#Tentang seseorang yang diam-diam menjaga,mencintai, dan mendoakan seseorang meski ia tahu, orang itu mungkin bukan takdirnya#
Elvano telah lama menyimpan perasaan untuk Alea, sahabat yang selalu ia jaga dengan tulus. Ia memilih tetap berada di sisi Alea, mendengarkan setiap cerita, mengulurkan tangan di setiap kesulitan, dan mencintainya dalam diam. Sebab Elvano memahami, tidak semua perasaan harus memiliki.
Di sisi lain, bagi Alea, Elvano hanyalah sahabat terbaik yang selalu hadir tanpa diminta. Tanpa pernah menyadari isi hati Elvano, Alea justru menaruh harapan kepada Arka, pria yang ia yakini akan menjadi masa depannya.
Hari demi hari berlalu. Semakin Elvano berusaha menjaga batas, semakin sulit ia menyembunyikan perasaannya. Sehingga cinta yang selama ini ia pendam perlahan mulai terlihat.
Ketika hati mulai berbicara dan takdir mempertemukan pada pilihan yang menyakitkan,
Ataukah mereka akan menjalani takdir bersama atau justru melanjutkan takdir masing masing ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elga Rista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIMAS DAN RISTA PUTUS
"Loh, kok masih disini,"ucap Dimas dengan muka datar
"emng kenapa?,"tanya Rista yang tersenyum melihat pacarnya
"gapapa,"ucap Dimas cuek
"kamu kenapa sih sebenarnya, aku punya salah sama kamu?,"Tanya Rista bingung
"nggak,"ucap Dimas sambil fokus Kembali di dokumennya
"Ya terus kenapa?,"tanya Rista sambil memegang tangan pacarnya itu
"itu karena......,"ucap Dimas menggantung karena hampir keceplosan
"karena banyak kerjaan mungkin,"lanjutnya Dimas lagi
"ohh,"ucap Singkat Rista dengan percaya dan tanpa curiga apapun
SKIP.....
Sudah saatnya waktunya jam pulang kantor, Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Dimas pun membereskan meja kerjanya untuk siap-siap pulang kerumah. Setelah selesai, Dia langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil dan dia bergegas pulang.
Sesampainya Dirumah, Ia langsung menuju ke kamar nya, biasanya Ia akan bersalaman dengan orang tuanya. Karena orang tua nya tidak rumah sehingga Ia langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan istirahat.
Sesampainya dikamar Ia langsung mandi dan setelah mandi ia rebahan disofa sambil memainkan hp. Entah apa yang Ia lihat hanya dia yang tahu.
Dan ternyata Ia akan mengabari Rista, Ia akan mengabari dan mengajak Rista untuk bertemu disalah satu cafe A yang ada dijakarta, untuk menjelaskan sesuatu.
Dimas mulai menelpon pacarnya dan tidak berselang lama diangkat oleh Rista
"hallo,"ucap Dimas singkat
"Hallo sayang,"jawab Rista senang karena dia sudah berhari hari tidak telponan dengan pacarnya itu
"besok kita ketemu ya di cafe A,"ucap Dimas to the point yang tidak suka bertele tele
"iya, emang ada apa?," ucap Rista senang
"kamu kangen ya,"ucap Rista lagi sambil tertawa
"udahlah besok datang aja, aku tunggu jam 9,"ucap Dimas singkat
"okey sayang,"ucap Rista semangat
Mereka kemudian mematikan telpon nya
Dimas kemudian bergegas istirahat karena Ia merasa lelah sekali hari ini. Berbeda dengan Rista yang sedang memikirkan Ia akan memakai baju apa yang cocok untuk bertemu kekasihnya dan sambil membongkar lemarinya karena Ia kira Dimas akan memberikan kejutan untuknya. Sampai baju nya berserakan kemana mana. Karena Ia pikir, Ia akan diberi kejutan oleh pacarnya, maka dari itu Ia harus memilih baju yang benar benar bagus dan indah.
DI PAGI HARI....
