Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Status: tamat
Genre:Cerai / Tamat
Popularitas:327.1k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Hidup mandiri di rantau jauh dari orang tua, menikah dengan laki laki yang di cintai, itu bukan lah awal dari ke bahagian yang di rasakan oleh seorang Ibu dua orang anak itu yang bernama Renata Agustin.


Bagaimana Renata menjalani hari harinya yuk simak ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Pagi ini keberangkatan Ayah Renata ke jakarta, Renata mengantarkan Ayahnya kerumah kerabatnya, karena mereka akan berangkat menggunakan mobil ke jakarta.

"Ingat kata Ayah jangan berangkat ke jakarta Ayah maunya kamu ke batam tunggu Ayah!" tegas Ayah.

"Iya, Yah... tenang aja, Rena ingat kok (klau ngak lupa ) Yah.

"Ya udah Ayah berangkat, jaga Ibu sama Adik mu?!"

"Siap komandan...?!" ucap Rena dengan gaya ala ala tentaranya, tidak lupa Ayahnya memberi ciuman di jidat Rena.

Setelah ke berangkat sang Ayah, Renata dan Bagus adek Rena pulang dengan berjalan kaki.

"Kak, kata Ayah ngak boleh ke jakarta, Trus Kaka akan tetap pergi ke jakarta?" tanya sang adik.

"Ibu... boleh ya Rena ke jakarta, soalnya Rena ngak mau ikut kak Wati ke Batam Bu, Rena pengen ikut Bibi Bu... Rena sudah kangen sama Bibi?!" ucap Renata sambil mata berkaca kaca.

"Iya ngak pa apa, tapi Ibu ngak punya uang buat ongkos kamu, gimana ceritanya kamu mau berangkat?" keluh si Ibu.

"Ibu tenang aja, Rena kan selama ini kerja,dan dari dulu Rena ada tabungan, Rena pake uang Rena aja, Ibu ngak udah mikirin ongkos Rena" ucap Renata.

"Ya udah kapan kamu mau berangkat?" tanya si Ibu.

"Lusa Bu, boleh ya...?" Rena lansung semangat, sebelum Ibunya berubah pikiran, lebih baik secepatnya dia berangkat ke jakarta, biar nanti dia menghadapi sang Ayah di jakarta, ada bibinya yang akan membela dia, pikir Renata.

"Hufff.... Baik lah, klau itu sudah keinginan kamu, Ibu ngak bisa melarang kamu, yang penting kamu jaga diri, jangan bikin bibi kamu ke susahan, klau kamu ketemu jodoh lansung nikah saja, Ibu sama Ayah ngak mau kamu pacar pacaran" petuah si Ibu.

"Iya Bu, akan Rena ingat semua pesan Ibu. Rena sayang sama Ibu, sama Ayah juga adik" ucap Renata tercekat.

Ibunya juga tidak bisa tidak menitikan Air mata, sejujurnya dia tidak ingin berpisah dengan anak perempuannya Itu, namun apa daya anknya ingin merubah nasib di kota sana, dia hanya berdoa agar sang anak bisa sukses nantinya dan selalu di lindungi dari marabahaya.

Besok Paginya Rena berangkat kerja dan sekalian izin untuk ke luar dari kerjanya dan mengambil gaji dan tabungan selama ini di simpan sama gurunya.

Tok....

Tok...

Tok...

"Masuk...."

Sahut dari dalam ruangan kepala jurusan Renata.

"Assalamualaikum..."

"Wa'alaikum salam ... Eh.. Rena ada apa? silahkan duduk" perintah Pak Budi.

"Iya pak, aku ganggu ngak pak?" tanya Renata.

"Ngak kok Ta, emang ada apa?" Pak Budi.

"Gini Pak, besok aku sudah ngak kerja ya Pak dan saya juga mau ambil gaji sekalian tabungan aku pak" jawab Renata.

"Loh... kok kamu ke luar, kenapa?" Pak Budi kaget.

"Saya lusa mau berangkat ke jakarta Pak?!" jawab Renata.

"Hah... Ngapain?" kaget Pak Budi.

"Saya ingin kerja di jakarta pak, mau cari pengalaman di kota?!" jawab Renata.

"Baik lah, klau gitu, nanti pulang kerja bapak kasih uang kamu ya?!" ucap Pak Budi, sedikit berat hati, karena dia berharap Renata mau bekerja di sekolah, karena Renata anaknya cekatan dan mau memasarkan dagangan mereka setiap hari.

"Baik Pak, klau gitu saya permisi dulu pak" ucap Renata dan di anggukin oleh Pak Budi.

"Giman Ta? boleh sama Bapak loe keluar?" tanya Rini dan Lena.

"Boleh tapi muka Pak Budi sedikit berubah saat bilang gue mau keluar, mau gimana lagi, gue kan pengen ke jakarta" keluh Renata.

"Ya udah sih... ngak pa apa, itu kan hidup loe, semoga loe berhasil di jakarta ya trus jangan lupain kami" sendu Rini dan Lena.

Mereka berpelukan seperti teletubis.

Bersambung....

1
Saya Sayekti
kok g cubit balik pipi nek peotnya biar gelambir
Saya Sayekti
Alhamdulillah ada yg waras jg.paling tidak ngurangi puyeng
Hasanah
cuma Lila yg waras
Fian
Luar biasa
Sri Wahyuningsih
Buruk
Sri Wahyuningsih
Kecewa
Daryatul Ulya
ncek artinya apaa
Akbar Razaq
Dari awal juga uda ketebak baik mamanya adik adiknya dan Edo sendiri gimana kelakuannya.
Akbar Razaq
Alamat ini Ren uda jangan mau di keloni sudah bs di pastikan kedepannya kek gimana.
Ira
Laki-laki bodoh.. Klau hanya dpt makan aja mending kerja serabutan
VaNiLaLuLaBo
tau sakitkan? anak itu juga dulu kau tak akui... huh... lupa diri... sok²an tersakiti... payah
VaNiLaLuLaBo
heru
VaNiLaLuLaBo
ya... inilah yg selalu aku fikir ... jika pun ada org² maksa minta belikan mahar ,maka kembalikan keperawanan . haaahhhh ... good Thor... fikiran kita sama .
VaNiLaLuLaBo
bagus ... itu sebaiknya
VaNiLaLuLaBo
rajin² dpt penat org tak hargai kau kecewa..... mendung biarin aja.... kau lipat pakaian mu aja... kemas bilik tidur kamu aja.... udah.... bukan tanggungjawab kau tuk mengerjakan tu semua.... tolong dikit² aja sudah... hormat org tua itu wajib.... tidak menurut kata mertua tidak masalah,tidak durhaka juga...
Cam zisam
Luar biasa
Nurul Pky
aasssssiiiiikkkk....
Nurul Pky
Luar biasa
Nurul Pky
sengsara
Nurul Pky
seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!