Axel lelaki tanpan namun penakut dan juga sering di bully di sekolah karna dulu ia tidak pernah keluar dari rumah juga begitu manja. Sedangkan kembaran nya Axella wanita tangguh yang tidak mengenal kata takut sedikit pun karna ia terpisah dari saudara memilih tinggal bersama kakek dan nenek nya di luar negeri.
Bagaimana kisah kedua nya saat kembali di pertemukan?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Di dalam kamar nya Axella hanya diam saja,ia pikir selama ini mama dan papa tidak memiliki masalah karna terlihat baik-baik saja kedua nya bahkan bergantian menghubungi saat berada di luar negeri dulu namun nyata hanya tipuan yang di lakukan kedua orang tua nya pada diri nya.
"Axel ya dia pasti tahu"gumam Axella bangun dari duduk nya keluar kamar masuk ke dalam kamar Axel yang tidak terkunci bahkan ia lupa mengetuk pintu lebih dan menerobos begitu saja.
Axella mematung menatap kembaran nya menangis pilu di bawah selimut,ia memang tahu jika Axel adalah lelaki manja karna dari kecil sudah dapat ia rasakan bagaimana sang papi menuruti apapun keinginan mereka bahkan tidak mengizinkan mereka keluar rumah karna takut kenapa-napa.
"Axel"panggil Axella berjalan mendekati Axel.
"Kau sudah melihat mami dan papi kenapa selalu pulang malam dan saat pulang mereka akan bertengkar begitu"ucap Axel pelan membuat Axella terdiam mendengar nya.
"Kenapa kau tidak mengatakan nya pada ku"tanya Axella karna memang Axel tidak pernah menceritakan nya pada nya.
"Aku tidak mau kau juga merasakan bagaimana pertengkaran mereka setiap saat yang membuat mu ikut sakit mendengar nya"ucap Axel.
"Maafkan aku tidak tahu bagaimana keadaan mu di sini aku pikir kau baik-baik saja di sini bersama mami dan papi"ucap Axella menunduk.
"Ini bukan salah mu mereka saja yang egois"ucap Axel membuka selimut yang membungkus tubuh nya dan duduk.
"Kau tahu mami dan papi sangat jarang memperhatikan ku aku hanya di temani pelayan di rumah ini mereka selalu sibuk dari dulu sampai sekarang tanpa memikirkan ku,bahkan keluar rumah pun mereka tidak menginkan ku sekolah saja aku terus di rumah ini dan baru sekarang aku sekolah di luar aku menuruti mereka karna aku berharap mereka memperhatikan ku, saat aku berada di luar sana sendirian aku merasa takut karna tidak pernah berada di luaran sana sendirian di sekolah mereka selalu mengejek dan memukul ku bahkan mereka tidak segan membuli ku aku hanya diam saja karna takut karna selama ini tidak ada orang yang berbuat seperti itu pada ku di rumah namun saat aku keluar mereka memperlakukan seperti itu. Aku tidak memiliki teman aku tidak memiliki siapa pun untuk ku bercerita. Aku kesepian dan kesatikan sendiri selama ini mereka tidak ada memperhatikan ku"ucap Axel menangis sesegukan mengeluarkan apa yang selama ini ia tahan sendirian.
Tak hanya Axella yang menangis mendengar ucapan Axel papi Alex di luar juga ikut menangis dalam diam mendengar apa yang keluar dari dalam mulut putra nya yang terlibat baik- baik saja.
"Kau tidak sendirian ada aku di sini, aku akan selalu menemani mu"ucap Axella memeluk Axel erat.
"Jangan tinggal kan aku lagi aku tidak mau sendirian lagi aku takut"ucap Axel menangis sesegukan.
"Tentu aku tidak akan meninggal kan mu aku janji"ucap Axella.
Kedua nya menangis sambil berpelukan menyalurkan kekuatan untuk mereka sendiri menghadapi hari esok. Lelah menangis akhir nya mereka tertidur di kamar Axel karna memang sudah hampir tengah malam.
