Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Berbaikan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hendro Palembang

Awal dari cinta, liku tanpa bahagia. Sudah suratan, sepasang kekasih terpisahkan.

Nomor telepon pada secarik uang kertas, satu-satunya jejak untuk bertemu kembali. Siapa sangka, begitu panjang perjalanan untuk memperjuangkan mendapatkan kembali nomor telepon itu.

Akankah cinta mereka bersemi kembali?
Siapa yang menjadi dewa amor diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendro Palembang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Yang Dinantikan Shinta dan Yohanes

Junnu kembali ke Palembang melanjutkan pendidikannya di IGS. Pelatihan biola dan beladiri tetap diikutinya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Setelah lulus sekolah, Junnu membantu ayah angkatnya bekerja di kantor jasa konstruksi. Sementara Shinta sekarang tinggal di rumah untuk melakukan pekerjaan perusahaan secara daring. Di hari Minggu, Senu menemani ibu angkatnya yang tetap di panggilnya tante Shinta.

Ketika Shinta mengajak Senu menghadiri pesta pernikahan temannya Shinta, diperkenalkanlah Senu kepada teman-temannya. Shinta tidak menyangka bahwa di pesta pernikahan temannya itu Shinta akan mendapatkan sebuah ghibah yang membuat Shinta menangis.

"Ibu-ibu, lihat tuh Shinta. Tadi dia bilang bahwa Senu adalah anaknya. Tetapi tadi aku mendengar Senu memanggil tante terhadap Shinta. Aku rasa Senu adalah anak pungutnya"

Shinta secara tidak sengaja mendengar gosip yang didengarnya dari teman-temannya sendiri. Sepulangnya ke rumah, Shinta mengadu kepada Yohanes seraya menangis.

"Bang, kapankah waktunya bagi Senu untuk memanggilku bunda? Sudah sepuluh tahun Senu bersama kita, tetapi Senu masih belum bisa memanggilku bunda"

"Yang sabar sayang, Senu butuh waktu untuk menganggap kita sebagai orangtuanya. Abang yakin, suatu saat pasti Senu memanggilmu bunda dan memanggilku ayah"

Hari Minggu berikutnya, Shinta mengajak Senu pergi ke pasar untuk berbelanja sayuran. Senu yang menyetir Pajero sport milik Shinta, dan mobil itu di parkirkannya di tempat parkir yang kebetulan jalannya sedikit menanjak, karena tempat parkir telah penuh.

Sementara Shinta memasuki pasar untuk berbelanja, Senu menunggu di warung kopi dekat parkiran mobil.

Setelah beberapa lama, akhirnya Shinta keluar pasar dengan membawa belanjaan. Memang dari kejauhan Senu telah melihat Shinta keluar dari pasar. Tapi tanpa disangka, Pajero yang di parkirkannya tiba-tiba bergerak mundur sendiri. Hampir saja mobil itu menabrak Shinta, Senu segera berteriak agar Shinta minggir menepi untuk menghindari tabrakan.

"Bunda... Awas!... Minggir bunda, mobilnya mundur sendiri!..."

Shinta kaget mendengar teriakan Senu. Shinta hanya berdiri, bukannya menepi malahan berdiri bengong sambil meneteskan airmata terharu. "Apa yang kau katakan sayang, engkau memanggilku bunda?"

Karena Shinta tidak menghindar sedikitpun, Senu segera berlarian mengejar Shinta untuk menyelamatkannya. "Bunda... Awas ..."

Senu menarik Shinta ke tepi jalan, dan Pajero sport menabrak tiang listrik dan berhenti.

"Apa yang bunda lakukan? Mengapa bunda tidak menghindar? Hampir saja mobil itu menabrak bunda".

"Sayang, apakah benar engkau memanggilku bunda?. Apakah ini bukan mimpi?"

"sudahlah bunda, bunda sangat membuat Senu cemas, tau nggak?"

Shinta hanya terdiam dan memeluk Senu dengan perasaan penuh bahagia. "akhirnya engkau memanggilku bunda, sayang "

Sesampainya dirumah, Shinta hanya menangis tanpa berkata apa-apa. Shinta langsung masuk kedalam kamar dan pintu kamar dikuncinya. Yohanes yang melihat kejadian itu sangat khawatir.

"Apa yang terjadi dengan tante Shinta, Senu"

"Tadi hampir terjadi tabrakan. Tapi tidak terjadi apa-apa, hanya saja mobil Pajero kita remuk karena telah menabrak tiang listrik"

"waah, mungkin Shinta syok dengan kejadian itu. Baiklah, om akan segera berbicara kepadanya".

"Sayang, tenangkan dirimu... Syukurlah engkau tidak kenapa-kenapa. Masalah mobilmu, kan nanti bisa kita bawa ke bengkel untuk memperbaikinya. Ngapain engkau menangis? Ini bukanlah masalah besar kok, melihat keadaanmu baik-baik saja".

