Indonesia
NovelToon NovelToon
Hujan Dalam Kereta

Hujan Dalam Kereta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fay Rizky

Bebas Promo Disinii !!!
Silahkan promo sebanyak-banyaknya
Dan harus diingat, like, rate dan komen Hujan Dalam Kereta.
Terimakasih

Sinopsis :

Tanpa sadar aku berlari menerjang hujan. Aku menangis dan tanpa sadar lagi aku masuk ke kereta. Kenapa aku menangis karena melihat Angga melamar Vellin?.

Padahal aku yang mengenalkan mereka, untuk apa aku menangis karena hal ini. Kan memang salahku dari awal tidak membuka hati untuk Angga.

"Lyraa."

Tiba-tiba Kak Ben menarikku dan memelukku. Aku memegang erat jaketnya, aku menangis didalam pelukannya.

Aku seperti membuat hujan untuk diriku sendiri. Aku bahkan ikut menghujani Kak Ben. Seketika itu juga, aku merasa seperti hujan dalam kereta.

Bodohnya aku menangis dipelukan laki-laki karena laki-laki lain. Angga sudah memilih Vellin. Harusnya aku bisa senangkan, tapi kenapa air mataku tidak mau berhenti juga.

Ini kisah ku yang dimulai beberapa bulan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fay Rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papa Sadar - Hujan Dalam Kereta Episode 8

Sekarang jam 23.00 WIB. Aku menangis sangat lama di pundak nya Angga. Mata aku sampe sembab, kering, bengkak, pokok nya tidak karuan.

Aku merasa bersalah pada diri sendiri. Kenapa aku tidak memberi tahu Angga, tapi tiap kali aku merasa bersalah, pasti aku juga merasa bingung kenapa akj harus merasa bersalah karena tidak memberitahu Angga.

Angga duduk di kursi, tempat akj tidur di samping Papa dan aku lesehan di karpet. Setelah aku nangis, kami disini cuman saling diam. Angga cuman memerhatikan Papa dari tadi dan aku cuman diam karena capek dan pusing. Angga benar benar membiarkan aku meluapkan emosi, dia tidak berkata satu katapun. Tapi itu bisa bikin aku tenang, karena dia membiarin aku mengeluarin sendiri perasaan yang aku alami.

"Lyr, maafin gue ya," kata Angga denvan suara yang sayu dan sedih.

"Engga Angga, gue salah. Maaf karena gue nolak lo," ujarku sedikit pelan.

"Setiap orang berhak menentukan pilihannya kan Lyr. Engga masalah bagi gue kalo lo nolak gue," kata Angga.

"Gue punya alasan tersendiri Nga," ucapku.

"Iya gue percaya itu," balas Angga.

Angga tersenyum ke arah aku. Meliat senyumannya bikin aku jadi tenang dan menghilangkan rasa bersalah aku. Sudahh terlalu malam, jadi aku menawarkan Angga untuk menginap disini. Sekalian Angga juga bisa memperhatikan perkembangan kondisi Papa.

Setelah beberapa lama memperhatikan Papa. Angga meminta agar Papa di pindahkan ke RS yang punya dia. Supaya kondisi Papa juga bisa di awasi penuh oleh Angga. Tapi aku masih berpikir lagi karena RS Angga adalah RS yang elit. Tapi Angga tidak mempermasalahkan itu. Katanya siapa saja boleh mendapatkan perawatan di RS dia.

Aku sangat penasaran kemana Angga selama 2 minggu ini. Karena dorongan penasaran, akhirnya aku menanyakannya. Ternyata Angga emang lagi sibuk selama 2 minggu ini. Selain sibuk merawat pasien, Angga juga sedang sibuk melakukan penelitian kesehatan. Untuk menambah referensi tertulis di bidanng kesehatan.

Waktu udah larut banget, aku sudah mengantuk sampe sampe air mata aku keluar lagi. Keluar karena mengantuk si bukan nangis lagi. Tanpa aku sadari, mataku mulai menutup dan aku sudah tidak tau apa apa lagi.

