Indonesia
NovelToon NovelToon
DESIRE

DESIRE

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

Kisah hidup seorang night butterfly, yang keras dan penuh persaingan. Gadis belia bernama Lisa, yang harus merelakan masa mudanya karena menjadi korban dendam salah alamat.

Transformasinya menjadi sosok Mona, seorang primadona di salah satu tempat hiburan malam, yang dingin, arogan dan sombong, dipengaruhi oleh kehidupannya yang keras sejak usia sangat muda.

Seperti apa kisah si kupu-kupu malam Mona. Baca selengkapnya di novel ini☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Mona nampak terkejut melihat kehadiran pria, yang kini tengah berdiri di hadapannya itu. Dengan tatapan tajam, dia menoleh ke arah Joshua yang berada tepat di sampingnya.

Kenapa dia ada di sini? batinnya dengan mata yang terus melotot.

“Oh... Aku lupa bilang sesuatu padamu, Mona. Sebenarnya, ini adalah undangan pesta dari perusahaan Tuan Peterson,” bisik Joshua, seolah ia tahu arti tatapan tajam wanita cantik yang datang bersamanya itu.

Mona memutar bola matanya dan menghela nafas kasar, saat Joshua mengatakan hal tersebut. Sedangkan pria itu, tentu saja dia kembali menyapa pria di hadapannya tadi dan tak sadar jika Mona melepaskan rangkulannya dari lengan Joshua.

Wanita itu nampak geram dengan kelakuan pria yang pergi dengannya itu.

Bukankah sudah ku katakan, kalau aku tak suka dengan orang itu, Josh. Kurang ajar kau, gerutu Mona dalam hatinya.

Dia masih berdiri di belakang pria yang mengajaknya ke tempat pesta besar itu, namun senyum yang ia ulas sebelumnya, hilang entah ke mana.

Mona terus memperhatikan kedua pria yang seolah menganggap dirinya makhluk tak kasat mata yang tak terlihat, dan mengabaikan keberadaannya.

Karena kesal, Mona pun mengambil segelas sampanye yang dibawa seorang pelayan yang melintas di hadapannya. Diteguknya sekaligus minuman itu hingga tandas, dan kembali menaruh gelasnya di atas nampan, kemudian ia ambil satu gelas lagi untuk dipegang.

Dia tak sadar, jika ada sepasang mata bening yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan menyelidik dan penuh tanya.

“Sepertinya, pasangan Anda malam ini, nampak kesal berdiri sendirian di sana,” ucap Arthur saat menoleh ke arah di mana Mona berada saat ini.

Joshua pun mengikuti arah pandangan mata pria muda itu, dan dia melihat Mona yang terus menatap tajam ke arah mereka berdua.

“Hahaha... Ya ampun, aku sampai lupa padanya. Tapi, biarkan saja dia. Dia akan menikmati pesta ini dengan sendirinya,” kata Joshua sambil tertawa mengejek ke arah Mona.

Tak pelak, hal itu membuat Mona melempar tatapan tajam ke arah pria paruh baya itu. Wanita tersebut pun berjalan mendekat ke arah kedua pria itu dan menghampiri mereka berdua.

“Sepertinya, aku kau bawa ke sini hanya untuk diacuhkan, Josh,” gerutu Mona.

“Hahaha... Ayolah, Mona. Bukankah kau yang tadi mau berhenti di sana sendiri. Ku kira, tadi kau mau mengambil beberapa cemilan saja. Ternyata justru mengira ditinggalkan,” sahut Joshua yang sengaja membuat Mona kesal.

“Kau tak akan dapat apa-apa malam ini, Josh,” bisik Mona di telinga pria itu.

“Wah... Sepertinya kalian sangat dekat,” ucap Arthur yang melihat interaksi keduanya.

“Ya, Sir. Tentu saja. Mona dan aku memang sangat dekat. Saaaangat dekat. Bukan begitu, Sayang?” sahut Joshua sambil menuntun tangan wanita itu, agar merangkul lengannya kembali.

Tiba-tiba dari arah lain, sebuah tangan menarik lengan Mona, hingga wanita itu spontan menoleh ke arah orang tersebut.

