Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Sandera

Sistem Kultivasi Sandera

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Timur
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Sentuh Aku, Leluhurmu Tamat!

Lahir dengan meridian rapuh dan dijadikan samsak hidup oleh murid dalam sekte, Gu Ran membangkitkan sistem anomali yang menghubungkan nyawanya dengan figur terkuat dari siapa pun yang menindasnya. Semakin keras musuh mencoba melukainya, semakin sekarat leluhur tertinggi mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Gerbang tembaga berlapis emas Paviliun Harta menjulang setinggi lima tombak di lereng Puncak Timur.

Di atas pelataran batu pualam depan gerbang, Gu Ran melangkah santai dengan kipas bambu terselip di pinggang jubah sutra putihnya. Di belakangnya, Xiao Zhu memanggul dua karung kain sutra kosong berukuran besar, sementara Song Ming berjalan mengawal dengan wajah tegang.

Gu Ran mengetuk daun gerbang tembaga dengan gagang kipasnya.

TOK! TOK!

Pintu gerbang berderit terbuka perlahan. Seorang lelaki tua bertubuh kurus dengan jubah abu-abu berornamen koin tembaga melangkah keluar. Di tangan kirinya, terselip sebuah sempoa dari batu giok hijau yang manik-maniknya bergemerincing cepat.

Tetua Chen Feng, Kepala Pengelola Paviliun Harta dan Penjaga Gudang Logistik Sekte, menatap Gu Ran dari balik kacamata berlensa kristal tipis.

“Saudara Cilik Gu,” ucap Tetua Chen Feng dengan nada datar yang kaku. “Meskipun Dekrit Perlindungan menetapkan Anda sebagai tamu agung, Paviliun Harta memiliki aturan audit sendiri. Untuk apa Anda membawa dua karung kain kosong ke gudang suci ini?”

Gu Ran tersenyum tipis.

“Aku butuh sepuluh ribu batu roh menengah dan tiga ikat Rumput Salju Seribu Tahun,” jawab Gu Ran santai tanpa basa-basi. “Air mandiku di paviliun terasa kurang wangi, jadi aku mau mencampurkan rumput salju ke dalam bak air panas.”

KLETAK!

Sempoa giok di tangan Tetua Chen Feng seketika terlepas dari genggamannya, menghantam lantai batu dengan bunyi berderak keras.

Mata tua Chen Feng membelalak lebar di balik kacamata kristalnya. Mulutnya menganga seolah baru saja mendengar langit runtuh menimpa kepalanya.

“S-sepuluh ribu batu roh menengah…? Tiga ikat Rumput Salju Seribu Tahun untuk… air mandi?!”

Suara Tetua Chen Feng melengking tinggi hingga bergetar parau menahan rasa sesak di dadanya.

Bagi seorang akuntan kikir yang menghitung setiap butir beras dan tetes minyak sekte selama puluhan tahun, permintaan ini adalah penghinaan akal sehat yang paling kejam.

“Tidak bisa! Sama sekali tidak bisa!” seru Chen Feng dengan napas tersengal-sengal, mencengkeram janggut kambingnya yang tipis. “Sepuluh ribu batu roh menengah adalah jatah anggaran operasional seluruh murid luar selama tiga bulan! Rumput Salju Seribu Tahun adalah pusaka tingkat tinggi yang hanya dikeluarkan saat tetua inti terluka parah!”

Chen Feng melangkah maju satu langkah, menunjuk hidung Gu Ran dengan jari gemetar.

“Mentang-mentang Kakek Leluhur memanjakanmu, kau berani merampok kas sekte sesukamu?!” bentak Chen Feng penuh kepedihan batin. “Kau hanyalah mantan budak penempa! Keluar dari pelataran ini sekarang juga!”

Tangan kanan Chen Feng terangkat, mendorong pundak kiri Gu Ran agar menjauh dari ambang pintu gerbang.

Dorongan itu tidak menggunakan tenaga dalam, namun cukup untuk membuat tubuh kurus Gu Ran terhuyung mundur dua langkah.

Song Ming yang berdiri di belakang Gu Ran seketika menjerit histeris.

“Tetua Chen! Jangan sentuh dia!” teriak Song Ming dengan mata melotot liar dan wajah pucat pasi bagai kertas mayat. “Tarik tanganmu kembali!”

Namun Chen Feng sudah dibutakan oleh kemarahan terhadap ancaman kebangkrutan anggaran sekte.

“Tuan Muda Song, Anda boleh takut pada anak ini, tapi Paviliun Harta berada di bawah sumpah suci anggaran sekte!” bentak Chen Feng.

Leluhur kikir itu menghentakkan tumit kakinya ke lantai batu pualam di depan pintu gerbang.

BZZZZT!

Garis-garis formasi pertahanan kuno di lantai seketika menyala terang dengan pendar cahaya biru menyengat.

SRING! SRING! SRING!

Ratusan duri spiritual setajam tombak mencuat keluar dari celah-celah lantai batu di belakang Gu Ran. Formasi Duri Roh Pembunuh—formasi jebakan tingkat empat yang dipasang untuk menusuk maling penyusup—kini berdiri tegak dengan jarum-jarum energi yang berdesing haus darah.

“Mundur sepuluh depa dari gerbang!” bentak Chen Feng dengan dada naik turun menahan emosi. “Jika kau berani mendekat satu jengkal lagi, formasi duri ini akan mencabik-cabik jubahmu!”

Xiao Zhu memekik ketakutan, menjatuhkan karung sutra di tangannya.

Song Ming membeku di tempat dengan kedua tangan gemetar hebat.

Di hadapan ratusan duri energi tajam yang mencuat dari lantai, Gu Ran menghentikan langkahnya dengan tenang.

Ia menoleh ke belakang, menatap ujung-ujung duri spiritual biru yang berjarak hanya setengah jengkal dari punggungnya. Dengung energi pembunuh dari formasi tersebut meniup helaian rambut putihnya hingga bergoyang lembut.

Di sudut pandangan batin Gu Ran, notifikasi sistem seketika berdentang pelan:

[Bahaya Mematikan Terdeteksi: Formasi Duri Roh Pembunuh.]

[Kausalitas Sistem: AKTIF.]

Gu Ran menoleh kembali ke arah Tetua Chen Feng.

Sudut bibir pemuda berambut putih itu terangkat dalam senyuman santai yang sangat dingin.

“Oh, begitu ya Tetua Chen?” kata Gu Ran dengan suara pelan dan datar. “Kamu lebih sayang pada batu roh daripada pintu gerbangmu.”

Gu Ran merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, lalu dengan gerakan santai menjatuhkan seluruh berat tubuhnya ke belakang—lurus menuju hutan duri spiritual yang sedang menyala membara.

“Kalau begitu, aku rebahan di formasi berduri ini saja.”

1
Selarik Syarah
system model baru, menarik utk di baca
Rayzent
🔥👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!