Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.
Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.
Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.
"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"
Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Di tempat lain tempatnya di kosan Chesan terlihat Dion mulai kewalahan bermain dengan Chesa sejak sadari tadi, bahkan kini anak kecil itu tampak merengek menanyakan Mommy nya yang tak kunjung datang.
Chesan yang tidak tau harus berbohong apa untuk menyakinkan anak itu menghela nafas panjang, sadari tadi ia terus melirik kearah pintu dan jam, yang kini arah jarum sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi Lisa masih belum nampak batang hidungnya.
"Lisa kamu kemana sih," gumam Chesa kecil, sembari memeluk Doin.
Anak kecil itu bahkan kini sudah mulai terisak tangis. "Sabar ya sayang, Mommy pasti pulang, mungkin lagi di jalan tunggu sebentar ya sayang," bujuk Chesa.
"Mau Mommy hikkk .... Dion mau Mommy hikkk ... Mau Mommy ...." kini Dion tidak bisa menghentikan tangisnya lagi.
Chesa semakin resah sekarang, ia semakin binggung dan tidak tau harus apa. Terlebih dia sama sekali tidak punya pengalaman menghadapi anak kecil menangis, ini kejadian pertama baginya.
Akhirnya tanpa menunggu lagi Chesa bergegas menghubungi Lisa, namun nihil hasilnya tidak membuahkan hasil karena Lisa sama sekali tidak mengangkat panggilnya. Sedangkan sebelah tangannya masih setia menggenggam tangan Dion yang masih nagis bahkan kali ini sudah sesegukan.
"Lisa, angkat!" lirih Chesa.
"Mommy huuuaaaa .... Mommy Dion mau ketemu Mommy, tante kita ketempal Mommy aja huaaaa." Dion semakin mengeraskan suaranya sedangkan Chesa semakin panik sekarang.
Sungguh Chesa tidak tau harus melakukan apa agar bisa membuat Dion berhenti menangis. Membawa Dion jumpa Mommynya semalam ini, ia sungguh tidak berani. Ia tau betul bagaimana daerah tempat tinggalnya ini, bagaimana kalau ada kompas atau begal itu pasti akan membahayakan keselamatan Dion.
Tidak, tidak! Chesa tidak bisa mengambil resiko, satu-satunya cara adalah menunggu Lisa pulang. Tapi sampai kapan? Chesa kembali melirik kearah jarum jam sudah kini bahkan sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.
Ini pertama kalinya Lisa meninggalkan Dion selama ini, biasanya wanita itu bahkan tidak bisa jauh dengan anaknya jangankan berlama-lama.
"Apa mungkin terjadi sesuatu kepada Lisa?" Chesa mulai bertanya kepada dirinya sendiri, entah kenapa perasaan mulai tidak enak.
"Tidak .... tidak .... aku harus berpikir positif!"
"Lisa cepatlah pulang, kamu jangan buat aku khawatir. Dion sudah menangis dari tadi memanggil mencarimu." Kali ini Chesa melakukan vn di whatsapp ia tidak tau harus melakukan apalagi.
***
Sementara di perusahaan terlihat Lisa dengan sekuat tenaganya berlari keluar sejauh mungkin dari gedung pencakar langit itu. Ia menangis sembari menyeka air matanya, tanpa perduli dengan panggilan maupun teriakan satpam yang hendak menegur atau menyapa, ia tidak memperdulikan itu, yang terpenting segera pergi dari sana
Suara angin malam terdengar cukup lumayan keras menyapu suasana ibukota yang terlihat mulai sepi di tambah suara gemuruh lagit juga mulai terdengar. Seperti tidak akan lama lagi turun hujan, dan benar saja hanya dalam hitungan beberapa menit kemudian hujan deras menguyuri ibukota manila.
Lisa, dengan sangat terpaksa harus menghentikan langkah kakinya di salah satu halte bus, ia tidak bisa terus-terusan berlari dengan hujan deras seperti ini.
Ia meringkuk memegangi kedua lututnya, bayang-bayangan Arav masih tergiang jelas di dalam otaknya, bagaimana laki-laki itu berusaha memaksakan dirinya, lebih tepatnya memperkosanya.
Beruntung nasib baik masih memihak kepadanya, saat seluruh kekuatannya sudah habis terkuras pasrah akan apa yang terjadi, namun Arav meninggalkannya begitu saja berlalu ke toilet. Saat itulah sebuah kesempatan emas baginya untuk kabur.
Di posisi lain Arav berdecak kesal, mengerang marah karena baru sebentar ia meninggal Lisa, wanita itu sudah menghilang entah dimana.
