Indonesia
NovelToon NovelToon
Perjuangan Gadis Desa

Perjuangan Gadis Desa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Cintapertama / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Rahayu Ningsih

menceritakan tentang wanita yang berasal dari desa yang memilih merantau untuk membantu perekonomian keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Rahayu Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Setelah banyak perbincangan antara suami dan istri datanglah anak anak nyonya Chintia dan tuan Dimas wong dan nyonya Chintia dan tuan Dimas memiliki 4 orang anak dan anak pertama mereka yang mereka beri nama

Puspita Sari wong dan suaminya bernama Anggara Ryan Santoso

Bryan Andara wong

Lusy Anastasya wong

Karmila putri wong.

" Assalamualaikum semuanya dan selamat malam ayah tampan dan ibu cantik." ucap salam Puspita sambil menggoda kedua orang tuanya.

" Waalaikumsalam salam nak sini duduk dulu dan kalian semua juga sini duduk." Jawab nyonya Chintia dan menyuruh duduk kepada anak anaknya.

" Iya ibu ayah." Jawab serempak anak anak nyonya Chintia dan tuan Dimas.

" Engga ada apa apa ko, ayah sama ibu cuman mau ngobrol biasa aja dan oh iya ibu mau tanya sama Puspita dan Bryan apa kalian masih kenal dengan Annisa?. Tanya nyonya Chintia.

" Kenal dan masih ingat dong Bu kan dia adek Annisa setelah Bryan lahir tapi sayangnya Annisa sama kedua orang tua nya kan sudah pindah pas Annisa masih berumur satu tahun dan juga kita enggak pernah dapet kabar sama sekali dari Tante Halimah sampai sekarang." ucap Puspita namun dengan nada kesal karena Puspita sangat merindukan adiknya yang cantik itu dan pipi chubby nya seperti bakpao.

" Kalau Bryan masih ingat kan sama Annisa ?." Tanya nyonya Chintia kepada anak lelakinya itu.

" Ya.. pasti ingat Bu kan dia adek pertama aku dan dia juga adek yang selalu aku sayangi ya... walaupun aku ngga tau kabarnya sekarang. Tetapi kalau aku ketemu mungkin aku bakalan cubit pipi chubby nya dan jewer telinga dia atau menjitak dahi dia Bu.

Kenapa Bryan dan Puspita sangat tau tentang Annisa karena mereka berdua pada saat Annisa masih kecil Puspita sudah bersekolah SD kelas 5 dan sedangkan Bryan kelas 2 SD. Sehingga Puspita dan Bryan lah orang yang selalu bermain dengan Annisa saat kecil dan di saat Annisa menangis pun hanya mereka berdua lah yang bisa memberhentikan tangisannya.

" Ibu sama ayah lagi ngomongin siapa sih." Bingung Lusy karena dirinya tidak tau sama sekali tentang Annisa di karenakan dia lahir setelah Annisa satu tahun.

" Iya Bu, dan kenapa ibu menyebut nama Annisa terus." Ucap Karmila.

" Jadi begini nak, Annisa itu adalah Kaka kalian berdua dan adek dari Kaka kalian. Apa kalian ingat kalau ibu punya sepupu yang bernama Tante Halimah?." Tanya tuan Dimas.

" Tahu ayah dan kita berdua juga masih ingat tentang Tante Halimah sampai sekarang, memangnya Tante Halimah berada di sini ayah ? dan kalau misalnya ada aku pengen peluk dan lihat wajah Tante Halimah ayah." jawab Karmila.

" Tante Halimah tidak ada di sini sayang tapi kalau anaknya ada dan mungkin kalian berdua tidak akan kenal dan tidak akan tau sama ap yang kalian lihat tapi kalau untuk Puspita dan Bryan kayaknya kalian pasti langsung kenal." ucap nyonya Chintia.

" Serius ibu." jawab serempak.

" Iya." ucap nyonya Chintia sambil mengangguk anggukan kepala.

" Dimana dia sekarang ?." Tanya Bryan sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

" Iya Bu di mana adekku itu sekarang?." bingung Puspita sambil berdiri dan mencari ke setiap sudut rumah.

" Sayang kamu bisa diem ngga sih dan jangan mondar mandir ngga jelas gitu kenapa, kalau kamu mondar mandir kaya begitu kamu kaya setrika baju tau ngga." kesal Anggara karena dari tadi sang istri itu mondar mandir ke setiap sudut rumah dan jika tidak menemukan maka dia akan bertanya kepada ibu mertuanya dan jika tidak ada jawaban dari ibu mertua maka dia akan berlari dan mencari lagi. Ya.. walaupun dia juga sangat penasaran dengan yang bernama Annisa itu karena sang istri, adik ipar dan ayah dan ibu mertuanya seperti memendam kerinduan yang cukup lama.

