Indonesia
NovelToon NovelToon
INFINITE (Bercinta Dengan Hantu)

INFINITE (Bercinta Dengan Hantu)

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Soraya Shifa Muna

Infinite, boyband asal Korea Selatan yang mengadakan tur konser di Bandung. Suatu malam saat menuju ke toilet di hotel, Sungjong (salah satu personilnya), bertemu gadis berusia 22 tahun di toilet tersebut. Saking kagetnya, Sungjong memanggil teman-teman grupnya.

Ternyata, sosok itu arwah penasaran bernama Gena, gadis yang meninggal secara tak wajar di toilet kamarnya Sungjong tidur. Sudah terlanjur bertemu, akhirnya grup Infinite berniat membantu Gena untuk mencari jenazah Gena dan pelaku pembunuhnya.

Namun dari semua itu, mulai tumbuh rasa cinta Gena pada salah satu personil lainnya, Myunsoo. Akan tetapi, Sungjong ternyata menaruh hati pada Gena. Mulailah cinta segitiga tersembunyi antara Myunsoo, Sungjong, dan gadis hantu itu.

Dimanakah jenazah Gena?
Dimana juga pelakunya?
Apakah ini akan jadi pertengkaran antar sesama member boyband?
Bagaimana anggota Infinite lainnya menghadapi masalah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soraya Shifa Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Sakit Hati, Sakit Mental

Malam harinya, manajer telah datang. Jadi latihan baru akan dimulai besok. Selama ini latihan ditunda karena manajer yang seharusnya sudah sampai juga bersamaan dengan grup ini, ternyata ditunda juga kedatangannya karena ada urusan mendadak.

Saat masuk kamar Sungjong, Gena melihat pria itu tidak ada di kamar. Ke kamar mandinya juga tidak ada. Gadis itu terus memanggil-manggil namanya. Karena tak kunjung ada, ia pun melaporkan hal ini pada Sunggyu dan yang lainnya.

"Sungjong hilang, yang benar saja?" tanya Dongwoo tak percaya.

"Sumpah aku sudah mencarinya. Tapi tidak ada sama sekali," jawab Gena tegas dan sungguh-sungguh.

"Bagaimana bisa dia hilang?" tanya Sungyeol.

"Mana aku tahu. Aku baru sampai kamar tadi."

Semua terdiam sejenak. Hingga Sunggyu membuat keputusan, "Aku akan laporkan pada manajer kita dan manajer hotel untuk bantu mencarinya. Kalian cari saja terus dengan bertanya pada pengunjung hotel lainnya!"

Keputusan Sunggyu dituruti. Sekarang semuanya mulai lakukan pencarian. Jika sudah dicari tak ditemukan juga sampai besok pagi, maka diputuskan pencarian Sungjong akan dibantu polisi.

Semua sibuk mencari pria berambut cokelat kemerahan itu. Gena yang mencari bersama Myunsoo dan Woo-hyun dengan menanyakan pada pengunjung hotel, tak mendapatkan apapun. Termasuk juga dengan Dongwoo, Sungyeol dan Hoya. Ketiganya tak mendapatkan apapun. Hingga akhirnya mereka menyerah.

Pihak manajer dan resepsionis hotel juga ikut mencari. Mereka yang melihat anak-anak muda itu menyerah bertanya. Jawabannya hanya gelengan kepala.

"Haduh, kemana anak itu?" keluh Sunggyu.

Yang lainnya hanya terdiam. Hingga pihak hotel memutuskan untuk sekarang saja meminta bantuan polisi dalam pencarian Sungjong ini.

...***...

Sementara itu, di suatu tempat bar...

Di sebuah bar atau diskotik, cowok yang tidak terlalu tinggi, tidak juga terlalu pendek itu ada di sana. Ia terduduk sambil terbatuk-batuk. Sudah dua botol minuman yang biasa disebut orang Indonesia dengan miras itu ia habiskan.

