Indonesia
NovelToon NovelToon
Dokter Cantik, Tolong Asuh Saja Ayahku

Dokter Cantik, Tolong Asuh Saja Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Dokter Genius / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Murni / Dokter
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Souma Kazuya

Walaupun di usia belianya, kematian bukan lagi hal yang ditakuti oleh Gita Mahesa, seorang anak malang yang menderita penyakit sindrom laba-laba. Hanya satu pintanya, ayahnya tidak sendirian dan bisa hidup bahagia pasca kematiannya.

Di tengah keputusasaan itu, sang ayah mempertemukan Gita dengan seorang dokter jenius dari luar negeri, Cynthia Lindberg, yang telah kehilangan pekerjaannya karena salah tuduh malpraktik. Di luar dugaan, Gita menyukai Cynthia dan ingin sang dokter cantik menjadi pengasuhnya. Sayangnya itu hanya alasan Gita semata agar sang dokter cantik bisa menjadi sosok pengganti istri bagi ayahnya yang kesepian. Gita belum menemukan harapan hidupnya.

Mampukah sang dokter cantik mengembalikan harapan hidup Gita dan bahkan menyembuhkannya dan akankah hati sang ayah, Rukaf Mahesa, yang telah lama mengering karena tanpa pendamping hidup akan berbunga lagi? Silakan baca saja ceritanya 🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Souma Kazuya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6 – ULAR BERHIASKAN BULU DOMBA

“Apakah benar begitu?”

“Ya, Tuan. Rikha sendiri yang sudah mengakuinya. Dia yang dari dekat melihat kemesraan Anda bersama Nyonya Ruvalia di kala diam-diam menaruh hati pada Anda termakan oleh api cemburu yang berakhir melukai Nona Gita yang merupakan buah hati dari hasil cinta kalian.”

Mendengar jawaban dari sang sekretaris, Rukaf menghela nafasnya panjang.

Tiada satu pun di benak Rukaf akan berpikir bahwa sidekick istrinya yang sudah setia bersamanya sejak dari dulu itu ternyata diam-diam mencintai dirinya hingga berakhir pada kebenciannya terhadap sang putri tersayang yang kini menderita penyakit langka.

“Bagaimanapun kupikir, aku masih tak paham, Adam. Bagaimana Rikha bisa mencintaiku di kala aku saja bahkan hampir tak pernah bertemu berdua dengannya di akademi kecuali di saat aku menemui Ruvalia.”

Adam sang sekretaris hanya bisa melayangkan pandangan panjangnya kepada sosok sang master yang sedang menatap pemandangan alam bebas di luar jendela itu.

Sinar matahari yang dipantulkan oleh wajah tampannya semakin menambah pesona ketampanan dari sang master.

Sejenak, sudut bibir dari sang sekretaris naik.

Hatinya tergelitik perihal getir bagaimana mungkin sang master tidak menyadari hal yang paling mendasar tersebut.

Tiada logika dunia yang tak mampu dipatahkan oleh sebuah wajah tampan.

Adam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lantas segera mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

“Tapi ngomong-ngomong, Tuan. Tuan Rello sungguh luar biasa. Padahal aku saja gagal menginterogasi Rikha selama 2 hari 1 malam penuh, tetapi Beliau mampu melakukannya hanya dalam waktu kurang dari sejam. Bagaimana bisa Tuan Rello melakukannya dengan pembawaannya yang lembut itu yang sama sekali tidak ada cocok-cocoknya menjadi seorang penginterogasi?”

Rukaf tertawa kecut mendengar pendapat dari sang sekretaris terhadap junior kesayangan sekaligus adik iparnya tersebut.

Pandangannya menatap lurus ke depan.

Dia menyaksikan Rello yang sedang bermain-main dengan bahagianya bersama putri tercintanya itu di taman.

“Rello memang sosok seorang adik yang terbaik. Dia lembut dan penuh dedikasi dengan sekitarnya. Tetapi dia seketika akan sanggup menampakkan taringnya jika ada yang mengancam apa yang dianggap berharga bagi dirinya.”

Mendengar jawaban dari sang master, meningkatlah rasa fanatisme Adam terhadap sosok idolanya itu.

Tiada seseorang yang bisa dijadikannya panutan sebagai pengikut setia Rukaf yang terbaik melebihi seseorang yang bernama Rello Adiyaksa tersebut.

***

“Paman!”

Wajah sang anak imut yang tadinya sedih setelah melihat teman kecilnya terluka perihal jatuh dari tangga segera semringah kembali begitu menyaksikan kedatangan sang paman.

