Indonesia
NovelToon NovelToon
Tidak,Jika Bukan Kamu

Tidak,Jika Bukan Kamu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: ♍Virgo girL 🥀🌸

Masa-masa Remaja memang masa paling indah.Bermain bersama,merayakan sesuatu yang tidak penting hanya dengan bermain gitar atau hanya sekedar nongkrong di club' atau kafe.
Agraham,Mario,Anto,Dani,Qiana,Zena,dan juga Wati.Harus merelakan berpisah karena masing-masing akan melanjutkan pilihan hidup nya.
Bekerja di luar kota adalah pilihan Qiana, bertahun-tahun mengubur kisah masa lalu nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ♍Virgo girL 🥀🌸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 6 Tinggal

Mario harus menelan pil pahit ketika mengetahui jika Qia sudah mempunyai seseorang untuk menjadi imam nya.

Bukan dia menyesali sudah pernah berkhianat,tapi memang kenyataannya sudah terbongkar oleh diri nya sendiri saat suatu malam beberapa tahun lalu.

Kejadian itulah yang membuat Agra terikat dengan Qia.Semata-mata melihat sahabatnya sendiri dengan kekasihnya.Hanya bahu Agra yang ada di samping Qia,keputusan nya untuk mencoba dengan Agra awal nya di tentang oleh lelaki itu.Tapi Qia menganggap nya having fun,dan semua itu Qia selalu berusaha untuk melupakan nya.

Lain dengan Agra,menyentuh Qia hingga diluar batas adalah hal yang paling ditakuti.Sampai kapan pun dia diliputi rasa tanggung jawab kepada sahabat nya.

Terlepas dari itu,Agra sudah lama menyimpan rasa kepada Qia,namun dia datang dia antara mereka,jauh sesudah Mario,Anto,Wati,Zena,dan Mely bersahabat.

"Bicara!! Gue gak punya banyak waktu"

Setelah Rio meminta ijin kepada Mira untuk mengobrol dengan Qia,kedua nya kini sedang ada di taman yang cukup dekat dengan rumah Qia.

"Apa gue benar-benar sudah tidak memiliki kesempatan?"

Mendengar nya Qia tergelak.

"Kesempatan untuk apa?Bukan kah lu akan menikah?"

"Anak yang di dalam perut Mely kemungkinan bukan anak gue,gue ragu Qia!"

Qia menoleh,kedua nya saling berpandangan.

"Lu jahat Mario! Kenapa bisa lu ngomong seperti itu setelah lu bertahun-tahun dengan Mely.Bayangin sudah berapa kali lu menggauli nya?!"

Qia menarik nafas berat "Hingga perempuan itu hamil,lalu lu meragukan janin di dalam perut nya?!"

Menggeleng kan kepala,tidak habis fikir dengan lelaki di dekatnya.

"Tapi gue berani taruhan, beberapa bulan ini gue tidak menyentuhnya!"

"Bullshit!!"

"Seseorang mengabari ku jika kau akan pulang,dan gue bertekad untuk mengakhiri dan tidak menyentuh Mely!"

Qia mendekatkan dirinya dihadapan Mario.

"Lalu,,lu fikir gue mau jika lu sudah tidak bersama dengan Mely?"

Mata Rio tanpa sengaja melihat mobil Agra melintas dengan kaca yang terbuka.Tangan nya reflek menarik bahu Qia dan memeluk nya erat.Jika hanya dipandang sekilas kedua nya berpelukan sangat dalam meski Qia tidak membalas.

Agra yang ada di dalam sana seketika menoleh,genggaman tangan nya mengencang.Mata nya jelas melihat Rio memeluk Qia.

"Ashhh!!..." Qia mendorong Rio kencang.

Plak!! Satu tamparan mendarat di pipi Mario.

"Apa maksud mu?"

"Gue merindukan lu Qi! Tidak kah sebentar saja gue bisa memeluk mu?"

Qia tersenyum "Haruskah gue mengijinkan mu untuk memeluk ku,sementara persahabatan kita di hiasi oleh cinta yang lu khianati?"

"Apa masih pantas, seseorang yang akan menikah meminta waktu pada mantan nya untuk mengobrol sebentar?"

"Lalu apakah kau tidak punya rasa iba dengan calon istri dan calon anak-anak mu di dalam sana,jika kau meragukan nya.Namun ternyata dia anak mu?"

Qia membrondong banyak pertanyaan untuk Mario.

"Bukan gue tidak ingin tanggung jawab, Mely tidak pernah mau jika gue mengajukan tes DNA!"

Qia sudah mulai jengah mendengar kan ucapan Mario,menyandar kan kepala nya pada sebuah besi lampu gantung.

"Jika terbukti dia bukan anak ku,akan kah lu mau kembali kepada ku?"

Qia menoleh "Apa yang membuat mu sangat ingin kembali ke padaku Mario? Jika lu berfikir aku masih virgin,lu salah besar!"

Mendengar nya mata Mario membulat,dugaan nya selama ini benar.Beberapa saat yang lalu ucapan Mely juga ternyata benar fikirnya.

"Apa ucapan Mely tempo hari benar?"

Qia terkekeh "Apa gue terlihat semenjijikan itu? lu ternyata sama seperti calon istri lu.Sama picik!" Qia menunjuk Mario tepat di depan wajah.

Langkah nya berbalik dan meninggalkan lelaki itu sendirian.

Meski terlihat kuat dan terkesan cuek dengan Mario.Qia tetap meneteskan bulir air bening dari mata nya Hingga depan pintu tangan nya mengusap perlahan.

