Indonesia
NovelToon NovelToon
Dear Nada

Dear Nada

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cintapertama / Romansa
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reya Reyya

Melodi Denada, seorang gadis berusia 17 tahun. Diusia yang begitu muda ia sudah mengalami banyak kepahitan hidup. Mulai dari orang yang begitu dipercayanya tetapi malah berbalik menghancurkannya hingga tidak dapat kembali utuh.

Kematian Papanya meninggalkan titik berat dalam hidup gadis belia itu. Mamanya yang menjadi tempat sandarannya setelah sang Papa justru mengalami depresi dan harus di rawat di rumah sakit jiwa.

Kehidupan sekolahnya juga tidak begitu mulus. Karena ia hanya anak beasiswa maka ia menjadi bahan Bullyan orang-orang. Kehidupan yang begitu berat ia jalani entah sampai kapan.

Sampai datang seorang murid baru yang mengajarkan dirinya hal berbeda. Lelaki itu mengajarkannya cinta disaat ia mulai melupakan cinta dihatinya. Dia datang bagai malaikat penyelamat, hidupnya mulai menjadi lebih berwarna.

Tetapi benarkah begitu? Apakah kehidupan akan benar-benar menjadi lebih baik. Ataukah sesuatu yang tidak terduga terus mengincar kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reya Reyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Om Glen

Diakhir pekan ini rencananya Nada ingin pergi mengunjungi ibunya setelah itu ke makam ayahnya.

Dia turun dari taksi di depan sebuah rumah sakit jiwa.

Nada menyusuri ruangan demi ruangan hingga sampai di ruangan tempat mamanya berada. Dia melihat dari balik kaca ibunya yang sedang makan dan di suapi oleh suster. Tatapannya meredup melihat ibunya yang berbeda seperti dulu.

Dia memutuskan untuk mengetuk pintu, tak lama pintu itu di buka oleh suster tadi. Dia suster Risa, suster yang sudah sering merawat ibunya. Nada menyunggingkan senyum pada suster Risa.

“Eh Nada kamu udah datang” sapanya sembari mempersilahkan masuk. Nada mengikuti langkah suster Risa.

“Iya suster mumpung libur aku jenguk mama aja dulu” jawab Nada. Netranya menangkap Mamanya sedang menghadap jendela dengan tatapan kosong.

Suster Risa mengangguk mengerti lalu keluar untuk memberikan waktu bagi Nada untuk berdua dengan mamanya.

Nada berjalan mendekati mamanya, dia berjongkok dengan tatapan sendu yang kentara sekali. “Ma..Nada datang lagi” ucapnya lirih.

Tetapi mamanya tidak bergeming dan tetap diam seakan tidak ada yang mengajaknya berbicara. Nada tersenyum kecut, dia sudah tau respon mamanya akan seperti ini. Sejak saat percobaan bunuh diri mamanya yang dia gagalkan, dia sering melihat mamanya terdiam menatap kosong atau mengamuk dan melukai dirinya sendiri.

Itulah yang membuat dirinya memutuskan merawat mamanya di RSJ. Bukannya dia malu atau tidak mau merawat justru dia ingin mamanya sembuh. Dia tidak bisa setiap saat memperhatikan mamanya dia harus sekolah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Mama tau Nada dapat teman baru di sekolah, mereka baik sangat baik malah. Ada Putri yang membantu Nada dari Bullyan Prissil, Emma yang lucu dan menghibur. Serta ada Arkan yang sangat perhatian bahkan dia merawat Nada mah. Saat itu Nada demam dia bahkan tidak meninggalkan Nada sendirian, dia merawat Nada semalaman. Padahal kami baru kenal mah. Mereka baik kan..

Mama benar diantara orang jahat dan penuh ketidakpedulian masih banyak orang-orang baik di luar sana. Dan Nada sudah bertemu mereka” curhat Nada. Walau mamanya tidak menanggapi, setiap datang ke sini dia akan menceritakan banyak hal seperti dulu sebelum tragedi itu terjadi. Biasanya mamanya akan menasihatinya kalau dia melakukan kesalahan. Tapi Nada yakin mamanya akan sembuh suatu hari nanti.

