Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.7 Tawaran dari sang mafia

Pagi hari di ruang kerja Leon yang dingin, asisten pribadinya menyodorkan sebuah map tebal. Di dalamnya tertera seluruh riwayat hidup Luna secara detail penderitaannya, utang orang tua angkatnya, hingga kejujurannya yang bersih dari rekam jejak kriminal. Leon membaca tiap lembar dengan tatapan penuh analisis, menyadari bahwa ketulusan Luna pada Emily adalah hal yang tidak di buat-buat.

"Luna benar-benar tulus menyayangi Emily dan Emily juga sepertinya sudah merasa nyaman dekat dengan Luna," gumam Leon setelah membaca riwayat hidup Luna dan mengingat sikap lembut Luna pada Emily sejak mereka bertemu.

"Boss, ada satu hal yang sangat membuat Nona Luna menderita," ucap asisten pribadi Leon tiba-tiba setelah melihat Leon menyelesaikan membaca riwayat hidup tentang Luna.

"Apa itu," tanya Leon mengerutkan alisnya menatap tajam asistennya itu.

"Selama ini Nona Luna hanya di jadikan sebagai mesin pencetak uang oleh orang tua angkatnya, Uang hasil Nona Luna bekerja selalu di rampas oleh ibunya bukan hanya uang gajinya saja yang di rampas tapi juga uang lembur nya juga di kuasai oleh ibunya."

Leon mengeratkan gigi-giginya dia merasa geram mendengar perlakuan ibu Luna itu, mata Leon menatap lurus ke arah tembok yang ada di hadapannya sambil berkata dengan geram "Dasar orang tua yang tidak punya perasaan sama sekali!" umpat Leon.

"Cepat panggilkan Luna ke sini," perintah Leon pada asistennya itu.

"Baik boss," dengan segera asisten itupun keluar dari ruang kerja Leon dan berjalan ke dalam rumah mencari keberadaan Luna.

Asisten pribadi Leon menemukan Luna sedang menemani Emily bermain di taman belakang rumah mewah Leon. Asisten itu berjalan dengan bergegas mendekat ke arah Luna "Nona Luna, Tuan Leon memanggil Nona di tunggu di ruang kerjanya," ucap asisten itu pada Luna.

"Baik," ucap Luna menganggukkan kepalanya ramah pada asisten pribadi Leon itu.

"Emily main sendiri dulu ya, Tante Luna di panggil papanya Emily di suruh ke ruang kerjanya," ucap Luna pada Emily.

Emily menganggukkan kepalanya sambil menatap Luna "Tapi nanti Tante Luna kesini lagi ya, temani Emily bermain lagi," ucap Emily pada Luna sebelum dia pergi meninggalkan Emily.

"Tentu sayang, nanti Tante Luna akan ke sini lagi main sama Emily ya," Luna mengusap dengan sayang kepala Emily, kemudian dia pun berjalan mengikuti asisten Leon menuju ke ruang kerja Leon dan setiba di depan pintu ruang kerja itu, asisten Leon membukakan pintunya dan mempersilahkan Luna masuk ke dalam "Terimakasih," ucap Luna ramah pada asisten itu.

"Permisi Tuan. Tuan memanggil saya?' tanya Luna pada Leon yang sedang duduk di kursi kerjanya itu.

"Ya," Leon mengulurkan tangan kanannya pada Luna mempersilahkan untuk duduk.

Dengan perlahan dan sangat hati-hati Luna kemudian duduk di kursi tepat berhadapan dengan Leon.

Leon memanggil Luna masuk ke ruang kerjanya yang bernuansa kayu gelap. Di atas meja marmer yang dingin, Leon menyodorkan sebuah dokumen tebal berstempel khusus. Luna menatap berkas itu dengan bingung saat Leon memerintahkannya untuk membaca judul dokumen Perjanjian Pernikahan & Pengasuhan.

Luna menatap kertas-kertas itu dan dengan perasaan yang masih bingung Luna mulai membaca lembaran kertas-kertas itu dengan teliti tetapi Luna masih tidak paham juga dengan maksud tulisannya.