Ya, Sungjong ada di diskotik itu. Ia sudah menghabiskan dua botol kaca beralkohol yang berwarna hijau itu. Ia pun memesannya lagi, dan meminumnya lagi. Walau batuk dan kepala pusingnya mulai menyerang dirinya. Kepalanya ia sandarkan sejenak ke meja bar.

Perutnya terasa mual. Tapi ia tak peduli. Ia tetap meminum alkohol itu dengan semangat. Banyak gadis cantik yang jadi kupu-kupu malam menyadari bahwa ia adalah artis Korsel yang diundang oleh gubernur Jawa Barat. Namun, mereka tak berani mendekat karena takut dimarahi.

Tambah lagi suara batuk dan hidungnya yang juga memerah sedikit. Suara sendawa itu juga mulai terdengar, bersama cegukannya. Tapi selama botol itu belum habis isinya, Sungjong tetap meminumnya. Dan ini sudah ketiga kalinya ia habiskan botol minuman khamr itu sekaligus.

Untuk yang keempat kalinya, ia mulai meminumnya sambil berdiri. Beranjak dari tempat duduknya dan berdiri, kemudian berjalan pergi. Banyak gadis kupu-kupu malam yang ingin membantunya berjalan, karena jalannya sudah tak beraturan seperti zombie. Otaknya sudah mabuk, akibat pengaruh dari alkohol yang diinginkannya.

Sudah berapa kali tubuhnya nyaris runtuh, tapi selalu dibantu pengunjung diskotik yang baru saja datang. Untuk para gadis, cowok itu berhasil membuat mereka histeris. Mereka tak peduli kalau artis tampan asal Korsel itu rupanya suka juga mabuk. Padahal, ia mabuk hari ini karena ada alasannya.

Keluar dari bar, Sungjong terus meminum alkoholnya sampai habis. Walau minumnya pun sudah tak karuan lagi seperti orang minum biasa pada umumnya. Kini sifatnya seperti orang gila, kadang tertawa tapi juga berubah lagi jadi kusut wajahnya.

Saat badannya runtuh ke tanah, botol khamr itu pecah. Dua orang pria membantunya berdiri. Salah satu dari mereka bertanya, "Anda tidak apa-apa?"

Setelah berdiri, Sungjong tidak menjawab. Badannya masih lunak, lembek seperti kertas. Namun ia menjawab dengan bahasa isyarat dari tangan kanannya, yang menandakan kalau ia baik-baik saja. Kemudian ia berjalan kembali, lambat seperti kura-kura ke jalan.

Jalan lambat di malam hari yang sekarang sudah memasuki pukul setengah sembilan di jam tangannya itu bisa terus meruntuhkan badannya lagi, kapan saja. Walau tanpa bantuan siapapun, ia terus berusaha berdiri dan kembali berjalan. Ia berjalan sambil memegang perutnya yang mulas, matanya yang berair dan memerah seperti orang yang menangis.

Hingga datanglah cahaya di tengah jalan. Terlihat bahwa itu adalah mobil polisi. Mobil itu berhenti dan melihat siapa yang berjalan loyo seperti zombie itu. Saat dilihat, ternyata memang itulah orang yang mereka cari saat ini. Komandan mereka meminta anak-anak buahnya untuk tidak memborgol Sungjong. Melainkan dengan mengajaknya pulang ke hotel secara baik-baik.

"Apa dia tidak akan melawan, Komandan?" tanya salah satu anak buahnya.

"Tidak. Dia WNA yang tengah mabuk dan tidak akan mengganggu warga sekitar. Jadi perlakukan dia sebaik mungkin!" jawab komandan polisi itu.

Akhirnya, anak buahnya menurut. Dua orang polisi itu segera membawa Sungjong secara baik-baik. Ia diajak pulang ke hotel seperti anak kecil. Untungnya Sungjong memang tidak melawan. Ia hanya batuk dan perutnya sangat sakit. Bajunya sedikit kotor terkena tanah yang cukup basah saat badannya terus jatuh tadi. Memang datang hujan gerimis ketika cowok itu masih di bar barusan.