" Rahma !!." Teriak nyonya Chintia sambil berteriak kencang.

" Astaghfirullah ibu !!!!!." jawab serempak sambil menguindar dari sang ibu dan menutup telinga mereka.

" Ibu bisa ngga sih kalau manggil Rahma jangan berteriak dan ibu bisa kan pakai telfon yang ada di dekat ibu atau handphone ibu." kesal Bryan kepada sang ibu.

" Hehe maaf ya...." sambil tertawa dan nyengir.

" Tapi tunggu sebentar, kenapa ibu panggil Rahma dan apa hubungannya sama Rahma." tanya ayah Dimas.

" Karena dia tau di mana seorang Annisa tidur."

ucap santai sang ibu.

" Apa!!!!!." Jawab serempak.

Ketika mereka berteriak karena kaget dengan jawaban sang ibu dan tanpa rasa bersalah dan tidak lama kemudian Rahma pun datang ke hadapan nyonya Chintia.

" iya Bu ada yang bisa Rahma bantu." ucap Rahma.

"Oh iya Rahma, bisa tolong panggilkan Annisa kesini."

" bisa Bu." ucap Rahma.

Setelah Rahma mengiyakan permintaannya Rahma pun pergi menuju kamar Annisa yang saat ini Annisa tempati dan tidak lama kemudian nyonya Chintia pun berbicara lagi kepada suami, anak dan menantunya.

" Jika kalian semua sudah melihat Annisa ibu mohon jangan bahas keluarga Annisa ya... karena Annisa pun tidak tau siapa kita semua dan ibu pun sebelumnya tidak tau tentang siapa Annisa tapi setalah ibu ajak mengobrol lama dan lama kelamaan Annisa pun bercerita sehingga ibu tau kalau dia adalah anak dari sepupu ibu." ucap nyonya Chintia.

" Tapi kenap Bu dan kenapa Annisa tidak mengenal kita semua sama sekali?." bingung Puspita.

" Annisa ke sini hanya untuk bekerja dan bukan untuk bertemu keluarga."

" loh ko bisa." ucap Puspita kembali.

" Panjang ceritanya dan lain kali jika ada waktu ibu akan cerita kepada kalian semua." ucap nyonya Chintia.

" Baiklah kami akan tunggu." ucap Bryan.

Tidak lama kemudian datang gadis cantik berkerudung syar'i dan dengan pakaian syar'i panjang namun wajahnya tetap pucat dan kantung mata yang sedikit menonjol.

" Maaf ibu ini saya sudah menjemput Annisa." ucap Rahma sambil berjalan menuju tempat duduk nyonya Chintia.

" oh iya Rahma terima kasih ya... sudah mau menjemput Annisa dan mengantarkan Annisa." Ucap nyonya Chintia sambil tersenyum.

" Kalau begitu Rahma ijin pamit dan undur dulu Bu, dan selamat malam semuanya." ucap Rahma sambil berpamitan kepada nyonya Chintia dan yang lainnya.

" Silahkan Rahma dan istirahatlah serta terima kasih sekali lagi." ucap nyonya Chintia.

" Annisa sini duduk dulu Deket ibu." ucap nyonya Chintia menyuruh Annisa duduk di sebelahnya kiri yang kosong.

" Tapi maaf ibu Annisa rasa Annisa ngga sopan kalau Annisa duduk di dekat ibu apalagi satu kursi dengan teman majikan Annisa." ucap Annisa takut.

" loh kenapa ngga sopan Annisa, kan tadi saya yang manggil Annisa dan menyuruh Annisa untuk duduk di dekat ibu." ucap nyonya Chintia bingung karena anak sepupunya ini seperti merasakan ketakutan.

" Tapi maaf ibu sekali lagi Annisa ngga bisa."

" Ya sudah kalau begitu kamu duduk dan jangan berdiri terus serta jangan sambil menunduk ke bawah, memangnya di bawah kaki kamu ada apa ?."

" kalau begitu Annisa duduk di sini saja ibu." ucap Annisa sambil duduk di lantai.

" Annisa." suara Puspita.

" Annisa jangan duduk di sana ya... karena di sana dingin dan bukan buat duduk juga mending Annisa duduk di dekat Kaka saja ya.." ucap Puspita yang sedang menahan air mata karena sedari tadi Puspita memperhatikan pembicaraan antara Annisa dan saung ibu.

" Kakak." ucap bingung Annisa.

" Tapi maaf nona sebelumnya, Annisa tidak memili Kaka dan Annisa juga anak pertama dari ibu." Jawab Annisa.

Puspita merasa bingung saat ini apa yang sebenernya terjadi dengan adiknya ini dan kenapa dia seakan akan merasa takut jiak berhadapan dengan orang lain, tak terasa juga air mata Puspita yang sedari tadi di tahan akhirnya lolos membasahi pipi.