"Maaf kan papi kalian jadi seperti ini"gumam papi Alex menatap putra dan putri nya yang tidur lelap dengan air mata yang masih tersisa di sudut mereka.
"Papi janji mulai sekarang akan lebih memperhatikan lagi dan memperbaiki kesalahan papi pada kalian maaf kan papi"gumam papi Alex pelan menangis tanpa suara.
Ia pun keluar dari dalam kamar menutup pintu dengan pelan untuk kembali ke kamar nya.
"Sekarang kau sudah sadar apa kesalahan mu"tanya kakek Axella membuat langkah kaki papi Alex terhenti.
"Apa kalian kira aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di sini selama kami tinggal di sana kalian lupa kalau orang-orang di rumah ini dan di perusahaan masih banyak orang kepercayaan ku"sambung kakek Axella.
"Besok papa akan membawa mereka berdua keluar negeri mereka akan lebih bahagia tinggal bersama kami di sana dari pada di sini"ucap kakek Axella lagi.
"Jangan pa biar kan mereka berdua bersama Alex di sini"ucap papi Alex cepat.
"Membiarkan mereka di sini tapi kau abaikan begitu"ucap kakek Axella.
"Maafkan Alex mengecewakan mama dan papa Alex janji akan memperhatikan mereka berdua saat ini hanya mereka berdua kekuatan Alex pa kalau mereka ikut dengan papa bagaimana Alex akan hidup pa"ucap papi Alex.
"Kalau kau tidak tahu bagaimana kau hidup lagi ya kau mati saja apa susah nya"ucap kakek Axella ketus.
"Kita akan bicarakan ini besok sudah malam kalian jangan ribut di sini nanti mereka berdua bangun"ucap nenek Axella.
"Salah kan anak bodoh mu itu entah turunan dari siapa kebodohan nya itu"ucap kakek Axella berlalu pergi dari sana karna kalau tidak ia bisa pastikan akan memukul putra nya tersebut.
"Maa"panggil papi Alex.
"Kalian berdua terlalu abai pada Axel selama ini,lihat lah apa kalian tidak menyadari tingkah laku nya yang seperti anak kecil kalian hanya memanjakan nya dengan uang saja hingga seperti itu,selama ini yang ia butuhkan bukan uang tapi kasih sayang kalian"jelas nenek Axella.
"Maafkan Alex ma"ucap papi Alex menunduk.
"Harus nya kau tahu Lex jika dulu mama dan papa selalu mengutamakan mu dari pada apa pun maka nya kami percaya jika kau pasti akan melakukan hal yang sama pada Axel"ucap nenek Axella menghela nafas.
"Sekarang tidak ada guna nya lagi di bahas semua telah terjadi yang bisa kau lakukan adalah berubah untuk mereka berdua luangkan waktu mu untuk mereka apalagi sekarang Aura sudah tidak bersama kalian jadi kau satu-satu nya yang merangkap jadi ayah sekaligus ibu untuk mereka"lanjut nenek Axella.
"Alex mengerti ma"ucap papi Alex.
"Lebih baik sekarang kau istirahat jangan memikirkan nya lagi"suruh nenek Axella.
"Tapi papa"ucap papi Alex.
"Biar mama yang urus"ucap nenek Axella.
"Terimakasih ma"ucap papi Alex di angguki nenek Axella.
Kedua nya pun segera masuk ke dalam kamar mereka di lantai dua karna di lantai tiga hanya ada kamar Axel dan Axella saja yang di buat khusus.
"Bagaimana anak itu"tanya kakek Axella.
"Bagaimana lagi kalau dia menyesal"ucap nenek Axella.
"Cih menyesal nya sangat terlambat"dengus kakek Axella.
"Salah mu juga kenapa selama ini diam padahal kau sudah tahu"ucap nenek Axella ketus menatap sinis suami nya itu yang malah diam saja padahal ia sudah tahu permasalahan anak mereka tersebut.