Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Arga menatap hujan yang begitu deras melalui jendela kaca rumah nya, entah kenapa hatinya khawatir karena Ariana pergi begitu saja.

Saat pulang kerumah, ternyata sang istri tidak ada disana. Matanya terpejam beberapa saat sambil menghembuskan nafasnya pelan kemudian kembali membuka matanya.

"kamu dimana sayang ? Diluar sana hujan, tapi kenapa belum pulang juga kerumah". Gumam Arga terus melihat hujan yang semakin deras saja.

Drtttt

Drtttt

Arga segera mengambil ponsel nya dalam saku celananya, keningnya mengerut dengan nomor yang tertera karena disana adalah nomor yang tidak tersimpan pada ponsel nya.

"halo ...ini siapa ?". tanya Arga.

"tuan.... Ini saya, nyonya Ariana sedang ada dirumah sakit saat ini. Maaf ponsel saya mati jadi saya meminjam ponsel suster disini". Ternyata itu adalah Raka asisten nya

"rumah sakit ? Ada apa ? Apa yang terjadi dengan istri saya ?". Tanya Arga yah terlihat panik.

"sebaiknya tuan kesini dulu". jawab suster itu.

Tanpa bicara lagi, Arga mematikan ponsel nya dan segera menyambar dompet beserta kunci mobil nya yang diatas meja.

Sedangkan dirumah sakit, Ariana tengah ditemani oleh sahabatnya Mery, melihat dokter sedang mulai memakaikan perban kecil pada kening Ariana.

"sudah selesai...saya akan menuliskan resep salep agar luka nya cepat kering dan juga bekas nya hilang". Kata dokter itu mulai menulis resep pada sebuah kertas.

"ini dia...silahkan pergi ke bagian apotik". Persilahkan dokter itu.

"terimakasih dok, kalau begitu saya permisi dulu". Sang dokter mengangguk dengan senyum ramah.

Mery ikut berdiri. "masih sakit ?". Tanya Mery ketika sudah berada diluar ruangan.

"hanya luka kecil, kamu tenang saja". Mery menghela nafas panjang mendengar ucapan sahabatnya itu.

sejak dulu...setiap Ariana terluka pasti wanita itu akan mengatakan luka kecil. padahal saat itu luka nya begitu parah karena terjatuh dari motor hingga memakan sepuluh jahitan.

"lain kali jaga diri baik-baik Ariana, jika sakit katakan sakit. Jangan pura-pura kuat padahal kenyataan nya tidak seperti itu". Ariana terdiam mendengar ucapan Mery, tatapan nya lurus kedepan sebab sakit pada keningnya memang hanyalah luka kecil dibandingkan dengan sakit hati yang dirasanya saat ini karena ulah suaminya sendiri.

"iya...iya...bawel sekali sih sahabat ku ini". Ariana merangkul pundak Mery sambil tertawa.

Mery hanya mampu menghela nafas berat. "ayo kita tebus obat mu dulu".

keduanya kini berjalan dibagian administrasi untuk membayar terlebih dulu pengobatan Ariana, saat sedang berbicara dengan suster disana mereka dikejutkan oleh kedatangan Arga. Bahkan suster itu sampai menjatuhkan pulpen nya sebab Arga menggebrak meja saat sampai.

Nafas pria itu terlihat ngos-ngosan. "apa kamu baik-baik saja ?". Tanya Arga langsung mendekat kearah Ariana tanpa memedulikan Mery yang menatap nya tajam.

"tidak...". Jawab Ariana singkat.

"luka mu...apa parah ?". Ariana tidak menjawab, tapi tatapan Arga mengarah pada suster yang tadi menjatuhkan pulpen nya itu.

"ahhh nona Ariana tidak apa-apa, hanya luka dibagian kening saja". Jawab suster itu ramah.

"tuan ?". suster itu kembali membuka suara dengan nada bertanya.

"saya...".

"dia bos saya di perusahaan". Dengan cepat Ariana menjawab kemudian menyerahkan sebuah kartu ATM, dengan cepat suster itu menggeseknya dan menyerahkan kembali pada Ariana.

Arga menggeram marah mendengar ucapan Ariana yang seperti tidak menganggapnya suami, tapi Arga tidak sadar jika selama ini dia juga tidak menganggap Ariana adalah istrinya.

"nona Ariana bisa langsung ke apotik saja". Persilahkan suster itu, Ariana mengangguk paham.

"minggir". Mery menyenggol lengan Arga kemudian menarik tangan Ariana pergi dari sana.

Keduanya berjalan menuju ke apotik dan mengambil salep yang di resep kan tadi. Saat sudah berada ditangan Mery dengan cepat Arga merampasnya.