Gita segera berlari menghampiri sang paman.

Walau dengan wajahnya yang dipenuhi pola berwarna hitam menyeramkan menyerupai jaring laba-laba tersebut, terlihat bahwa tak sedikitpun Rello memandang keponakannya itu dengan jijik.

Dia segera menyambut dalam pelukan Gita yang berlari ke arahnya lantas menggendongnya erat-erat.

Rello melakukan itu dengan sangat hati-hati perihal dia tahu betul kondisi Gita yang akan semakin bertambah parah jika terkena cahaya matahari.

Tentu Gita bukanlah vampir dalam legenda atau sejenisnya yang tak bisa terkena cahaya matahari sedikitpun.

Mungkin Rello belum mengetahui hal ini, namun penyebab sebenarnya penyakit Gita bertambah parah tiap kali terpapar cahaya matahari bukanlah karena cahaya matahari itu sendiri, melainkan karena keringat yang lazim keluar di tubuh seseorang ketika kepanasan.

Garam mineral besi pada keringatlah yang menjadi faktor utama timbulnya radang parah pada setiap penderita sindrom laba-laba seperti Gita ketika terkena cahaya matahari dan akhirnya kepanasan.

Bahkan di Indonesia sendiri belum ada yang mengetahui tentang fakta tersebut.

Begitulah jeniusnya sang dokter cantik yang kini menjadi pengasuh Gita tersebut, Cynthia Lindberg, seorang dokter bule berkebangsaan Swiss dengan warna matanya yang sebiru langit yang cerah.

Melihat sang dokter menatapnya dengan intens, Rello pun segera memperkenalkan dirinya tanpa diminta.

“Perkenalkan, namaku Rello Adiyaksa, Paman Gita.”

Ujar Rello dengan senyum lembut khasnya yang penuh kebaikan.

“Ah, aku Cynthia Lindberg. Dokter sekaligus pengasuh Nona Gita.”

Seiring waktu berjalan, kini sang dokter bule telah cukup fasih berbahasa Indonesia untuk sekadar perkenalan diri dan percakapan basa-basi biasa.

“Aku sudah mendengarnya dari Senior Rukaf. Aku ucapkan rasa terima kasihku yang mendalam kepada Anda karena berkat Anda kondisi keponakanku kini mulai semakin membaik.”

Sembari tersenyum lembut, Rello menatap Cynthia.

Cynthia hanya menanggapi senyum lembut nan cerah yang menyilaukan penuh kebaikan itu dengan senyum canggung di wajahnya sembari segera memalingkan arah pandangannya.

Cynthia takut jika terlalu lama menatapnya, dirinya akan segera terhipnotis mencintai pria super tampan yang telah berkeluarga tersebut.

Dari bagaimana Gita memperlakukan sang paman, dengan cepat Cynthia bisa menggapai kesimpulan bahwa Rello adalah orang yang baik.

Sikap yang ditunjukkan oleh Gita padanya jelas sangat berbeda kepada para pelayan yang selama ini memperlakukannya dengan dingin.

Tidak salah lagi bahwa sang paman benar-benar sosok yang dipenuhi oleh kebaikan.

Perihal pembawaannya yang lembut nan bersahaja itu, Cynthia dengan cepat dapat akrab dengan Rello.

Sembari membekap Gita dalam pelukannya yang sembari digendongnya itu, Rello mengobrol dengan santai bersama Cynthia sembari berjalan-jalan di sekeliling taman diiringi tawa bahagia nan suasana yang menyejukkan.

Jika bukan karena payung dan alat aneh yang dipegang oleh Cynthia kala itu, pasti mereka benar-benar akan terlihat sebagai potret pasangan keluarga yang harmonis.

***

Masih di hari yang sama dengan kedatangan Rello Adiyaksa di kediaman Mahesa, tidak, tepatnya di saat menjelang pergantian hari di tengah malam buta tersebut,

“Tidak! Tuan Rello, mengapa Anda mengkhianatiku? Bukankah Anda berkata bahwa selama aku mengikuti segala apa yang Anda perintahkan, maka aku akan bisa memperoleh hati Tuan Rukaf? Tetapi mengapa… Tetapi mengapa Anda melakukan ini padaku? Uaaakkkhhh!”

Sang mantan kepala pelayan, Rikha, tak sanggup berkata apa-apa lagi.

Sang mantan kepala pelayan itu tiba-tiba saja memuntahkan darah segarnya lewat mulutnya.

Tak lama kemudian, darah pun turut mengalir melalui hidungnya.

Lalu tak lama lagi setelah itu, sang mantan kepala pelayan pun tumbang.