" hiks hiks hiks hiks." Tangis Puspita saat itu juga dan langsung memeluk tubuh sang suami.

" Annisa." panggil Bryan.

" Annisa mau kan duduk di sofa dan tidak mau melihat Kaka saya menangis terus." ucap Bryan tegas.

" Tap.." sebelum menyelesaikan kata alat selanjutnya yang akan di lontarkan oleh Annisa maka Bryan langsung memotong pembicaraan Annisa.

" Saya bilang duduk Annisa !!!." Teriak Bryan menggema di semua sudut rumah dan sampai pelayanan yang sedang menyiapkan makan malam pun merasa kaget karena baru pertama kali ini tuan muda Bryan berteriak.

" Maaf." Lirih Annisa yang menahan air mata nya karena mendengar bentakan dari Bryan.

" Ayo ka mending Kaka duduk dekat kami saja dan turuti apa yang Kaka Bryan katakan." ucap Lusy.

" Baiklah terima kasih nona."

" Oh iya ka kita belum kenalan kan dan Kaka juga pasti belum tahu siapa kita." ucap Karmila.

" Iya nona." ucap Annisa sambil mengangguk kepalanya.

" Baiklah ka akan aku perkenalkan satu satu ya... yang pertama itu yang duduk sama ibu adalah ayah kami namanya yah Dimas, kalau perempuan yang sedang menangis itu adalah ka Puspita dan juga itu suaminya. kalau yang laki laki itu namanya ka Bryan, kalau yang di sebelah kiri ku namanya Lusy dan aku sendiri namanya Karmila paling cantik. ucap Karmila yang memperkenalkan satu satu semua keluarga dan tidak lupa juga menyombongkan kecantikannya.

" dih cantik dari Hongkong." ucap Lusy sambil berpura pura mau muntah.

" lah aku memang cantik lah masa harus ganteng sih memangnya kamu ini mau di panggil ganteng hah." jawab Karmila karena Kaka yang satu ini selalu saja membuat dirinya.

" Oh iya yah kan kalau perempuan cantik bukan ganteng." sambil tertawa

" Nah itu tahu mangkanya jadi orang tuh jangan suka ngebully adeknya sendiri." kesal Karmila

hey hey sebelumnya ning minta maaf ya... sama kalian semuanya jika alur ceritanya mungkin kurang menarik dan alur ceritanya juga ngawur hehe. tapi Ning selalu berusaha untuk membuat dan optimis dengan kerja keras Ning walaupun harus bentrok dengan kerja.

sekali lagi mohon maaf ya......

salam sayang 🤗

1
Lismar Lsm
mana lanjutan nya lagi asyik nih
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Aku datang bawa Rate bintang 5 far juga komen
Ati Bugis PA
lanjuuut
Nasi Kaput
thor aku telah hadir.
Asparini
kok GX GX up LG thor
Yani Aulia
penulisan nya belum tepat...tanda titik, tanda koma blm jelas
🌻Yani Wi💕
Semangat berkarya author 💕
✍️Pena Kata🌟
Semangat terus ya kak
Your name
Pasti ada hal yang membuat Ayah Annisa jadi kaya gitu Thor, mungkin akan terjawab rasa penasaran ini di chap berikutnya.
Iba Shayra
awas bela hatu"..smg kmu dn anak buahmu brhasil mnyekamtkan klurga anisa dn tuan angkasa...
Iba Shayra
apa luka dn cedera di kpalax nisa ..mungkin brkaitan dgn ayah nisa dlu ya thor..krna mnueut crita nisa katax ayahx dlu sring d pukuli ya
Iba Shayra
ksiang nisaaa.. dri dlu uda hidup susah brsma ibu dn kdua adekx... dn tujuanx nusa k jakarta mw mncari krja dmi mnghidupi. kluarga kcilx tp mlah nasibx d prlakukan dgn tuduhan yg ga bnar sm puspita
Iba Shayra
tu kan prbuatan ayah nisa... knaoa puspira mara dn bnci sm nisa sdangkan nisa dri kcil uda d tinggalin sama ayahx nisa
Iba Shayra
klo anumisa ankx brayen braeti halima mnikah dgn bamadiato anisa uda lhir duluan
Iba Shayra
Brarti anisa dn ibux jg orang trkaya
Iba Shayra
hncurkan ayahx anisa bu chintya
Iba Shayra
aqu kra ayahx anisa suanix majikan baru nisa..
Iba Shayra
smga mjikan anisa orangx baik dn rama ya
Helen Tan HelenTan
lnjut
Dewi Dewi Ahmat
ap itu tio ya?lki2 misterius???
Siti Rahayu ningsih: di tunggu ka kelanjutannya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!