Indonesia
NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

BERMAIN API DENGAN SUAMI IBU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Clarissa kehilangan segalanya setelah bisnis ayahnya hancur dan sang ayah meninggal dalam kesengsaraan. Saat hidupnya kembali berubah karena pernikahan rahasia ibunya dengan seorang pengusaha kaya, Clarissa menemukan kenyataan yang jauh lebih pahit.

Pria itu ternyata menyimpan rahasia tentang kehancuran keluarganya.

Clarissa berniat mendekatinya demi membalas dendam. Namun, permainan yang awalnya hanya penuh kebencian perlahan berubah menjadi perasaan yang tak seharusnya ada.

Jika dendam membawanya ke dalam pelukan pria yang sama sekali tak boleh ia cintai… apakah Clarissa mampu berhenti sebelum semuanya terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPULANGAN DI BAWAH BASAH HUJAN

Taksi yang kukendarai melaju membelah malam Jakarta yang kian pekat disiram hujan deras.

Di balik kaca mobil yang berembun, kerlap-kerlip lampu ibu kota tampak pudar dan samar seperti potongan-potongan ingatan masa lalu yang terus memburu dalam benakku.

Ponsel di genggamanku masih terasa hangat bekas panggilan dari Raymond.

Nada bicaranya yang singkat dan terkesan dingin tadi tidak sanggup menyembunyikan fakta bahwa pria itu memikirkan keberadaanku.

Seorang taipan tambang emas berusia 35 tahun yang terbiasa mengendalikan jutaan dolar dan ribuan nyawa pekerja, kini meluangkan beberapa detik dari waktunya yang berharga hanya untuk memikirkan jam berapa anak tirinya pulang.

Umpannya sudah dimakan.

Mobil melambat dan berbelok memasuki gerbang besi tempa mansion yang megah.

Cahaya lampu sorot taman memantul indah pada air mancur dan dinding kaca bangunan.

Setelah melunasi ongkos taksi, aku melangkah keluar dari mobil membawa payung hitam yang diberikan oleh pengemudi.

Langkah kaki dengan sepatu hak tinggiku mengetuk pelan lantai marmer teras luar yang basah.

Baru saja aku hendak memutar handle pintu utama, pintu berukir itu sudah terdorong terbuka dari dalam.

Bukan pelayan.

Bukan pula Ibu.

Raymond berdiri di sana, menjulang tegap di ambang pintu.

Pria itu mengenakan kemeja kain hitam yang dua kancing teratasnya sengaja dibiarkan terbuka, memperlihatkan samar-samar garis tulang selangka dan dada bidangnya yang kukuh.

Celana kain gelapnya tampak santai, namun cara dia berdiri dengan kedua tangan bertengger di dalam saku celana memancarkan aura dominasi mutlak yang sukar diabaikan.

Aroma parfum kayu bernuansa maskulin bercampur wangi hujan segar menguar kuat dari tubuhnya.

"Kamu terlambat sepuluh menit dari perkiraanmu," suara bass Raymond yang berat dan parau langsung menyambutku, memecah kesunyian malam yang diiringi gemuruh air hujan dari bubungan atap.

Aku menutup payung hitamku yang basah, menyandarkannya di tepi wadah porselen teras, lalu menatap lurus ke dalam manik mata hazel miliknya yang begitu pekat.

Rambutku yang sedikit terkena cipratan air hujan tampak berkilau di bawah pendar lampu gantung teras.

"Taksi sedikit tertahan di persimpangan jalan, Raymond," jawabku pelan.

Suaraku keluar dengan nada serak yang lembut dan sangat tenang.

"Aku tidak tahu kalau ada yang menghitung menit demi menit kepulanganku di rumah ini."

Raymond tidak berkedip.

Manik mata hazel-nya perlahan bergulir turun, meneliti penampilanku.

Gaun terusan kasual warna putih gading yang kukenakan sedikit lembap di bagian bahu dan dada, membuatnya mencetak agak ketat di lekuk tubuhku yang tinggi semampai bagai gitar Spanyol.

Tatapannya menetap selama beberapa detik di area leher jenjang dan tulang selangkayu yang terbuka, sebelum kembali terkunci pada mataku.

"Ibumu sudah masuk ke kamar.

Dia mengeluh migrain dan meminum obatnya sejam yang lalu," ujar Raymond datar, mengabaikan sindiranku dengan begitu tenang.

Ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam ruang tengah yang luas, memberiku ruang untuk melangkah masuk.

Aku menutup pintu utama, menguncinya perlahan, lalu menyusul langkah pria itu.

