Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 - Sang penantang
Ketegangan di depan cafe begitu terasa, teman-teman Beel melihat dengan ketakutan.
Beel berdiri santai di hadapan Derry dan kelompoknya.
Lalu dua teman Derry menyerang secara bersamaan ke arah Beel dengan kayu yang mereka pegang masing-masing, Beel tidak bergerak..saat kayu kedua orang itu mengarah ke arahnya, Beel menahan kayu itu dengan kedua tangannya yang membuat kedua teman Derry itu terkejut
"apa!!??" mereka tak bisa bergerak karena kayu itu di tahan,kemudian dengan cepat Beel menendang keduanya hingga terpental.
Melihat kedua temannya terpental ,Derry menyuruh 4 orang lain untuk maju dan mengelilingi Beel..dan dengan cepat mereka berempat menyerang Beel, Beel menahan satu persatu kemudian menyerang balik.
Beel menahan serangan orang pertama dengan tangan nya lalu dengan kakinya Beel menendang perut orang pertama itu, lalu saat orang kedua menyerang, Beel hanya dengan cepat menghindari nya hingga dia tersungkur, kemudian orang ketiga mencoba menyergap dari belakang tapi insting Beel bergerak lebih cepat, Beel sedikit menunduk kemudian sikunya tepat mengenai tulang rusuk orang yang dibelakang nya lalu dengan cepat langsung bergerak menuju orang keempat dan melompat-lompat memukul wajahnya.. hingga akhir keempat orang itu pun tumbang juga.
Teman-teman Beel yang melihat pun terlihat terkejut bercampur kagum
"hebat.. Beel!!" teriak Lena, yang membuat teman-teman lain menoleh kepadanya
"kenapa lu teriak, bagaimana jika orang-orang itu melihat ke arah kita!!" ujar Jason pelan namun wajahnya kesal
"tapi Lena benar itu luar biasa.." terang Fajar yang tetap melihat ke arah Beel.
Christi melihat dengan cemas ke arah Beel.
Derry melihat ke enam temannya tergeletak, wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan melihat apa yang terjadi di depan matanya.
"kurang ajar..lu pikir lu hebat!!" teriak Derry lalu menerjang dengan cepat ke arah Beel yang berdiri.
Beel melihat kecepatan itu tidak sempat menghindar, Beel hanya mengangkat tangannya keatas untuk menahan pukulan kayu yang di arahkan Derry kepadanya.
"Buukk!!"
Suara benturan kayu di lengan Beel begitu keras hingga Beel terseret kebelakang beberapa langkah ,tak berhenti sampai situ Derry kembalikan menyerang Beel dengan brutal tanpa memberikan celah ke Beel yang terus menahan.
"Beel!!" teriak Christi panik
Bayu pun terlihat panik
"jika seperti itu terus Beel bisa tumbang" kata Bayu
"pukulan itu sangat keras.." tambah Felicia
Irma menutup matanya
"gua ga mau melihat" teriak Irma sambil menutup matanya.
Beel terus menahan kayu yang digunakan Derry untuk menyerangnya, dia tidak memberi Beel celah ataupun waktu untuk bernafas.. hingga Beel menemukan celah, Beel melihat kaki Derry terbuka lalu Beel menendang kaki Derry hingga membuat Derry kehilangan keseimbangan nya kemudian Beel dengan cepat memukul Derry tepat di rahang nya dan terkena telak hingga Derry terlempar
"BUUKKKK"
"aaarrrgghhhhh" teriak Derry di ikuti dengan darah yang keluar dari mulutnya, kemudian Derry terjatuh.
Teman-teman Beel terdiam,para pengunjung cafe lain bahkan siswa-siswi dari kelas lain yang melihat itu pun diam.
Jason lalu membuka suaranya
"dia berhasil.. Beel menjatuhkan nya.." ujar Jason dengan mata melotot.
Derry mengeram kesakitan tergeletak diatas tanah lalu mencoba berdiri.
Namun seseorang datang ke tempat itu
"hentikan semua ini.." ujar orang itu yang tak lain adalah guru Lee, seorang guru yang dibilang semua anak menjuluki nya 'the killer'.
Guru Lee berdiri tepat di depan Derry yang tergeletak,lalu menatap Beel.
"kau murid kelas 10 kan?" tanya guru Lee kepada Beel
Beel hanya berdiri dengan tenang.
Guru Lee menyipitkan matanya
"sikap itu.." lalu Lee melihat ke belakang ke arah Derry yang terlihat kesakitan, lalu melihat 6 teman Derry yang lain yang juga tak berdaya pada meringis.
"jadi siapa namamu?" tanya guru Lee
Beel lalu menjawab
"Beel.." jawab Beel datar
Lee mengangguk
"kau ingin menjadi seorang jagoan di sekolah ini?" tanya guru Lee pada Beel
"tidak.." jawab Beel dengan sikap tenangnya seperti biasa
Lalu guru Lee menggulung lengan kemejanya
"jadi aku ingin melihat bagaimana kemampuan seseorang yang bisa mengalahkan salah satu 'pemimpin' dan para anak buahnya" jelas Lee sambil menggulung kedua lengan kemejanya.
Felicia menutup mulutnya
"guru Lee menantang Beel?" ucap Felicia tak percaya
"bagaimana ini!!" tambah Jason panik.
Beel hanya tersenyum menatap guru Lee sambil membuat kuda-kuda bersiap untuk bertarung.
Lee tersenyum
"anggap saja ini sparing.." ujar Lee yang langsung menyerang Beel dengan cepat.
Beel tidak terkejut,dia sudah siap.. lalu dia menghindari pukulan Lee beberapa kali dengan cukup lincah, bahkan saat pukulan nya mendadak Beel berhasil menahan dengan tangannya.. begitupun saat kaki Lee bergerak Beel masih mampu mengimbangi setiap gerakan Lee.
Beel pun tidak diam dia menyerang juga ke guru Lee ,namun Lee juga mampu bergerak cepat.
Hingga beberapa saat suara teriakan datang dari belakang Beel
"HENTIKAN!!" teriakan itu berasal dari Christi yang keluar dari cafe.
Guru Lee dan Beel pun mundur masing-masing beberapa langkah, Beel sendiri terengah-engah.
"Beel..apa yang kau lakukan, walaupun kita berada diluar sekolah tapi dia adalah guru kita" bentak Christi yang berjalan mendekati Beel
Beel menoleh ke Christi
"ya dia yang mengajak sparing.." jawab Beel santai
Guru Lee yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak
"hahaha.. kau menarik Beel" kata guru Lee
Lalu Lee melihat Christi
"Beel benar ,aku lah yang menantangnya..jadi tidak akan ada hukuman untuk Beel" kata guru Lee
Lalu Lee melihat Derry dan kelompoknya
"hanya saja mereka mungkin akan mendapatkan perhatian khusus dari saya besok di sekolah.." ujar Lee lalu dia menatap Beel.
"masih ada banyak hal yang perlu kita bicarakan, Beel" jelas Lee sambil tersenyum menatap Beel
Kemudian kekacauan hari itu pun berakhir dengan kedatangan guru Lee yang akhirnya meredakan semua ketegangan, Derry dan kelompoknya pun mundur setelah guru Lee ada disitu.
Satu hal yang akan menjadi cerita baru di SMA Garuda Bhakti sekarang adalah seorang anak kelas 10 berhasil mengalahkan salah satu 'pemimpin' dan kelompoknya.