Namaku Zea Amalia Putri. Kehidupanku awalnya adalah sebuah kehidupan yang banyak diimpikan oleh sebagian anak diluaran, Aku terlahir dari keluarga yang serba kecukupan, dalam hal materi maupun kasih sayang, meski Ayahku sudah meninggal saat aku masih kecil, namun peran Ayah selalu aku dapatkan dari kakak sulungku Yang sejak dulu begitu amat menyayangiku, bahkan selalu menjagaku dalam segala keadaan. Ibuku juga tak kalah dengan kakakku, dia begitu menyayangiku dan menjagaku, layaknya berlian baginya.
Tapi datangnya cinta perlahan membutakan mataku, Menghancurkan hidup, masa depan serta mentalku, Hancur sehancur-hancurnya, Sampai rasanya aku ingin meninggalkan dunia ini saja.
Dan ...
inilah kisahku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 7
.
.
.
Baru saja membuka mata, Zea sudah melihat ponselnya berbunyi jika ada pesan masuk.
Dengan malas Zea membuka pesan dari siapa sepagi itu.
Segeralah bangun, semangat sekolahnya ya ??
Zea tersenyum lebar sekali. Ternyata dari Leo. Bahkan sepagi itu Leo sudah mengirim dia pesan.
Ketukan pintu beberapa kali terdengar.
"Zea.. Bangun Nak.. Ayo sarapan.."Suara Ibu Salma
"Iya Ma.."balas Zea dari dalam. Ia pun segera beranjak dari tempat tidur. dan buru-buru membersihkan diri.
.
.
Zea sampai didepan sekolahannya, Ia tidak menyangka ternyata Leo sudah menunggu disana.
"Hay.."sapa Leo.
"Hay.. kamu ngapain kesini Leo ??"Tanya Zea begitu terkejut.
"Sengaja mau ketemu kamu.. Ini buat sarapan kamu, aku buat sendiri loh, sebagai tanda pertemanan kita, Kalau nggak enak mohon maklum ya ??"Leo menyodorkan sebuah kotak makanan.
"Ya ampun Leo.. maksih banget.. Jauh-jauh sampai dianterin, kenapa tadi nggak bilang kan biar aku yang ambil kesekolahmu.."Balas Zea.
"Nggak keren Dong, Masak kamu suruh ambil sendiri.. Ya udah, aku jalan dulu ya ?? hampir jam masuk sekolah.."Ucap Leo.
"Hati-hati jangan ngebut.."Pesan Zea. Anggukan Leo menjadi jawabannya.dengan senyum bahagia Zea berjalan masuk kedalam sekolah sembari memeluk kotak makan dari Leo.
"Zee !!!?"Sebuah panggilan membuat Zea menoleh kebelakang lagi.
"Hay Vin.. Baru datang juga.."Balas Zea denga. Ramahnya.
"Iya.. Tadi aku lihat kamu sama anak SMA PERKASA. Kamu kenal sama Leo ??"Vino
"Baru kenal. Ini dia kesini cuma mau kasih ini keaku.."Balas Zea penuh semangat.
"Oh.. "
"Ya sudah aku duluan ya Vin.."Zea bergegas lebih dulu, Vino hanya menatap kepergian Zea dari jauh. Memang sejak lama Vino menyukai Zea, Namun Vino tau betul jika Zea belum.boleh berpacaran oleh kakaknya sampai lulus SMA.
.
.
"Tumben bawa bekal ?? Biasanya nggak.."Tegur Mulan saat Zea menolak diajak makan siang kekantin ketika jam istirahat.
"Iya, Ini dari Leo. Dia tadi nganter kesini.."balas Zea.
"Leo ?? Dari sekolah PERKASA kan ?? Jauh-jauh kesini cuma nganter bekal buat kamu ??"Mulan keheranan.
"Ala.. Dia itu cuma mau mata-matain anak-anak basket kita deh kayaknya.."Timpal Amel sekenanya.
"Eh.. Nggak kok, Leo cuma diluar gerbang. sengaja nungguin aku. Bukan masalah basket. Kamu kenapa sih Mel.."Sanggah Zea.
"Lagian kalian kan baru kenal. Masak dia perhatian sampai kayak gitu.. Awas lo nanti makanannya ada guna-gunanya."Imbuh Amel.
"Aduh.. Kamu tuh jangan gitu Mel, Niatnya Leo baik kok. Dia cuma mau temenan aja sama aku.."Terang Zea.
"Amel takut cowok kecintaannya kalah sama Si Leo Loh Ze, makanya dia kayak gitu.."canda Mulan.
Zea terkekeh mendengarnya. Amel pun ikut tertawa bersama.
"Urusan pertandingan besok jangan dibawa-bawa kehati sayang.."Imbuh Zea. Kembali mereka tertawa lepas bersama.
.
.
Hari itu Zea dan teman-temannya pulang cukup sore. Karna mereka harus latihan Cheerleaders. Zea dan kedua temannya berpisah dilahan parkir sebab Zea juga sudah dijemput oleh sopirnya sementara kedua temannya naik mobil sendiri-sendiri.
"Pak.. nanti mampir dimini market ya, saya mau beli air dingin.."Pinta Zea sesaat setelah dia masuk kedalam mobil.
"Siap Non.."Balas Pak Gun
Zea turun sendiri guna membeli air dingin saat sampai diMini market.
saat membayar ponsel Zea berbunyi segera Zea menerimanya.
"Hay Leo ?? Ada apa ??"
"Kamu dimana ??"Tanya Leo.
"Aku dijalan mau pulang, kenapa ??"Tanya Zea balik.
"Mampir kecafe kemarin bisa ?? Pingin ngobrol.."Pinta Leo.
"Em.. Sorry ya, Kayaknya nggak bisa deh. Ini udah sore banget. Tadi aku latihan Cheers jadi belum pulang sama sekali.. Ibuku bisa marah kalau sampai magrib.."balas Zea tidak enak.
"oww gitu. Ya udah, lain kali aja.."timpal Leo.
"Sorry ya.."
"Santai Aja Ze..oke hati-hati dijalan ya ??"
"Oke.."Panggilan mereka berakhir.
Zea pun langsung buru-buru masuk kedalam mobil. Sebab hari memang sudah cukup sore.
.
.