Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengganti Adik Ku

Pengganti Adik Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wanita Biasa

Azalea, gadis malang yang harus menerima permintaan ayahnya untuk menjadi pengantin wanita menggantikan posisi adik tirinya.

Lea akan di nikahkan dengan seorang laki-laki bernama Arta yang mempunyai watak kerasa kepala dan dingin, ayah Lea ingin menikahkan Lea agar Lea bisa menjadi alat untuk merebut semua ke kekuasaan Arta.

Namun Lea tidak mengetahui tabiat Ayahnya itu, akankah Lea mau menjadi alat untuk menghancurkan Arta ? atau bahkan Lea akan jatuh cinta pada Arta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Biasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9.

Suasana hari itu rupanya tidak bersahabat dengan Lea, Lea merasa tubuhnya begitu sakit kala di sentuh oleh angin yang berhembus.

Lea pamit masuk pada Atala, Atala tidak menahan Lea.

"BRUK" Suara orang terjatuh terdengar dari arah belakang Atala.

"Astaga. " Ucap Atala

Atala sontak kaget dan langsung berdiri, untuk membawa tubuh Lea ke dalam. Namun karna panik Atala membawa tubuh Lea ke ruangan kamar terdekat.

"Bi tolong beritahu Arta. " Perintah Atala yang panik karna suhu tubuh Lea sangat tinggi, wajahnya pun memucat.

Arta yang mendengar pemberitahuan dari pembantunya langsung melihat keadaan Lea. Arta menarik tubuh Atala dari belakang, "SIAlAN ! " dengus Arta.

Arta lebih emosi pada Atala, karna ia melihat Atala terus menyentuh tangan dan wajah Lea.

Beruntung tidak ada perkelahian saat itu, karna Pak Bima baru saja datang.

"Ada apa ini ? "

Keduanya tidak ada yang mau menjawab.

"Loh, Lea kenapa ? " Tanya ayah nya lagi.

"Non Lea suhu tubuhnya panas sekali Tuan, " jelas Bi Asri.

Bi Asri adalah pembangunan rumah tangga di rumah Arta dan itu sudah bertahun-tahun.

"Ada luka lembab di wajah Non Lea. " Jelas Bi Sari juga.

Arta yang penuh dengan emosi berpikir, bahwa luka lembab di wajah Lea itu akibat pukulan darinya.

Seketika Pak Bima emosi namun ia bisa meredamnya, " Kamu tidak bisa berubah hah ? Kamu sudah mempunyai istri, masih saja peduli dengan amarah mu itu. " bentak Pak Bima.

"Laki-laki ini begitu marah, pantas saja dia marah. Orang yang sedang ia jadikan senjata kini sedang lemah. " Umpat Arta masih menganggap Lea senjata untuk mengalahkannya.

"Amarah Arta tidak akan padam, sebelum dia mempertanggung jawabkan perbuatannya ! " Teriak Arta yang tidak mau kalah.

Atala yang sama-sama emosi, meraih tangan Arta yang terus saya menunjuknya. Baku hantam pun kembali terjadi.

"Dari pada berkelahi, urus istri mu. Jika tidak becus mengurus istri, pulang kan dia ke rumah orang tua nya. " Pak Bima pura-pura perduli pada Lea.

Pak Bima tak terima melihat Atala di hajar oleh Arta, namun ia belum bisa membalas perbuatan Arta ia harus bersikap adil layaknya seperti Ayah yang baik untuk Arta dan juga Atala.

Arta membawa tubuh Lea untuk ia pindahkan ke kamar miliknya, sementara Pak Bima menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Lea.

Saat Arta membawa tubuh Lea, ia memperhatikan garis wajah Lea yang begitu sederhana namun sangat lekat dengan kata indah. Arta menyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya. Senyuman itu hilang seketika saat mengingat bahwa Lea lebih sering terlihat tertawa saat bersama dengan Atala.

Arta membaringkan tubuh Lea, Arta tidak langsung membuang tatapannya. " Wanita ini tidak bosan-bosannya ada di samping ku, walaupun aku tidak pernah perduli dengan sikapnya. Kau terlalu bodoh mau di jadikan alat oleh mereka. " Batin Arta di hiasi senyuman penuh teka teki.

Sampai Dokter pun datang, Arta baru membuang tatapannya pada Lea.

