Emelie Jehannez tidak menyangka dirinya akan masuk dalam penjara paling buruk sepanjang hidupnya.
Saat menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter ahli bedah, Emelie secara tidak sengaja menyaksikan sebuah peristiwa mengerikan, dimana pelakunya adalah Bos Mafia.
Demi menjaga agar rahasia tetap aman,Sang bos Mafia memerintahkan orang kepercayaannya untuk segera menghabisi Emelie .
Namun orang kepercayaannya itu malah memberi pilihan untuk menikah dengannya jika Emelie ingin selamat.
Mampukah Emelie keluar dari penjara sang Mafia.?
bagaimana kelanjutan kisahnya .?
Markica (Mari kita baca )..😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Disebuah ruangan kantor kejaksaan tampak seorang pria berjalan mondar mandir sambil memijat dahinya yang sepertinya sedang terasa sakit. kemudian ia melempar sebuah map keatas meja dengan kasar. Ia tampak gelisah memikirkan sesuatu.
Pria itu adalah Daniel.
Daniel adalah saudara laki-laki Jason. Anak kedua dari Julia .
Daniel berprofesi sebagai Jaksa. Ia tidak mengikuti jejak Jason dan memilih mengasingkan diri dari keluarganya. Daniel sangat membenci Jackop beserta Jason saudara kandungnya sendiri. ia bahkan bertekad akan membongkar semua kejahatan Jackop dan memasukkannya ke penjara.
Ambisinya yang kuat untuk bisa memenjarakan Jackop itu lah yang membuat Bos mafia itu juga membenci dirinya.
Ditengah kegelisahan yang sedang dirasakan oleh Daniel, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu dari luar.
" silahkan Masuk.!" sahut Daniel.
"Tuan Jaksa, saya Steve Austin .Kepala Departemen Organisasi Kejahatan. Apakah benar anda memanggil saya.?" ucap si pria yang baru saja masuk keruangannya.
"Tutup pintunya .!" perintah Daniel.
"Baik."
Stevepun segera menutup pintu.
"Kita akan bicara tentang masalah rahasia."
"Saya merasa bangga dan terhormat bisa bekerja sama dengan mu." Balas Steve.
"Ya, saya merasa kau sangat bisa di andalkan. itulah alasan kenapa saya memilihmu." puji Daniel.
"Terima kasih ."jawab Steve.
"Kita akan menyelidiki masalah sensitive. yaitu Tentang kejahatan Jackop Anderson."terangnya.
Steve sedikit tercekat mendengar nama itu.
"pengusaha Jackop Anderson,bukankah semua orang sangat menghormatinya.?"tanya Steve .
"Kekayaan yang besar tidak mungkin semuanya di dapat dengan cara yang bersih. Banyak kebusukan tersembunyi di dalamnya."
"Tapi dia seorang calon wali kota,semua orang menyukainya.
Dan adikku adalah seorang Dokter di rumah sakit. Dia baru saja mendonasikan sebagian hartanya kepada semua pasien penderita kanker.Emelie begitu memujinya."
"Terkadang ada hal yang tidak seperti kelihatan pada awalnya. inspektur, anda tahu anda jauh lebih baik dariku. aku percayakan semua padamu .bahkan Jaksa sebelumnya juga pernah menyelidiki kasus ini,namun karena kurangnya bukti, itulah sebabnya investigasi belum bisa di mulai ."
ucap Daniel memotong perkataan Steve.
"Sekarang kita harus berfokus pada laptop milik Jackop. Ada hal di dalamnya yang mereka sembunyikan untuk tidak di ketahui oleh siapapun. Mungkin saja itu tentang penyelundupan senjata." imbuh Daniel.
Steve mengangguk.
"baiklah,saya mengerti." jawabnya.
"Tapi anda harus ingat tuan Steve,misi ini hanya kita berdua yang tahu. Jangan sampai anda memberitahukannya pada orang lain ."
"Baik,saya mengerti." ucap Steve.
Daniel lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Steve,kemudian menyalaminya. Saat Daniel berjalan menghampirinya ,mata Steve tertuju pada kaki Daniel yang terlihat pincang sebelah.
"oh ya,Semoga cepat sembuh tuan Jaksa. ngomong-ngomong apakah anda pernah mengalami kecelakaan.?"tanya Steve penasaran.
"Sudah lama,dimasa mudaku."jawab Daniel.
ia kemudian membalik badan dan kembali duduk di kursi miliknya.
