Indonesia
NovelToon NovelToon
BACK TO YOU

BACK TO YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: odipee

Kehidupan yang mulanya tenang setelah sekian lama mengadaptasikan berubah menjadi kelam semenjak perintah dari orang tuanya mengudara mengusik telinga. Keputusan untuk meninggalkan masa suram seakan terhempas begitu saja kala suara dengan mimik memohon layang diucapkan yang tak mampu untuk terhindarkan.

Rosé tertampar kenyataan saat sekembalinya ia dari Amerika setelah pengasingan diri yang ia jalani berakhir dengan pertemuan yang selama ini sangat ia hindari. Delapan tahun Rosé harus meninggalkan Indonesia karena alasan yang ia simpan sendirian, tidak mau durhaka atas permintaan orang tua, ia terpaksa berakhir pulang ke Negara-nya.

Hal mengejutkan datang beruntunan membuntuti langkah Rosé manakala CEO di mana ia bekerja adalah mantan kekasihnya. Rasa cinta masih ada namun, Rosé harus menelan mentah-mentah saat ia kembali tersadar akan dirinya yang tak mampu membahagiakan, terlebih pria itu sudah punya tunangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon odipee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Suasana Rumah Sakit sangat berbeda hari ini, semua pegawai dibuat bingung, heran sekaligus senang, pemandangan pertama seumur mereka bekerja di Rumah Sakit, baru kali ini melihat senyum merekah seperti sinar matahari di pucuk kepala mencuar dari balik bibir seorang Vee Kanesh Bellamy.

Orang yang kesehariannya hanya berkutat dengan komputer dan tumpukan-tumpukan berkas, orang yang gila kerja dengan senyum seadanya bila diperlukan itu hari ini berubah total, bahkan warna rambutnya sangat mencolok, semua orang tidak menyangka—warna pirang.

Sejak tadi pagi bertemu lagi dengan Rosé, senyum Vee mengembang tanpa henti, seperti mendapatkan kebahagiannya kembali, wanita yang harusnya dia benci karena menghilang begitu saja justru menjadi alasan dia tersenyum lebar di pagi hari.

Senyum Vee lama-lama memudar setelah dia menyadari jika pesan yang dikirimnya untuk Rosé tak kunjung di balas, sejak berangkat ke kantor, sampai acara penyerahan CEO padanya, dia tidak berhenti menatap benda plasma persegi panjangnya itu.

Vee tereperajat mendengar notifikasi ponselnya, segera dia membuka, berharap itu adalah pesan dari mantan kekasihnya. Betapa sungguh ia merasa berasalah setelah membaca pesan yang baru saja masuk, bagaimana bisa dia melupakan tunangan tercintanya.

Sena: Vee kemana saja, bagaimana bisa aku tidak menemukanmu di mana mana.

Sena: Vee, aku di apartment-mu, aku membawakan makanan untukmu.

Sena: Maafkan aku sayang, aku hanya kawatir kau kelaparan dan hanya makan ramen.

Sena: Vee, apa kau baik-baik saja, aku memaafkanmu walaupun kau mengabaikannku.

Betapa bodohnya Vee, bagaimana bisa dia tidak melihat satupun pesan dari Sena sejak kemaren, sebenarnya apa yang dilakukannya.

Vee: Maaf Sena, maaf sekali, nanti malam aku menjemputmu, kita makan bersama. Kalau sudah siap hubungi aku, aku akan langsung berangkat menjemputmu, sampai nanti.

Setelahnya jawaban iya dari Sena membuatnya sangat lega.

"Apa yang kau pikirkan Vee, kau jangan bodoh, Sena sudah terlalu sabar dan baik untukmu," Vee merutuki dirinya sendiri sembari megusap wajahnya kasar.

Niko, kakak kandung Vee tiba-tiba muncul dari balik pintu membuat si empunya terkejut. "Apa yang kau lakukan, Vee?" tanyanya yang melihat Vee berdiri dengan memandangi ponselnya.

"Lagi bales chat, bang," jawab Vee sembari mendudukkan pantat berisinya bersatu dengan sofa seraya menggoyangkan ponselanya di depan kakanya.