Dimas selesai mandi dan Ia bersiap-siap untuk bertemu dengan kekasihnya itu dan akan menjelaskan semuanya. Agar semuanya cepat selesai. Ia turun untuk sarapan. Disana Ia bertemu orang tuanya di meja makan
"Pagi Pa, Ma,"sapa Dimas dan langsung duduk didepan mama nya sambil menyapa mamanya
"Pagi Nak,"ucap sang Mama tersenyum dan Papanya hanya diam saja
mereka memulai sarapannya tanpa ada suara yang keluar, dan hanya terdapat suara dentingan sendok saja
"Pa,Ma, Dimas izin pergi sebentar ya,"ucap izin Dimas ke orang tuanya sambil memakan makanan nya
"Mau kemana nak,"tanya mama Dimas
"mau nongkrong bentar ma,"ucap Dimas Bohong dan jika Ia jujur pasti tidak diizinkan oleh orang tuanya
"ohh ya udah,hati hati ya,"ucap sang mama yang percaya dengan ucapan anak sematang wayangnya itu
Setelah Ia mendapatkan izin dari orang tua, Ia segera bergegas ke garasi untuk mengambil mobilnya. Dan Ia pun langsung berangkat ke Cafe A .
Sesampainya Disana, Ia langsung mencari keberadaan Rista ternyata Rista sudah ada Disana. Dan Rista melihat itu langsung melambaikan tangan dengan senyuman dan memanggil Dimas. Dimas melihat itu segera jalan menuju meja Rista. Sesampainya Disana Ia langsung duduk didepan Rista. Karena melihat pacarnya sudah duduk, Rista pun memanggil waiters dan Ia kemudian bertanya kepada Dimas.
"sayang kamu makan apa?,"tanya Rista sambil melihat menu
"Terserah kamu aja,"ucap Dimas sambil melihat menu dan karena Ia juga bingung jadi Ia pasrahkan kepada Rista
Setelah memesan makanan dan mereka memulai pembicaraan
"Sayang, ada apa? tumben ngajak kesini,"ucap Rista tersenyum
"nanti aja, kalau selesai makan,"ucap Dimas
"Ih aku mau tau nya sekarang," ucap Rista sambil cemberut
"nanti aja ya,"ucap Dimas
"kamu mah ih,"ucap Rista
Beberapa menit kemudian datanglah waiters yang membawa pesanan mereka berdua , dan mereka memulai makan makanan mereka . Setelah selesai makan , mereka masih diam dan sibuk dengan pemikirannya masing- masing.
"Ris,"panggil Dimas sambil memegang tangan kekasihnya itu
"Iya kenapa?,"tanya Rista yang tersenyum
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Dimas pelan
"iya sayang, mau ngomong apa?soal kamu mau nikahan aku ya,"ucap Rista tersenyum
"bukan itu,"ucap Dimas sambil melepaskan tangan pacarnya itu
"terus apa?soal aku harus pindah agama,"ucap Rista tersenyum
"bukan itu Rista, Kamu dengerin omongan aku Sampai selesai," ucap Dimas kesal
"maap,"ucap Rista nggak enak
"Rista, kayaknya kita nggak bisa lanjutin hubungan kita ini,"ucap Dimas to the point
"WHATTT!!!,"ucap Rista sambil berdiri dari tempat duduk
"apa alasannya Sampai kamu minta udahan sama aku,"ucap Rista marah
"Sebenarnya orang tua ku nggak setuju dengan hubungan kita,"ucap Dimas lanjut nya lagi
"Orang tua ku minta kita untuk menyelesaikan hubungan kita ini"ucapnya
"Dan aku nggak bisa menentang keputusan orang tua aku,"ucap Dimas lagi
"cuman itu alasannya?, kalua cuman itu kan kita bisa berjuang minta restu orang tua kamu,"ucap Rista marah
"Mau bagaimanapun keputusan orang tua aku berarti itu juga keputusan aku,"ucap Dimas tegas
"pokoknya aku nggak mau putus sama kamu titik.,"ucap Rista sambil pergi dari Cafe sana tempat mereka
"RISTA,"Panggil Dimas tetapi dihiraukan oleh Rista
"kok jadi gini sih,"ucap Dimas
Bagaimana kelanjutan ceritanya?ditunggu terus ya
Dan jangan lupa di like, vota dan beri saran di kolom komentar
Terima kasih