Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Berkunjung Ke Menara Elang Hitam

Masalah di penginapan bunga mekar

_______

"Konspirasi ya." gumam Xuan berulang kali. Sambil memikirkan sesuatu.

Setelah keluar dari kediaman Tuan kota, Xuan langsung menuju penginapan bunga mekar sambil berjalan dengan santai dan tiba-tiba di tersadar." Sial, bagaimana bisa aku melewatkan hal sepenting itu." Dia mengumpat berulang kali atas keteledorannya. Dia tidak menyangka menara elang hitam adalah milik kelompok tengkorak hitam.

Setelah mengumpat berulangkali, akhirnya dia tiba di penginapan bunga mekar dan langsung bertanya kepada resepsionis, sambil menajamkan pendengarannya karena pengunjung restoran lantai bawah penginapan itu cukup ramai.

"Nona, apakah ada saudara saya yang bernama Yang Shen memesan kamar khusus di penginapan ini?"

Dia memperhatikan wajah resepsionis yang sedikit ketakutan dan mengedarkan pandangannya keberbagai sudut.

Xuan juga mendengar orang-orang yang menikmati makanan dan arak membahas tentang kehancuran kelompok pembunuh tengkorak hitam. Dia sedikit terkejut karena kehancuran kelompok tengkorak hitam sudah menyebar kemana-mana.

Sebagian tamu yang berkunjung ke penginapan bunga mekar itu membahas tentang turnamen di seluruh Kekaisaran selatan. Dia sedikit tertarik akan informasi itu dan akan menanyakannya sama Yang Shen.

"Tuan Muda, sebaiknya ajak teman anda pergi dari sini, tidak baik bagi anda menyinggung mereka."

Resepsionis penginapan tersebut bukan menjawab pertanyaannya malah menyuruhnya pergi.

"Apakah mereka sangat kuat Nona?" tanya Xuan sambil terus menajamkan pendengarannya untuk mendapatkan informasi. Dia juga merasakan aura kematian yang begitu pekat dari lantai atas.

"Sangat kuat Tuan Muda, mereka rata-rata kultivator di tingkat master dan ada salah satu dari mereka di tingkat raja."

Resepsionis itu menjawab pertanyaan Xuan sambil menjelaskan bahwa tamunya itu sering menginap di sana dan sering juga membuat kerusuhan. Resepsionis itu juga mengatakan bahwa kawan Xuan telah babak belur sebelum di usir dari lantai tiga dan sekarang berada di lantai dua kamar biasa nomor lima.

"Kurang ajar....!"

Xuan meminta kepada resepsionis agar menyediakan beberapa kendi arak yang paling baik kwalitasnya di penginapan itu dan beserta daging panggang.

Kemarahan jelas terlihat di wajahnya, baru beberapa jam bertemu dengan Yang Shen dia sudah hampir kehilangan pemuda itu. Dia berterimakasih kepada resepsionis atas informasi tersebut lalu buru-buru menuju lantai atas tanpa bertemu terlebih dahulu dengan Yang Shen. Dia juga tidak lupa membawa arak dan daging panggang hewan buas sebagai hadiah pertemuan.

Tok.... tok... tok ...!

Xuan mengetuk pintu kamar khusus itu sambil mengatakan dia mengantarkan arak dan daging hewan buas atas nama seseorang. Pintu terbuka dan mempersilahkan Xuan masuk.

"Letakkan di atas meja dan enyah dari sini....!"

Seorang pria berwajah seram berteriak kepada Xuan namun baru selesai dia berbicara kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya. Darah muncrat dari leher pria itu ke segala arah, bau anyir darah langsung menyebar memenuhi ruangan. Xuan langsung melemparkan segel perusak jiwa kepada semua orang yang ada di ruangan itu sebelum mereka menyerangnya.

"Belum pernah ada orang yang hidup setelah menggertak ku. Bukannya berterimakasih telah diantarkan makanan dan minuman gratis, sesekali berbuat baiklah kepada orang lain agar umur kalian lebih panjang."

Xuan tersenyum sambil mengintimidasi semua orang yang ada di ruangan itu kemudian mengeluarkan aura spritual.

