Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Siswi Cegil

Terjebak Cinta Siswi Cegil

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Obsesi / Romansa / Ketos / Tamat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Osiye

Sebuah kejadian mengerikan yang menyerang keluarganya membuat Mahlini harus terpisah dari kedua orang tuannya sejak kecil. Berkat didikan orang tua angkatnya membuat Mahlini tumbuh menjadi gadis kuat dan pemberani.

Kehidupannya berubah semenjak mengenal kaka kelasnya Bagas Putra Hermawan, sehingga membuat dirinya harus terjebak dalam permainan sang ketos. Akankah Mahlini mengikuti permainan yang di buat Bagas dan mampu menemukan orang tua kandungnya.

Simak ceritannya. Jangan lupa like, coment dan vote jangan sungkan beri author semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Osiye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

Pak Aidan berdiri dari duduknya menatap tajam kedua pemuda yang ada di depannya. Bagaimana tidak salah satu dari mereka memperkenalkan dirinya dan juga istrinya sebagai calon mertua dari Bagas Putra Hermawan! Sedangkan dirinya tau betul kalau Mahlini tidak pernah menjalin hubungan sama laki-laki manapun tapi dengan entengnya pemudah di depannya mengaku calon suami dari putri semata wayangnya.

Bu Regina terperanjat kaget dengan respon suaminya yang terlihat begitu marah setelah mendengar pernyataan dari salah satu remaja di depannya, beliau menarik pergelangan tangan suaminya agar kembali duduk yang langsung di iyakan Pak Aidan. Bu Regina merasa tidak nyaman di lihatin banyak orang karena ulah suaminya sendiri beliau juga sebenernya tak kalah terkejut tapi mencoba bersabar untuk mendengar penjelasan dari mereka berdua.

Sedangkan Davin langsung menelan ludahnya kasar melihat tatapan orang tua di depannya yang terlihat seperti mau menelannya hidup-hidup, ekor matanya melirik melihat temennya yang tampak biasa saja ingin sekali rasanya, David menempeleng kepala Bagas yang sama sekali belum membuka mulut.

"Bangke ni bocah, gua udah keringat dingin kaya gini dia malah santai begitu," guman Davin jengkel melihat Bagas.

"Apa maksud, Nak David bicara seperti itu? Putri saya tidak punya pacar apalagi calon suami apalagi berniat menikah," ujar Bu Regina mewakili suaminya yang masih terlihat kesal.

"Hei, kau kenapa diam saja? Cepet jelaskan pada mereka maksud dan tujuan kau mengundang mereka." David berbisik di telinga Bagas dengan suara yang sedikit tertahan.

"Bukannya kau yang mengundang mereka," sahut Bagas cuek kembali memainkan ponselnya.

"Shit." umpatnya.

David tersenyum kaku melihat tatapan membunuh yang Bagas berikan padanya, dia mengutuki kebodohannya bagaimana mungkin dia mengumpati Bagas, walaupun Bagas temen sendiri tapi tetep saja Bagas adalah orang yang selalu membantu dirinya di saat butuh.

"Bisa kalian jelaskan apa maksud dari ucapan mu anak muda?" Pak Aidan kembali membuka suaranya setelah cukup lama terdiam melihat dua pemuda di depannya.

Ehemmmm...

Bagas berdehem dia memasukan ponselnya ke dalam saku celana dan sedikit menegakan badannya melihat kedua orang tua di depannya. Dia juga tidak ingin basa-basi karena menurutnya buang waktunya yang begitu berharga. Bagas melihat Pak Aidan dan Bu Regina dengan pandangan serius dia juga melirik ke arah David yang lagi menganggukan kepalannya pelan.

Pak Aidan dan Bu Regina, menunggu dengan sabar mau mendengar penjelasan dari pemuda di depannya. Jujur pak Aidan paling tidak suka orang yang suka bertele-tele apalagi menurutnya mereka sudah sangat keterlaluan mengatakan salah satu dari mereka adalah calon suami putrinya.

"Yang di katakan temen saya benar, Pak, Bu. Saya Bagas Putra Hermawan adalah calon suami dari anak kalian Lini, dan secepatnya saya mau menika dengannya dan saya tidak menerima penolakan dalam hal apapun dan bentuk apapun." ujar Bagas dengan tatapan serius melihat orang tua Lini.

"Tidak bisa! Putri saya itu masih sekolah kelas 2 bagaimana bisa kalian mau menikah? Dan saya tidak mungkin menyetujui permintaan kamu anak mudah! Kamu itu benar-benar tidak waras. Bagaimana mungkin kalian anak sekolah sudah ngomongin tentang pernikahan dan sampai kapanpun saya dan istri saya tidak akan pernah mengizinkan kamu menikah dengan putri kami!" seru Pak Aidan mengacungkan jari telunjuknya ke arah wajah Bagas.