Setelah puas menemani mamanya walau hanya dia sendiri yang berbicara, dia sudah sangat puas bisa melihat mamanya.

Setelah dari RSJ di sinilah Nada berada, melangkah dia antara batu nisan yanh sangat sampai dia melihat tempat persemayaman terakhir ayahnya. Dia berjongkok lalu mengambil bunga yang dibawanya. Nada mengelus pelan batu nisan yang bertuliskan nama Ayahnya. Setelah berdoa dia menaburkan bunga di atas pusara ayahnya.

“Pah udah lama ya Nada gak ke sini. Papah pasti kesepian, maafin Nada karena hanya sibuk dengan urusan Nada. Maafin Nada juga udah gagal menjaga mama. Nada sangat rindu sama papah, Nada udah berusaha jadi gadis kuat sepeti kata papah. Papah banggakan sama Nada? Nada akan membuat mama sembuh lagi lah jadi jangan khawatirin kami ya di sana” ucapnya dengan suara bergetar. Air matanya mulai berlomba-lomba untuk turun. Tetapi gadis itu mengusapnya dengan cepat.

Setelah merasa cukup berada di sana, Nada mulai beranjak pergi dari makam ayahnya. Nada tidak ingin jika semakin lama ia di situ malah membuatnya jadi semakin sedih. Dia tidak memiliki waktu untuk merasa sedih.

Ketika sampai di halaman rumahnya dia merasa heran dengan kehadiran sebuah mobil hitam. Ia semakin mempercepat langkahnya mendekati mobil itu dan menemukan seorang pria yang sedang duduk di kursi teras di temani seorang lelaki yang berdiri di sampingnya.

Tatapan Nada semakin menajam saat langkahnya juga semakin mendekati lelaki itu.

“Apa kabar...keponakan” sapanya dengan senyum pura-pura nya.

Kedua tangan Nada mengepal kuat ketika melihat lelaki itu. Tubuhnya bergetar karena kemarahan yang coba ditahannya “Syukurnya saya masih hidup” ucapnya datar.

Lelaki di depannya terlihat tertawa terbahak-bahak. “Kamu masih marah sama om ya?” tanyanya dengan mengangkat sudut bibirnya.

Nada tidak menjawabnya. Seharusnya lelaki itu tau dengan pasti, dia hanya ingin mengejeknya saja dengan menanyakan hal itu. Dia Om Glen, merupakan adik ayah Nada. Dulu sekali Nada selalu mengagumi Om nya itu tetapi sekarang dia sangat membenci orang yang bahkan tidak ingin dia sebut om lagi.

“Anda pikirkan saja sendiri” ucap Nada dengan acuh. “Jika tidak ada kepentingan silahkan pergi. Saya tidak menerima tamu” tekannya lagi dengan ekspresi mengusir.

Glen masih tertawa mendengar pengusiran dari Nada. “Om akan pergi asal kamu menjual tanah perkebunan yang ada di Bogor” ucapnya dengan tatapan liciknya. Lelaki itu menginginkan tanah itu tentunya karena melihat daerah itu cocok untuk di bangun villa dan bahkan ada yang ingin berinvestasi. Seseorang sepetinya tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan sepeti itu.

“Tidak akan! Saya membiarkan Anda mengambil perusahaan papah tetapi tidak untuk yang satu ini!” Nada langsung menolak dan memberikan tatapan marah. “Apa tidak cukup Anda mengambil semuanya sampai satu-satunya milik kami akan anda ambil juga?!” teriaknya lagi.

Bukan tanpa alasan dia menolaknya, tempat itu menyimpan banyak sekali kenangannya bersama Papa dan Mamanya. Dulu sekali mereka sering berkunjung ke perkebunan itu untuk sekedar piknik keluarga.

