Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Sandera

Sistem Kultivasi Sandera

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Timur
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Sentuh Aku, Leluhurmu Tamat!

Lahir dengan meridian rapuh dan dijadikan samsak hidup oleh murid dalam sekte, Gu Ran membangkitkan sistem anomali yang menghubungkan nyawanya dengan figur terkuat dari siapa pun yang menindasnya. Semakin keras musuh mencoba melukainya, semakin sekarat leluhur tertinggi mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Hawa panas menyengat hidung di celah ngarai Lembah Tungku Penempaan.

Asap hitam mengepul tebal dari puluhan cerobong batu bata, menyelimuti udara lembah dengan bau belerang dan jelaga arang.

Suara dentang ratusan palu besi yang memukul bongkahan logam membara mendadak terhenti saat sesosok pemuda berambut putih melangkah masuk melewati gerbang ngarai.

Gu Ran berjalan santai dengan jubah sutra putihnya yang kontras dengan dinding batu berlumur jelaga hitam. Di belakangnya, Xiao Zhu memanggul sebuah peti kayu jati berukir yang tampak berat.

Ratusan budak penempa bertubuh kurus kering dengan bekas luka cambuk di punggung mereka menatap Gu Ran dengan mata membelalak heran.

Di dekat tungku api bumi utama, Mandor Wu yang kini tidak lagi memegang cambuk berduri berdiri gemetar dengan celana kain kasar, menundukkan kepalanya dalam-dalam begitu melihat sosok Gu Ran.

Gu Ran berhenti tepat di atas panggung batu pengawasan mandor.

Ia mengeluarkan gulungan perkamen emas berstempel merah resmi Patriark Song Tianhe dari dalam saku jubahnya, lalu merentangkannya di hadapan ratusan pasang mata yang terpaku.

“Mulai hari ini,” suara Gu Ran bergema tenang menembus desis uap tungku, “Lembah Tungku Penempaan bukan lagi milik dewan tetua Sekte Pedang Langit. Lembah ini berada di bawah otoritas pribadiku.”

Keheningan melanda seluruh lembah. Ratusan pekerja saling bertukar pandang dengan napas tertahan.

Gu Ran menoleh ke arah Xiao Zhu, lalu memberi isyarat dengan dagunya.

Xiao Zhu meletakkan peti kayu jati di tepi bibir tungku api bumi raksasa, lalu membuka penutupnya.

Di dalam peti tersebut, menumpuk ribuan gulungan kulit domba dan bilah bambu yang memuat cap jempol darah kontrak perbudakan seumur hidup seluruh pekerja di lembah itu.

Gu Ran melangkah mendekat, lalu dengan satu tendangan santai, ia menggulingkan seluruh isi peti itu ke dalam kawah api bumi yang membara merah keemasan.

WUSSS!

Lidah api melahap ribuan gulungan kontrak itu seketika.

Abu kertas dan bambu beterbangan ke udara bagai hujan salju hitam yang meleleh di tengah hawa panas.

“Seluruh kontrak perbudakan kalian sudah hangus,” kata Gu Ran datar seraya menatap kerumunan pekerja. “Tidak ada lagi budak di lembah ini. Mulai detik ini, kalian adalah anggota Serikat Pekerja Penempa.”

Beberapa pekerja tua di barisan depan menjatuhkan palu besi mereka ke lantai batu, air mata mulai merembes membasahi pipi mereka yang kotor oleh jelaga.

Gu Ran melanjutkan dengan nada praktis tanpa retorika bertele-tele: “Kalian akan menerima upah sepuluh batu roh setiap bulan. Makanan kalian diganti menjadi nasi beras roh dan daging tiga kali sehari dari perbekalan delapan puluh persen rampasan perang kemarin. Jam kerja dibatasi enam jam sehari, dan kalian berhak tidur siang.”

Gu Ran melirik ke arah Mandor Wu yang berdiri mematung di sudut tungku.

“Dan untuk para mantan mandor,” tambah Gu Ran dengan senyum tipis, “pekerjaan kalian mulai malam ini adalah menyapu jelaga arang di seluruh cerobong tungku dengan sapu lidi sampai bersih.”

Xiao Zhu melangkah maju ke depan panggung batu.

Remaja berusia lima belas tahun itu menatap Gu Ran dengan mata basah oleh air mata haru, lalu menjatuhkan kedua lututnya ke lantai batu berdebu jelaga.

“Tuan Muda Gu… hamba bersumpah setia!” seru Xiao Zhu dengan suara bergetar lantang.

BRUK! BRUK! BRUK!

Suara ratusan lutut menghantam lantai batu bergema serempak di seluruh penjuru lembah.

Ratusan mantan budak penempa bersujud serentak di hadapan Gu Ran, menyentuhkan dahi mereka ke lantai arang sambil menangis tersedu-sedu.

“Kami bersumpah setia hanya kepada Tuan Muda Gu seumur hidup kami!”

Gemuruh sumpah setia itu bergaung memenuhi celah-celah tebing Lembah Tungku Penempaan.

TINGGG!

Denting lonceng sistem bergema pelan di gendang telinga Gu Ran.

[Pengikatan Sentimen Massa Berhasil. Fondasi Fraksi Independen Terbentuk. Poin Penebusan Karma +5.000.]

Gu Ran tersenyum puas dalam hati.

Tepat di saat itu, di langit cerah di atas Pegunungan Pedang Tunggal, seekor burung bangau berbulu emas berkilau melintas terbang dengan kecepatan tinggi menuju arah Puncak Pedang Utama.

Di paruh bangau emas tersebut, terikat sebuah gulungan sutra merah darah yang memancarkan getaran aura dari Tiga Sekte Terbesar Domain Selatan.

1
Selarik Syarah
system model baru, menarik utk di baca
Rayzent
🔥👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!