tresa!seorang gadis cantik yang dipaksa menikah untuk melunasi hutang keluarganya!.
namun,hal ini bukanlah yang terburuk!tapi...ia akan dinikahkan bersama seorang pria yang memiliki sindrom peter pan!
dimana pria itu sudah dewasa namun memiliki pikiran dan tingkah laku seperti anak kecil berumur 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secercah cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perubahan Aiden.
satu bulan pun berlalu kini Aiden benar-benar sudah mulai memperbaiki dirinya,ia sudah belajar banyak hal dari Tresa seperti mandi,memakai baju dan makan sendiri.
walaupun hal itu tidaklah mudah bagi tresa karena terkadang Aiden yang menolak dan marah.
"aiden ayo kita makan siang,Kakak ingin melihat kamu makan sendiri lagi".
"tidak mau ah kak aku lebih suka disuapin".
"loh kok seperti itu,aiden kan sudah berjanji kepada ayah,nanti 1 bulan lagi ayah pulang dia ingin melihat kamu bisa makan sendiri".
ucap tresa yang mengingatkan Aiden bahwa dirinya sudah berjanji kepada Baron sebelum ia berangkat pergi ke Kuala lumpur karena ada bisnis.
sehingga dirumah ini hanya ada tresa dan Aiden serta beberapa pelayan saja.
"aku pokoknya gak mau!gak mau ya gak mau!".
Aiden berteriak lalu melemparkan vas bunga hingga terkena jidat tresa.
"aww".
tresa merasa kesakitan,ia lalu memegang jidatnya yang mengeluarkan darah.
Aiden yang melihat tresa mengeluarkan darah langsung ketakutan karena ternyata ia fobia terhadap darah,sehingga Aiden langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu serapat rapatnya.
"awww,Aiden jangan lari aww".
saat terasa tengah kesakitan dan mencoba mencari obat P3K Untungnya ada salah satu pelayan yang menyadari hal itu ia langsung mengobati tresa dan membalut lukanya.
"nona,apakah rasanya masih sakit?".ucap sang pelayan ketika sudah selesai membalut luka tresa .
"sudah tidak sakit kok terima kasih ya".timbal tresa sambil tersenyum manis.
"iya sama sama nona.....saya sangat mengagumi anda seperti tuan Baron".
"emmmm kenapa?".
"tentu saja nona,semua pelayan di sini sangat mengagumi Anda karena memiliki kesabaran dan perhatian yang sangat besar kepada tuan Aiden".
"bagaimanapun...Aiden kan suami saya,jadi.... saya harus melakukannnya layaknya istri yang tengah mengayomi suaminya".
sang pelayan lagi lagi terpukau atas sikap tresa yang tak memiliki rasa ilfil sedikitpun pada Aiden, bahkan ia rasa kalau tresa tidak menikah dengan Aiden mungkin tresa akan menikah dengan seseorang pria tampan, karena wajah tresa yang cantik.
"oh iyasaya sangat jarang sekali berinteraksi dengan kalian,kalau boleh tahu nama anda siapa".
"ah benar nona perkenalkan nama saya Zulfa".
"baiklah aku akan panggilmu Zulfakalau begitu mungkin lain kali kita dapat mengobrol lagi".
"tentu nona".
tresa lalu berpamitan kepada zulfa karena akan menghampiri Aiden untuk menenangkannya.
tresa lalu mendekati pintu kamar dan berniat membukanya,namun sayangnya pintu kamar itu malah dikunci rapat-rapat dari dalam.
tok
tok
tok
"Aiden ini Kakak,tolong buka pintunya".
tresa terus berteriak dan mengetuk pintu namun sayangnya tak ada jawaban dari dalam karena ternyata aiden tengah bersembunyi di bawah ranjang kasur.
terasa yang tak mendapatkan jawaban dari dalam, mencoba cara lain agar bisa masuk.
tresa tiba tiba teringat akan kunci cadangan kamar ini,jadi ia bergegas meminta kepada pelayan,dan setelah mendapatkannya Ia lalu mencoba membuka pintu kamarnya.
dan untungnya pintu kamar itu dapat terbuka sehingga tresa langsung masuk.
"Aiden kamu di mana sayang?".
tresa lalu duduk di atas sofa ia tak berniat mencari ide karena ingin Aiden sendiri yang menghampirinya.