"Apa kau melihat Lisa?" tanya Arav cepat saat ia melihat Zaki masuk kedalam ruangannya.
Zaki yang tidak paham hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti, "Bukanya tadi dia bersamamu?" tanya balik Zaki.
"Sial!" kesal Arav menendang sofa yang ada di ruangannya cukup keras. Setelahnya keluar meninggalkan Zaki yang masih agak binggung dengan apa yang terjadi.
Dalam otaknya masih saja terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi antara Arav dan ob bernama Lisa, bukanya mereka baru bertemu tadi pagi tapi kenapa seolah-olah Arav seperti sudah sangat mengenal Lisa.
Ia ingat betul bagaimana mengilanya Arav tadi saat memukul salah satu karyawan, padahal ia baru bertugas disini hari ini.
"Apa mungkin mereka saling mengenal?" gumam Zaki bertanya pada dirinya sendiri. "Kapan? kenapa aku tidak mengetahuinya?"
"Haisss."
***
Di halte, Lisa masih terlihat meringkuk disana menunggu hujan reda, sesekali ia terus melihat ke arah jalan yang menuju ke perusahaan, cukup lumayan jauh. Namun ia begitu khawatir akan kedatangan pria itu.
sekitar tiga menit kemudian akhirnya hujan mulai mereda Lisa bersyukur tanpa henti, tanpa membuang-buang waktu lagi ia langsung pergi menuju kost Chesa dengan berlari sepanjang jalan.
Sama halnya juga dengan Arav sekarang, pria itu terus saja mondar mandir mencari keberadaan Lisa. Beberapa kali ia sudah memukul stir mobil karena tak kunjung menemukan sosok yang dia cari.
Kali ini ia tidak bermaksud lain mencari Lisa, ia hanya ingin memastikannya saja keadaan wanitaitu. Apalagi apa yang telah ia lakukan kepada Lisa tadi.
Sejujurnya ia begitu kesal dan sangat amat marah kepada Lisa sekarang. Tentang bagaimana ia di sentuh oleh laki-laki tadi sore. Darahnya langsung mendidih, karena sangking emosinya ia ingin melakukan hal itu kepada mantan kekasihnya itu.
Namun pikirannya masih terkontrol saat melihat bagaimana Lisa menyedihkan memohon kepadanya untuk lepas. Hal itu sungguh membuat hatinya sakit dan iba, karena itu ia harus mencuci wajahnya dengan air dingin.
Namun sayangnya ketika ia kembali Lisa sudah tidak ada lagi.
suuiittttttt
Arav menghentikan mobilnya secara mendadak tak kalah ia melihat sosok anak kecil hendak melintas jalan dengan berlari.
Jantungnya hampir saja copot. Buru-buru ia keluar melihat.
dan benar saja seorang anak kecil laki-laki tampak ketakutan tepat didepan mobilnya dengan menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan.
Arav memperhatikan anak kecil itu baik-baik, setelah itu ia bernafas lega karena anak kecil itu ternyata baik-baik saja.
Namun beberapa detik kemudian suara tangis anak itu terdengar cukup keras.
"Mommy hikkkk .... Mommy ...."
Arav yang mendengar itu segera melirik kanan kiri mencoba mencari Mommy yang dimaksud, namun tak ada seorangpun disini.
"Dimana Mommy mu?" tanya Arav ia segera berjongkong menyamakan ketinggian anak itu.
Tak ada jawab, melainkan tubuh anak itu semakin bergetar dan bahkan semakin tak henti-hentinya menangis.
Melihat itu spontan Arav membawa anak kecil itu kedalam pelukanya.
"Tenang, jangan menangis lagi kamu baik-baik saja sekarang, jangan memotong jalan sembarangan lagi ya?" kata Arav seolah-olah anak itu mengerti apa yang ia katakan, padahal anak itu masih terlihat kecil percuma berkata hal demikian bukan.
"Mommy hikkk Dion mau ketemu Mommy hikkk .... Dion janji gak nakal lagi, Dion janji mau di tempat daycare Ibu Deli, tapi Mommy jangan tinggalin Dion huaaaa Dion mau Mommy," Dion semakin mengeraskan suaranya.
Entah kenapa hati Arav bergetar begitu saja, ia semakin mendalamkan pelukanya. "Jangan nagis lagi kita cari Mommy mu ya," kata Arav ia mencium ubun-ubun Dion berkali-kali.
"Dionnn ...."
"Mommy ..."
Bersambung
jangan lupa likenya ya kakak-kakak
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan