Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Di sana, Bagas sedang berdiri berkacak pinggang di depan meja kerja beberapa staf bawahannya.

Wajah Bagas merah padam menahan amarah dan tangannya menggebrak keras meja kerja salah satu karyawan wanita.

Brak!

Suara gebrakan meja kayu itu membuat seluruh ruangan seketika menjadi hening mencekam.

"Laporan sampah macam apa ini!" teriak Bagas sambil melempar setumpuk kertas dokumen ke wajah karyawan wanita itu tanpa ampun.

Karyawan wanita berhijab bernama Nisa itu hanya bisa menunduk ketakutan sambil menahan tangisnya.

"Maafkan saya Pak Bagas, datanya baru saya terima dari pihak klien pagi ini," ucap Nisa dengan suara bergetar mencoba membela diri.

"Aku tidak peduli dengan alasan murahanmu itu!" potong Bagas kasar tanpa belas kasihan.

"Kalau sampai jam tiga sore ini laporannya tidak selesai, aku akan memotong gajimu bulan ini setengahnya!" ancam Bagas semena-mena.

"Tapi Pak, itu sama sekali tidak adil bagi Nisa," protes seorang karyawan pria bernama Budi yang duduk di meja sebelah.

"Berani sekali kamu melawan atasanmu Budi?" bentak Bagas menatap tajam ke arah pria berkacamata itu.

"Apakah kamu mau aku pecat dengan tidak hormat sekarang juga!" lanjut Bagas sambil membusungkan dadanya merasa paling berkuasa.

Para karyawan lain hanya bisa menelan ludah pait dan menundukkan kepala mereka ketakutan ke arah monitor masing-masing.

Sejak diangkat menjadi manajer minggu lalu, Bagas memang berubah menjadi sosok tiran yang sangat gila hormat dan suka menindas.

"Kerja yang benar kalian semua para staf rendahan tidak berguna," ucap Bagas merendahkan semua orang di ruangan itu.

"Jangan sampai membuatku marah lagi hari ini," tambahnya sambil merapikan dasi jasnya yang bagi Ardi terlihat sangat murahan.

Ardi yang sedari tadi menonton pertunjukan menjijikkan itu akhirnya memutuskan sudah waktunya dia ikut campur.

Prok prok prok.

Suara tepukan tangan pelan namun berat bergema dari arah pintu masuk divisi.

Semua kepala di ruangan besar itu seketika menoleh serempak ke sumber suara tepukan tangan tersebut.

Mata Bagas langsung terbelalak sangat lebar saat melihat siapa sosok yang sedang berjalan santai ke arahnya.

"A-Ardi?" gumam Bagas dengan wajah terkejut setengah mati seakan melihat hantu berjas mahal.

"Halo Pak Manajer Pemasaran," sapa Ardi dengan senyum mengejek yang sangat kentara.

"Wah, kau terlihat sangat hebat dan perkasa saat sedang menindas para bawahanmu ya," sindir Ardi sambil membiarkan kedua tangannya masuk ke saku jas.

Bagas merasa harga dirinya ditantang terang-terangan di depan seluruh bawahannya yang sedang menonton.

"Sedang apa kau di sini dasar pecundang!" bentak Bagas mencoba menutupi rasa gugupnya dengan nada membentak.

"Apakah perusahaan megah ini adalah tempat umum yang bisa didatangi sembarang pengemis sepertimu?" lanjut Bagas dengan nada semakin tinggi.

Para karyawan divisi pemasaran saling pandang dengan ekspresi kebingungan melihat kejadian langka itu.

Mereka justru terpesona melihat penampilan Ardi yang sangat tampan, gagah, dan berkelas dengan setelan jas birunya.

Penampilan itu sangat kontras dengan tuduhan gila pengemis yang baru saja dilontarkan oleh manajer mereka sendiri.

"Aku hanya sedang jalan-jalan dan ingin melihat bagaimana kualitas kerjamu di sini," jawab Ardi santai membalas tatapan tajam Bagas.

