Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku kuat karena anak ku

Aku kuat karena anak ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Cerai / Single Mom
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: meynon

Ayu adalah istri dari seorang penjudi pemabuk dan tukang selingkuh yang bernama Bram. tidak hanya tekanan batin yang harus di rasakan oleh Ayu tetapi kekerasan fisik pun sering dia terima akan tetapi Ayu tetap bertahan dengan rumah tangga yang sebenarnya adalah neraka baginya. Ayu melakukan ini semua lantaran demi anak. Ayu tidak ingin anak-anaknya menjadi korban perceraian karena keegoisan mereka. mampukah Ayu terus bertahan dengan kondisi harus menahan sakit hati dan fisik setiap hari? akankah Bram berubah dan menyesali semua perbuatannya kepada Ayu selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meynon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 7 sahabat seperti saudara

malam ini Ayu dan Dila terpaksa menginap di rumah sakit karena Bibi harus di rawat dan dokter pun belum mengijinkan Bibi untuk di bawa pulang. Ayu menyetujui perkataan dokter yang terpenting bagi Ayu adalah kesembuhan sang buah hati.

"ibu Dila lapar" ucap Dila yang terbangun di pangkuan ibunya dengan posisi kepala berada di paha Ayu.

"Dila lapar? tunggu sebentar ya nak ibu keluar cari makan kamu tetap di sini tunggu ibu sampai ibu balik lagi ya?"

"iya ibu"

Ayu pun segera pergi keluar untuk mencari makan. dengan sisa uang yang masih 200 ribu Ayu harus menghemat pengeluaran karena Ayu yakin Bram pasti tidak akan memberinya uang dalam waktu dekat ini.

Ayu memutuskan untuk membeli nasi goreng satu porsi 15 ribu satu botol air mineral 3 ribu dan membeli satu bungkus roti. Ayu segera memakan roti itu sampai habis dan minum sedikit air mineral setelah itu Ayu segera kembali takut Dila menunggu terlalu lama.

"nak makan ini"ucap Ayu sambil menyodorkan sebungkus nasi goreng dan sebotol air mineral.

"ibu sudah makan belum?"

"udah nak barusan tu liat perut ibu udah buncit" Ayu memaksakan perut terlihat buncit agar Dila mempercayai ucapannya.

"kalau begitu Dila makan dulu ya Bu?"

"iya sayang jangan lupa bismillahirrahmanirrahim ya"

"iya ibu"

Dila dengan segera makan nasi goreng yang telah di beli oleh Ayu, Dila nampak sangat kelaparan terlihat dari cara makan Dila yang terlihat terburu-buru.

"ibu Dila udah kenyang tapi nasinya masih ada"

"kalau tidak habis jangan di buang ya nak Tarok di situ aja nanti ibu yang habiskan"

"iya ibu"

setelah selesai makan Dila kembali berbaring dan paha ibunya sebagai bantal. melihat Dila yang kini terlelap dalam pangkuannya segera memakan sisa nasi goreng yang tidak Dila habiskan. dengan sangat lahap Ayu memakan sisa dari anaknya. sedikit terganjal rasa lapar di perut Ayu.

saat Ayu hampir tertidur ternyata Sinta datang bersama anak dan suaminya.

"Yu,,"

"eh Sinta udah datang ya?"

"iya nih eh maaf ya datangnya agak terlalu malam soalnya tadi kami makan dulu di restoran, Kevin maksa banget pengen makan di sana. tadi juga lupa beliin tikar untuk kalian tidur demi Allah Yu aku lupa bawak"

"oh iya ngapapa Ta, kalian mau datang ke sini aja aku bersyukur banget"

"aduh jadi ngak enak yu, mana tadi aku liat kamu udah kayak ketiduran gitu. oh iya ku udah makan belum?"

"udah kok tadi"

Dila tetap tertidur ketika Sinta datang dan

Sinta tau kalau Ayu sedang berbohong terlihat kresek putih di samping mereka duduk terlihat bekas satu bungkus nasi saja.

"oh udah yah Yu? bagus deh kalau begitu tapi ini aku udah beli nasi Padang 2 bungkus buat kamu dan Dila ya siapa tau nanti agak malam lapar lagi kan" ucap Sinta sambil menyodorkan 2 bungkus nasi dan beberapa kantong buah-buahan.

"oh iya terima kasih Ta"

"Yu ini ada sedikit rejeki buat Bibi tolong di terima yah" ucap Sinta sambil memberikan sebuah amplop.