“Om tidak peduli, kamu pikirkan terlebih dahulu. Nanti om datang lagi tetapi kamu harusnya sudah membuat keputusan. Om percaya kamu tau yang mana yang lebih baik” ucapnya dengan senyuman dan menepuk bahu Nada ringan. Tersirat ancaman di dalam ucapannya. Glen melangkah ke melewati Nada diikuti lelaki yang tadi berdiri di sampingnya.

Nada hanya terdiam menatap kepergian Glen dengan tatapan penuh amarah, luka dan kekecewaan. Ia tidak pernah sekalipun membayangkan lelaki yang dulu dia banggakan setelah ayahnya akan menjadi sekejam itu. Hanya karena harta lelaki itu berubah menjadi sejahat sekarang.

Nada kira setelah ayahnya tiada, lelaki itu bisa me jadi sandarannya. Tanpa pernah membayangkan hal seburuk ini. Ia tahu perkataan Om nya itu bukan sekedar perkataan tanpa bobot tetapi merupakan sebuah ancaman nyata. Dia sudah pernah merasakan kekejaman lelaki itu yang membuat hidup dirinya dan ibunya berantakan.

Nada menyeret tubuhnya yang sangat lemas, rasanya benar-benar kacau. Dia mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu dan menekuk kakinya lalu melipat tangannya dan menelungkupkan kepalanya. Terdengar isakan pelan dari gadis itu. Ingatan kelam itu tanpa permisi hadir di kepalanya. Ingatan yang ia coba hilangkan dan lupakan tetapi rupanya dia hanya menekannya saja, buktinya saat ini ingatan itu hadir seolah baru kemarin terjadi.

1
Sari
Reya semangat ya ngehadapin hal beberapa hari ini. apapun hasilnya jangan menyerah ya
Sari
Reya kalo lelah nulisnya istirahat ya, jangan dipaksain ingat diri kamu juga butuh diperhatiin
putrirn
klo bisa panjangin jga ya thor klo ngeup 😆🙏
putrirn
bnyk-bnykin up nya thor
Rubi Man
lanjut Thor..
putrirn
Lanjutkan
Meike Sudarta Pangase
maaf yach thor tpi aku kurang setuju kl nada merahasiakan penykitnya dri arkan...bukankah hubungan yg baik dan awet itu d mulai dri keterbukaan dan kejujuran dri keduanya...arkna bgtu terbuka fan jujur sma nada tpi nada sndri tdk mau jujur dgn arkan malah lebih terbuka dgn deril yg meskipun deril sdh tau dri awal. kesanx d sni nada lbh percaya org lain drpada pacarx sndri.
Reya Reyya: Emm gimana ya, sebenarnya dia bukan gak percaya cuma ketakutan nada kalau Arkan tau penyakitnya terus arkannya malah khawatir dan sedih. dia memang salah karena nggk percaya kalau Arkan tuh bisa lebih bijak lagi menanggapinya. nada itu tipe orang yang nggak mau merepotkan orang yang dia sayang. Aku juga greget sih tapi alurnya emang sudah begini biarkan nada belajar dari kesalahannya kali ini
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjuuuuttt😁
Meike Sudarta Pangase
lanjut thor
Meike Sudarta Pangase
d tggu updatex lgi thor
Meike Sudarta Pangase
terimakasih jga thor....tetap semgat dan jga kesehatan biar bisa up terus hehehe💪💪🥰🥰
Reya Reyya: Terima kasih, aku pasti jaga kesehatan supaya bisa up😊
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjut
Meike Sudarta Pangase
upx mna thor
Meike Sudarta Pangase
up
Meike Sudarta Pangase
up lgi thor...seru ceritanya
Meike Sudarta Pangase
lanjut🤞🤞
Rubi Man
Kenapa visual nya harus aktor China Thor?
Reya Reyya: karena aku terinspirasi cerita ini waktu nonton drama cina dan visual nada itu tokoh utama dalam drama itu
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
upx mna thor
Meike Sudarta Pangase
double up dang thor
Reya Reyya: Mungkin sampai akhir bulan ini aku slow up ya nanti awal bulan aku mulai up double lagi
total 1 replies
Meike Sudarta Pangase
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!