Matanya masih dalam keadaan terbelalak dengan sangat menyeramkan.

Walau demikian, panas tubuhnya perlahan mulai meninggalkan raganya.

Sang mantan kepala pelayan telah mengembuskan nafas terakhirnya di dalam kurungan bawah tanah nan dingin tersebut.

Sontak hal itu segera membuat keributan di kediaman Mahesa.

Bagaimana bisa terjadi kasus pembunuhan di kediaman tersebut, terlebih-lebih itu dilakukan pada seorang pekerja, tidak, mantan pekerja, yang sedang menjalankan hukuman pendisiplinannya.

Benar, Rikha tewas tidak lain karena diracun.

Dengan uang dan kekuasaannya, Rukaf segera mampu menutupi hal tersebut agar tidak menyebar di media massa.

Dia pun berhasil meminta polisi untuk mengusut kasus ini baik-baik tanpa menjatuhkan nama keluarganya.

Tidak lupa pula, Rukaf mengendalikan para pelayan agar tidak menyebarkan rumor sembarangan.

Walau demikian, suasana tegang di kediaman Rukaf yang mungkin akan mempengaruhi proses penyembuhan Gita tersebut, bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikannya.

***

Di ruangan yang sedikit redup itu, seorang pria yang sangat tampan dengan wajahnya yang lembut sedang memegang segelas anggur merah di tangannya.

Pria paruh baya itu nampak telah sangat mabuk.

Terlihat dari bagaimana dia tiba-tiba saja tertawa setelah lama berekspresi tenang dalam diam.

“Senior Rukaf, tidak, Rukaf, kamu benar-benar bodoh! Bagaimana bisa kamu mempercayaiku tanpa curiga sedikitpun bahwa akulah dalang di balik tingkah mantan kepala pelayan bodoh itu? Aku tak sabar ingin melihat ekspresimu ketika pengkhianatanku padamu mencapai puncaknya!”

Pria paruh baya itu bangkit dalam keadaan terhuyung-huyung sembari meraih pengaman jendela yang terpasang di jendela kamarnya.

“Tidak adil kan rasanya jika aku saja yang terus-terusan berada di posisi nomor dua? Aku ingin kamu segera jatuh lantas merasakan bagaimana terhinanya berada di kubangan lumpur tersebut. Hahahahahaha.”

Tawa jahat segera menggema di ruangan itu.

Itulah sosok sejati dari seseorang bernama Rello Adiyaksa.

1
Lisa
Jahat bgt pelayan itu..
Souma Kazuya: hehehe
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
Lisa: Sama² Kak 😊
total 2 replies
Nora Neko
Ceritanya bagus. Semangat
Nora Neko
Melisa gk tau malu. Murahan banget. Aku benci bnget sama orng kayak di
Nora Neko
Aku mikir geng coklat sama sekali gak serem kesannya
Souma Kazuya: Hehehe 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Rekan kerja adalah musuh yang menunggu kesempatan. Ingat itu
Souma Kazuya: benaran itu kak
total 1 replies
Nora Neko
Hukum alam itu mah. Akan ada yang seperti itu dimanapun
Souma Kazuya: Makanya be your self saja ya kk 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Sindrom laba-laba itu apakah benar ada kak?
Souma Kazuya: Nggak ada kk 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Aku melihat kesenjangan di kalimat ini
Souma Kazuya: Hehehe 🤭
total 1 replies
Nora Neko
ngerti indirect kiss rupanya
Souma Kazuya: Hehehehe 🤭
total 1 replies
Penelop3
Mampir kembali kk 😁
Souma Kazuya: Trims kk ☺🙏
total 1 replies
Nora Neko
Ini belum up lagi kak thor?
Souma Kazuya: Belum kk, aku selang selingi tiap 3 kali seminggu sekarang dgn karya satunya 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Mau jadi tukang jodoh bapaknya ya kak thor
Souma Kazuya: Iy kk, klise kan ya 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Tidak heran. Nenek sihir rupanya
Nora Neko
Dasar orang jahat. Mulutnya itu harus ditutup
Nora Neko
Mulutnya jahat banget
Nora Neko
Dengan kekuatan uang semua bisa ya
Souma Kazuya: Semoga hanya ada di dalam novel sih kk 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Rello baik ya kak thor. Jangan dibuat jahat ya
Souma Kazuya: hehehe 🤭
total 1 replies
Nora Neko
Wah.... sosok cogan
Nora Neko
Hesitasi itu apa
Souma Kazuya: merasa tidak enakan melakukan sesuatu kk karena perasaan bersalah ☺🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!