***

Subuh hari pun tiba, aku bangun karena Angga yang membangunkan. Ternyata Angga mau berpamitan, karena harus ke RS nya tiba-tiba. Kata Angga karena ada operasi kecelakaan dan dokter yang bertugas sedang tidak bisa.

Terus Angga pun keluar dari kamar, aku kembali duduk di kursi samping Papa. Aku memerhatikan Papa sebentar, terus aku menutup mata. Aku memikirkan tawaran Angga untuk memindahkan perawatan pPpa ke RS nya dia. Tapi RS nya dia itu bukan RS yang sembarangan. Tapi kalau aku memindahkan perawatan papa ke RS nya Angga, nanti jatah buat keperluan hidup sama Papa jadi berkurang.

Aku rasa aku perlu mandi, biar otak aku lebih fresh. Selesai mandi aku sholat beresin yang berantakan dan aku bikin masker mata dari kantong teh. Karena mata aku bengkak banget, tidak enak banget melihatnya.

Selesai semuanya aku merapikan barang-barang yang ada di laci samping Papa. Tiba-tiba di kepala aku ada sesuatu yang jatuh. Pas aku pegang dan langsung aku melihat, ternyata Papa sadar. Aku langsung memanggil suster buat meriksa keadaan Papa. Kata suster, sepertinya normal aja. Karena Papa sudah sadar, susternya nanti bakal nelpon dokter yang biasa memeriksa Papa.

Aku sangat bersyukur ya Allah Papa sudah sadar. Aku sudah tidak tau lagi harus gimana, kalau Papa sudah tidak sadar juga. Terimakasih ya Allah Engkau kabulkan doa hamba.

"Kamu kenapa Lyr?" Tanya Papa.

"Menurut Papa aku kenapa?" Tanyaku balik.

"Orang nanya malah balik nanya," jawab Papa.

"Aku capek Pa," jawabku.

"Udah berapa lama papa tidur?" Tanya Papa kembali

"Udah 3 hari Pa," jawabku.

"Pantesan," kata Papa.

"Pantesan kenapa pa?" Tanyaku kembali.

"Papa mimpi panjang," jawab Papa.

Mendenger Papa habis mimpi, aku jadi duduk di samping Papa dan langsung bertopang dagu. Aku tidak mau lagi sibuk sendiri. Karena kesempatan sama Papa adalah hal yang berharga bagiku.

"Mimpi apa pa?" Tanyaku penasaran.

"Mimpi bareng mama," jawab Papa sambil memandang ke arah langit di luar jendela

Aku mendengarya langsung deg. Jantungku lngsung berdetak lebih kencang. Baru kali ini aku kepikiran Mama lagi, apa lagi itu keluar dari mulut Papa.

"Papa mimpi kita masih tinggal di Amerika Lyr, kehidupan kita masih baik, kamu engga perlu kerja dan ngurusin kafe, Papa masih kuat, Mama masih ada," ujar Papa bercerita.

"Papa mungkin abis melakukan time travel Paa ke masa lalu," ucapku bercanda.

"Haha ngawur kamu, orang Papa sadar kalo lagi mimpi. Mama ngajak papa Lyr," jawab Papa

"Ngajak kemana?" Tanyaku.

"Ngajak papa pergi, kata Mama kamu kan udah besar, udah bisa mandiri, udah jadi wanita hebat, jadi kamu udah bisa hidup tanpa Papa dan Mama," jawab Papa.

Aku terdiam, Papa baru sadar setelah tidur panjang di ranjang RS.

"Tapi papa pikir emang kamu belum siap," ujar Papa.

"Belum siap gimana?" Tanyaku lagi.

"Belum siap Papa tinggalin kamu. Papa baru tenang kalo kamu udah ada yang jaga Lyr, lagian Papa kan masih mau nikahin kamu, Papa engga mau nyerahin kamu ke wali nikah yang lain, Papa mau langsung yang nikahkan kamu ke laki laki yang terbaik," jawab Papa.