"Aiden....kakak melakukan hal itu karena sayang kepada aiden,kakak ingin kamu hidup mandiri! Aiden harus jadi pria kuat,tidak boleh manja,nanti...kalau kakak pergi,ayah pergi,da juga para pelayan....Aiden bakal hidup sama siapa".
terasa terus berbicara agar aidin dapat mengerti perasaannya dan keluar dari tempat persembunyiannya dengan sendirinya.
dan benar saja tak lama kemudian aidin keluar dari bawah ranjang dengan ekspresi murung.
"ka-kakak hikss,Aiden takut!".
aidin langsung menangis dan mendekat tubuh sedang memeluknya dengan erat.
"Aiden....kamu jangan menangis yah,kan katanya mau jadi pria kuat,masa menangis".
Aiden lalu melepas pelukan tresa dan duduk disampingnya.
"ka-kakak,aiden terlalu takut tadi dengan darah,Aiden Aiden sangat ketakutan hikss".
tresa lalu kembali memeluk Aiden untuk menenangkannya dan setwlah beberapa saat aiden pun berhenti menangis.
nampaknya,Aiden mula mengerti dan merasa bersalah karena tadi dirinya bersikap kasar sehingga malah melukai tresa.
"ka-kakak? apakah ini sakit tadi aku melemparnya sangat keras".
aiden lalu mencoba memegang perban yang berwarna putih dengan sedikit noda berwarna merah.
"tidak sakit ko,kakak bakal ngerasa sakit.. kalau Aiden gak mau belajar lagi....jadi....sekarang Aiden belajar makan lagi yah,mau?".
"mau,mau,Aiden mau belajar makan,biar kakak gak ngerasa kesakitan!".
tresa dengan gembira langsung menarik tangan Aiden dan berjalan keluar menuju dapur untuk belajar makan lagi.
"tresa lalu membuat makan siang dengan menu omlet,ia lalu menyuruh Aiden untuk mencoba makan sendiri memakai sendok".
aiden nampaknya telah mengetahui caranya,Ia lalu dengan cepat menggunakan sendok dan mengambil setengah omlet lalu masukkannya ke dalam mulutnya.
Aiden terus makan hingga makanan itu habis, tresa yang melihat Aiden telah berhasil merasa senang Ia lalu langsung meloncat-loncat kegirangan.
"yeayy,Aiden udah bisa makan sendiri hore!!".
Aiden yang melihat terasa kegirangan dan meloncat-loncat langsung mengikutinya dan meloncat-loncat di depan terasa.
"horse heheh".Aide berteriak sambil menepuk tangannya.
"hehe akhirnya Aiden udah bisa...makan sendiri,kalau begitu sekarang,coba minum".
Aiden dengan penurut langsung mengambil satu gelas yang telah berisi air dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
namun saat tengah minum tangannya terasa licin sehingga gelas itu pun terjatuh dan pecah.
"aaaa kakak!aku takut hikss!".
aidin lagi-lagi merasa ketakutan dan sedih ya langsung bersembunyi di balik tubuh tresa.
"nah Aiden kalau ada hal seperti ini kamu jangan takut,tapi langsung ambil sapu,pelan,dan juga pengki".
terasa lalu mulai membawa semua peralatan tersebut, iya lalu memberikan contoh kepada Aiden bagaimana caranya membuang semua beling pecahan kaca dan juga mengepel lantai basah.
"ohoho,aku aku ingin mencobanya kakak haha".
Aiden dengan antusias langsung mengambil pelan dari tangan terasa dan mencoba mengepel lantai memakai tangannya.
namun,Aiden malah memakai pelan itu secara terbalik,sehingga malah membuat lantai semakin kotor.
"Aiden,bukan seperti itu caranya".
tresa lalu membalikan pelan dan mulai menggeser geserkannya sambil memegang tangan Aiden.
hal ini lagi lagi membuat Aiden merasakan perasaan baru,hatinya terasa ada kupu kupu yang melayang dan hampir menggerogoti hatinya.
"o-oh iya kakak biar aku saja!".
Aiden lalu melepaskan tangan tres dan mulai mengepal sendiri.
"wahhh Aiden hebat! sebenar lagi bakal jadi pria kuat wahhh".
"hore haha Aiden pria kuat!Aiden pria kuat!".
Aiden lalu melempar pel an dan meloncat-loncat kegirangan sambil memegang tangan tresa.
semoga aman aja rumah tangga nya
smngt upnya Kak 💪🥳🥳
smngt upnya Kak 💪🥰🥳