“Lisa,” serunya sambil memandang ke arah Mona dengan mata berbinar.

Mona terdiam. Nampak ekspresi terkejut yang ia perlihatkan, sesaat setelah orang itu memanggilnya dengan nama orang lain.

Dilihatnya, seorang perempuan cantik, tengah tersenyum manis ke arahnya, dengan tatapan yang hangat dan sangat bersahabat.

Namun, Mona segera menghilangkan keterkejutannya itu, dan kembali memasang wajah ala poker face-nya.

“Maaf. Anda siapa, Nona?” tanya Joshua kepada perempuan yang menarik lengan Mona tadi.

“Lisa, ini aku, Jessica. Jessy, teman kecil kamu dulu. Apa kau ingat?” tanya perempuan itu yang tak menghiraukan pertanyaan dari Joshua.

“Maaf, Nona. Namaku Mona, bukan Lisa seperi yang Nona sebutkan tadi. Mungkin Anda salah orang,” sahut Mona dengan ekspresi dinginnya.

“Benarkah? Tapi kamu sangat mirip dengan temanku Lisa,” jawab Jessica murung.

Wajah kecewanya benar-benar tak bisa disembunyikan.

"Aku sangat merindukannya,” gumam wanita itu pelan dengan kepala yang tertunduk lemah.

“Mungkin saya hanya mirip dengannya sekilas. Tapi maaf, saya bukan orang yang Anda kenal,” seru Mona tegas kepada perempuan di depannya.

“Baiklah, Kalau begitu. Aku minta maaf. Tapi, bisakah kita berteman?” ucap Jessica sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum ke arah Mona.

Dengan ragu, Mona pun meraih uluran tangan Jessica dan tersenyum ke arahnya. Kedua pria yang berdiri di antara mereka, memperhatikan kedua perempuan itu dengan ekspresi yang berbeda.

Joshua terlihat seakan biasa saja, namun Arthur terlihat tertarik dengan interaksi antara keduanya, hingga tatapannya selalu tertuju pada kedua perempuan di hadapannya itu.

“Tentu, Nona. Tapi aku rasa, kita tidak akan pernah bertemu lagi,” ucap Mona dengan senyum manis, namun terasa begitu dingin.

“Tapi, aku sangat yakin, bahwa kita pasti akan segera bertemu lagi,” jawab Jessica yang terlihat begitu optimis.

Mona hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan perempuan tersebut.

“Maaf, saya permisi ke toilet sebentar,” pamit Mona yang berjalan meninggalkan mereka semua di sana.

“Jessy, sebaiknya kau kembali ke sana. Para tamu pasti sudah menunggumu,” ucap Arthur kepada perempuan itu.

“Baiklah.Kalau begitu, saya permisi dulu,” pamit Jessica.

Perempuan itu pun pergi meninggalkan Joshua dan juga Arthur, yang nampak kembali berbincang.

...🍂🍂🍂🍂🍂...

Sementara itu, di toilet,

Mira berdiri di depan cermin wastafel. Dia memutar kerannya, namun tak kunjung melakukan apapun dengan air yang mengalir itu.

Kedua tangannya bertumpu pada tepian wastafel dan menghela nafas berat.

Dia menatap lurus ke arah cermin. Dengan wajah datarnya, dia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin itu.

“Jessica? Apa aku harus mengenalmu?” tanyanya pada diri sendiri.

Setelah dari toilet, Mona kembali menghampiri Joshua yang masih berbincang dengan Arthur.

Wanita itu nampak enggan untuk kembali bergabung ke sana, namun dia tak ingin membuat malu pasangan pestanya, karena sudah bersikap tidak sopan terhadap tuan rumah.

Mau tak mau, Mona pun harus kembali memasang poker face-nya dan berbaur dengan kedua pria itu.

“Maaf. Apa aku lama?” tanya Mona basa-basi.

“Wajar kalau perempuan lama di toilet,” sahut Arthur kepada Mona.

“Wah... Sepertinya Anda sangat tau kebiasaan-kebiasaan wanita, Tuan,” sindir Mona.

“Aku memang sangat paham dengan semua hal tentang mereka, terutama... wajah asli di balik topeng yang sering mereka pakai,” balas Arthur, sambil mengangkat sebelah sudut bibirnya.