"Apa kau sudah lihat forum pagi ini?" Niko pun mengikuti Vee dan duduk berdampingan dengannya.

"Forum? Belum, ada apa memangnya?"

Belum sempat Niko menjawab, Vee segera membuka forum terbuka Rumah Sakit, betapa terkejutnya ia saat melihat ada yang mengepost video tentangnya.

Vee sontak berdiri menyodorkan ponselnya untuk di lihat oleh Niko. "Bang, jelaskan padaku, bagaimana ini bisa terjadi, pantas saja tadi waktu penyerahan jabatan banyak yang menatapku aneh!"

Niko merarik nafasnya pelan. "Bukankah seharusnya kau yang memberiku penjelasan, Vee! Kenapa kau kemaren seperti orang gila, cuma pakek hoodie, celana kolor, sandal jepit, mengelilingi rumah sakit tanpa peduli orang lain yang menontonmu, bukankah itu berarti kau sasaran empuk hanya untuk masuk forum itu mengingat siapa dirimu," cerocosnya panjang lebar layaknya daftar belanjaan bulanan istrinya.

"Ooo aaa, itu anu, bang." Vee mendadak seperti orang linglung sambil menggaruk-garuk tengkuk yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.

"Lalu ada apa dengan rambutmu itu, Vee? Tapi kau cocok."

...Flashback, 1 hari yang lalu....

Vee terbangun dari tidurnya yang sangat damai, dia kelaparan, niat hati ingin melihat jam di ponselnya, tapi tidak sengaja ia justru membuka forum Rumah Sakit.

Vee melotot melihat apa yang sedang menjadi tranding topic di forum itu. "Bukankah ini Alyne, apa aku tidak salah lihat!!" Vee menscroll komentar-komentar dibawahnya, banyak yang berkomentar positif.

...‘Wah Dokter baru itu sangat lucu dan cantik’...

...‘Senyumnya sungguh indah’...

...‘Selamat bergabung di rumah sakit Dokter cantik, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik’...

...‘Namanya bagus, Dokter Rosé sangat cantik’...

Vee lari seperti orang kesetanan menuju Rumah Sakit nya, dengan memakai hoodie, celana kolor dan sandal jepit, ia mengelilingi seisi Rumah Sakit, Vee sampai tidak menghiraukan siapapun yang menontonnya, alhasil kesempatan bagus untuk para paparazi mengabadikan moment yang sangat berharga itu.

‘Seorang pemimpin berpenampilan aneh sedang kebingungan seperti orang gila’

Vee sama sekali tidak menemukan jejak Rosé, mau bertanya pada seseorang tapi, pikirannya sudah buntu karena terlalu bingung dan lelah berlarian kesana kemari.

Dengan berat hati, Vee meninggalkan Rumah Sakit walau langkahnya gontai, setelah memasuki mobilnya, Vee tidak pulang ke Apartment melainkan menuju kediaman Rosé, berharap bisa menemukannya disana.

Vee bukan tidak berani masuk ke dalam rumah keluarga Everleight namun Vee mengingat sesuatu, "Tunggulah Vee, kalau dia ingin kembali padamu pasti dia akan menemuimu." itulah pesan dari orang tua mantan kekasihnya saat dulu.

"Tapi nyatanya dia tidak pernah kembali padaku 'kan!" Vee putus asa merutuki nasibnya.

Vee masih terdiam di dalam Mobil seperti mata-mata, memandangi rumah Rosé dalam diamnya, merasa bosan, ia membuka lagi forum rumah sakit, memutar bolak-balik video Rosé yang entah di unggah oleh siapa, yang pasti admin dari forum itu.

Menyadari sesuatu, Vee melempar ponselnya ke jok samping kemudi yang kosong karena ia hanya sendirian, melajukan mobilnya membelah jalanan Jakarta sampai akhirnya menemukan salon.

Vee memasuki salon dan meminta pada petugas disana. "Tolong warnai rambut saya sama persis seperi warna rambut wanita ini!" Tunjuknya sembari menyodorkan ponsel dimana ada gambar Rosé didalamnya.

