Indonesia
NovelToon NovelToon
The Last Life on Earth

The Last Life on Earth

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Hari Kiamat / Sci-Fi
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Franzzz

Dunia dilanda bencana yang sangat mengerikan. Sebuah virus aneh membuat manusia mati dan berubah menjadi makhluk yang memakan manusia lain. Bencana ini membuat umat manusia hampir punah. Manusia yang masih hidup berjuang untuk bertahan dari bencana tersebut.

Genres: Action, Adventure, Horor, Thriller.

Follow akun Noveltoon saya ya para Readers. Like, Rate, Komen, Vote, dan Gift ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Franzzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Di sebuah camp dimana ibu dan adiknya Carl berada, semua orang sedang mengerjakan pekerjaannya masing-masing. Johnson melihat sekitar dari atas mobil RV (sejenis mobil camp), Ada yang memotong beberapa kayu bakar, begitu juga dengan Emma yang sedang mempersiapkan pembakaran untuk memasak.

Betty berjalan menghampiri Emma sambil membawa ember berisi jamur yang didapatnya dari hutan.

"Ada hasil?" tanya Emma.

"Bagaimana kita tahu jika itu tidak beracun?" tanya Betty sambil menuangkan jamurnya ke wadah yang dipegang Emma.

"Hanya ada satu cara pasti yang ku ketahui." jawab Emma sambil mengecek jamurnya.

"Tanya pada Erick saat dia kembali?" tanya Betty.

"Ya. Kau benar." jawab Emma.

"Terima kasih." balas Betty.

Emma mengambil ember yang Betty bawa sebelumnya. Lalu berencana pergi keluar camp untuk mencari makanan.

"Johnson." panggil Emma.

"....." Johnson menengok ke arah Emma.

"Aku akan keluar." ucap Emma.

"....."

"Sayang. Ibu ingin kau ada ditempat dimana Johnson bisa melihatmu! Oke?" ucap Emma pada Winston.

"Baik, bu." balas Winston.

"Kau juga. Jangan berkeliaran terlalu jauh! Tetaplah berada disekitar sini! Jika kau melihat sesuatu, berteriak lah! Aku akan datang." ucap Johnson pada Emma.

Setelah berbicara dengan Johnson dan Winston, Emma pun pergi keluar camp menuju hutan. Emma berjalan didalam hutan guna mencari beberapa persediaan untuk makanan. Beberapa saat berjalan, Emma pun menemukan jamur. Ketika Emma sedang mengambil jamur itu, Emma dikejutkan oleh suara burung yang terbang. Setelah berpikir itu hanya burung, Emma pun kembali menyusuri hutan.

Setelah beberapa saat berjalan, Emma kembali dikejutkan oleh suara ranting. Ada suara burung yang terbang juga. Emma yang waspada, mulai melihat ke sekeliling. Emma melihat kesana-kemari dengan perasaan takut. Lalu ada seseorang dibelakang Emma. Begitu Emma berbalik, orang itu membekam mulut Emma lalu menjatuhkan Emma ke tanah. Dan ternyata orang itu adalah Erick.

"Sssttt..."

"Kau membuatku sangat ketakutan." ucap Emma sambil tersenyum.

"Aku yakin begitu. Itu yang kau dapat karena membuatku menunggu. Aku mencoba tenang." ucap Erick.

"....."

"Kau darimana?" tanya Erick.

"Betty si ratu jamur. Aku harus menunggu dia kembali." jawab Emma.

Erick dan Emma berciuman.

"Berapa banyak waktu kita?" tanya Erick.

"Cukup." jawab Emma.

Erick dan Emma membuka pakaian mereka, lalu mereka pun melakukan hubungan intim disana.

...HEAVEN FEEL...

Carl yang masih berada didalam Anoa, sontak mulai merasa ada sedikit harapan setelah mendengar seseorang dari radio komunikasi.

"Hei. Kau masih hidup didalam sana?" tanya orang itu.