Mona nampak berusaha untuk tetap tersenyum ke arah pria yang menurutnya sangat menyebalkan itu, hingga Joshua merasa jika ini berlanjut, maka hanya akan membuat malu keduanya.

“Wah... Sepertinya kalian sangat cocok. Kenapa tidak coba berkencan saja?” ucap Joshua dengan entengnya.

“Josh...,” panggil Mona geram, sambil menatap tajam ke arah pria tua itu.

“Hahaha... Santai, Mona. Santai... Aku hanya bercanda,” sahut Joshua dengan kelakarnya, mencoba mencairkan ketegangan yang ada di antara kedua orang itu.

“Kedengarannya, itu ide yang sangat bagus, Tuan Chou. Kapan kita bisa mulai berkencan?” ucap Arthur sambil menatap Mona, dengan kedua alisnya yang terangkat tanda menantang.

Mona semakin geram, hingga dia sudah hampir tak mampu menahan kemarahannya lagi.

“Tuan Peterson yang terhormat, Anda pastilah seseorang yang saaaaangat sibuk, bukan? Jadi, bukankah saya yang harus menyesuaikan jadwal Anda?” sahut Mona yang membalas tantangan dari pria tampan tersebut.

Arthur tersenyum sekilas dan berjalan maju mendekat kepada wanita itu.

“Bagaimana kalau malam ini?” bisiknya tepat di telinga Mona.

Wanita cantik itu pun membelalak mendengar ucapan dari pria tersebut. Dia sudah tak bisa lagi menahan rasa geramnya terhadap pemilik PS departemen store.

Setelah pria itu menarik dirinya kembali menjauh dari Mona, wanita itu menatap tajam ke arah Joshua.

“Sepertinya, aku sudah cukup mabuk, Josh. Bolehkah aku kembali lebih dulu?” tanya Mona.

“Ya, baiklah. Kau istirahat saja di hotel. Biar supir yang akan mengantarmu,” jawab Joshua.

Mona pun sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan, sambil memegangi bagian dadanya agar tak terlihat. Setelah itu, dia berjalan meninggalkan tempat acara.

Arthur nampak memperhatikan Mona yang berjalan menjauh darinya hingga wanita itu menghilang di kejauhan.

Jika kau memang dia, kenapa aku tak menemukannya pada dirimu? gumam Arthur dalam hati, saat memperhatikan kepergian Mona.

.

.

.

.

Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya

terimakasih

1
ArchaBeryl
Keren Thor 💪💪
Denzo_sian_alfoenzo
bagus
Denzo_sian_alfoenzo
monster katanya 🤣
Denzo_sian_alfoenzo
knp arthur gk ngrsa dlu kn lisa dh nolongin dy smpe tertusuk pula skrng bs ngmng gtu
Denzo_sian_alfoenzo
sangat rumit
Denzo_sian_alfoenzo
e msa iya jhosua d prawanin bpaknya sndri 😰
Denzo_sian_alfoenzo
apkh arthur ank laki2 yg d ceritakan mona trs arthur ktm mona yg sdh gk prwan lg kasian skli arthur 😬
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
🐌KANG MAGERAN🐌: siap kak
total 1 replies
azzalea
padahal aku lebih suka Mona dalam Mode es kutub.....
azzalea
Mona mudah luluh
azzalea
Mona jangan lemah
azzalea
Mona kuat teruss
azzalea
aku turut berduka
azzalea
Joshua kenapa sih ikut campur....udah tau Mona gak suka sama partison itu
🐌KANG MAGERAN🐌: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
PrincessFuzzie
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak 🙏
total 1 replies
monsoonblooms
Thor, dapet notifikasi dari update-an ceritamu itu kayak minum es di siang hari bolong!
🐌KANG MAGERAN🐌: kok gitu? 😅
total 1 replies
azzalea
pantas saja Mona jadi enggan berteman dengan Jesy dan Arthur
azzalea
Mona semangat terus
azzalea
aku suka cerita ini
azzalea
kakak semangat terus yah
🐌KANG MAGERAN🐌: siap kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!