Setelah beberapa saat, penampilan Vee berubah total, dari warna coklat menjadi pirang, mencolok sekali, tapi tidak apa-apa, demi kemenangan—pikir Vee dengan senyum penuh dengan rencana.

Vee kembali lagi ke kediaman Rosé, masih sama, memata-matainya dari dalam mobil, sampai jam menunjukkan pukul 12 malam, ia memutuskan untuk pulang ke Apartment karena tidak ada tanda-tanda Rosé keluar masuk di rumah itu, Vee juga menunggu lampu kamar Rosé untuk menyala. tapi tak kunjung menyala juga.

"Baiklah besok akan kupastikan bisa menemukanmu."

...Flashback Off....

...****************...

Niko mengebrak meja. "VEE!!" teriaknya.

Vee terjingkat. "Kenapa sih bang? Beneran aku kaget, astaga, kalau aku mati nanti populasi orang ganteng berkurang lho," ucapnya dramatis sembari mengelus dada.

"Ditanya itu dijawab, bukannya malah bengong." Niko gemes sendiri dengan adiknya ini.

Vee tersenyum sebentar. "Bang, kau tidak lupa dengan penerbanganmu 'kan!! Sebentar lagi lho." Niko yang menyadari perkataan adiknya segera bergegas membereskan barang-barangnya.

"AKU PERCAYAKAN SEMUANYA PADAMU VEE, DUA MINGGU LAGI AKU KEMBALI." Niko berlari sembari berteriak pada Vee.

Vee melambaikan tangannya seraya tersenyum manis. "Sampai jumpa, jaga kesehatanmu." ucapnya.

Vee kembali teringat akan pesannya yang sampai sekarang tak kunjung dibalas oleh Rosé, akhirnya dia memutuskan mengirim pesan lagi untuk.

Vee: Woe kampret sombong ya.

Rosé masih tidak membalas. "Ok kerjain sedikit boleh 'kan ya, salah siapa tidak menepati janji."

Vee: Atau jangan-jangan baper ya. Cie cie Alyne baper cie.

"Nah akhirnya di bales juga 'kan." girang Vee kesenangan karena bunyi dentingan ponselnya menunjukkan jika Rosé sudah membalas pesannya.

Alyne: Apa? Nggak ada ya baper-baperan!!

Vee terkikik melihat kearah ponsel.

Vee: Terus kenapa balesnya lama, lagi mikir kata-kata yang tepat 'kan?

Alyne: Diem kutil onta!! males ah!!

Vee tertawa terbahak-bahak puas mengerjai Rosé. "Masih suka marah ternyata, Alyne aku sangat merindukanmu." ucapnya lirih, terdengar pilu dan menyedihkan namun, sedikit lega dan tersampaikan.

Dengan keputusan pasti dan hati-hati, Vee membalas lagi pesan untuk Rosé.

Vee: Aku merindukanmu :’(

Vee membuka potho profil Rosé, pipinya bersemu hingga bola matanya tak berpaling untuk memandang.

"Cantik," gumamnya.

...****************...

Joan tampak sangat menawan dengan kacamata yang menghiasi wajah tampannya, namun ada yang nampak aneh dengannya. Penampilan berantakan ditemani berkas yang berserakan di ruang perpustakaan pribadi di rumahnya.

"Apa yang kau lakukan sayang?"

Joan pun menoleh pada sumber suara, ooh ternyata istri tercinta, siapa lagi jika bukan istrinya, ia hanya tinggal berdua di rumah mewahnya ini.

"Hanya mencari berkas sayang," jawabnya sambil memandang Jessy yang berjalan ke arahnya, wanita itu mengambil salah satu berkas yang berserakan dilantai dengan membungkuk.

Jessy mengerutkan dahi. "Berkas pasien lima tahun lalu? Untuk apa sayang?" tanyanya kemudian.

"Karena kamu sudah mendengar pembicaraanku dengan dokter Robert kemaren, aku akan memberitahumu." jelas Joan.

Tentu saja, Jessy mendengar sangat jelas pembicaraan Robert dan suaminya, ia juga berada disana waktu itu. "Apakah mengenai dokter Rosé," tebaknya, Joan mengiyakan dengan menanggukkan kepalanya.

