Seorang Ceo tampan juga seorang Marsekal Muda Melabuhkan hati pada seorang gadis Badung, namun takdir membawanya pada pernikahan pilihan orang tua. Cintanya tetap tak berpaling meski kini ada orang yang disebut sebagai istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Nafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.
Aldric semakin mendekati tempat dimana Alena dan Evi berada di tepi laut, Alena nampak memasangkan sweater rajutan ke Evi agar calon babynya tidak kedinginan, bumil itu tetap modis dengan celana hamil semi jeans. Alena tampil dengan longdress Korean style. Mereka menapaki pantai berpasir putih, tampak indah kilaunya berwarna-warni pantulan dari lampu-lampu yang mulai menyala seiring datangnya malam.
Aldric memutuskan akan mulai menyapa dengan berkilah melihat mereka dari jauh. Bahwa ia sedang dalam kunjungan bisnis, hotel tempatnya menginap tidak jauh dari pantai dan ia baru saja mengadakan pertemuan di sekitar tempat itu dan memilih berjalan-jalan lalu melihat mereka berdua.
Sedikit lagi Aldric mencapai mereka dengan tekadnya sudah bulat, tidak ada lagi yang diragukan nya. Langkahnya tegap meski pelan, rahangnya tegas dan sorot dari mata birunya yang mempesona. Suara getar dari HP dalam sakunya, membuat nya terpaksa berhenti, ia bermaksud mematikan ponselnya. ia tidak ingin terganggu saat ini namun melihat siapa yang melakukan panggilan, segera saja ia menekan tombol hijau.
"Assalamu'alaikum bund... " bisiknya lembut.
Jika biasanya suaranya terdengar tegas dan berat maka ia akan berubah menjadi lembut dan rendah bila berhadapan dengan mamanya.
Wanita paruh baya yang telah melahirkan nya itu selalu mampu meluluhkan hatinya dan membuatnya berubah dari seekor singa garang menjadi kucing yang manis.
"Hehehe.... " Bastian tersenyum simpul
Memandang dari jarak yang cukup dekat. Dia sudah tahu siapa yang menghubungi si bos hanya dengan melihat gerakannya yang terhenti dan ekspresi nya yang mengangguk-angguk patuh,
Seperti kebalikan nya, ketika Aldric berhadapan dengan bawahannya. sikap tubuh yang merendah dan hormat. Tadi pun Bastian sudah yakin dengan pertemuan dua sejoli itu yang tidak akan tertahan lagi kali ini. dia tidak punya cara lagi untuk menghentikan nya, namun ternyata itulah jalan yang termudah untuk memutuskan keinginan si bos.
"Yah bunda, saya lagi di Korea ini".
" Kapan kamu kembali nak? suara lembut itu terdengar
"masih beberapa hari disini bund" Aldric berterus-terang.
"Istri dan anakmu tidak ingin ikut nak? kan mereka K-Popers terutama Arin" cuma ibunya yang berani mempertanyakan keputusannya.
"Arin baru-baru ini nonton konser idolnya ditemani Hanum kan bun? " Aldric mencari alasan.
"Aldric ada urusan mendesak kemarin, belum sekarang pergi rame-rame bund, nanti biar Hanum yang atur jadwalnya" Akunya terus terang sekaligus mencari solusi untuk menenangkan bundanya.
ke Korea, mereka memang belum pergi sekeluarga, tapi ke Jepang, Singapura, Hongkong, Malaysia, Amerika, bahkan Swiss, bukankah mereka sudah pun liburan bersama. J
Jangan tanyakan destinasi wisata di tanah air, mungkin hampir semua yang terkenal telah mereka sempatkan saat liburan sekolah anak-anak, meskipun tidak semuanya bisa Aldric ikuti sampai selesai, karena tugas dan bisnisnya yang padat.
Namun telah diusahakan nya untuk dapat hadir sesaat menemani istri dan anak-anaknya.
Apakah ada yang meragukan bagaimana perhatian Aldric pada keluarga nya? sesungguhnya ibunya pun menyadari Aldric potret suami dan papa sempurna.
"yo wes nduk" ibunya tidak ingin mendebat anaknya.
Beliau percaya anaknya selalu berfikir matang dan terencana. sebagai ibu ia tidak pernah meragukan kesungguhan dan kepatuhan anaknya pada keluarga dan orangtua. Aldric telah membuktikan loyalitas dirinya sejak masih remaja.
"boleh ibu pesan sesuatu nak? " pinta ibunya
"mangga, ulah lingsem atuh bund" bisik Aldric lembut.
Pandangan nya lurus menatap kearah Alina dan Evi yang kini nampak berempat, mereka kedatangan dua orang wanita baru saja. Keempatnya berjalan menjauhi bibir pantai. Aldric memberi kode pada Bastian untuk mencari informasi keberadaan kedua wanita tersebut.
"Bunda minta maaf sebelumnya nduk, tolong carikan bunda ginseng yang terkenal itu yah nduk" permintaan yang cukup aneh sebenarnya.
Aldric tahu betul ibunya jarang memintanya melakukan sesuatu karena tahu seabrek kesibukan Aldric, selain itu ada banyak asisten yang bisa ibunya telepon. Namun karena ibunya tidak selalu memintanya melakukan sesuatu itulah Aldric merasa kali ini ia sendiri yang akan mencarinya.
"Tentu bunda sayang, Aldric akan cari buat bunda sekarang. Al baru selesai kegiatan ini".Jawabnya mantap
" Bunda tunggu Al antarkan nanti sepulang dari Korea"
"Trima kasih, ati-ati selalu yah nak, apapun tetaplah ingat gusti Allah"
"sumuhun bund, bunda juga sehat-sehat disana" pinta Aldric
"bunda tutup yah nduk, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh".
Aldric merasa hangat setelah berbicara dengan bundanya. Wanita yang tetap cantik dan bijaksana dan selalu tegar.
Aldric tahu tidak muda menjadi bundanya, wanita yang harus menerima kenyataan jika suaminya memilih menikahi beberapa wanita.
Mereka memang dinikahkan ketika bundanya masih sangat muda. mungkin lebih tepat pernikahan bisnis dan mencari pasangan yang sederajat, karena mereka sama-sama berasal dari keluarga terpandang dan garis keturunan bangsawan, meski neneknya sendiri lebih moderat karena berasal dari Eropa, namun kenyataannya harus mengikuti keinginan kakek, ayah Aldric dinikahkan dengan pengaturan yang ketat.
Dari kedua orang tua kandungnya, Aldric putra satu-satunya, namun dari ibu sambung yang lain Aldric memiliki 4 orang saudara perempuan dan hubungan mereka semuanya berjalan baik.
Karena ibunya lagi-lagi seorang yang berhati mulia, yang meminta anaknya sejak masih remaja untuk berlaku baik dan adil pada semua saudaranya.
Sebagai pewaris utama bisnis keluarga, Aldric telah bertanggung jawab memenuhi semua hak adik-adiknya dan tidak ada seorang pun yang kecewa dengan pengaturan Aldric
Hubungan mereka harmonis dalam sebuah keluarga besar. Mereka saling terbuka dan saling mengunjungi dalam setiap acara keluarga.