Indonesia
NovelToon NovelToon
Abangku, Canduku

Abangku, Canduku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Murni / Bad Boy / Cinta Terlarang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:67.1k
Nilai: 5
Nama Author: Azura Cimory

Bagi Yuka, keluarga berarti kehangatan. Tapi ketika ayahnya memperkenalkan istri baru dan seorang anak laki-laki bernama Edward, segalanya terasa asing. Hingga tragedi merenggut kedua orang tua mereka, meninggalkan Yuka dan Edward berdua dalam kesepian. Dari rasa kehilangan itu, muncul ikatan tak terduga. Ikatan yang manis sekaligus berbahaya, karena cinta mereka tak seharusnya ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Cimory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi-lagi Desiran Hangat Itu

Edward sedang asyik bermain playstation di ruang tengah, kebetulan saja ia membawa playstation itu dari apartemen. Yuka bergegas turun dari tingkat dua ketika melihat Edward yang sedang bermain. Ia menghampiri Edward dan duduk di sampingnya.

Yuka berencana hendak memotong rambut dan mewarnai ulang rambutnya yang mulai terlihat warna aslinya. Ia menyikut pelan lengan Edward.

“Kak, temenin aku.”

Edward menoleh dan menatap Yuka tanpa segera menjawab permintaan Yuka.

“Yey, mau nggak?”

“Hmmm ... ke mana?”

“Ke salon, mau potong rambut, sekalian mau cat ulang.”

“Potong rambut? Mau dicat? Kamu itu keseringan cat rambut nggak bagus!”

“Berisik! Mau atau nggak? Udah lama juga nggak jalan-jalan sama Kakak. Selalu aja ada alasannya setiap kuajak jalan. Gimana?”

“Iya. Sekarang? Berarti ... aku harus menyamar supaya nggak ada yang tahu siapa aku ketika jalan sama kamu.”

“Huum ... iya.”

“O.K. Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu,” jawab Edward. Edward mematikan playstation dan bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian.

Ia tak tahu betapa girang dan senangnya Yuka saat ia menerima ajakan Yuka untuk menemaninya ke salon. Yuka betul-betul kangen untuk jalan bersama Edward, karena kesempatan itu tak mungkin didapatkan Yuka setiap saat. Edward ... ya, ia terlalu sibuk dengan dunianya—meski semua itu dilakukan Edward untuk Yuka—memenuhi segala keperluannya.

Tak berapa lama kemudian, Edward sudah siap. Edward mengenakan kaos putih yang agak tipis, serta jaket coklat yang membalut tubuhnya dengan sempurna, dan celana pendek kargo bermotif loreng di bawah lutut.

Yuka memandang Edward tanpa berkedip, padahal ia tahu betul, ia sering melihat kakaknya terlihat keren memakai pakaian model apapun, tapi kali ini ... ia benar-benar terpesona.

Entah terpesona karena terlalu lama baru ini bertemu kembali, atau ada hal lain yang dirasakannya, yang jelas Yuka mengagumi sosok keren dan ganteng di hadapannya saat ini. Tak lupa Edward membawa topi dan kacamata hitam untuk menyamarkan wajahnya, agar tak ada yang mengenalinya sewaktu jalan bersama Yuka ke Mall.

Edward mengangkat satu alisnya yang tebal dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yuka yang masih juga tak berkedip. “Hey, apa yang kamu lihat sampai bengong?!”

Tiba-tiba Yuka tersadar dan terkejut melihat wajah Edward yang sudah berada di depan mukanya dan hanya berjarak beberapa senti darinya.

“Nggak, nggak lihat apa-apa. Aku ...,” jawab Yuka terbata tak tahu apa yang mau dikatakan. Ia merasakan degup jantungnya berdebar sangat cepat. Meski dulu hampir tiap hari melihat Edward, baru kali ia bertatap muka dengan jarak yang sangat dekat, hidung Edward ... menyentuh hidungnya! Yuka menggigit bibirnya sendiri karena gugup.

“Nggak usah terpesona gitu, Kakak kamu emang ganteng. Yuk, jalan. Ntar kemaleman.” Edward menarik tangan Yuka dan menyuruhnya untuk berdiri.