"Bajingan, tanggalkan satu persatu anggota tubuhnya, jangan berikan kematian yang cepat kepadanya, aku ingin menyiksanya sampai dia putus asa."

Salah satu diantara mereka berbicara penuh kemarahan, bahkan tubuh pria itu bergetar dan matanya memerah, seolah-olah dia adalah pria yang paling teraniaya di muka bumi ini. Namun belum selesai dia berbicara tubuhnya bergidik ngeri merasakan sesak di dadanya akibat tekanan aura spritual memenuhi ruangan tersebut.

"Baik ketua." jawab mereka serempak,

namun tubuh mereka tidak sesuai keinginan mereka karena tekanan luar biasa memenuhi ruangan itu. Saat mereka mengalirkan energi untuk menimalisir tekanan yang datang malah mereka memuntahkan darah dari mulut masing-masing hingga mereka bertekuk lutut.

"Paman-paman yang terhormat, tidak perlu buru-buru, membunuhku bukanlah hal mudah. Kita nikmati malam ini tanpa pertumpahan darah, sebaiknya kalian menurut saja. Aku telah memasang segel perusak jiwa di dalam tubuh kalian."

Xuan duduk di kursi dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa, lalu menuangkan arak kedalam cangkir kemudian meminumnya. setelah itu dia mengambil sepotong daging dan memasukkan kedalam mulutnya.

Mereka tidak menjawab perkataan Xuan, mereka hanya diam saja sambil menatap pemuda itu dengan mulut terbuka lebar, wajah-wajah mereka penuh dengan kemarahan dan kebencian, seolah-olah mereka ingin meremukkannya dalam tangan mereka.

Pria yang di panggil ketua oleh meraka tidak jauh berbeda, pria tua itu beberapa kali memuntahkan darah dari mulutnya. Sepertinya dia mencoba beberapa kali mengalirkan energi dari dantiannya.

"Tua bangka, sebaiknya hentikan apa yang kamu lakukan, perbuatanmu hanya melukai dirimu sendiri, itu hal yang sangat sia sia. Dari pada kalian mati penasaran hingga ke neraka terdalam, kalian boleh memanggilku saudara Xuan."

"Kamu bukan saudara kami." salah satu di antara mereka menjawab dengan wajah penuh dengan kemarahan.

"Itu benar, kalian memang bukan saudaraku, jika kalian saudaraku mana mungkin kalian tega menghajar saudaraku yang sebelumnya memesan kamar khusus ini. Sekarang aku bisa mempertimbangkan nyawa kalian kalau kalian mau memberikan informasi yang aku inginkan, itu sudah termasuk sebagai kompensasi karena kalian sudah membuat saudaraku babak belur."

"Dalam mimpimu sekalipun tidak akan mendapatkan informasi dari .......!"

Kepala pria yang menjawab permintaan Xuan langsung terpisah dari tubuhnya sebelum menyelesaikan kalimatnya. Xuan langsung mengaktifkan jurus terlarang miliknya, tiba-tiba tubuh kedua mayat diruangan itu mengering bahkan tulang-belulang mayat itu berubah menjadi abu. Darah yang menempel di lantai pun tersedot sampai bersih seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumya.

"Aku katakan sekali lagi, sebaiknya kalian mau di ajak bekerja sama. Jika tidak, maka aku pastikan kalian tidak bisa bereinkarnasi."

Mulut-mulut mereka terbuka lebar dan tubuh mereka menggigil ketakutan, mereka merasa penjaga neraka terdalam telah tiba karena baru pertama kali melihat jurus mengerikan seperti itu.

Salah satu diantara mereka buru-buru menjelaskan tentang pertemuan mereka di kamar khusus tersebut lalu memberikan informasi yang di inginkan oleh Xuan.

Ternyata mereka melakukan pertemuan untuk menyusun rencana penyerangan terhadap kultivator muda saat turnamen nanti, ini salah satu rutinitas mereka setiap ada turnamen agar bibit-bibit muda tidak tumbuh dan mekar.

Xuan mengira meraka semua adalah anggota menara elang hitam dan ternyata bukan semuanya. Mereka adalah wakil ketua kelompok pembunuh tengkorak hitam, ketua sekte aliran hitam, ketua sekte aliran netral dan tetua sekte-sekte yang telah dia hancurkan sebelumya. Sepertinya Meraka belum menyadari kehancuran sekte-sekte meraka.