Rasanya ingin sekali Pak Aidan memaki pemudah itu. Tapi itu tidak mungkin di lakukannya apalagi di depan umum banyak pasang mata yang melihatnya, beliau menarik tangan sang istri pergi meninggalkan Bagas dan David yang masih diam duduk di tempatnya. Tidak untuk David yang masih kaget setelah mendengar seruan dari Pak Aidan, orang tua Lini, sedangkan Bagas tersenyum smrik melihat kepergian orang tua Lini. Entah apa yang mau dia rencanahkan? Hanya Bagas dan Allah yang tau.

"Woy, kenapa kau terlihat santai begitu? kalau mereka menolak mu itu artinya kau akan tetap menikah dengan Sisil. Cewe manja dan lenjeh itu." David bergidik ngeri membayangkan kalau seandainya Bagas beneran menikah dengan sisil.

"Kita lihat saja nanti," sahut Bagas santai berdiri meninggalkan David sendirian.

"Woy... Bayar dulu ini makanan!" teriaknya membuat semua pengunjung melihat ke arahnya dengan tatapan yang berbeda-geda.

David nyengir kuda di tatap semua pengunjung cafe, dia mengacungkan jari jempol dan telunjuknya membetuk huruf V. dia berjalan ke arah kasir dengan langkah gontai mau membayar makanan yang di pesannya.

Senyum David, merekah setelah mengetahui kalau pesenannya sudah di bayar sama Bagas, dia bernfas dengan lega akhirnya isi yang ada di dompetnya tidang terbuang dengan percuma. is nggak mungkin percuma dong kan dia juga sudah kenyang dengan pesanan yang di pesen 1 meja penuh ada-ada saja David ini.

Ting!!

Bunyi ponsel yang ada di tangannya menarik perhatian David, dia melihat ponselnya terlihat nama My Bos Bagas di layar hapenya.

"(Kirim video, aku dan Lini sewaktu di toilet sekolah, nggak pake lama)." isi pesan dari Bagas untuknya.

"Huffff... Dia tau aja kalau aku punya video mereka berdua, padahal niatnya mau buat di jadiin cuan," gumam David kecewa.

"(Wani piro)." Isi pesan David buat Bagas.

"(Pilih sekolah atau jadi tukang gali di jalanan)." ponsel David kembali bergetar.

Mata David membola melihat isi pesen dari Bagas, bagaimana mungkin dirinya harus menjadi tukang galih di jalanan cuma hanya karena sebuah video. Dan lebih baik dia memilih nggak dapet duit dari Bagas daripada harus jadi tukang galih sunggu membuatnya merinding.

******

Suara bel sekolah berbunyi begitu nyaring membuat semua siswa dan siswi berlarian masuk ke kelasnya masing-masing sebelum guru yang mengajar masuk kelas terlebih dulu, atau mereka yang akan mendapatkan hukuman.

Sebagai ketos Bagas harus berjaga di depan gerbang sekolah siapa saja murid yang datang terlambat masuk harus siap mendapatkan hukuman yang akan di berikan dari guru BP, Niko tersenyum mengejek melihat Bagas dengan sengaja dia menyenggol pundak Bagas cukup kuat hingga membuat Bagas sedikit bergeser dari posisi berdirinya.

"Kau," ujar Bagas menatap tajam Niko. Murid yang selalu membuat onar di sekolah selain Lini.

"Apa? Mau marah, Hayooo.. biar sama-sama dapet hukuman," jawab Niko menatang Bagas sang ketos.

"Hei.. Kamu cepat masuk kelas!" seru salah satu guru yang melihat Niko.

Niko mengakat jempolnya ke arah Bagas dan mengacungkan ke bawah di iringi senyum mengejek sebelum akhirnya dia berjalan meninggalkan Bagas sendirian karena terus di teriaki dari guru yang tadi melihatnya.

Bagas menggelengkan kepalannya pelan melihat kelakuan Niko, dari jau dia melihat Lini yang berjalan begitu santai, Bagas sendiri sangat yakin kalau Lini tau kalau pelajaran sudah di mulai tapi dengan santainya siswi itu berjalan layaknya keong. Bagas meminta satpam untuk sedikit membuka gerbangnya dengan berat hati pak satpam mengangguk patuh.

"Bagus sekali kau, siswi sepertimu itu memang pantas di juluki siswi pengacau," ujar Bagas memekikan telinga Lini.

***

Bruk!!!

"Hei... Apa yang kau lakukan ketos sialan! Lepaskan aku!" teriak Lini marah.

********

Bersambung ......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!