"Ternyata kualitas kinerjamu cuma sebatas berteriak-teriak tidak jelas seperti anjing gila," tambah Ardi dengan tawa meremehkan yang keras.

"Kurang ajar kau Ardi!" teriak Bagas dengan wajah semakin memerah karena urat malunya terputus.

Bagas melangkah maju dengan kasar dan menunjuk tepat ke depan wajah Ardi menggunakan jari telunjuknya.

"Security! Panggil tim keamanan sekarang juga!" teriak Bagas memberi perintah buta pada bawahannya.

"Seret orang gila ini keluar dari kantorku sebelum aku marah besar!" tambahnya dengan urat leher yang menyembul keluar.

Namun anehnya, tidak ada satu pun dari puluhan karyawan di sana yang bergerak untuk mematuhi perintah Bagas.

Mereka semua merasa ada aura intimidasi yang sangat kuat dan menekan dari sosok pemuda misterius bernama Ardi itu.

"Kenapa kalian semua diam saja dasar orang-orang bodoh!" bentak Bagas semakin frustrasi melihat bawahannya membangkang.

"T-tapi Pak Bagas, dia memakai setelan jas Vianoce edisi terbatas yang harganya ratusan juta," bisik Nisa pelan namun suaranya terdengar oleh yang lain.

Bagas mendecih pelan dan langsung menatap jas Ardi dengan tatapan iri dengki yang mati-matian coba dia sembunyikan.

"Itu pasti cuma jas sewaan dari pasar loak!" tuduh Bagas dengan suara lantang mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

"Sama halnya seperti mobil sport Ferrari yang kau sewa tadi siang kan!" lanjut Bagas mencoba menjatuhkan mental Ardi lagi.

Ardi hanya menggelengkan kepalanya pelan meratapi tingkat kebodohan mantan sahabat karibnya itu.

"Ternyata kau memang masih belum bisa menerima kenyataan pahit ya Bagas," desah Ardi dengan nada kasihan yang dibuat-buat.

"Kenyataan omong kosong apa hah!" tantang Bagas tidak mau kalah sama sekali.

"Kenyataan bahwa gaji manajermu seumur hidup tidak akan pernah bisa membeli walau hanya satu roda pun dari mobilku," jawab Ardi mematikan dengan senyum mematikan.

Beberapa karyawan tidak sengaja menahan tawa sampai bahu mereka bergetar mendengar balasan telak Ardi itu.

Bagas merasa wajahnya seakan ditampar dengan sangat keras menggunakan besi panas di depan semua orang.

"Tutup mulut busukmu itu Ardi!" bentak Bagas yang sudah kehabisan kata-kata untuk membalas ejekan itu.

"Aku ini adalah seorang manajer elit di perusahaan multinasional besar ini!" teriak Bagas memamerkan jabatannya untuk berlindung.

"Sedangkan kau hanyalah pengangguran miskin hina yang cuma bisa pamer barang hasil sewaan hutang online!"

Ardi melangkah maju perlahan mendekati Bagas hingga jarak mereka kini hanya tersisa kurang dari satu meter.

"Oh, seorang manajer elit ya," gumam Ardi sambil tersenyum sinis menatap tajam mata lawannya.

"Sebuah jabatan yang sangat luar biasa tinggi sekali ya rupanya," lanjut Ardi dengan nada sarkasme yang sangat merendahkan.

"Tentu saja aku hebat!" jawab Bagas dengan dada membusung bangga masih tidak menyadari bahaya.

"Aku memiliki wewenang untuk memecat siapa saja di divisi ini sesuka hatiku!" tambahnya sambil melirik sinis dan mengancam ke arah Nisa dan Budi.

"Kalau begitu, mari kita lihat apakah jabatan manajermu itu bisa menyelamatkan nyawamu hari ini," bisik Ardi pelan namun tajam bagai sembilu.

Tepat pada detik menegangkan itu, suara derap langkah kaki tergesa-gesa terdengar riuh dari arah lorong lift.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!