"Terimakasih ketua, anda memang layak di panggil ketua, umur anda lebih panjang sedikit dari yang lainnya." Tapi Xuan tau pria itu tidak memberikan informasi yang lengkap.

MURKA IBLIS

Xuan langsung menarik pedangnya, jurus pertama dari tehnik perusak jiwa segera di keluarkan. Dalam hitungan detik puluhan kepala menggelinding ke lantai. Xuan mengaktifkan jurus terlarang dari kitab iblis pemakan jiwa yang di padukan dengan elemen kegelapan. Mayat tanpa kepala itu berubah menjadi abu dan hanya menyisakan cincin penyimpanan meraka yang tergelatak di lantai.

Melihat adegan itu, pria yang di panggil ketua itu tanpa sadar mundur beberapa langkah, seumur hidupnya malam itu dia melihat jurus yang sangat mengerikan.

"Tuanku, sebenarnya apa yang anda inginkan." walaupun ketakutan dan tidak berdaya, pria itu memberanikan diri bertanya.

Hari itu matanya terbuka lebar, sudah puluhan tahun dia malang melintang di kekaisaran selatan belum pernah dia merasakan ketakutan atau tidak berdaya seperti kejadian tersebut. Dia buru-buru ingin menjadi orang baik malam itu juga, tapi naas, kemungkinan ini yang pertama dan yang terakhir. Mungkin dia tidak akan pernah menjadi orang baik seumur hidupnya.

"Bawa aku ke menara elang hitam, aku ingin mengganti namanya menjadi elang merah."

Xuan ingin menara elang hitam menjadi miliknya, bagaiman pun di masa lalu kehancuran klan Yang karena tidak mendapatkan informasi dari dunia luar dengan cepat. Dia ingin menara elang hitam menjadi bisnis klannya di masa depan.

"Baik Tuanku." jawab pria itu segera bergerak dari tempatnya dan memimpin jalan menuju menara elang hitam.

______

MENGAMBIL ALIH MENARA ELANG HITAM

______

Beberapa pria dan wanita datang tergesa-gesa menuju menara elang hitam, meraka langsung masuk kedalam dan bertanya kemana ketua mereka. Mereka sepertinya ingin menyampaikan informasi yang begitu penting.

"Tai Shan, apa yang kamu lihat sehingga membuat wajahmu seperti ketakutan? Ceritakan informasi apa yang kalian dapatkan! Ketua tidak ada di dalam ruangannya, mereka ada pertemuan di penginapan bunga mekar, untuk membahas penyerangan saat turnamen nanti."

Seorang wanita bertopeng yang memiliki bibir tebal tiba-tiba keluar dari sebuah ruangan dan bertanya dengan nada keheranan. Dia belum pernah melihat anggota menara elang hitam kembali dengan wajah-wajah ketakutan.

"Wakil ketua Moy, cabang tengkorak hitam di wilayah ini telah dimusnahkan dan bahkan semua sekte aliran hitam dan aliran putih serta aliran netral yang beraliansi dengan kita sudah dihancurkan."

"Apa....!" Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut wanita itu, kemudian tubuhnya bergetar, matanya memerah." Apakah kalian sudah memastikan kebenarannya?"

"Kami menyaksikan peristiwa tragis itu, wakil ketua Moy. Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bahkan suami anda di cabik cabik seekor elang merah."

Wakil ketua menara elang hitam itu terkulai lemas dan terjatuh kelantai dengan tubuh bergetar. Namun saat akan melanjutkan kembali percakapan mereka, tiba-tiba suara dengungan terdengar dari atas menara elang hitam tersebut.

"Apa yang terjadi...!" celetuk salah satu wanita di antara mereka. Mereka serempak berlari keluar dengan wajah-wajah cemas untuk melihat apa gerangan yang terjadi. Tiba-tiba mereka berhenti ketika melihat ketua mereka telah kembali dengan seorang pemuda membuat mereka bernafas lega.