Carl menghampiri radio itu, namun karena tergesa-gesa kepalanya membentur sesuatu walaupun dia tidak apa-apa. Carl pun mengambil alat komunikasi itu, lalu menjawab panggilannya.

"Halo?"

"Ternyata kau masih hidup. Kau membuatku bertanya-tanya." ucap orang itu.

"Dimana kau?" Diluar? Kau bisa melihatku sekarang?" tanya Carl.

"Ya. Aku bisa melihatmu. Kau dikelilingi zombie. Itu kabar buruknya." jawab orang itu.

"Ada kabar baiknya?" tanya Carl.

"Tidak." jawab orang itu.

"Dengar! Siapapun kau... Aku tidak keberatan memberitahumu bahwa aku sedikit memprihatinkan disini." ucap Carl.

"Oh bung. Kau harus melihatnya dari atas sini. Kau pasti akan sangat ketakutan." balas orang itu.

"Ada saran untukku?" tanya Carl.

"Ya. Lari lah menyelamatkan diri!" jawab orang itu.

"Hanya itu? Lari menyelamatkan diri?" tanya Carl.

"Caraku tidak seburuk kedengarannya. Kau memiliki pandangan diluar sini. Masih ada satu zombie di atas Anoa, namun yang lainnya sudah turun dan berjalan-jalan dijalanan." jawab orang itu.

"....."

"Kau masih mendengar ku?" tanya orang itu.

"Sejauh ini, iya." jawab Carl.

"Baiklah. Jalan disisi lain Anoa tidak terlalu ramai. Jika kau bergerak selagi mereka teralihkan, kau punya peluang." ungkap orang itu.

"....."

"Kau punya amunisi?" tanya orang itu.

"Didalam tas besar yang ku jatuhkan diluar sana, serta senjata." jawab Carl.

"....."

"Bisakah aku meraihnya?" tanya Carl.

"Lupakan tas itu! Itu bukan pilihan." jawab orang itu.

"....."

"Apa yang kau punya?" tanya orang itu.

"Tunggu!" jawab Carl.

Carl kembali mengecek magazine pistol yang dia ambil dari zombie militer. Lalu Carl mengecek zombie militer sebelumnya untuk mencari peluru. Begitu mengecek, ternyata tidak ada apa-apa. Namun Carl menemukan granat disamping mayat zombie militer itu. Setelah itu, Carl kembali menghubungi orang tadi.

"Aku punya pistol Beretta dengan satu magazine 15 peluru dan pedang katana." ungkap Carl.

"Manfaatkan itu dengan baik! Lompat lah ke sisi kanan Anoa, lalu berjalan ke arah sana! Ada sebuah gang di ujung jalan, mungkin jaraknya 50 meter. Datanglah ke sana!" ucap orang itu.

"Hei. Siapa namamu?" tanya Carl.

"Apa kau mendengarkan ku? Kau kehabisan waktu." ucap orang itu dengan tegas.

"Kau benar." balas Carl.

Carl pun bergegas dari sana untuk pergi menuju tempat yang orang itu sampaikan. Carl mengeluarkan pedangnya, lalu naik keatas. Begitu membuka pintu Anoa, ada satu zombie disebelahnya. Dengan cepat Carl menebas kepala zombie itu. Setelah zombie itu mati, Carl bergegas keluar lalu pergi dari sana.

Begitu Carl sudah turun dari Anoa, Carl pergi melewati jalan yang disampaikan oleh orang itu. Carl berlari sambil menembak zombie satu persatu. Setelah berlari dan menembak beberapa zombie, Carl pun sampai di gang yang dimaksud. Di gang tersebut sudah ada seorang pria menunggunya.

"Hei, hei. Ayo, ayo! Ikuti aku!" ucap pria itu.

Carl pun mengikuti pria itu memasuki gang dengan diikuti oleh banyak zombie. Carl menembak beberapa zombie yang mengejar dibelakang.

"Kesini! Ayo!" ajak pria itu.

