Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Dosa Sang Mafia

Pewaris Dosa Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Berbaikan / Wanita perkasa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Yamila22

Tiga tahun lalu, Alessandra Valente membakar seluruh dunianya demi seorang pria—seorang raja mafia bermata madu yang menjanjikannya kebebasan, lalu mencampakkannya di jalanan dengan sebuah rahasia di dalam rahim.

Kini ia hanyalah seorang ibu tunggal di sudut kumuh Queens, bertahan hidup di antara tumpukan tagihan dan tawa kecil putranya. Sampai suatu sore kelabu, aroma cendana dan bahaya itu kembali menghantui: Damian Smirnov, sang Pakhan Bratva yang dulu menghancurkannya, berdiri di ambang pintu—dan menatap lurus ke mata madu anak yang begitu mirip dengannya.

"Apa pun yang berasal dari darahku, adalah milikku."

Tapi Alessandra bukan lagi gadis rapuh yang ia tinggalkan. Untuk melindungi putranya, ia rela belajar menarik pelatuk, menantang para bos paling ditakuti di lima keluarga, dan berdiri di garis depan perang yang bisa menelan mereka semua. Di antara pengkhianatan keluarga, dendam yang membara, dan gairah yang tak pernah benar-benar padam, seorang perempuan yang dulu dihina sebagai "si gendut dari Queens" perlahan menjelma menjadi sesuatu yang membuat seluruh dunia bawah tanah bertekuk lutut: Sang Singa Betina.

Jika mereka mengira bisa merebut anaknya, mereka akan belajar satu hal—tak ada yang lebih berbahaya daripada seorang ibu yang tak lagi punya apa pun untuk kehilangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yamila22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Daging Lelang

Aku mengabaikan peringatan Damian. Aku mengenakan sutra hijau yang sama seperti malam sebelumnya, yang kini terasa seperti baju zirah berkarat, lalu kembali ke mansion. Aku tak akan membiarkan mereka menyita barang-barangku, kenangan tentang nenekku, martabatku. Namun begitu aku melangkahkan kaki ke ruang depan, keheningan sepekat kuburan itu memberiku pukulan pertama.

"Lihat itu, si pelacur besar keluarga Valente datang," suara Bianca meneteskan bisa yang belum pernah kudengar sebelumnya. Dia bersandar di pegangan tangga marmer, dengan segelas sampanye di tangan dan senyum kemenangan yang membuatku mual.

"Tutup mulutmu, Bianca," desisku, mencoba menaiki tangga.

"Kenapa? Sakit kalau dibilangin yang sebenarnya?" Dia menuruni anak tangga, mengitariku seperti burung bangkai. "Kau mengangkang untuk hewan pertama yang menatapmu dengan nafsu. Kau perempuan jalang yang malang, Alessandra. Kau bahkan tak sabar menunggu tinta kontraknya kering. Kau menjual dirimu gratis, seperti barang obralan di pojok jalan, dan sekarang kau berharap kami menyambutmu dengan karpet merah."

"Aku pergi karena kalian memperlakukanku seperti barang dagangan!" jeritku, simpul di tenggorokanku hampir meledak.

"Karena MEMANG itulah dirimu!" suara ayahku menggelegar dari ruang kerja. Dia keluar dengan langkah berat, wajahnya merah oleh amarah murni. "Barang dagangan yang cacat. Perempuan gendut tolol yang tak paham urusan bisnis."

Dia berhenti tepat di depanku dan kurasakan rasa takut naluriah dari masa kecilku, tetapi kali ini aku tak menundukkan pandangan.

"Kau punya bayangan berapa besar usahaku menegosiasikan pernikahanmu dengan keluarga Rossi?" raungnya, mendekat begitu rapat sampai aku bisa mencium bau cognac dalam napasnya. "Jutaan, Alessandra. Jutaan dolar dalam jalur pengiriman yang kini lenyap karena kau memutuskan bergulingan dengan sampah Smirnov itu. Kau tak lebih dari seorang pengkhianat, perempuan hina yang lebih memilih persetubuhan kotor ketimbang kehormatan darahnya sendiri."

"Kehormatan? Ayah bicara soal kehormatan sementara Ayah mau menjualku pada pria yang usianya dua kali usiaku hanya demi beberapa pelabuhan?" aku memuntahkan kata-kata itu ke wajahnya.

"Diam!" ayahku mencengkeram lenganku dengan kekuatan yang akan meninggalkan memar ungu berminggu-minggu. "Kau tak berhak bicara. Kau adalah aib. Kau daging lelang yang sudah membusuk sebelum penawaran dimulai. Mulai hari ini, bagi dunia ini dan bagi nama keluarga ini, kau tidak ada. Kau pelacur yang memilih pihak yang salah."

Bianca melepaskan tawa melengking dari kejauhan.

"Gaun itu bahkan tak pas di badanmu, Kakak. Sekarang, setelah Smirnov memakaimu lalu membuangmu, yang memang begitulah kelakuan pria seperti dia, jangan datang menangis ke pintu kami. Barangkali di rumah bordil paling bobrok pun kau masih diterima, meski dengan tubuh seperti itu, kau bakal harus pasang tarif murah."

Rasa sakitnya begitu tajam sampai untuk sesaat aku tak bisa bernapas. Adikku sendiri, darahku sendiri, menyebutku pelacur sementara ayahku menatapku seolah aku serangga yang ingin ia lumat di bawah sepatu kulit Italianya.

"Barang-barangmu sudah kami angkut," ucap ibuku, akhirnya muncul, tanpa ekspresi, seolah sedang membicarakan cuaca. "Yang tak kami bakar, kami sumbangkan ke badan amal. Kami tak mau ada apa pun yang berbau dirimu di rumah ini. Keluar dari sini sekarang juga, sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar seperti sampah yang memang kau adanya."

"Kalian monster," bisikku, merasakan air mata panas akhirnya mengalir menuruni pipiku.

"Bukan, Alessandra." Ayahku mendorongku ke arah pintu dengan penghinaan total. "Kami pengusaha. Dan kau adalah bisnis buruk yang sudah kami buang. Pergilah dengan mafioso-mu. Kita lihat berapa lama dia bernafsu pada perempuan yang cuma bisa membawa masalah dan aib."

Aku tersandung saat keluar, terjatuh di atas kerikil taman sementara pintu mansion tertutup dengan dentam yang final. Aku tetap di sana, di atas tanah, dengan gaun robek dan jiwa hancur, mendengar tawa Bianca dari dalam.

Mereka telah mengambil segalanya dariku. Aku tak punya pakaian, tak punya foto, tak punya masa lalu. Yang kupunya hanya perih hinaan yang terpahat di kulitku dan keyakinan bahwa, kalau suatu hari nanti aku kembali ke rumah itu, itu untuk melihatnya terbakar.

Yang tak mereka ketahui, dan aku pun tak tahu, adalah bahwa di dalam diriku sudah mulai berdenyut sebuah kehidupan yang akan menuntut mereka membayar setiap kata itu dengan darah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!