Leon melihat raut kebingungan di wajah Luna saat membaca isi berkas yang dia sodorkan tadi "Aku memberikan penawaran nikah kontrak padamu," ucap Leon pada Luna yang masih membaca isi berkas itu.

Luna menghentikan membaca berkas itu dan mendongakkan kepalanya menatap Leon "Nikah kontrak? maksudnya bagaimana?" tanya Luna pada Leon dengan wajah kebingungan.

Leon menjelaskan intinya tanpa basa-basi Luna harus menjadi istri sah secara hukum dan pengasuh penuh bagi Emily selama tepat 1 tahun. Selama periode ini, Luna wajib tinggal di kediaman Leon, menjaga Emily, dan bersikap sebagai ibu rumah tangga di depan publik demi mengamankan posisi Leon serta memberikan stabilitas mental bagi Emily.

"Kamu akan menikah secara kontrak dengan ku selama satu tahun dan untuk itu kamu juga harus ikuti semua peraturan yang sudah tertulis di dalam perjanjian itu. Kita akan menikah sah secara hukum dan selama satu tahun kamu menikah denganku kamu akan menjadi pengasuh Emily dan menjaganya penuh dan kamu juga harus tinggal di rumah ini menjadi ibu rumah tangga dan istriku di depan publik serta kamu juga harus memberikan kasih sayang dan rasa aman pada Emily, dan sebagai imbalannya aku akan memberikan gaji besar untuk kamu sebesar 100 juta setiap bulannya selama satu tahun penuh dan aku juga akan membayar semua hutang orang tua angkatmu dan akan menyelesaikan teror orang tua angkatmu dalam waktu satu kali dua puluh empat jam, aku juga akan menyediakan fasilitas mewah buat kamu. Bagaimana? Apa kamu setuju dengan penawaran ini? Tanya Leon tegas namun tidak mengintimidasi Luna.

Luna terdiam sesaat setelah mendengar perkataan Leon barusan "Seratus juta itu angka yang sangat besar sekali, aku bisa melunasi semua hutang aku pada Ibu dan aku juga bisa membeli rumah sendiri nantinya," batin Luna dalam hatinya berandai-andai tapi tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara Leon yang berkata padanya.

"Bagaimana? Apa gaji seratus juta satu bulan itu masih kurang?" tanya Leon pada Luna karena Luna masih terdiam.

Luna terperanjat dan sempat ragu karena sadar berurusan dengan mafia sangat membahayakan nyawanya. Namun, membayangkan harus kembali ke neraka orang tua angkatnya yang terus memeras dan menyiksanya, ditambah rasa sayangnya yang mendalam pada Emily yang trauma, Luna akhirnya membulatkan tekad untuk menerima tawaran gila tersebut

"T_tidak,tidak Tuan. Seratus juta itu sudah terlalu besar buat saya," ucap Luna dengan terbata.

"Lantas? Kamu setuju?" tanya Leon mengulangi pertanyaannya pada Luna.

Luna menarik napas panjang sesaat dia menatap Leon dan berkata padanya "Saya setuju Tuan, dan saya akan patuhi semua peraturan yang tertuang di dalam perjanjian itu," ucap Luna dengan yakin.

"Bagus, kalau begitu segera kamu tanda tangani perjanjian ini," Leon mengarahkan jari telunjuknya pada berkas perjanjian yang masih ada di depan Luna.

Dengan keyakinan penuh Luna meraih bulpen hitam yang ada di atas berkas perjanjian itu lalu dengan perlahan dia mulai membubuhkan tanda tangannya di atas kertas putih tersebut. Leon tersenyum tipis setelah melihat Luna menyelesaikan tangan tangannya.

"Sebentar lagi kita berangkat ke kantor catatan sipil untuk menikah," ucap Leon pada Luna.

"Baik Tuan," ucap Luna pasrah karena dia sudah memutuskan masuk ke dalam kehidupan Leon sang mafia.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!