Zelda yang sedari kecil berambisi bisa bahkan lebih hebat dari ayahnya,terus berjuang belajar dan berprestasi agar bisa membangga kan kedua orang tuanya terutama ayahnya. Walaupun usianya masih muda namun kepintarannya tidak bisa diremehkan.Dia bekerja di perusahaan ayahnya sambil menyelasaikan kuliahnya yang saat ini sedang menyusun Tugas Akhir.
Namun ketika dia hampir menyelesaikan gelar S1 dan berniat meneruskan gelas S2nya di luar negeri ayahnya menjodohkan Zelda dengan anak rekan bisnisnya yang bernama Dirga. Perbedaan usia di antara mereka berdua dengan status Dirga yang pernah menikah dan mempunyai seorang anak menyebabkan banyak perselisihan di antara mereka.Di tambah lagi kehadiran seseorang dari masa lalu mereka berdua yang ingin mendapatkan kebahagiaannya dan merebut Dirga kembali.
Apakah Zelda dan Dirga dapat bersatu,dan bagaimana mereka berdua dapat mempertahankan hubungan mereka.... Cinta,kasih sayang,harapan,rasa kecewa dan benci akankah bisa dipersatukan dalam satu ikatan yang terjalin karena satu kata "Perjodohan".....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma Wildatuss'abani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku berbeda dengan dirimu
Wajah Dirga tampak kesal padaku, apalagi ketika dia melihat apa yang ku bawa ke dalam mobil,satu kresek besar berisi beberapa bungkus nasi kucing. Wajahnya sungguh terlihat sangat tidak ramah terhadapku.Bagaimana denganku
.....Sebaiknya abaikan saja tidak penting menanggapi atau membalasnya..... Gerutu dalam hati.....Walaupun sejujurnya sejak awal pertemuan kami aku memang tidak menyukai sikap Dirga yang sombong angkuh dan arogan...Pria yang berhati beku!
"Kau sudah membuang-buang waktuku... Untuk apa kau bawa kresek hitam itu ke dalam mobilku!Membuat aroma yang tidak sedap saja!"Bentak Dirga yang terlihat sangat kesal padaku.
"Maaf...!"Jawabku sambil mengoleskan handnitizer ke kedua tanganku.
Walaupun aku juga sangat kesal terhadap sikapnya,tapi aku lebih memilih untuk mengabaikannya saja.Malas bila harus berdebat dengan pria seperti dia.....
Di Taman Kota biasanya anak-anak asuhku berkumpul.Mereka adalah anak-anak jalanan yang berjuang keras untuk bertahan hidup.Mengamen,tukang semir sepatu,loper koran,berdagang asongan,berjualan es atau minuman,dan aktifitas lainnya mereka jalani hanya untuk sesuap nasi demi bertahan hidup. Aku dan teman-teman kuliahku kami bergabung sebagai aktifis sosial yang sering melakukan kegiatan sosial untuk membantu anak-anak yang kurang mampu seperti mereka.Selain itu aku dan teman-teman mendirikan"Rumah Pintar"yang di khususkan bagi mereka anak-anak yang kurang mampu untuk mempunyai keterampilan,dan mengajarkan pendidikan sekolah umum dan memberikan beasiswa bagi mereka untuk dapat meneruskan pendidikannya untuk kehidupan yang lebih baik di esok hari.
Seiring dengan berjalannya waktu banyak tenaga sukarela dan para donatur yang bergabung denganku di "Rumah Pintar"...Dan hasilnya sungguh membuatku senang,karena banyak di antara anak-anak asuhku di "Rumah pintar"yang berprestasi dan dapat melanjutkan pendidikannya.Sungguh semua itu merupakan kebahagiaan yang tak terkira bagiku.
"Pak Supir tolong berhenti sebentar di depan Taman Kota!"Seruku pada Pak Supir.
Kemudian Mobil pun berhenti di pinggir jalan di depan Taman Kota.Tampak sekumpulan anak-anak jalanan sedang berkumpul di tempat itu.Aku pun segera turun dari mobil sambil membawa kresek hitam di tanganku.Tanpa memperdulikan Wajah Dirga yang tampak bertambah kesal terhadapku,mungkin kekesalannya sudah di ubun-ubun.....
"Jon.....!"Teriakku memanggil salah-satu anak asuhku,sambil melambaikan tanganku kepada anak-anak yang sedang berkumpul itu.
Anak-anak itu segera berlari menghampiriku..."Kak Zel!"...Teriak anak-anak itu sambil berebut ingin bersalaman denganku.
"Kak Zel...ke mana saja sudah dua minggu ini Kak Zel tidak mengunjungi kami di "Rumah Pintar"Ujar anak-anak itu.
"Iya.....Kak Zel ke mana saja!"Ujar anak-anak yang lain.
"Maaf,anak-anak Kak Zel sekarang sedang sibuk.Nanti kalau ada waktu pasti Kak Zel akan mengunjungi kalian di "Rumah Pintar"...Jawabku kepada anak-anak itu.
"Apa Kak Zel tidak merindukan kami?" Seru anak-anak itu.
"Tentu saja Kak Zel merindukan kalian...Kalian semua kan adik-adik Kak Zel yang baik!"Jawabku kepada anak-anak itu.
"Maaf anak-anak Kak Zel tidak bisa terlalu lama di sini.Kak Zel harus pergi dulu,Bosnya Kak Zel sedang menunggu di dalam mobil.Nanti dia bisa marah sama Kak Zel...!"Ujar Zelda.
"Jon..... Tolong bagikan nasi bungkus ini kepada teman-temanmu,sisanya bagikan ke yang lain!"Seruku pada Jono,anak asuh yang tertua di antara yang lain.
"Baik,Kak!"Jawab Jono sambil mengambil kresek hitam dari tanganku.
Akupun segera bergegas pergi meninggalkan mereka menuju mobil.
"Dah....Kak Zel!"Teriak mereka sambil melambaikan tangan.
Akupun tersenyum dan membalas lambaian tangan mereka.Lalu masuk ke dalam mobil,dan di sambut Dirga dengan amarah kekesalannya yany sepertinya sudah mencapai puncaknya.
sadar lah zelda sebelum terlambat.cepat lah kembali sm dirga.sabar seseoarang ada batasnya.