Mencoba menguasai diri,kaki nya mulai menapaki halaman depan rumah.Seseorang menunggu di kursi.Kepalanya langsung mendongak menatap Qia berjalan semakin dekat.

.

.

Melewati Arga begitu saja,berusaha menutupi wajahnya.

"Qi..Qiaaa!!" Agraham pun memanggil beberapa kali tapi di acuhkan oleh Qia,

Agra menyusul berjalan cepat menyamai langkah Qia.Diruang tengah Arga menengok Ayah Qia yang sedang menonton acara televisi.Arga pun menoleh.

"Om?"

"Kenapa?"

"Qia Om!"

"Susul Sanah!"

"Tapi om?.." Agra sedikit tidak enak dengan Tono ayah Qia,pasalnya Qia masuk ke dalam kamar dan menutup nya.

Melihat keraguan Agra,Tono pun berdiri dan mendekati Agra.

Tangan nya menepuk bahu Agra.

"Selain sahabat,kamu juga orang yang kepilih oleh ayah dan Ibu! Naiklah,rebut hati nya!"

Agra pun mengangguk "Doain ya om?"

"Ayah selalu mendoakan mu Gra!"

.

.

Ketukan nya tidak di tanggapi hingga Agra mencoba membuka pintu,dan ternyata tidak di kunci.Qia sedang di toilet,dan televisi menyala.

Agra pun duduk di tepian ranjang.

Gak nyangka gue bisa masuk kamar ini lagi setelah bertahun-tahun.

"Aaaaaa...!!"

"Husttt diem! Aku gak ngapa-ngapain kan?" Agra menarik Qia dan membekap mulutnya.

Mata Qia membola ketika melihat Agra di dalam kamar nya.

"Kenapa di sini?"

"Di suruh ayah!"

"Ayah?? " Qia mengerutkan keningnya.

Agra mengangguk. "Ayah yang menyuruh ku untuk menyusul mu!"

Semakin berlipat kening Qia,ada sesuatu yang beda di ucapan nya.

"Sejak kapan aku kamu an begitu?"

"Ya deh,aku ganti sayang!"

"Apa'an!! Gak lucu Gra! Keluar sana!"

"Aku numpang sholat dulu, bentar lagi adzan pasti!"

Qia mengangguk,mengambil sajadah dan menyiapkan.Benar saja adzan berkumandang.

Qia melihat Agra masuk toilet dan berwudhu,dirinya menunggu di ranjang.

"Qia!"

Qia pun menoleh ketika namanya di panggil Agra,lelaki itu mendekat dan semakin dekat sekali.Qia yang tahu itu pun mendadak jantung nya berdetak lebih kencang.

"Jadi makmum ku,biar gak sendirian!" Bibir nya berucap tepat di telinga Qia.

"Hah?!"

"Jadi makmum ku biar pahala nya dobel!"

"Oh iyaa," Entah sadar atau tidak Qia langsung beranjak dan mengambil wudhu.Memakai mukena nya dan menjadi makmum persis seperti yang Agra katakan.

Beberapa menit berlalu,Qia yang masih tidak percaya hanya duduk termangu di belakang Agra.

"Salim!"

Entah apa yang di ucapkan Agra, tiba-tiba Qia menurut dengan omongan nya.Qia patuh dan menyalimi tangan Agra,tak lupa mencium punggung tangan nya.

Tanpa aba-aba Agra mencium kening Qia.

Gadis itu pun membulatkan mata nya.

"Graa!"

"Kenapa? Anggap saja simulasi!"

Qia mengerucutkan bibirnya,lelaki di depan nya sudah mulai melewati batas.

"Sudah kan? Sekarang keluar dari kamar ku!"

Qia mendorong badan Agra yang besar,hampir saja dia terhuyung sendiri.Pintu nya ditutup namun di hambat oleh Agra.

"Apa sih?"

"Pengin tau gak doa ku apa?"

"Gak!"

"Anggap saja ingin!"

"Gak Agra!"

"Tapi akan aku beritahu!"

"Agraham!!!"

"Aku ingin tinggal di kamar ini sebulan kedepan dan seluruh sisa hidup ku!"

.

.

.

To be continue

1
Rismawati Udink
mampir thor
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh, ternyata ini kabar Antonio.. 😁
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
so, this is the end? makasih author
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: ditunggu karya2 berikutnya ya, author. ❤❤❤
total 3 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semoga persahabatan qia & wati serta yg lainnya dapat terjalin kembali
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hadiah dari siapa itu?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
wasiat itu sensitif banget. hati2
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bahagianya parah & marah ya... 😁😁
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
alhamdulillah babynya kembar cewek. selamat agra & qiara
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sabar wati. mungkin nanti bisa bertemu qia & ponakanmu.. 🥺🥺🥺
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
papa agam bener.., 😘🤣🤣
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
belikan ajalah gulali nya, agra
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
🙈🙈🙈🙈🙈.. pagi sore siang malam mana bisa nolak, kalau suami mau, mama?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
bawaan orok, mamanya jadi susah.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
agra bener itu. biar gak enak, harus dipaksa makan, kalau memang sayang anaknya. banyakin minum air jahe
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
qia lemes itu karena gak ada asupan makanan
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sudah baca
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
lanjutkan 😁
宣宣( 𝓧𝓾𝓪𝓷 𝓧𝓾𝓪𝓷 )
next 🥰🥰🥰
宣宣( 𝓧𝓾𝓪𝓷 𝓧𝓾𝓪𝓷 )
😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!