Mereka berdua terus berlari memasuki gang, sampai akhirnya mereka sampai di titik dimana ada tanggung menuju atas. Pria itu naik duluan.

"Apa yang kau lakukan? Ayo naik!" ucap pria itu dengan tegas.

Carl pun ikut menaiki tangga. Mereka berdua menaiki tangga dengan cepat. Dan akhirnya mereka pun sampai diatas, lalu berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

"Gerakan yang bagus, bung. Kau orang yang baru datang untuk mencari persediaan?" tanya pria itu.

"Bukan itu niatku." jawab Carl.

"Ya, terserahlah... Kau tetaplah orang yang bodoh." ucap pria itu.

"Carl. Terima kasih." ucap Carl sambil mengajak pria itu bersalaman.

"Gray. Sama-sama." balas pria itu sambil menjabat tangan Carl.

"....." Carl memasukkan pistolnya ke tas yang dibawa Gray.

"Oh tidak." ucap Gray yang melihat kebawah.

Salah satu zombie mencoba menaiki tangga. Gray berencana menaiki tangga satu lagi yang menuju ke atap bangunan. Gray dan Carl melihat keatas dan tangga itu sangat tinggi.

"Sisi positifnya... Kita akan tewas karena jatuh. Aku pria yang selalu optimis." ucap Gray.

Gray menaiki tangga duluan, kemudian diikuti oleh Carl. Begitu sudah sampai di atap, Gray membawa Carl menuju pintu masuk kedalam gedung.

"Apa kau yang menghalangi gang itu?" tanya Carl sambil melihat gang yang sudah dihalangi oleh truk.

"Seseorang melakukannya. Kurasa saat kota ini diambil alih. Siapapun yang melakukannya mengira tidak banyak zombie bisa menerobosnya." jawab Gray.

Gray membuka pintu menuju bawah.

"Di Anoa itu, kenapa kau mempertaruhkan nyawa mu untukku?" tanya Carl.

"Anggap itu harapan naif yang bodoh... Bahwa jika aku berbuat sejauh itu... Seseorang mungkin akan melakukan hal yang sama untukku. Kurasa aku mungkin lebih bodoh daripada kau." jawab Gray sambil menuruni tangga.

"....."

Carl pun mengikuti Gray menuruni tangga. Sebelum Carl turun, Carl menutup pintunya terlebih dahulu. Setelah sampai dibawah, Gray membawa Carl menuju keluar lewat pintu EXIT. Begitu sudah keluar, mereka berdua menuruni tangga (tangga miring). Saat menuruni tangga, Gray memanggil seseorang menggunakan HT yang dia miliki.

"Aku sudah kembali. Ada satu tamu ditambah 4 zombie di gang." ucap Gray.

Begitu mereka berdua sudah sampai dibawah, ada dua zombie menghadang mereka. Kedua zombie itu melihat Carl dan Gray, lalu mulai menghampiri. Beberapa saat kemudian, muncul dua orang dari pintu gedung sebelah. Kedua orang itu menghabisi kedua zombie itu menggunakan tongkat kayu. Gray berlari menuju pintu dimana kedua orang itu keluar dan diikuti oleh Carl.

"Ayo!" ucap Gray.

Begitu Carl dan Gray sampai di pintu, salah satu dari kedua orang itu menyuruh temannya yang masih menghajar zombie untuk segera masuk.

"Fritz, ayo!" ucap orang itu.

Akhirnya Carl, Gray dan kedua orang yang menghajar zombie pun berhasil masuk ke gedung sebelah. Lalu pintunya ditutup dan dikunci.

...**...

...Bersambung....

...JANGAN LUPA LIKE NYA....

1
Pambayun Suzuki
kebanyakan nonton walking dead... jd bikin novel mirip². plagiat zzz
Eka Imam Utomo: iya sama pas season 3 atau 4
total 1 replies
Wiidyhan
deskripsi nya thor
Indah Batam: aku mampir Thor, salam dari - Dinikahi Om-Om Dingin
total 4 replies
gasuka romance
wajibb lanjutinn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!