Jessy mendudukkan dirinya pada salah satu kursi santai yang biasa mereka gunakan untuk membaca disana. "Apakah benar dokter Rosé dulu pernah hilang ingatan?"

Joan pun ikut duduk disamping istrinya. "Aku mendengar sebelum operasi, yang aku tahu, dokter Rosé baru saja sembuh dari amnesia setelah dua tahun lamannya, hari itu dia tertusuk di depan Universitas Jakarta Hit, selebihnya aku tidak tahu lagi, karena sangat rahasia."

Jessy mendengarkan dengan serius. "Benar-benar rahasia ya, bukankah itu Universitas milik keluargamu sayang?"

"Sangat rahasia, iya itu Universitas milik Papa."

"Sayang sekali, aku sangat penasaran." Ungkap Jessy jujur.

"Nah ini dia." Joan telah menemukan berkas milik Rosé, membukanya bersama sang istri.

Meneliti data-data disana, biodata keluarga, jujur Joan sangat penasaran kenapa operasi-nya dilakukan secara rahasia, sebenarnya dari keluarga mana Rosé berasal. Mungkin dulu tidak begitu penasaran namun, setelah kejadian kemaren membuatnya ingin tahu lebih jauh.

"ASTAGA, sayang bukankah ini Candra, suami dari Wendie." Jessy terkejut setelah melihat data milik Rosé yang ternyata dari keluarga Everleight yang kebetulan adik dari suami temannya yang bernama Wendie.

Joan menarik berkas itu lebih dekat, lebih meneliti lagi "Pantas saja sangat rahasia, dia dari keluarga Everleight."

"Aku juga tidak menyangka, tapi kenapa harus dirahasiakan, bukankah wajar saja menjalani operasi."

"Bukankah kau dengar sendiri sayang, dia mengalami luka tusukan, yang berarti ada orang lain berniat buruk padanya, mungkin karena itu dia dikirim ke Amerika," jelas Joan pada istrinya.

"Benar juga ya, pantas saja kita tidak melihat dia waktu pernikahan Candra dan Wendie." ucap Jessy sembari menyenderkan punggungnya di sofa.

"Apa kau lelah sayang? Kau terlihat pucat sekali." Joan membelai surai wanitanya dengan senyum yang begitu manis.

Senyum itulah yang dari pertama kali dapat menarik hati seorang Jessy Kinan Bramantio yang notabennya ia sangat enggan terhadap laki-laki manapun.

"Aku hanya muntah-muntah pagi ini, anakmu nakal." Jessy mengelus perutnya, mengerutkan bibirnya manja.

1
riri
Nama"nya mirip novel kakak intoxocating disaster kalau g salah
riri
Bagus banget kak ceritanya,cuma namanya agak mirip dengan novel kakak sebelumnya.vee dan anna
Nayaka
ikut bahagia vee
Nayaka
banyak tokoh,masih memahami alur
Dara
Semoga setelah ini tdk ada badai yg terlalu berat lg
Dara
Smg Sena tdk bikin drama baru lg
Dara
Terlalu suka sm novelmu Odipee jadinya ga berasa udh habis aja dibaca
Dara
Jangan mendekat Vee kl kamu msh ragu dg perasaanmu.... tdk salah Alyne meninggalkanmu dulu
Dara
Fighting Odipee💪
Kl blh..agak panjangan lg👍😁
Dara
Semangat Odipee💪💪💪💖
Dara
Kenapa perut Alyne sakit ya...
odipee: Trauma
total 1 replies
Dara
Ah..penasaran...
Dara
Pemilik gantungan itu sena kyknya
Dara
Masih kabur....
Dara
Semua rahasia terkuak secara apik...tdk berlebihan dan tdk lebay....aku suka gaya mu thor..Semangat💪💪💪
Dara
James pasti bingung.....kok bisa Vee dan rose....
Dara
Aku pdmu thor..💖
Dara
Oh Rose.....👍💖
Dara
Akan ada lg byk kejutan Rose...siap2 aja
Dara
Karena takut akan konsekuensi setelahnya, maka semua saling memendam rahasia....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!