Langkah kaki telanjangku di atas lantai marmer yang dingin terasa kontras dengan suhu dadaku yang bergejolak.

"Lalu... kenapa kamu belum tidur?" tanyaku, memberanikan diri berjalan bersisian di samping tubuh tingginya.

Jarak di antara kami hanya terpisah beberapa sentimeter; aku bisa merasakan kehangatan yang memancar dari tubuh tegapnya.

Raymond menghentikan langkahnya tepat di dekat meja bar yang terletak di sudut ruang tengah.

Di atas meja kayu mahoni itu, terdapat sebuah gelas kristal berisi sedikit wiski berwarna keemasan.

Ia meraih gelas itu, memutar-mutarnya hingga es batu di dalamnya berdenting halus.

"Pekerjaanku baru saja selesai," jawab Raymond singkat.

Ia menyesap wiskinya sedikit, memperlihatkan gerakan jakunnya yang naik turun—sebuah gerakan maskulin yang terkesan sangat seksi dan membahayakan.

"Dan aku tidak suka ada anggota rumah ini yang berkeliaran di luar hingga larut malam tanpa pengawasan."

Aku menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan ironi, melangkah satu senti lebih dekat hingga aroma parfumku yang manis beradu langsung dengan aroma maskulin dari tubuhnya.

"Anggota rumah?" ulangku lirih, menatap mata hazel-nya dengan tatapan sayu yang penuh godaan tersembunyi.

"Atau kamu cuma cemas kalau aku bertemu dengan pria lain di luar sana, Raymond?"

Gerakan tangan Raymond yang memegang gelas kristal mendadak berhenti di udara.

Keheningan yang sangat pekat mencengkeram ruang tengah itu seketika.

Suara rintik hujan di luar seolah tenggelam oleh ketegangan tak kasat mata yang terbentang di antara kami berdua.

Raymond meletakkan gelas kristalnya kembali ke meja dengan ketukan pelan yang tegas.

Ia memutar tubuhnya sepenuhnya menghadapku.

Dengan tinggi badan yang menjulang jauh melampauiku, bayangan tubuhnya yang tegap seolah mengurung dan melahap sosokku sepenuhnya dalam cengkeraman aura dominan.

Pria 35 tahun itu menundukkan kepalanya sedikit, mendekatkan wajah tampannya yang tegas dan bergaris rahang kokoh itu hingga jarak di antara wajah kami hanya tersisa selebar telapak tangan.

Aku bisa merasakan hembusan napas hangatnya yang beraroma samar alkohol dan tembakau menyapu kulit pipiku yang mulus.

"Kamu sangat percaya diri untuk ukuran gadis usia dua puluh tahun, Clarissa," suara bass Raymond terdengar begitu rendah, parau, dan berbahaya—seperti guruh yang bergulung pelan di dalam dada.

"Kamu pikir permainan kecil yang sedang kamu mainkan ini tidak terlihat di mataku?"

Detak jantungku bergemuruh heboh di dalam rongga dada, tetapi aku menolak untuk memalingkan wajah atau melangkah mundur.

Ini adalah momen pertarungan aura yang sesungguhnya.

Kalau aku mundur satu langkah saja malam ini, seluruh rencanaku untuk menghancurkan Ibu melalui pria ini akan runtuh seketika.

Aku membusungkan dadaku, biarkan gaun putih tipisku yang lembap menyentuh lembut bagian depan kemeja hitamnya.

Aku mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata hazel-nya yang dingin bagai es namun menyimpan kilatan liar yang tertahan.

"Kalau kamu tahu ini sebuah permainan, Raymond..." bisikku sangat pelan, membuat bibirku hampir bersentuhan dengan garis rahangnya yang tegas, "...kenapa kamu tidak menghentikannya sejak awal?

Kenapa kamu malah berdiri di sini... menungguku pulang?"

Raymond tidak menjawab seketika.

Matanya menyipit tajam, mencengkeram seluruh inci wajahku dengan tatapan intensitas tinggi yang bisa membuat wanita mana pun luluh dan berlutut.

Ibu jari tangannya yang panjang dan berurat perlahan terangkat, mengusap lembut satu titik air hujan yang tersisa di sudut bibirku dengan gerakan yang sangat pelan namun terasa menyengat bagai aliran listrik.

Sentuhan jarinya yang hangat dan sedikit kasar di bibirku membuat napasku tertahan seketika.

"Karena..." bisik Raymond parau di depan bibirku, suaranya mengandung ancaman dan godaan yang sama kuatnya, "...aku ingin melihat seberapa jauh kamu berani membakar dirimu sendiri di dalam api yang kamu ciptakan."

1
Nda
ditunggu double upnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!