Diandra, yang akrab disapa Dian adalah orang tua tunggal, suaminya bernama Mario Kusuma meninggal 3 tahun yang lalu saat mereka hendak merayakan Ulang Tahun pernikahan yg ke-3. Mereka dikaruniai seorang putra yang tampan, bernama Alvaro Kusuma.
Diandra adalah karyawan di salah satu Bank Pemerintah di Kota M sebagai Manager Marketing.
Demi urusan pekerjaan, Diandra dituntut menjalin hubungan baik dengan pemerintah maupun perusahaan swasta yang ada di kota M. Baru-baru ini, Diandra mendampingi atasannya menghadiri undangan Lounching "RW Hotel" yang baru dibuka dikota M.
RW Hotel adalah anak perusahaan dari Wijaya Group dipimpin oleh putra sulung Raka Wijaya yang bernama Ryan Putra Wijaya.
Dibalik wajahnya yang rupawan, Ryan dikenal dengan perangainya yang dingin, arogan dan egois. Semua karyawan RW Hotel sangat segan padanya, bahkan tak sedikit pegawainya yang gemetar ketakutan saat berhadapan dengannya.
Akhirnya, Diandra pun memutuskan untuk mendekati management RW Hotel agar mau bekerja sama dengan Bank tempat dia bekerja. Segala upaya dilakukan Diandra agar bisa bertemu dengan Pimpinan RW Hotel. Namun hasilnya nihil, Pak Ryan sangat sulit untuk ditemui.
Perkenalan keduanya pun diwarnai dengan berbagai konflik yang akhirnya mendekatkan mereka.
Akankah mereka bisa bersatu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang
Pagi yang cerah, Diandra dan Varo pun bersiap menuju ke tempat aktifitas masing-masing. Dian lebih dulu mengantarkan Varo ke sekolahnya kemudian melajukan city carnya menuju kantor. Setibanya di kantor, dengan ramah Dian menyapa satu per satu karyawan yang berpapasan dengannya. Selain cantik dan pintar, Dian juga dikenal sebagai salah satu karyaaan yang ramah.
"Pagi Pak Bahar". Sapa Dian kepada Satpam jaga dan dibalas dengan anggukan dan senyum dari Pak Bahar.
"Mang Jamil sehat kan..?" Sembari menepuk pundak bapak paruh baya.
"Eh.. Ibu Dian. Sehat dong bu.. Jadi OB gak boleh sakit bu, PA-MA-LI !!!" Mang Jamil Mempertegas kata-katanya sambil tertawa kecil.
Usia Mang Jamil memang sudah tua namun selera humornya layaknya pemuda kekinian. Kerap kali beliau bergurau dengan pegawai lainnya, katanya sih biar awet muda 😅😅😅.
Diandra menuju kubikersnya dan mulai berdo'a, agar apa yang dikerjakan hari ini bernilai Ibadah dan semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik tanpa hambatan. Selang beberapa menit, Doni pun datang menghampiri.
"Pagi incess...". Sapa Doni Sambil duduk di kursinya dan menyalakan Computer.
"Pagi Don.." Membalasnya dengan senyuman.
"Dian, Kemarin kamu ikut kan ke acara Lounching RW Hotel ?". Tanya Doni.
"Iya.." jawab Dian singkat.
" Trus udah jalin kerjasama dengan Bank kita ?" tanyanya lagi dengan raut penasaran.
"Hmmm... belum Don. kemarin aku sama Boss belum bisa langsung bicara soal Bisnis. Namanya juga baru perkenalan.. kan gak etis langsung bicara bisnis dan kerja sama. Lagian tuh yah... Presdirnya cuek banget, dingin pula". Bicara dan raut mukanya datar.
"Iya yah.. aku dengar-dengar sih emang gitu orangnya. Turunan bapaknya kali, kamu semangat yah pepetin terus biar Unit kita dapat reward lagi. Kan lumayan tuh buat traktir kita-kita". Ucap Doni sambil Cengengesan.
"Yeehhh curang, enak di kalian dong... aku yang usaha kalian tinggal minta di traktir. Makanya bantuin.." Dian mengurucutkan bibirnya yang tipis tapi nampak sexy.
"Masyaa Allah... gemesin banget kamu Dian.. manis, cantik, baik hati, tidak sombong, cerdas, perfect jadi wanita. Andai saja......" Bathin Doni dibalik senyum.
"Napa senyum - senyum "? protes Dian
"Ehh.. anu..itu...gak apa2". Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal 🤦♀️
"Ya udah kerja,, tolong pipeline bulan ini kirim ke email aku yah. Sebentar aku mau dampingi Pak Boss Zoom meeting dengan CEO Wilayah". Ucap Dian.
"Oke boss..." Sambil mengerlingkan matanya seraya menggoda managernya, Dian pun membalasnya dengan senyum yang ditahan.
Doni memang sosok yang selalu mampu membuat Dian tersenyum bahkan tertawa.
Jam istirahatpun tiba, seperti biasa Doni dan Dian menghabiskan jam makan siang bersama. Kali ini Jihan tidak ikut, karena antrian nasabah masih lumayan banyak.
"Jadi gimana nih, kapan kita menemui Pimpinan RW Hotel ?" Tanya Doni sambil mengunyah makanannya.
"Rencananya besok aku mau kesana. Takut kalah cepat sama Bank Tetangga." Tutur Dian.
Ckckck... emang yah emak-emak kalau bicara bisnis semangatnya langsung berkobar" Ledek Doni.
"Ya harus dong... masa kalah sama yang masih muda" Sambil tertawa kecil memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi.
Keduanyapun menyelesaikan makan siangnya dan kembali menuju kantor. Dian langsung menemui Jihan dan menyerahkan bungkusan pesanan makan siangnya.
"Makasih yahh..kakakku sayang". Jihan Kegirangan menerima makanannya.
"Iyaa adekku yang manja. Aku keatas yah, mau shalat dulu. Makan yang banyak" Dian sok memerintah Jihan.
"Siap bosscu" sambil mengacungkan jempolnya pada Dian.
____________________________________________
Bersambung.....
Mohon bantu komentar yang sifatnya membangun.
Jangan bully please... Tq 🙏