"Bang, aku menangis bukan karena masalah mobil itu... Aku menangis bahagia, karena Senu telah memanggil bunda kepadaku"

"benarkah sayang? Alhamdulillah... Akhirnya apa yang kita harapkan terwujud juga. Ayo keluar, kita temui Senu, aku khawatir dia merasa bersalah atas kejadian ini. Kasihan dia"

Akhirnya Shinta dan Yohanes keluar dari kamar dan menemui Senu. Dilihatnya Senu sedang duduk melamun sambil menatap televisi dengan pandangan kosong.

"sayang, apa yang kau lamunkan?. Ayo kemari, bunda ingin berbicara"

"iya bunda. Apakah bunda tidak apa-apa?"

"tidak apa-apa sayang, bunda sangat bahagia engkau telah memanggilku bunda"

"syukurlah kalau begitu. Maafkan Senu ya bunda, ayah. Selama ini Senu masih larut dalam perasaan sedih. Tapi sekarang Senu tidak lagi merasa sedih, karena sekarang bunda dan ayah adalah orangtua Senu sesungguhnya"

"terimakasih Senu, kami sangat bahagia karena engkau telah memanggilku bunda"

"iya Senu. Ayah sangat bahagia akhirnya engkau memanggilku ayah".

Sejak hari itu, Shinta dan Yohanes semakin semangat kerja dan lebih sering bersama keluarga. Sekarang lengkap sudah kebahagiaan Shinta dan Yohanes.

Suatu hari, Yohanes hendak membuka cabang perusahaan di kota Bandung. Karena banyak relasinya yang pindah tempat tinggal ke Bandung. Yohanes berharap Senu bersedia memimpin perusahaan di Bandung.

"Senu, ayah telah membuka kantor cabang di Bandung. Tetapi ayah tidak bisa meninggalkan kantor pusat di Palembang ini nak. Maukah engkau membantu ayah memimpin perusahaan di Bandung? Bukankah engkau telah terbiasa membantu pekerjaan ayah di Palembang ini?"

Sebenarnya Senu kurang tertarik dengan pekerjaan itu. Tetapi Senu berfikir bahwa sangat besar kemungkinan untuk Senu bertemu kembali dengan kekasihnya, Delilah.

"baiklah ayah, tentu saja Senu bersedia membantu ayah memimpin perusahaan di Bandung".

Hari Senin Senu berangkat ke Bandung dengan pesawat pribadinya. Disana Senu telah dikenal oleh karyawannya, karena sebagian besar karyawannya adalah pindahan dari kantor pusat di Palembang.

Tanpa diduga, ternyata relasi kerja perusahaan yang dipimpin Senu adalah perusahaan milik Antono ayahnya Delilah, dan yang mengurus perusahaan Antono adalah Delilah sendiri.

Tentu saja Senu dan Delilah sering berjumpa dan bekerjasama. Tapi mereka tidak saling mengenal, karena setahu Delilah Senu bukanlah Airish dan Senu memanggil Delilah dengan nama Junnu.

Sebenarnya Delilah memiliki banyak kemungkinan untuk bertemu dengan Airish. Tapi Delilah tidak menyadari bahwa selama ini Airish tidak jauh darinya. Begitu juga sebaliknya, Airish juga tidak menyadari bahwa Delilah yang menemaninya selama ini.

Hal ini disebabkan karena baik Delilah maupun Airish telah mengganti nama. Tentu saja mereka tidak saling mengenal, karena wajah mereka telah berbeda dengan bertambahnya usia dan berubahnya pola kehidupan.

Seringkali Antono berjumpa dengan Yohanes untuk penandatanganan kontrak kerja. Dibalik urusan bisnis, mereka pernah menjodohkan anak mereka, tetapi tidak dianggap oleh Senu maupun Junnu, karena mereka berdua masih saling menunggu untuk bertemu kembali dengan cinta pertama mereka.

"Junnu, Mengapa engkau tidak mau papa jodohkan dengan Senu anak teman papa?"

"maafkan Junnu papa, Junnu telah memiliki pilihan sendiri"

"eh, cie-cie... Ternyata anak papa sudah punya calon sendiri ya.. Kapan engkau akan memperkenalkannya kepada papa dan mama nak?"

"belum saatnya papa, Airish sekarang masih sibuk di Palembang".

"Apakah maksudmu Airish yang seorang pengamen jalanan itu?

"jangan memandang derajat, papa. Lagipula siapa yang bisa menyangka kehidupan seseorang? Bisa jadi sekarang Airish telah menjadi orang yang sukses"

"Baiklah, sejak dahulu papa kehabisan akal untuk mengarahkanmu. Segeralah cari tahu kekasihmu itu, jika sesuai dengan harapan papa, tentu papa merestuinya"

1
Gamar Abdul Aziz
terlalu DRAMA thor
Hendro Widodo
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!