukitan yang damai, janji setia itu kembali terpatri abadi—menandai bahwa cinta sejati tidak diukur dari seberapa sempurna awal sebuah kisah, melainkan seberapa tulus akhir perjalanan dua jiwa yang saling menyempurnakan dalam ketaatan.

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
❤️❤️❤️
Anonim
😍😍😍
Anonim
Baper said ❤️❤️
Anonim
Heeeeemmmm❤️❤️❤️
Anonim
Heeeem semakin seru
Anonim
Ayooooo
Anonim
An
Mantap 🤭🤭
Anonim
🤭🤭🤭
Anonim
😍😍😍😍😍
Anonim
❤️❤️❤️❤️
Anonim
😍😍😍
Anonim
Heeeeemmm
Anonim
Ayoooo
Anonim
Trima kasih autir 😍😍😍
Anonim
😍😍😍😍
Anonim
Menarik 🤭🤭🤭
Anonim
😄😄😄
Anonim
Heeemmmm
Anonim
❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!