"Sinta apa ini ngak berlebihan?kamu udah kasih aku makanan seperti ini udah lebih dari cukup"

"udah Yu di terima aja kami ikhlas kok" Andre suaminya Sinta.

"Alhamdulillah makasih ya mas An dan kamu Ta semoga rejeki kalian di lipat gandakan oleh Allah SWT aamiin"

"aamiin" jawab Sinta dan suaminya serentak.

"mah ayok pulang vino udah ngantuk nih" ucap anaknya Sinta.

"bentar lagi vino kan mamah baru aja sampe"

"Ta pulang aja kasian anakmu udah ngantuk gitu"

"aduh aku jadi ngak enak sama kamu Yu"

"udah ngapapa kok Ta"

"yaudah kalau gitu kami pamit pulang dulu ya? oh iya Yu kalau Bibi udah boleh pulang nanti telpon aku ya biar aku yang antar kalian pulang"

"yaallah Ta kamu baik bangat sih"

Ayu merasa terharu kalau selama ini hanya Sinta lah yang selalu perduli dengan kehidupannya. mata Ayu berkaca-kaca tetapi tetap di tahan agar tidak ada air mata yang jatuh.

didalam hati Sinta sangat tau kalau Ayu sangat menderita dengan kehidupannya sekarang. Sinta selalu membantu dan mensuport Ayu karena Ayu lah sebab dia masih hidup. Dulu Sinta sempat ingin bunuh diri gara-gara tertekan saat mengetahui ayah dan ibunya berpisah tetapi rencana bunuh diri di lakukan oleh Sinta di gagalkan oleh Ayu saat Sinta ingin menggantungkan diri. Ayu dengan sigap mencegah Sinta untuk tidak melakukan hal itu. Ayu terus memeluk Sinta hingga Sinta tersadar akan kekeliruannya memandang suatu permasalahan Ayu lah yang membantu membangkitkan mental Sinta yang jatuh. Ayu lah Kakak bagi Sinta walau tidak mempunyai hubungan darah sama sekali. kini Sinta berpikir untuk membalas budi baik Ayu.

"Yu bagi aku kamu bukan sekedar teman atau sahabat tetapi bagiku kamu adalah seorang kakak bagiku, walau aku hanya anak tunggal tapi bagiku kamu adalah kakak kandung ku kakak yang paling aku sayangi" seketika Sinta memeluk Ayu dengan pelan karena tidak ingin membangunkan Dila yang sedang tertidur pulas.

"makasih Ta, selain anak-anak ku hanya kamu yang bisa mengerti perasaan aku. yaudah Ta kamu lebih baik pulang ini udah jam berapa kasihan sama vino udah nahan ngantuk gitu"

"iya udah kami pulang dulu Yu, assalamualaikum"

"wa'allaikumsallam"

setelah Sinta pergi Ayu segera melihat makanan yang di bawakan oleh Sinta.

"Alhamdulillah ya Allah terima kasih engkau telah mengirimkan aku sahabat seperti Sinta yang kini ku rasa seperti saudara kandung. semoga pertemanan kami ini akan kami bawa Sampai kematian datang di antara kami"

Ayu berucap penuh syukur walau kehidupan rumah tangganya di ambang kehancuran tetapi terobati dengan rasa syukur yang selalu dia tanamkan di dalam hati. Ayu selalu berpikir bahwa di setiap cobaan pasti ada hikmah yang dapat di petik, di setiap pahitnya kesabaran pasti akan ada buah manis dari kesabaran itu. tidak lah mungkin di setiap masalah dan cobaan tanpa ada tujuan yang di berikan tuhan padanya. Ayu yakin apa yang telah di rencanakan tuhan itu lah yang terbaik untuk nya.

Kini Ayu tidak ingin ambil pusing tentang Bram karena ini bukan kali pertama Bram main perempuan ini adalah kesekian kalinya. bisa di bilang hati Ayu telah terbiasa akan hal seperti itu. bahkan seandainya Bram meminta untuk bercerai Ayu dengan siap akan menyetujui dengan syarat kedua anak harus bersama Ayu.

1
wondervilz`
Saran ku nih, setiap kata jika di akhiri dengan (.), harus di lanjutkan dengan huruf kapital/besar
Contoh : "Aku hanya ingin hidup di dunia yang tentram. Bukan dunia yang dimana semua ujian berpihak pada ku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!