"Itu ... Kakak ganteng banget," jawab Yuka dengan wajah yang terlihat malu-malu, gadis itu merasakan desiran yang sama seperti Edward rasakan.

***

Sepanjang perjalanan, Yuka merangkul pinggang Edward dan bersandar di punggung lebar dan kokoh milik Edward. Sesaat Edward merasakan kehangatan yang diberikan Yuka padanya ketika tubuhnya menempel pada punggung Edward.

Beberapa pengendara motor yang melintas di samping motor Edward terkadang menoleh dan tertawa kecil melihat Yuka yang sedang merangkul Edward.

Mereka mengira Edward dan Yuka adalah pasangan aneh sesama jenis, karena seperti biasa, Yuka mengenakan pakaian cowok. Edward sudah terbiasa dengan tatapan aneh seperti itu dan tak mengambil pusing dengan cibiran dan tawa dari orang-orang iseng.

Motor yang dikendarai Edward berbelok memasuki area sebuah mall di daerah Bintaro. Ia menyuruh Yuka untuk turun dan menunggunya di pintu masuk sementara ia mencari parkiran.

Dengan gayanya yang santai dan cuek, Yuka mengeluarkan handphone miliknya dan asyik bermain-main dengan permainan sambil menunggu Edward selesai memarkirkan motor. Beberapa abg ada yang terus menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala—tanpa berkedip.

Terkadang beberapa abg usia belasan tahun berhenti di depan Yuka dan menatapnya. Yuka tak ambil pusing.

“Ganteng ya...” Terdengar bisik-bisik beberapa cewek abg yang melintasinya. Yuka mendongakkan kepala dan memandang ke arah mereka.

“Eh ... dia ngeliat kemari, gila ganteng banget!”

“Sorry lama, tadi parkiran penuh,” ujar Edward yang tahu-tahu sudah berdiri di sampingnya. Yuka tak mendengar apa yang dikatakan Edward karena ia sedang memandang ke arah lain.

“Heh! Ngeliatin apa?”

“Eh, Kakak? Kenapa?”

“Lha? Kamu ini ngeliatin apa sih, serius amat. Ayo, mau potong rambut nggak?”

“Itu, cewek-cewek pada genit gitu. Ngeliatin aku dari atas sampai bawah, terus bisik-bisik. Dibilang ganteng—“

“Hahaha! Ya iyalah ganteng, liat aja pakaianmu, potongan rambutmu, mukamu! Mana ada yang bakal berpikir kamu itu cewek. Makanya, bersikap seperti cewek biar dibilang cantik bukan ganteng.”

Edward tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya yang tegang karena terus menerus tertawa tanpa henti—mengetawai Yuka yang kemudian cemberut dan memonyongkan bibirnya.

“Ah masa bodo. Yuk ah,” ujar Yuka kemudian menggandeng Edward dengan cueknya.

“Heh, Kakak yang malu sekarang! Jangan gandeng gitu, nggak lihat apa, itu mereka ngeliatin ke arah kita sambil geleng-geleng kepala! Aku dikira homo!” bentak Edward sambil berusaha melepaskan pegangan Yuka di lengannya.

Yuka tak peduli, ia justru semakin mempererat pegangannya—ia menggoda Edward yang mulai salah tingkah. Edward mengenakan topi dan memasang penutup kepala yang ada pada jaket, agar tak ada yang mudah mengenalinya.

Yuka menatap Edward dengan kedua mata bulatnya yang sengaja diperbesar, “Biarin aja, siap suruh tadi ketawa!”

Ya, ya, beberapa pasang mata kini beralih memerhatikan Edward dan Yuka. Yuka masih menggandeng lengan Edward tanpa peduli tanpa dan bisik-bisik di dekat mereka. Ada yang berkat, “Wah, homo tuh! Ganteng-ganteng pada homo!”

Yuka ingin tertawa kencang mendengar apa yang mereka ucapkan, tapi urung. Ini pembalasan karena tadi Edward menertawakannya.

