Hidup Rini berubah 180°. Dari kecil yang selalu di manja oleh keluarga, kini selalu di siksa oleh suami nya sendiri.
Menikah dengan pria yang tidak di cintai seperti terkena tembakan pistol bertubi-tubi. Rini harus kuat menerima siksaan dari Felix, suami nya itu, atau harus menerkam di penjara seumur hidup atas perbuatan di masa lalu.
"Aku membenci mu, kau pria gila yang pernah ku temui!" teriak Rini frustasi.
"Aku lebih membenci mu wanita ular, kau bahkan tidak pantas di sebut manusia, karena kau tak punya perasaaan!" lantang Felix dengan tatapan tajam menatap Rini.
Mau tau bagaimana kisah Rini dan Felix?
yuk baca 🤗
Pasti penasaran kan, apakah ke depan nya Rini akan sadar, dan memilih jeruji penjara sesungguhnya atau tetap mempertahankan jeruji pernikahan penuh air mata?
Selamat membaca guys❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Mari kita akhiri
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Meratapi pahit nya kehidupan, Rini menangis tangisan nya pun perlahan reda mulai terhenti.
Rini masuk ke kamar mandi membasuh wajah agar terlihat fresh. Tangisan nya tadi membuat wajah nya terlihat tak terurus.
Di kamar Felix melihat keberadaan Rini tidak ada menjadi khawatir, namun mendengar suara kebisingan dari dalam kamar mandi, ke khawatiran nya pun menghilang.
Tidak membuang waktu dan tidak ingin semua masalah menjadi besar yang akan menjadi bumerang sendiri, Felix langsung menghubungi orang kepercayaan nya.
📞:"Dengarkan baik-baik dan lakukan seperti apa yang saya katakan," Felix mempertegas memperingati orang di sebrang telpon yang sedang di ajak bicara agar tidak melakukan kesalahan dalam melakukan perintah nya.
📞:"Baik Bos," jawab Rio tegas.
📞:"Pesan makanan dan hidangkan di meja makan sekarang, oh iya makanan termahal dan terenak. Setelah semua beres kau bisa langsung kemari, kami akan segera meninggalkan kediaman keluarga Subroto," ujar Felix memberi perintah.
📞:"Siap Bos, segera saya kerjakan. Apa ada lagi selain ini yang harus saya lakukan?" tanya Rio.
📞:"Tidak ada, lakukan saja yang baru saya perintah kan tadi," jawab Felix.
Panggilan berakhir, Felix memasukkan kembali ponsel ke saku celana.
Cekrek...
Pintu di tarik dari dalam, Rini keluar dengan wajah yang lebih cerah tidak terlihat seperti orang depresi.
Dia melewati Felix begitu saja, hari ini dia tidak ingin ribut dengan siapapun lagi, sudah cukup dengan kedua orang tua nya, sekarang biarkan dia tenang dan memikirkan semua yang terjadi.
Rini langsung masuk ke dalam ruang ganti. Dia akan menganti pakaian lalu pergi meninggalkan mansion yang sudah lama di tempati sejak kecil hingga besar sekarang.
Semua yang akan terjadi di masa akan datang sudah di pikirkan Rini dan dia terima apapun itu konsekuensi dari semua perbuatan di masa lalu nya.
Meski itu akan berakhir pada hal yang selama ini sangat di takut kan, Rini tidak memperdulikan lagi, karena itu kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan harus di jalani suka tidak suka, mau tidak mau.
"Pasti bisa, semangat," Rini menyemangati diri nya.
Selesai menganti pakaian dengan pakaian yang sudah di siapkan Rini segera keluar.
Dan di sana Felix masih berada di tempat yang sama tidak berubah atau berpindah ke mana pun.
"Jangan sekarang saya cape," ucap Rini cepat, melihat Felix yang ingin mengatakan sesuatu langsung memotong.
"Bukan urusan saya cape tidak nya dirimu, paham itu?" sahut Felix tidak peduli.
"Tidak perlu anda katakan, karena saya sudah sangat paham."
"Bagus jika kau paham. Sebentar lagi kita akan pergi, saya tegaskan padamu untuk tidak membawa harta apapun milik keluarga mu."
"Saya tau tidak perlu kau katakan apa yang harus dan tidak nya saya lakukan," ucap Rini, berbalik melangkah jalan duduk di meja rias.
"Mari kita akhiri hubungan ini," sambung Rini.
"Apa!" kaget Felix wajah nya memerah mendengar permintaan Rini.
"Kau pikir saya akan menyetujui begitu saja?" tanya Felix berjalan mendekati Rini dengan tatapan tajam.