Daniel sepertinya tidak suka dengan pertanyaan Steve.
Stevepun jadi merasa tidak enak dibuatnya.
"Baiklah tuan,kalau begitu saya permisi dulu. semoga harimu menyenangkan." pamit Steve lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Sepeninggal Steve,Daniel kembali terlihat gelisah. Seketika ingatan tentang masa lalunya kembali terlintas.
**
*flashback :*
Daniel yang saat itu baru saja pulang dari kampus, melihat kakaknya Jason sedang memperbaiki mobil di halaman depan rumah.
"kakak apakah mobilmu mogok lagi."tanya Daniel.
Jason mengangguk. lalu keduanya tertawa mengingat mobil tua yang sudah sering mogok itu.
Baru saja Daniel hendak masuk kedalam rumah. Tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang dari arah belakangnya.
Mendengar deru suara mobil,Jason menoleh dan melihat dua orang dari dalam mobil itu sedang mengacungkan senj*t* dan mengarahkannya pada mereka.
"Daniel ,merunduk.."teriak Jason, Seraya mengeluarkan senjata dari balik punggungnya.
Doorrr...Doorr..Dorr.
Suara temb*k*n berpacu saling membalas. Hingga sebuah pel*r* tak dapat terelakkan tepat mengenai kaki kiri Daniel .
"aaakkkk..." pekiknya.
"Daniiieel.." teriak Jason berlari kearah adiknya itu,sambil terus melepaskan temb*kan. Hingga akhirnya orang-orang itupun pergi.
"Kakak." rintih Daniel
"Daniel,bertahanlah."
Melihat putranya tergolek di teras rumah dengan kaki penuh d*r*h, Julia menangis histeris.
"Daniel anakku, Jason tolong lakukan sesuatu untuk adikmu."tangis Julia.
"ibu tenanglah, aku akan membawanya kerumah sakit."ucap Justin sambil mengangkat dan membawanya masuk kemobil. Dengan kecepatan tinggi Jason langsung melarikannya kerumah sakit.
"ibu, apa kakak akan segera sembuh..?" tanya Jasmine ketika melihat Daniel sedang diperiksa oleh Dokter .
"iya sayang,kakakmu pasti akan sembuh." Jawab Julie meyakinkan putrinya,meski saat itu ia sedang menangis.
Usai diperiksa ,sang Dokter berjalan keluar ruangan di susul oleh Jason.
"Bagaimana keadaan adik saya Dokter.? Dia baik-baik saja bukan.?" tanya Jason.
"Luka tembakan pada pergelangan kakinya cukup parah hingga merusak sistem saraf. kemungkinan besar kakinya harus segera diamputasi." jawab sang Dokter,setelah itu langsung pergi.
Jason tertegun tidak menyangka hal ini akan terjadi pada adik kebanggaannya itu.
Tanpa ia sadari ternyata percakapannya dengan Dokter tadi di dengar oleh Julia. Saat menoleh kebelakang ia kaget melihat ibunya ikut tertegun setelah mendengar pernyataan dari sang Dokter. Jason membalik badan membelakangi ibunya,lalu melampiaskan amarah dengan meninju dinding timbok. Julia menangis lalu pergi meninggalkan Jason.
Usai meluapkan amarahnya, Jason kembali masuk ke dalam menemui Daniel.
"Apa aku bisa kembali berjalan.?" tanya Daniel.
"tentu saja kau bisa berjalan,jangan khawatir. paman Jackop akan membawa Dokter terbaik untukmu." terang Jason.
"Aku tidak mau.!" tegas Daniel.
"Daniel percayalah pada saudaramu ini."
"Lalu kenapa kau tidak mempercayaiku 10 tahun yang lalu,hah.?
Aku ingin kembali tinggal di desa tempat dimana dulu ayahku bekerja sebagai tukang cukur. kita akan hidup bahagia di sana. kota ini tidak cocok untuk kita. aku tidak mau disini, aku benci melihat orang-orang yang selalu saja menggunakan senjata untuk kepentingan mereka ."
"Daniel,sekarang kau sedang kuliah. Pikirkan yang terbaik untuk dirimu. dan aku akan melakukan yang terbaik untuk keluarga ."jelas Jason,lalu ia pun pergi meninggalkan ruangan.
*flashback off*
Daniel memperhatikan kakinya yang kini sudah diganti dengan kaki palsu, tanpa sadar air matanyapun jatuh.
****