Selesai memotong rambut, Yuka meminta Edward untuk mengajaknya makan. Lagi-lagi Edward harus menahan malu ketika Yuka menggandengnya. Edward terus menunduk takut-takut jika ada yang mengenalinya di Mall tersebut, belum lagi ia jalan bergandengan dengan Yuka, bisa repot jika ada yang mengenalinya dan membuat berita aneh-aneh di media massa.

Sudah cukup sekali ia pernah terlihat jalan berduaan bersama Yuka beberapa bulan lalu, seorang wartawan iseng diam-diam mengambil foto Yuka dan Edward. Beruntung saat itu Edward bisa mengelak dari pemberitaan yang mengabarkan jika dirinya adalah seorang homo.

Ia hanya mengatakan jika yang bersamanya adalah sepupunya dan mereka memang terbiasa jalan bergandengan mengingat mereka dekat sejak kecil, terkadang mereka memang senang menggoda orang lain dengan keakraban mereka.

Meski publik tak sepenuhnya percaya, tetapi sosok Edward yang memikat dan penuh kharisma di setiap majalah yang memasang wajahnya di sampul depan, atau film-film lepas di televisi yang menjadikan ia sebagai aktor utamanya—menenggelamkan semua isu-isu tak sedap itu.

Tak lama kemudian, semakin banyak yang memerhatikan keduanya di Mall dan tertawa cekikikan. Ya, mereka tampak seperti pasangan sesama jenis yang sedang kasmaran.

Yuka menunjuk sebuah restoran yang menyajikan makanan Jepang. Ia memilih duduk di bagian depan.

“Puas? Sepanjang jalan tadi, sampai masuk ke salon terus ke sini, kita diliatin orang. Dikira homo!” Edward bersungut-sungut kesal. Yuka tak mengindahkannya, ia sibuk dengan makanan yang sudah tersedia di depannya. Sebuah sop yang berada di panci cukup besar dan kompor kecil berada di meja—langsung dicicipinya. Ia tak peduli Edward yang terus ngedumel nggak karuan.

“Kak, mendingan makan dulu daripada ngomel-ngomel. Yang tahu Kakak itu bukan homo, cuma aku,” jawab Yuka santai.

“Iya kamu, karena cuma aku yang tahu kalau kamu itu cewek! Yang lain mana tahu, mereka tahunya kalau kamu itu cowok. Lain kali, ganti pakai pakaian cewek biar nggak dikira—“

“Ssshhhttt ... nikmatin aja dulu makanannya ntar keburu dingin. Aku nggak mau mengubah cara berpakaianku, aku kan fans Kakak dari dulu. Weee ...,” jawab Yuka seraya menjulurkan lidahnya. Melihat wajah Yuka menggemaskan saat menjulurkan lidah, lagi-lagi Edward merasakan sesuatu, otaknya mulai tidak waras sepertinya.

Sabar Edward, sabar! Ujar Edward dalam hatinya berusaha menyabarkan diri sendiri. Ia bersumpah cukup ini yang terakhir kalinya ia jalan bersama Yuka, jika Yuka masih bersikeras mengenakan pakaian cowok! Ia sudah cukup malu dikira berjalan dengan sejenisnya. Nggak lagi-lagi!

1
Dewi Ansyari
Astaga pasti si sepupu Melinda deh yg nyulik Edward
Chairul Yamin
Edward tolol,,, coba 1 bab lgi aja klo misal gak sesuai exptcy mending off baca👎
D_wiwied
yuka bodoh, cinta sih cinta tp ya ga hrs gitu jg kalii.. tp di masa sekarang hal seperti itu sdh dianggap biasa jd yaaa terserah ajalah /Chuckle/
apiii
jalan cinta yg rumit🥲
apiii
IHH YUKAAA🥲
apiii
biasakan like dan komentarnya ya kakak" supaya author kita ini semangat up nya
Azura Cimory: Makasih Kakak udah support 🥰
total 1 replies
apiii
sangat bagus dan alur ceritanya tidak membosankan saya sangat suka sekali cerita ini lov buat author nya❤️
apiii
suka bangt sama si tomboy yukaa sama abang ed semoga cpt bersatu yaaa😍
apiii
kakak ed ternyata jago bahasa jerman😍
apiii
kenapa si ed🤭
Azura Cimory: Nggak mau ada sangun dia 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!