"Ya, kenapa tidak? yang saya katakan bukan masalah besar bukan? kita menikah tanpa dasar cinta, tapi karena sebuah kesepakatan janji penuh ancaman. Lagi pula pernikahan kita baru sehari jadi mari kita akhiri saja sekarang. Kau tidak perlu khawatir, saya akan terima konsekuensi dari apa yang saya perbuat sekarang," ujar Rini yakin dengan keputusan nya.
Menjalin hubungan dengan Felix membuat Rini sadar lebih baik berada di jeruji penjara dari pada berada satu atap bersama Felix.
Menyesal? itu sudah pasti, Rini terus memaki diri nya yang bodoh karena rasa takut berlebihan membuat nya tidak berpikir kedepan apa yang akan terjadi.
"Hahaha... hahaha... hahaha...," Felix tertawa. Dan Rini melihat itu menjadi bingung mengerutkan kening.
"Keinginan mu sampai kapan pun tidak akan pernah terjadi. Saya tidak akan melepaskan mu, sesuatu yang sudah menjadi milik saya tidak akan saya lepaskan, meski itu barang bekas sekaligus," ujar Felix mendadak terlihat serius dengan tatapan membunuh menatap Rini.
"Kenapa! apa mau mu sebenarnya? tidak puas kau melihat hidup ku hancur sekarang?" marah Rini juga menatap balik Felix.
"Ya, tapi kehancuran mu yang sesungguhnya belum di mulai jadi bersabar lah jangan cepat menyerah, nanti tidak akan seru jika kau sudah langsung mundur sebelum di mulai nya permainan."
"Wah, ternyata kau sudah menyiapkan semua untukku, baiklah jika seperti itu saya siap terjebak di dalam hubungan penuh kepahitan ini," kata Rini.
"Kak jika dengan hukuman ini yang harus ku jalanin untuk menebus semua dosa di masa lalu aku terima," batin Rini.
"Dada ku," teriak Rini kesakitan dalam batin. "Tidak, jangan sekarang kambuh nya, please," mohon Rini menahan rasa sakit.
Rasa sakit di dada membuat nya tidak mampu menahan lebih lama, semakin di tahan itu akan membuat nya ketahuan.
Rini berlari meninggalkan Felix, dan Felix yang di tinggal pergi oleh Rini begitu saja menjadi penasaran. Namun baru beberapa langkah kaki mengikuti, suara lantang Rini sudah memberhentikan Felix.
"Tetap di tempat mu jika masih ingin saya berada di penjara mu," ancam Rini lalu langsung pergi masuk ke dalam.
"Ada apa dengan nya? kenapa saya merasa ada sesuatu yang di sembunyikan? apa ini hanya perasaan saya saja atau?" gumam Felix bertanya-tanya berpikir.
...****************...
Di lantai bawa, Daddy Tirtan dan Mommy Diana duduk menunggu kedatangan Rini, putri yang sudah membuat mereka kecewa, putri yang tega membunuh saudara kembar nya sendiri hanya karena seorang pria.
Mommy Diana yang selalu membela Rini sekarang tidak mempedulikan lagi, dia malas tau apapun yang terjadi dengan Rini.
Kaget? kecewa, marah, semua campur aduk menjadi satu, Mommy Diana tidak tau harus melakukan apa, untuk menghukum putri nya selain tidak mempedulikan nya lagi.
"Sekarang Mommy sudah tau bukan apa alasan Daddy lebih menyayangi Rina dari pada Rini? semua karena Rina memiliki penyakit gagal ginjal, sedang kan Rini tidak," ujar Daddy Tirtan menerangkan semua.
"Iya, tapi masih ada satu hal yang mengganjal di benak Mommy dari apa yang Daddy jelaskan," kata Mommy Diana masih belum puas dengan penjelasan suaminya.
"Apa? katakan saja yang mengganjal itu, Daddy akan menceritakan apapun pertanyaan Mommy."
"Tadi alasan Daddy lebih menyayangi Rina hanya karena Rina memiliki penyakit, bukan?"
"Iya, itu benar."
"Lalu kenapa Daddy tidak mempedulikan keberadaan Rini sejak kecil? semua penjelasan Daddy tadi tidak ada kaitannya dengan sikap Daddy selama ini pada Rini, coba jelaskan semua agar Mommy paham."
"Maaf."
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...
sementara sy nungguin up nya si rini.
gimana bs mudah sekali lolos dr penjagaan yg ketat.
gimana bertahan hidup.
drmn dia tau bahwa felix nikahin rini krn anisa.
banyak lomptan.
yg bikin sy kepo...