Indonesia
NovelToon NovelToon
Naughty Baby

Naughty Baby

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Romansa / Pembantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: va_jiyoon

va_jiyoon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 08 - Siput atau Ulet

Tidak biasanya kini Felix sudah rapi dan sarapan di meja makan, terakhir kali dia melakukan itu saat dia hendak pergi. Apakah sekarang dia juga akan pergi keluar, pikir Vanka.

Namun sepertinya harapan nya itu pupus begitu saja saat kedua tangan kanan Felix pergi tanpa membawa bos mereka. Sementara kedua tangan kanan nya sudah pergi, Felix masih setia terdiam di depan meja makan sambil memandangi layar tab hitam nya.

"Kau, dorong kursi roda ini" ucap Felix menyuruh Vanka.

"Baik Tuan" jawab Vanka. Segera tanpa membiarkan waktu berlalu lama, dia sudah di belakang Felix dan siap mengantarkan kemana pun bos nya pergi.

"Kita akan kemana, Tuan?" tanya Vanka saat sudah keluar dari pintu utama mension.

"Sebelum pergi, apa kau bisa dipercayai?" tanya balik Felix serius.

Vanka yang awal nya memasang wajah bersinar bak sinar matahari, kini sedikit meredupkan sinarnya dan menatap sang Bos.

"Maksud Tuan apa?" ~Vanka tidak paham.

"Jawab saja" ucap Felix datar.

"Selagi saya masih bisa bekerja di mension ini, anda bisa mempercayai saya, Tuan. Asal Tuan tau, saya tidak suka melanggar janji sendiri" jawab Vanka.

"Kau bisa menyetir tidak?" tanya Felix.

"Bisa, Tuan. Tapi tidak terlalu pandai" ~Vanka.

"Ikut aku" ~Felix.

Dengan sigap Vanka mendorong kan kursi roda Felix sesuai arahan sang empu. Hingga sampailah mereka di garasi mension yang menyimpan berbagai koleksi kendaraan Felix, disana terdapat banyak mobil-mobil mewah berjejeran, sepeda motor mewah yang terparkir rapi. Semua kendaraan di sana dapat Vanka tebak, harga nya sangat membuat jiwa akan ketertarikan nya pada benda-benda seperti itu memuncak hingga ke ubun-ubun.

"Sial, gue belum sempet beli tu mobil " batin Vanka.

Mata Vanka tertuju pada sebuah mobil sport hitam yang terparkir terpisah dari mobil-mobil lainnya. Dia sangat tertarik dengan benda beroda empat itu.

Suara Felix membuyarkan pandangan nya yang fokus pada mobil itu. Tuan nya itu ternyata menyuruh nya untuk memilih mobil yang sekiranya bisa dia kendarai. Langsung saja dia menunjuk mobil incarannya sejak tadi.

"Pilihan mu menarik, mobil itu belum pernah ku pakai sama sekali" ~Felix.

"Jelas, itu adalah produk terbaru!" batin Vanka.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, mereka pun masuk ke dalam mobil. Tentunya Vanka membantu Tuan nya itu untuk masuk ke dalam mobil lalu menyimpan kursi roda nya ke dalam bagasi.

Dengan semangat 45, dia mengendarai mobil itu. Awalnya memang terlihat santai, tapi dia tidak bisa membohongi jiwa nya yang sejak tadi meronta-ronta.

"Kau ini siput atau ulet sih?! pelan sekali" tegur Felix tidak sabar dengan kecepatan Vanka saat mengendarai mobil.

"Anda yang meminta, Tuan" ucap Vanka tak sadar mengeluarkan senyum semirik nya.

Dalam sekejap, mobil itu langsung melaju berkali-kali lipat lebih kencang. Perubahan itu sedikit membuat ekspresi datar Felix berubah sebentar. Dia melirik perempuan di samping nya yang seakan sedang kerasukan.

...°•°•°•°...

Tanpa cegatan apapun, mobil mewah itu dengan mudah memasuki sebuah bangunan megah dengan penjagaan ketat. Suasana di sana terasa sangat mencengkam, ditambah letak nya yang jauh dari keramaian dan lebih cenderung dekat dengan hutan.

Vanka turun terlebih dahulu lalu membuka bagasi untuk mengeluarkan kursi roda Felix. Lalu setelah itu ia pun membantu tubuh Felix untuk duduk di atas kursi tersebut.

Banyak orang-orang berpakaian hitam yang terkejut dengan kemunculan Vanka. Pasalnya bos mereka sudah lama tidak membawa seorang perempuan ke mension tersebut.

"Wahh... bangunan apa ini, Tuan?" tanya Vanka.

"Markas" jawab singkat Felix.

Raut wajah Vanka menunjukkan ekspresi belum paham, tapi dia tetap mendorong kursi roda itu untuk masuk lebih dalam ke dalam bangunan itu.

Bangunan dengan dominasi warna gelap, banyak penjaga, suasana terasa mencengkam, sepi, nan penuh misteri itu menimbulkan beberapa pikiran bagi Vanka.

"Selamat datang, King" sapa salah seorang pria berjas rapi seperti biasanya Chesta ataupun Bryan.

"King?" bingung Vanka.

Pria itu pun melirik sedikit ke arah Felix dan ternyata dia mendapatkan kode untuk boleh menjelaskan pada perempuan ini.

"Nona perkenalkan saya Boy, asisten Tuan Felix di dunia bawah atau biasa disebut Mafia. Tuan Felix sendiri adalah ketua kami, dan tempat yang anda kunjungi saat ini adalah markas Big Dragon. Maka dari itu, mohon kerja samanya untuk tetap merahasiakan segala sesuatu yang Nona tau di sini" ucap Boy.

"Hah?! ma-mafia" ucap Vanka tergagap.

"Apa kau takut?" tanya Felix.

"I-itu bu-bukan seperti itu, ah maksud saya, saya tidak takut Tuan" jawab Vanka walaupun tergagap-gagap.

"Kau bisa pergi berkeliling selagi aku bekerja, tapi ingat jangan membuat kerusuhan. Pakai kalung ini" ~Felix.

"Untuk apa kalung ini? saya tidak pantas, Tuan" ~Vanka.

"Apa susah nya tinggal terima lalu pakai" geram Felix.

Mau tak mau Vanka pun mengambil kalung berlambang naga putih itu lalu memakai nya. Sangat cantik, cocok untuk Vanka.

...°•°•°•°...

1
𝖓𝕯o🕷
weww thor.. awal seru. klo soal penulisan, kek nya lu kudu sering-sering explore author lain yg ratingnya 4 keatas
eva: ga gue lanjutin yg ini paling bsk klo KSP dah selesai bikin di story yang baru
total 1 replies
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat thor
Alfan
lanjut Thor, karya mu keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!