"Sepertinya ketua menyewa seseorang untuk memasang formasi." Ucap salah satu pria sambil memperhatikan Xuan mengeluarkan puluhan pedang.

"Benar sekali, sepertinya itu formasi pembunuhan. Apakah ketua sudah mengetahui hancurnya kelompok tengkorak hitam di wilayah ini bersama aliansi kita?" seorang wanita gendut dan memiliki gigi yang jarang jarang ikut bersuara.

"Aku tidak tau, kita tunggu saja ketua dan pemuda itu selesai memasang formasi itu." Ucap pria lainnya

_____

MEMASANG FORMASI PEMBUNUHAN

_____

"Berhenti....!"

Setelah tiba di menara elang hitam Xuan langsung mengeluarkan puluhan pedang dari cincin penyimpanannya. Kemudian dia membuat segel lalu meneteskan darahnya kepada pedang pedang itu. Puluhan pedang itu langsung meleset keatas langit.

Puluhan pedang itu terlihat berputar-putar di udara jauh di atas menara elang hitam, suara dengungan sesekali terdengar. Hal itu pertanda bahwa formasi pembunuhan telah aktif sempurna. Siapapun yang membuat kerusuhan di sekitar menara elang hitam di pastikan mati mengenaskan. Puluhan pedang itu juga senjata tingkat tinggi. Puluhan pedang itu terkontrol melalui artefak yang ada di tangan Xuan.

'Mari kita buktikan seberapa efektif formasi pembunuhan ini.' gumam Xuan sambil berjalan menuju menara elang hitam. Dia tiba-tiba memberikan perintah agar bisa meletakkan artefak yang ada di tangannya di tempat tersembunyi.

"Aku berjanji akan memberikan kesempatan kedua padamu jika kamu mau menghabisi semua anggotamu yang ada di dalam menara elang hitam ini. Aku tunggu satu jam dari sekarang, jika kamu tidak mau menyelesaikan tugas yang aku berikan maka kematian yang amat menyakitkan akan menantimu."

Xuan tidak mau repot-repot membunuh anggota di dalam menara elang hitam tersebut. Dia merasa anggota menara elang hitam tidak pantas mati di tangannya karena terlalu lemah, apalagi jumlahnya tidak mencapai ratusan orang.

"Apakah kata-kata anda dapat di pertanggung jawabkan Tuan Muda?" pria yang di panggil ketua itu bertanya dengan raut wajah gembira. Dia rela menghabisi semua bawahannya asalkan dia di biarkan hidup.

"Aku tidak pernah mengingkari janjiku." jawab Xuan dengan wajah yang serius. Sambil melepaskan segel perusak jiwa yang ada di tubuh pria itu.

"Pegang kata-kata anda Tuan Muda." teriak pria itu dan langsung berlari kedalam menara elang hitam sambil mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. Dia takut Xuan menarik kata-katanya kembali.

Orang pertama yang menjadi korban adalah wanita yang di panggil wakil ketua menara elang hitam yang selalu memakai topeng. Kemungkinan kekuatan wanita itu akan merepotkan ketua menara elang hitam sehingga mengeksekusinya terlebih dahulu. Setelah itu, teriakan demi teriakan dari dalam gedung terdengar memilukan, mulai dari lantai satu, lantai dua sampai lantai tiga dan seterusnya.

"Satu, dua, tiga...!"

Xuan menghitung sampai sepuluh dan hening, suara teriakan tidak terdengar lagi. Tidak berapa lama pria itu keluar dari dalam gedung dengan tubuh berlumuran darah.

"Lepaskan cincin penyimpanan mu, dan pergilah." jari tangan Xuan bergerak dengan cepat memasang segel di tubuh ketua menara elang hitam itu. Tanpa dia sadari jejak telah di tanam dalam tubuhnya, dia sudah ditandai.

Ketua menara elang hitam itu melepaskan cincin penyimpanannya lalu memberikannya kepada Xuan kemudian dia pergi dengan tergesa-gesa sambil terus melihat kebelakang takut ada serangan mendadak.

"Sial...."! Umpat pria itu, gagal sudah membawa harta dari menara elang hitam

"Dalam waktu dekat kita akan bertemu lagi...!" Xuan tersenyum sambil melangkah pergi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!