Aku tersenyum ke Papa, hati aku tersentuh. Mungkin ini emang saatnya aku menikah, aku harus nikah pas Papa masih ada. Aku juga tidak mau nikah yang di walikan sama orang lain.

"Iya Pa," jawabku.

"Lyr, ambilkan Papa air hangat dong, Papa pengen lap badan, udah lengket," pinta Papa.

Aku langsung ke kamar mandi, dan menyiapikan keperluan Papa buat lap. Setelah Papa di lap, aku siapin baju ganti Papa, menyisiri rambut Papa. Aku bikin Papa rapi pokoknya. Kalau dokter sudah dateng kemungkinan Papa sudah boleh pulang hari ini.

***

Jam 10 pagi, dokter datang ke kamar. Tapi dokter datanh nya sama Angga. Ternyata Angga sama dokternya berteman, aku baru tau. Iya iya lah kan Angga dokter, jadi wajar aja kalo Angga berteman sama dokter disini.

"Lyr, udah iya, dokter nya udah setuju buat perawatan om pindah ke pengawasan gue di RS gue," kata Angga.

"Kalo dokternya udah ngebolehin, gue engga mungkin nolak juga. Asal lo tau ya, Papa gue bukan kaya orang tua yang lain," kataku.

"Bukan kaya orang tua yang lain?" Tanya Angga bercanda.

"Iya maksud gue, Papa itu sebenernya jarang sakit, tapi sekalinya sakit kaya gini, menghebohkan," jawabki.

"Owhh gitu, tenang aja Lyr, engga bakal gue biarin hal kaya gini terjadi lagi," kata Angga.

"Kenapa lo bilang gitu?" Tanyaku kembali.

"Karena mulai hari ini gue dokternya, gue bakal ngejaga om dari segala kemungkinan yang terjadi berdasarkan gejalanya. Gue janji," ujar Angga

Padahal yang Angga cuman ngomong kalimat yang biasa aja. Tapi kenapa rasanya aku ngeblush ya. Aku menutupi nya dengan nunduk dan menghela nafas.

"Semoga aja ya Nga, karena lo udah janji, gue percaya. Tapi kita engga tau apa yang bakal terjadi di masa depan," kataku.

"Apapun itu, yang terjadi di masa depan. Kesehatan papa lo mulai hari ini menjadi tanggung jawab gue Lyr." Ucap Angga.

Setelah itu, aku meninggalkan Papa sama Angga. Aki keluar untuk mengurusin administrasi dan ambil obat dan juga menghadap ke dokter buat konsultasi terakhir. Setelah itu aku mengucapkan terimakasih kepada dokter.

1
Martina Alfarizqi
17 like
Muhammad Iskandar Zulkarnain😎
Done ya Author
Martina Alfarizqi
2 like semangat
Martina Alfarizqi
semangat
ѕмιℓєєꔛ
udah ku like semua karya kaka😊 semangat terus up ny
Teteh Marra Shealmar'atusholihat
aku udah jatuh hati sama Angga
🍬🧀Kara
Boom 10 likee😍😍
Yukk lanjutt
Semangatt update ya kak 😍🤗🤗

Salam -The cat prince
Mampir Yukk, mari saling dukung^^
Martina Alfarizqi
semangat
Catatan Okyk Dan Dwi
sakitnya apa sih thor, papanya lyra
Catatan Okyk Dan Dwi
lyra kelamaan sih mikirnya
𝓢𝓐𝓓🌷 •ʂʍ♏°amaliyaᶠᵃᵐN∅L☂
semangat ka
☘️SuZaan
Slm dr "CINTAKU KEMBALI"

👍👍👍
Martina Alfarizqi
semangat up
Martina Alfarizqi
semangat
Ummi Nafisya Ummi Nafisya
Thor tp aku suka nya lyra sama Angga..
mamzolla
semangat ya
Martina Alfarizqi
semangat up.
Martina Alfarizqi
semangat up
mamzolla
lanjuuttttt👍
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!