Segera saja polisi membawanya pulang ke hotel. Di mobil, Sungjong berusaha tenang. Ia dijaga baik-baik oleh dua orang polisi yang berjaga di sebelah kanan dan kirinya. Berjaga-jaga karena takut terjadi apa-apa padanya.

Sesampainya di hotel, polisi menuntun Sungjong masuk. Semua member dan manajer senang melihatnya kembali, termasuk Gena. Namun, mereka mulai terkejut melihat Sungjong lemas dan tidak baik-baik saja.

Mata dan hidungnya memerah, giginya menguning, tubuhnya selalu mau rubuh setiap kali mau berjalan. Kini ia dituntun jalannya oleh Sungyeol dan Dongwoo ke kamarnya. Teman-teman mereka menyusul di belakang bersama Gena. Pihak hotel dan manajer grup berterima kasih pada polisi.

Saat masuk ke kamar, Sungjong disandarkan di kasur dengan sangat hati-hati. Tubuhnya amat sangat dingin. Ketika di pegang keningnya, suhunya panas seperti orang demam. Sunggyu menyelimuti setengah tubuh Sungjong dari kaki sampai pinggangnya.

"Kenapa dia bisa jadi seperti ini, apa dia akan baik-baik saja?" tanya Gena sedikit panik.

Awalnya tak ada yang bisa menjawab. Sekarang Sungjong tertidur. Hingga diputuskan oleh Myunsoo untuk panggil saja dokter untuk memastikan kondisinya Sungjong.

Sunggyu yang memberitahukan hal ini pada pihak manajer agar memanggil dokter. Tak lama menunggu, Sunggyu datang bersama sang manajer dan dokter yang telah disediakan oleh fasilitas kesehatan dari hotel ini. Dokter pun memeriksa keadaannya Sungjong dengan stetoskop dan alat medis lainnya.

Setelah diperiksa, manajer menanyakan kondisinya. Dokter menjawab, "Kondisinya tidak apa-apa. Dia hanya mengalami masuk angin biasa, dan harus beristirahat beberapa jam untuk hilangkan mabuknya. Saat terbangun, berikan dia segelas air putih hangat, dan oleskan minyak kayu putih pada tubuhnya!"

"Terima kasih, Dokter!" balas manajer itu.

Dokter itu mengangguk. Kemudian ia menambahkan, "Jika sudah dibalurkan dengan minyak kayu putih, lebih baik jangan dulu banyak beraktivitas sampai kondisinya benar-benar pulih total! Jaga pola makannya, jangan terlalu banyak diberikan makanan manis!"

"Baik, akan kami jalankan. Sekali lagi terima kasih!"

Dokter itu mengangguk sambil tersenyum kemudian pamit. Semua melepas kepergian dokter itu kembali ke ruangannya.

Manajer pun menyerahkan pengawasan Sungjong pada Sunggyu. Ia menyarankan agar Sungjong tidur berdua dengan Sunggyu untuk malam ini saja. Jadi Hoya akan tidur sendiri.

Sunggyu menyanggupi. Begitu juga dengan Hoya, yang juga siap tidur sendiri walau hanya satu malam saja. Namun di kamar itu, tak hanya Sunggyu yang menemani Sungjong. Tapi ada juga Gena, walau ia tidak tidur.

Melihat semuanya sudah tidur, Gena memperhatikan Sungjong. Tangannya dingin sekali seperti dirinya yang sudah jadi sosok arwah. Entah kenapa ada rasa bersalah dalam dirinya. Ia merasa kalau ialah penyebab Sungjong jadi nekat meminum minuman haram itu dan sakit seperti ini, walau hanya masuk angin.

"Cepat sembuh, ya!" pinta Gena penuh harap.

...^^^...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!