"biar Ariana pulang dengan ku". Kata Arga menatap tak suka pada Mery.

"pulang dengan mu ? Heiii suami durjana, jangan pernah menyakiti sahabat ku yah, jika sampai terjadi maka jangan menyesal jika Ariana akan pergi meninggalkan mu". Tunjuk Mery dengan penuh penekanan.

"jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga ku". Arga ingin menarik tangan Ariana tapi dengan cepat wanita itu menepis nya.

"aku berhak ikut campur, Ariana sahabat ku, sebagai sahabat aku tidak suka kamu menyakiti nya s*alan!!!". Akhirnya Mery mengumpati Arga.

Arga tidak menghiraukan ucapan Mery, kembali digapainya tangan Ariana tapi lagi-lagi menepisnya.

"aku akan pulang dengan Mery". Kata Ariana tapi Arga menggelengkan kepalanya pelan.

"tidak bisa, kamu harus pulang dengan ku". Arga mengeraskan suara nya sedikit hingga orang-orang yang ada disana berbalik menatap mereka.

Merasa tak enak, Ariana menghela nafas kesal. "kamu pulang duluan saja Mery".

Mery yang tahu situasi saat ini hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan. "baiklah ..jika ada apa-apa segera hubungi aku". Setelahnya Mery pergi meninggalkan Ariana dan Arga.

Arga menuntun Ariana hingga sampai diparkiran rumah sakit, tapi bukannya masuk dalam mobil Ariana malah mengambil ponsel nya dan ingin memesan taksi online.

"kamu mau apa ? memesan taksi online ?". Tanya Arga menatap Ariana dengan wajah kesal.

Arga yang kesal langsung menarik tangan Ariana dengan kasar. "kamu tidak menganggap aku suami mu ?".

Ariana menghempaskan tangan Arga dengan kasar, tatapannya tajam kearah Arga. "apa kamu menganggap ku juga istri mu ? selingkuh dengan putri dengan terang-terangan ?".

"jangan mengalihkan pembicaraan Ariana, ini tidak ada hubungan nya dengan putri. Berapa kali aku bilang kalau aku tidak selingkuh dengannya". Geram Arga.

"kamu bahkan memblokir nomor ku dan sekarang sengaja melukai dirimu sendiri hanya untuk mencari perhatian ku dan juga kenapa sekarang panggilan mu berbeda, 'kamu' ?". lanjut Arga lagi.

Ariana terkekeh pelan mendengar ucapan Arga.

"baru kali ini aku melihat orang senarsis kamu, tenang saja aku juga tidak akan dengan sengaja melukai diriku hanya untuk mencari perhatian pada suami seperti mu dan mulai sekarang aku tidak akan memanggil mu mas, hubungan kita tidak seperti dulu lagi". kening Ariana terangkat sebelah.

Arga memegang pundak Ariana. "jika Kamu marah karena aku membohongi mu, aku minta maaf dan tolong buka blokiran nomor ku". Arga mengerecutkan bibirnya menatap Ariana.

"tapi apa bisa kamu meminta maaf ke putri ? Tadi dia menangis karena kamu terlalu serius dalam bermain catur. Putri itu tumbuh dengan sangat dimanjakan, hatinya rapuh". Ariana menatap Arga tak percaya, entah apakah suaminya saat ini yang berdiri didepan nya.

Bagaimana bisa dia tidak bersalah sedikit pun harus meminta maaf pada putri ? bahkan Ariana tidak menyentuh putri sedikit pun tapi disuruh minta maaf.

"meminta maaf ? Apa otak kecil mu itu sudah konslet ? aku bahkan tidak melakukan apapun, dia yang terlalu cengeng hanya karena permainan dan kalah, apa harus menangis ? kamu sudah gila Arga". Tunjuk Ariana.

"Putri, dia...".

"katakan pada selingkuhan mu itu, jangan pernah pernah muncul didepan ku seenak nya dan juga jangan terlalu cengeng jadi wanita". Ariana memotong ucapan Arga.

"sudah berapa kali aku katakan Ariana, Putri hanya aku anggap adik, tidak lebih. Jadi jangan cemburu lagi yah, percaya padaku". Ariana tiba-tiba tertawa membuat Arga mengerutkan keningnya.

"ada yang lucu ?". tanya Arga menatap Ariana.

"memang lucu...ah iya selamat yah karena kamu mendapatkan adik baru". Jawab Ariana.

Arga menghela nafas, tapi tatapannya langsung tertuju pada sebuah mantel yang dipakai oleh Ariana.

dengan kasar Arga memegang mantel itu. "ini punya siapa ?". tanya Arga dengan tatapan tajam.

Ariana tersenyum kecil. "ini punya kakak ku yang baru saja ku akui".

Bersambung...

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!