Indonesia
NovelToon NovelToon
Hallo I'M Vanilla Sabia

Hallo I'M Vanilla Sabia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Wanita Karir / Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:728
Nilai: 5
Nama Author: Iecha

Seorang gadis yang selalu berusaha untuk hidup baik-baik saja, walaupun sebenarnya dunianya sudah runtuh saat Paman dan Bibi nya meninggal karena kecelakaan.
Namun masih kah tersisa hal baik untuk Vanilla Sabia ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iecha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Jealous

Sinar matahari mulai masuk ke dalam kamar milik Vanilla melalui selah terai kamar yang tidak tertutup dengan sempurna, entah siapa atau bagaimana dia bisa terbangun diatas tempat tidur. Sedangkan seingat dia, dia masih duduk di sofa menemani ketiga teman ..... Teman ? Atasan dan teman lebih tepatnya.

" Morning Vanilla, do the best " Vanilla selalu mengucapkan mantra itu setiap pagi setelah dia membuka mata, dan mantra itu terbukti ampuh. Dia sampai di posisi sekarang ya karena mantra positif itu setiap pagi.

Vanilla bukan orang yang langsung membuka ponsel ketika membuka mata, dia lebih memilih berjalan untuk membuat tirai terbuka dan berjalan ke balkon. Walaupun kualitas udaranya tidak begitu baik, namun setidaknya dia bisa berolahraga sebentar disana sebelum memulai aktivitasnya.

Ponselnya terus berbunyi saat Vanilla sedang menikmati mandi paginya, di bawah gemericik air yang menetes dari shower langsung mengenai tubuhnya membuat semangat untuk melalui hari ini seolah terisi full.

Sedangkan Milan terlihat begitu panik saat Vanilla tidak kunjung menerima panggilan darinya, bahkan pria itu sudah ingin mengemudikan mobil sport nya dengan kecepatan cukup tinggi namun pria itu mendadak menginjak pedal rem saat melihat ada panggilan masuk dari Vanilla.

" Va, kamu nggak kenapa-kenapa kan ? "

Vanilla cukup bingung mendengar pertanyaan dari Milan, otaknya seolah ngelag sebentar untuk mencerna pertanyaan itu.

" Baik, kenapa pak ? "

" Tunggu di apartemen, aku akan menjemputmu "

" Pak nggak usah repot, apartemen ke kantor itu cukup deket. Kalau bapak harus menjemput aku rutenya akan lebih panjang, langsung ketemu di kantor saja. Sepertinya ada hal yang penting " Vanilla memang selalu me nyerocos panjang lebar kali tinggi jika dia memang dia tidak nyaman dan mau menolak dengan baik hati.

" Tunggu saya di lobby apartemen! Ini perintah bukan negosiasi " Kali ini suara Milan terdengar tegas dan lebih keras dari biasanya.

" Oke pak, bapak hati-hati bawa mobilnya " Vanilla memilih mendengarkan kata atasannya daripada harus merusak moodnya di pagi hari.

Vanilla meletakkan ponselnya dan bersiap turun ke Lobby untuk menunggu atasnya, entah kenapa pagi ini terasa sangat istimewa. Bagaimana tidak istimewa seorang asisten di jemput atasan.

" Pagi Vanilla, tumben baru mau berangkat " Tegur Security yang berdiri di lobby saat Vanilla tiba.

" Iya pak, ada yang spesial hari ini " Canda Vanilla yang membuat pria berseragam security mengerutkan kening.

" Apa ? "

" Mau di jemput bos " Jawab Vanilla santuy, dan teramat santuy membuat orang yang mendengarnya pasti akan salah faham. Bagaimana tidak salah faham, seorang asisten yang harusnya menjemput atasannya kali dia yang di jemput atasannya.

" Bos, kamu baik sekali " saut seseorang yang entah darimana datangnya dia sudah berdiri di samping nya, seorang pria bertubuh tegap dan gagah dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.

" Emang baik, tumben tama baru mau berangkat ? " Pria yang menyahut obrolan Vanilla dan security adalah tetangga satu lantai dengan Vanilla.

" Iya, hari ini nggak ada jadwal flight "

" Oh "

" Semalam rame sekali unit milik mu "

" Oh, maaf ya tama. Teman sama atasan ku main, kita ngobrol sampai larut "

" Oh "

" Next time klau mereka main, tama gabung deh. Seru-seru mereka "

" Emm, boleh. Tapi mungkin gua nggak bakal bisa nyambung kalau ngobrol, pasti kalian akan bahas kerjaan "

" Enggak lah, ngapain udah di rumah tapi tetep bahas kerjaan "

" Biasanya dunia kalian gitu "

" Nggak lah, malam jalan yuk "

" Kemana ? "

" Nge - mall mungkin "

" Hayuk lah, ajak bocil yaa "

" Okaaay daddy "

Tama dan Vanilla terlihat begitu akrab, dan hal itu membuat Milan sampai mengepalkan tangannya. Entah kenapa dia tidak begitu suka jika melihat Vanilla begitu sangat dekat sama seorang pria selain dirinya.

Apalagi Vanilla terlihat begitu happy, membuat raut wajah Milan semakin masam.

Pimm pimmm

Milan membunyikan klaksonnya memberikan tanda pada Vanilla, jika dirinya sudah tiba dan agar perempuan itu segera masuk ke dalam mobil.

Dan saat Vanilla masuk ke dalam mobil, mobil itu melaju begitu saja tanpa memberikan kesempatan Vanilla untuk melambaikan tangan pada Tama.

1
Alex
kayaknya seru Thor, lanjut gas up thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!