Tania 18 tahun,ia terpaksa menikah di usianya yang masih belia dikarenakan perjodohan dari kedua orang tuanya dengan Radit 25 tahun anak dari juragan tanah ditempat tinggal Tania. Akan tetapi Radit tidak menyetujui pernikahan tersebut karena dia sudah memiliki seorang kekasih yaitu Amel cinta pertamanya.
3 bulan pernikahannya Tania dan Radit tidak pernah melakukan malam pertama,sedangkan malam pertamanya dia habiskan bersama dengan Amel.
karena sudah jenuh dengan kehidupan pernikahannya,akhirnya Tania memutuskan untuk bercerai dengan Radit dan pergi ke kota. Di kota ia bekerja sebagai kurir makanan di buah restoran.
Andrian,27 tahun. pengusaha muda yang sukses yang hingga kini belum menikah,secara tidak langsung ia bertemu dengan Tania karena kecelakaan. Bagaimana kisah selanjutnya?
Hallo reader,salam kenal dari author pemula ini yaaa🥰🥰ditunggu like,koment dan saran yang membangun untuk meningkatkan kemampuan menulis author.
Selamat Membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom naq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Amel
Deg
Jantung Amel berdetak kencang, dia begitu takut akan kehilangan Radit karena dari Raditlah dia bisa mendapatkan segalanya jika Radit meninggalkannya maka apapun yang dia inginkan tidak akan pernah dia dapatkan dari orang lain sebab Radit adalah sumber mata uangnya selama ini.
"Bagaimana ini,aku tidak boleh kehilangan Radit,jika aku kehilangan dirinya maka habislah riwayat ku," bathin Amel.
Amel sedang memikirkan bagaimana caranya agar Radit bersimpati padanya,dan pada akhirnya Amel berpura-pura menangis,agar Radit mau membatalkan pertunangannya.
"Hiks....hiks..hiks..tega kamu Beb! setelah seminggu kamu menghilang tiba-tiba kamu muncul memberikanku kabar buruk seperti ini."
" Kamu telah mengkhianati cinta kita yang telah kita bina selama 3 tahun,kenapa beb?"tanya Amel.
"Apa yang kurang dari aku sehingga kamu mau menerima perjodohan itu? Jawab beb?" Amel bertanya sekali lagi sambil menangis.
"Maaf,sayang!" Radit yang terlihat bingung akan tetapi hanya itu yang bisa dia ucapkan sekarang ini.
Perhatian semua pengunjung cafe terkutuk pada keduanya,karena merasa diperhatikan akhirnya Radit mengajak Amel untuk keluar dari cafe.
"Sayang,ayo keluar! Tidak enak dilihat semua orang nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu lagi." Radit sambil menarik tangan Amel pean sambil memperhatikan semua orang yang melihat mereka berdua.
"Gak mau, lepas!"
"Sayang...kita ke taman,nanti akan aku jelaskan semuanya di sana."
Amel menatap Radit dengan sinis,lalu dia ikut berdiri dan berjalan mengikuti Radit dari belakang,selanjutnya Radit berjalan ke arah kasir untuk membayar tagihannya tadi.
Setelah membayar semuanya,mereka segera keluar untuk menuju parkiran mobil. Saat mereka ke luar ada beberapa pelayan yang sedang berbisik dan tak sengaja di dengar oleh Amel.
"Bukankah itu laki-laki yang seminggu lalu kemari?"tanya pelayan satu.
"Eh..iya bener! Tapi sepertinya yang perempuan beda sama yang kemarin."balas pelayan yang satunya sambil memperhatikan Amel.
"He'em"
"Tapi yang kemarin lebih imut-imut kalau yang ini lebih amit-amit."
"Ha..ha..ha...ha..."kedua pelayan itu tertawa terbahak bahak.
Secara reflek Amel menoleh ke belakang saat kedua pelayan itu,tatapan Amel menghunus kepada mereka,langsung saja kedua pelayan itu menutup mulut mereka rapat-rapat tapi masih disertai tawa kecil dan tidak melihat ke arah Amel.
Radit yang juga mendengar pembicaraan kedua pelayan itu hanya diam saja dan segera menarik kembali kekasihnya tersebut. Akan tetapi Amel segera menepis tangan Radit dan berjalan mendahului Radit,sedangkan Radit hanya mampu menggeleng kepalanya.
Sesampainya di parkiran,sebelum masuk Amel bertanya pada Radit, "Apakah kamu pernah bertemu dengan gadis itu disini?"
" Iya,itu pertemuan pertama kami, kemungkinan kedua pelayan itu masih mengingat kami yang berdebat sehingga mengundang perhatian pengunjung di sini." jawab Radit jujur tanpa menutupinya.
