Aurelia Belvina, seorang gadis remaja berparas cantik yang mendadak populer di sekolahnya.
Sejak awal, Aurel tidak ingin menjadi gadis yang terlalu mencolok. Ia tidak ingin kejadian pasca SMP kembali terulang saat ia populer dan mengharuskannya berhadapan dengan berbagai masalah berat yang tidak pernah ingin ia hadapi.
Namun, takdir berkata lain saat sahabatnya malah dengan sengaja mengirimkan fotonya untuk kontes kecantikan antar sekolah yang dalam sekejap melambungkan namanya hingga membuatnya jadi sorotan.
Hal lain yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, lantas terjadi.
Ia terjebak dalam sebuah keadaan paling rumit dimana enam orang lelaki populer menyukainya dalam satu keadaan yang sama.
Temukan jawabannya di "Love In Blue Sky: Aku, kamu, rooftop, dan langit biru."
Story & Illustration by: Bintang Hamal
🚫Warning🚫
Hanya cerita fiktif belaka! Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya karangan semata.
Follow author on Instagram @Hamalbinbin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
...***...
"Gimana kalo kamu di marahin sama orang tua kamu?"
"Bener. Lebih baik sekarang kamu berangkat aja." Audy menimpali.
"Iya, aku nggak mau kamu sampai di marahin cuma gara-gara bantuin kita."
"Tapi…"
"Udah, aku sama Audy bisa cari berdua kok. Kamu nggak perlu khawatir."
"Kalo kayak gitu, aku yang nggak enak. Aku yang ceroboh tapi aku malah nggak ikut tanggung jawab."
"Nggak perlu di pikirin. Udah berangkat aja," ujar Audy yang di angguki Aurel.
"Ya udah kalo gitu, aku pergi duluan."
"Iya."
"Kalo udah ketemu, langsung kabarin aku ya?"
"Sip. Tenang aja," sahut Aurel.
"Kalo gitu, aku pamit."
"Hati-hati di jalan."
"Hm," sahutnya seraya melangkah pergi dari sana. Sepeninggalannya Tania, Aurel dan Audy mulai kembali di sibukkan kembali ke ruang kelas untuk mencari ponselnya.
"Tuh kan, kelasnya udah di kunci," ujar Aurel begitu tiba di depan kelas dan mendapati pintunya terkunci.
"Ya udah, berarti sekarang kita cuma perlu cari pak penjaganya aja. Ayo."
Audy dan Aurel melangkah pergi dari sana, hendak mencari penjaga sekolah yang memegang kunci sekolah. Baru menyusuri beberapa koridor, langkah Audy seketika terhenti saat mendapati ponselnya bergetar dari balik rompinya.
"Siapa?" Tanya Aurel seraya menoleh ke arah layar ponselnya yang menampilkan layar panggilan.
"Mama," tuturnya seraya menunjukkan layar ponselnya.
"Angkat aja, takutnya penting."
"Kalo gitu, bentar ya."
"Iya."
Audy menggeser tombol hijau di ponselnya, mengangkat panggilan yang masuk pada ponselnya.
"Halo?"
"…"
"Huh? Emangnya mama sama papa nggak sibuk?"
"…"
"Di parkiran?"
"…"
"Tapi sekarang aku lagi, temenin Aurel buat nyari barangnya yang ketinggalan."
"…"
"Bentar kok."
"…"
"Tapi ma…"
"…"
"Huft~" Audy menghela nafas kasar.
"…"
"Oke-oke," tuturnya dengan raut wajah yang seketika berubah kesal. Ia kemudian memutus sambungan teleponnya begitu selesai berbicara dengan mamanya.
"Kenapa?" Aurel menatapnya dengan raut wajah bingung saat mendapati wajah Audy berubah kesal.
"Maaf banget, tapi aku harus pergi sekarang."
"Huh?"
"Mama sama papa ku ngajak buat pergi ke acara salah satu rekan bisnisnya, dan karena tempatnya jauh. Jadi aku harus pulang sekarang buat siap-siap."
"O-oh, gitu ya… ya udah, kamu pergi aja."
"Tapi kamu gapapa aku tinggal sendiri kan?"
"Gapapa kok, tenang aja. Aku bisa cari pak penjaganya sendiri."
"Ya udah, kalo gitu aku pulang dulu. Kamu jaga diri ya, kalo HP-nya udah ketemu langsung hubungi aku."
"Ng. Pasti." Aurel mengangguk.
"Kalo gitu aku duluan."
"Iya, hati-hati di jalan."
"Kamu juga," sahut Audy yang lalu melangkah pergi meninggalkan Aurel seorang diri di sana. Sepeninggalannya Audy, Aurel kemudian mulai di sibukkan mencari keberadaan pak penjaga untuk memintanya membuka pintu ruang kelasnya.
...*...
"Ah, ketemu!" Aurel mengulum senyum mendapati ponselnya berhasil ia temukan.
"Gimana? Ketemu gak, HP-nya?" Tanya pak Anwar, yang tidak lain adalah penjaga sekolahnya.
"Udah, ketemu pak. Sekali lagi makasih udah bukain kuncinya ya, kalo nggak ada bapak mungkin saya bakalan nggak bisa hubungin mama sama papa."
"Ya udah kalo gitu ayo keluar, bapak mau kunci pintunya lagi."
"Iya." Aurel berjalan mengikuti Anwar dari arah belakang. "Berhubung HP-nya udah ketemu, saya pulang duluan ya pak."
"Ya udah, hati-hati di jalan pulangnya."
"Iya. Kalau gitu saya pamit." Aurel beranjak pergi.
...***...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Halo, Binbin di sini!
selamat datang di Love In Blue Sky versi revisi. dalam versi ini, aku rombak besar-besaran alur ceritanya.
maaf banget buat kalian yang udah lama nungguin cerita ini buat update🙏 karena jujur aja, masih agak berat buat Binbin lanjutin cerita ini. terlebih cerita ini berkaitan erat dengan sesuatu yang bikin Binbin sebagai penulis ngerasa trauma dan sulit buat lanjutin. tapi karena binbin nggak mau bikin kalian kecewa dengan terus bertanya-tanya gimna ending ceritanya, jadi binbin berusaha keras suapaya bisa lanjutin cerita ini.
binbin akan revisi cerita ini secara bertahap, mohon di maklumi kalo ada beberapa part yang mungkin nggak sama dengan part sebelumnya.
selain itu, binbin mau ngucapin selamat datang buat pembaca baru, dan terima kasih udah mampir. pun makasih banyak buat para pembaca lama yang udah mau setia nunggu selama hampir 2 tahun sebelum akhirnya binbin balik nulis cerita ini.
selain mengubah alur, binbin juga merubah tokoh-tokohnya. pengkarakterannya juga mungkin akan berbeda jauh dengan yang dulu.
jadi, selamat menikmati 🙏
aku harap kalian suka sama versi terbaru ini
jangan lupa untuk tinggalin jejak
like, vote, dan komen dari kalian selalu paling di tunggu😄
sampai jumpa lagi👋
cusss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