Dokter memeriksa Lea, " ini bukan tanda-tanda kehamilan. dia hanya perlu istirahat saja. bisa jadi demam yang ada di tubuhnya akibat luka lebam yang ia rasakan. nanti saya resep kan obatnya. "

Arta tidak syok dengan perkataan Dokter tentang kehamilan, bukan karna Arta belum menyentuh Lea. namun jika saja Arta sudah menyentuh Lea pun Lea tidak mungkin akan hamil.

Saat semua orang sudah ke luar dari kamar itu, Arta duduk di samping Lea. Lea terbangun dari tidak sadarkan dirinya.

"Berkelahi lagi ? " Tanya Lea dengan suara yang terdengar lemas.

Arta melirik ke arah Lea. " Sudah ku bilang jangan ikut campur ! " jawab kesal Arta.

"Awww ... " Ringisan Lea saat dirinya hendak bangun dari tempat tidur itu.

"DIAM, mau kemana ? " Bentak nya Arta menahan tubuh Lea agar tetap tertidur. Sehingga wajah Lea dan Arta terpaut sangat dekat.

Lea melihat wajah teduh Arta sangat dekat begitu pun dengan Arta, " Jangan bicara keras-keras. Pelan pun aku bisa mendengarnya. " Bisik Lea.

Hembusan nafas Lea terasa berbeda kali itu, wajah Arta seakan di tarik perlahan. Lea merasakan jantungnya yang berdegup sangat kencang.

"Apa dia akan mencium ku ? Apa benar ? " Hati Lea yang terus bertanya.

Namun saat wajah Lea dan Arta tinggal beberapa Senti lagi, Atala masuk hendak memberikan obat yang baru saja di tebus oleh asisten rumah tangganya.

Sontak Arta menjauh dari Lea. Atala tak perduli bahwa keberadaannya sangat menggangu saat itu. Atala mendekat ke arah Lea.

"Hay ? " Tanya Atala.

Lea hanya tersenyum tipis, sambil menetralisir kan hawa tubuhnya yang hampir saja mendidih.

"Ini obat nya, makan lah jangan buat semua panik. " Imbuh Atala seperti sengaja memancing Arta agar marah.

Lea merasa tidak enak oleh Arta.

"Terimakasih. " Jawab Lea lemas.

"Ya sudah kalau begitu istirahat lah. " Timpal Atala.

Lea tersenyum.

Atala keluar dari kamar itu, hawa di kamar itu begitu panas bagi Atala. Arta pun pergi menuju balkon kamarnya dengan wajah di tekuk.

"Marah saja terus. " Gumam Lea.

Lea tak mau memperdulikan kemarahan Arta kali itu, ia lebih memilih beristirahat agar kondisinya cepat pulih.

Arta merasakan ada hawa panas dingin menjalar ke tubuh Arta. Saat Arta mencoba berdamai dengan dirinya sendiri. Ponsel Arta berdering. Ada nama "SHERIN" di layar ponsel Arta.

1
Siti nurjanah
maaf ya kak ... judul ini lagi di revisi dari awal bab
RN
mana lanjutnya kk... lama bingit 😢
laaa~
gk konsisten yaa, sebenaenya si Lea ini kerja dmna toh? bukannya dia seperusahaan dg Tasyaa kok ttb beda nama PTnya. blm lg nama² pemerannya kadsng berubah²
Ranny
yg benar Arta Thor 🙄
Ranny
berubah lagi ya nama ibu tiri nya Arta
Ranny
apa itu Matak ya Thor 🙄
Ranny
hamil tuh
Ranny
author terlalu banyak typonya ya 🙃
Siti nurjanah: maaf ya kak 😂🤭 ... tapi cerita ini lagi di revisi dari BAB awal kok ... terima dukungannya kak.
total 1 replies
Atu Sartu
seru tour, lanjut....
RN
lanjut kk n ttp semangat 💪💪💪
RN
kok lama sekali upy Thor
Ira
kerennn
RN
lanjut kk
RN
gantung Thor up LG dong 😁😁
liyana
Kecewa
Siti nurjanah: gak papa kak ... terimakasih atas dukungannya 🙏🏼🙏🏼
total 3 replies
RN
lanjut kk.. makin seru nih
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
RN
luar biasa
RN: amin 🤲🤲🤲
total 2 replies
RN
yaallah ngeri amat 😢 kasian si bibi langsung meregang nyawa... smga secepatnya terungkap... lanjut Thor
Reni Anjarwani
doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!