Amel yang mendengar itu langsung memandang kedua mata kekasihnya itu untuk melihat adakah kebohongan yang dia ucapkan. Akan tetapi Amel tidak melihat itu semua,sehingga Amel tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam mobil. Radit yang heran dengan sikap Amel hanya mengedikkan bahunya,tanpa menunggu lama Radit memutari mobil untuk masuk dan duduk di kursi kemudi.
Selanjutnya dia menjalankan mobilnya menuju taman terdekat.
****
Sesampainya di taman Radit mencari tempat duduk untuknya dan juga Amel,untungnya di taman saat ini dalam keadaan sepi hanya satu sampai dua orang yang datang.
"Duduk di sana saja sayang." Radit yang berusaha ingin menggandeng tangan Amel tapi di tepis kembali oleh Amel.
"Jangan pegang-pegang,aku lagi marah sama kamu!" bentak Amel.
"Kamu mau minum apa biar kaku belikan dulu?"
"Terserah!"
"Baiklah,aku pergi dulu sebentar untuk membeli minuman,kamu tunggu di sini dulu."kata Radit sebelum pergi membeli minuman untuk mereka berdua.
Setelah beberapa menit Radit datang dengan membawa dua botol minuman dingin serta beberapa cemilan untuk dimakan.
"Ini sayang,buat kamu." Radit menyerahkan botol minuman setelah membuka tutup botolnya,sedangkan Amel hanya menerima dan masih tetap diam.
Sebelum berbicara Radit duduk di sebelah Amel dan meneguk minumannya sedikit.
"Kheemm." Radit berdehem terlebih dahulu untuk menetralkan detak jantungnya yang dari tadi membuat dia gelisah karena dia takut akan reaksi Amel setelah mendengar penjelasan darinya.
flashback on
"Radit...duduk sini dulu, papa ingin bicara sama kamu penting." panggil papa Wira saat melihat Radit yang baru pulang kerja.
"Ada apa pa?hari ini aku capek banget,aku ingin segera istirahat." jawab Radit beralasan.
"Sebentar saja,setelah itu kamu boleh ke kamar untuk beristirahat."
"Baiklah!" Radit langsung duduk di depan papanya.
"Papa akan menjodohkan mu dengan anak teman papa,kebetulan dia juga sudah lulus sekolah."
"Apa pa?" Radit kaget setelah mendengar perkataan papanya.
"Pa,ini bukan jaman Siti Nurbaya ini jaman modern pa,bukan jamannya perjodohan pa. Radit sendiri juga sudah punya pacar dan sebentar lagi akan aku perkenalkan pada kalian." jelas Radit yang menolak perjodohan itu.
"Benar pah,kata Radit! Sekarang ini bukan jamannya perjodohan,bukan kita yang harus menentukan masa depan anak-anak kita biar mereka sendiri yang mencari dan kita tidak usah ikut campur masalah mereka pah." kata Bu Ningsih sambil meletak kan kopi dia tas meja.
"Tidak ada alasan untukmu untuk menolak kemauan papa,besok malam temui gadis itu di cafe X agar kalian bisa saling mengenal dan juga namanya adalah Tania,jangan lupa putuskan kekasihmu itu papa tidak akan merestui hubungan kalian,restu papa hanya untuk Tania jika dia menjadi istri kamu."
"Jika kamu menolak maka siap-siap angkat kaki dari rumah ini dan tinggalkan semua fasilitas yang telah papa berikan kepadamu,biar kamu tahu gimana hidup menjadi gelandangan,camkan itu!"lanjut papa Wira dengan nada ancaman.
"Tapi pah...kenapa papa harus memaksa Radit untuk menikah dengannya,akupun juga belum mengenal dia,ini tidak adil pah buatku!"jawab Radit tidak terima.
"Maka dari itu temui dia besok malam,gampangkan?"papa Wira sambil menyeruput kopinya.
"Aaargh."Radit berjalan dengan emosi menuju kamarnya tanpa memperdulikan lagi orang tuanya.
Flashback off
"Begitulah ceritanya sayang,makanya aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti dan mengikuti kemauan papa dari pada nanti aku jadi gelandangan,memang kamu mau punya kekasih gelandangan?"tanya Radit memelas
Amel berpikir sejenak,"Sial...susah juga kalau begini,jalan satu satunya aku juga harus ikut dalam permainan ini agar aku bisa memantau Radit."bathin Amel.
" Kalau begitu ikuti saja kemauan dari papamu itu."Amel menghela nafasnya sambil tersenyum kepada Radit.
"Terima kasih sayang,kamu sudah mengerti keadaanku ini yang berada di posisi sulit." ucap Radit sambil mencium kening Amel bahagia.
****
Di sisi lain di depan taman dimana Radit dan Amel duduk berduaan,ternyata ada yang sedang memperhatikan mereka.
Bersambung
sejauh ini alur cerita masih belum ketebak .... semangat thor ....
semoga ceritanya ngak terlalu berat dan alurnya bagus bisa menambah kosakata bahan candaan .....
bercyandaaaa dan berharap dapat cuannnn yg banyakkkkk..