Gadis berusia 24tahun harus menikah dengan seorang pria yang juga bossnya di kantor.
Violin adalah seorang pekerja yang sangat gigih dan juga sangat rajin.
suatu hari dia bertemu dengan seorang pria yang dia kenali adalah sahabatnya waktu kecil. Namun, sayangnya pria itu tidak mengenali violin.
suatu hari terjadi sebuah insiden yang tidak mengenakan. di saat itu Violin didesak untuk menikah dengan Junior.
Violin menikah dengan Junior, seorang CEO dari perusahaan yang bergerak dibidang KOSMETIK, Junior menikahi Violin karena desakan dari kedua orang tuanya.
Sampai suatu hari Violin merubah dirinya.
Apakah perubahan Violin bisa merubah arah rumah tangganya menjadi lebih baik? dan Bisakah Junior mengenali Violin lagi.
Kehidupan seorang karyawan terkadang baik namun terkadang sulit, bagaimana nasib seorang violin yang bekerja di bidang pariwisata dan memiliki pimpinan yang sangat arogan sekaligus suaminya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biggest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8 - Sebuah kenangan
Junior kembali pulang ke rumahnya. sesampainya di rumah Junior bertemu oleh eyangnya.
"Junior eyang mau bicara denganmu."
"Ada apa eyang?" tanya Junior.
"Junior Apa kamu juga tidak mengingat wanita itu?" tanya eyangnya tanpa basa-basi lagi.
"wanita itu? maksud eyang violin?"tanya Junior.
"iya benar violin. apa kamu mengingat sesuatu tentangnya?" tanya eyangnya lagi.
"aku tidak mengingat tentangnya sama sekali. sesuatu yang membuat aku penasaran kepadanya adalah karena dia memanggil Juju atau Jun. dan rasanya di telingaku panggilan itu sangatlah familiar. itulah yang menyebabkan aku mencari tahu tentang dia." Junior menatap sendu ke arah mata eyang.
"Eyang sangat berharap kamu bisa mengingat tentang wanita itu. dan mendapatkan jawaban atas kejadian kecelakaanmu." tuturnya.
Junior dan eyangnya saling meninggalkan tempat mereka berbincang tadi.
Junior masuk ke dalam kamarnya dan membuka jas yang ia kenakan. dia lalu memandang ke arah luar kaca jendelanya. Dia sangat berharap jika ingatannya bisa kembali.
sejak sekian lama dia mengalami amnesia Junior sama sekali tidak pernah satu kali pun mengingat tentang Siapa dirinya.
Junior menatap tumpukan obat di atas nakas. dia merasa obat-obat itu tidak membantunya sama sekali selama ini.
dia mengambil salah satu botol obat yang biasa ia konsumsi. "untuk apa aku meminum ini. jika bertahun-tahun tidak membuahkan hasil sama sekali."
Junior membuang semua botol-botol obatnya ke dalam tempat sampah. Dia sangat benci dengan beberapa botol itu dan tidak ada gunanya.
"Aku tidak mau meminum semua ini lagi. Aku ingin tahu apa efek sampingnya jika aku tidak meminum kalian semua."
...****************...
"Vi, kayaknya gua kesel banget deh di rumah terus seharian. game mendingan gua berangkat kerja aja deh besok." keluh Lia.
Violin sangat mengerti dengan keluhan sahabatnya itu. pasti dia kesal seharian di rumah tidak mengerjakan apapun. biasanya mereka berdua setiap hari selalu disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan.
"Ya udah kalau emang mau kerja besok. coba aja ngobrol sama Bu Alita. takutnya nanti lu masuk uang kompensasi malah tarik lagi." celetuk violin.
"oh iya bener juga." Lia langsung mengubah posisi duduknya.
"Ya udah deh mendingan besok kita ke mana gitu. biar nggak suntuk banget di rumah." ajak Lia.
"Ya udah kalau gitu besok kita ke pasar aja deh. beli beberapa buah terus beberapa bahan makanan juga. di kulkas sudah habis semua tuh stok makanan gue." ide Violin.
"Ya udah boleh juga kita shopping dikit di pasar. kali aja ada yang jual CD sama bra bagus di sana." semangat Lia.
Violin kembali tersenyum tipis. terkadang memang dia itu sangat mudah dipengaruhi. Namun, dia tidak mudah dipengaruhi untuk hal-hal yang buruk. meski terkadang suka mudah terpengaruh, tapi dia tetap punya pendirian.
...****************...
Junior benar-benar tidak mengkonsumsi obatnya. seharusnya malam ini Dia meminum kembali lima butir obat yang sudah diresapkan oleh dokter untuknya.
jam minum obat yaitu jam 07.00 malam. dan sekarang di jam 10.00 malam Junior mengalami hal yang tak terduga.
Junior merasakan sakit sekujur kepala belakang. seperti orang pusing tapi lebih mengarah seperti orang vertigo. selain pusing kepalanya juga seperti berputar.
"sepertinya ini efek samping karena tidak mengkonsumsi obat-obat itu."sadar Junior.
"bertahan Junior. pasti bisa melewati rasa sakit ini. kamu tidak boleh tergantung kepada obat-obatan itu lagi. kamu harus bisa mengingat sekecil apapun ingatanmu di masa lalu." Junior menyemangati dirinya sendiri.
Junior yang merasa semakin pusing merebahkan tubuhnya di kasur dan berusaha untuk memejamkan matanya. dengan tertidur sudah pasti rasa sakit itu akan lebih ringan dirasakan.
"tidak ... tidak jangan. Jangan sakiti Aku. aku mohon lepaskan aku." Junior mengigau di dalam mimpi.
satu jam berselang setelah Junior tertidur lelap. dia memimpikan sesuatu namun masih terlihat buram.
"hah ... hah."
dunia terbangun dari tidurnya lelah karena mimpi buruk.
"Ada apa denganku? kenapa aku memimpikan hal seperti itu. memang tidak terlalu jelas. tapi jelas kalau seseorang sedang berusaha menyakitiku."
semngat trus thor