Indonesia
NovelToon NovelToon
Separuh Jiwa Yang Pergi

Separuh Jiwa Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:389
Nilai: 5
Nama Author: Zian Bachri

Danu, jatuh cinta pada seorang gadis cantik yang modis bernama Qiara. Ia menikahinya hanya karena rupa. Ia tak tau bahwa gadis tersebut berasal dari keluarga sederhana, Ia pun tak tau bahwa Qiara mau menikah dengannya hanya karena tergiur dengan harta kekayaan kedua orang tua Danu.
Danu tak mengindahkan nasehat kedua orang tuanya, hingga mereka memiliki dua orang anak, Danu dilanda kesulitan finansial akibat perusahaan tempatnya bekerja sedang pailit. Saat Danu sedang kesulitan ekonomi, Qiara justru bertemu dengan mantan kekasihnya. Disana lah terjadi pengkhiatan, Namun justru Qiara menuduh Danu yang mengkhianati pernikahan mereka, hingga membuat Qiara tega mengabaikan anak hasil pernikahannya dengan Danu, sebagai bentuk cara membalas pengkhiatan Danu padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil

Satu bulan berlalu sejak keberangkatan Danu ke Kalimantan. Kehidupan ganda yang dijalani Qiara terasa makin mulus.

Namun, tubuhnya mulai menunjukkan perubahan aneh belakangan ini. Mual di pagi hari yang hebat, kepala pusing, dan rasa lelah yang luar biasa mendadak menyerangnya.

Qiara melakukan test kehamilan. Saat duduk di kamar mandi dengan perasaan campur aduk, Qiara menatap dua garis merah tegas pada alat tes kehamilan di genggamannya. Positif.

Jantung Qiara berdegup kencang, anak pertama aja ia gak siap Apalagi ini harus ada anak kedua. Ia hampir frustasi. Ia mengingat-ngingat, selama bertemu dengan Irwan, ia tak pernah melakukan coitus, ia hanya bersedia membuat Irwan puas dan happy tanpa harus melakukan coitus, jadi mana mungkin ia hamil anak Irwan?

tapi ada helaan napas lega yang lolos dari bibirnya. Ia mengingat kembali malam terakhir sebelum Danu berangkat ke Kalimantan—malam di mana mereka berhubungan sebagai suami istri. Qiara yakin betul, ini adalah anak Danu.

Meski intensitas pertemuannya dengan Irwan makin sering—mulai dari jalan-jalan ke mall mewah, nongkrong di kafe hit, hingga pelukan hangat di dalam mobil—Qiara masih menyisakan sedikit batas akal sehatnya. Ia memegang teguh prinsip untuk tidak melakukan hal yang beresiko dengan Irwan. Bagi Qiara, bersenang-senang dan menikmati perhatian mantan adalah caranya menunjukkan eksistensinya sebagai primadona, bahwa ia adalah wanita menarik dan cantik yang masih banyak di minati oleh pria. Tapi melangkah sejauh coitus dengan pria lain terasa seperti garis merah yang belum berani ia lewati Sampai saat ini. Ya walau Job lain sudah dia lakukan bersama Irwan.

Di tempat lain, telepon Danu berdering di tengah riuhnya suara mesin-mesin berat di lokasi proyek Kalimantan. Ia baru saja selesai meninjau lahan bersama Aisyah saat melihat nama istrinya tertera di layar.

"Halo, Yank? Ada apa?" tanya Danu dengan suara serak khas pekerja lapangan.

"Yank..." suara Qiara terdengar bergetar di ujung telepon. "Aku... aku hamil, Anak kedua kita."

Keheningan sempat menyergap saluran telepon selama beberapa detik sebelum Danu berteriak kegirangan. Rasa lelah yang menumpuk bertengger di pundaknya seketika menguap.

"Kamu serius, Qi?! Alhamdulillah ya Allah!" seru Danu penuh haru. Di sampingnya, Aisyah yang mendengar ucapan Danu refleks menghentikan langkah. Ada guratan senyum tipis di wajah Aisyah, meski tatapan matanya menyimpan sekilas rasa sedih yang samar. Ia sudah mengubur rasa sukanya terhadap Danu. Ia mendoakan rekan kerjanya itu bahagia bersama anak dan istrinya. Ia tak mau menjadi duri dalam rumah tangga Danu.

"Aku akan usahakan pulang bulan depan untuk kontrol pertama kamu!" janji Danu penuh semangat.

"Tapi aku gak siap dengan kehamilan ini" sendu suara Qiara dari sebrang sana

"Kenapa yank, itu kan amanah untuk kita?"

" Aku ingin menggugurkan kandunganku"

"Qia kamu apa-apaan! Itu buah cinta kita"

Aisyah kepo mendengar suara Danu makin meninggi.

"Jangan ngaco kamu Qia. Jangan sampai kamu melakukan hal itu" ancam Danu

Nyali Qiara ciut. Ia segera menutup sambungan telponnya tanpa pamit.

Nafas Danu naik turun. Ia tak menyangka isterinya itu punya niat ingin menggugurkan kandungannya. "Bisa-bisanya". Batin Danu

Qiara bimbang. Ia benci sekali kenapa harus hamil lagi? Ia sedang menikmati kebebasan seperti kembali gadis bisa bebas bersama Irwan kemanapun ia mau. Namun kehamilan ini, membuat dia kembali terbelenggu.

Ia takut kabar kehamilannya ini justru menjadi bumerang dan kerikil tajam bagi hubungan rahasianya dengan Irwan.

Sore harinya, saat bertemu dengan Irwan , seperti biasa pria itu minta ingin dipuaskan oleh Qiara. Irwan kembali memaksa untuk melakukan Coitus, layaknya saat Qiara masih gadis dulu, namun lagi-lagi Qiara berdalih. Irwan pun kembali menelan kecewa saat kembali hanya dipuaskan dengan pekerjaan biru oleh Qiara.

Usai menyelesaikan pekerjaannya, Qiara tiba-tiba muntah-muntah. Irwan terheran-heran, nggak biasanya Qiara muntah usai menyelesaikan pekerjaan birunya itu.

"Qi..kamu masuk angin? apa kamu sakit?"

Qiara masih terus merasakn mual.

"Jangan-jangan kamu hamil?" selidik Irwan

Qiara hanya diam menatap wajah pria idaman lainnya itu. "Ueekkk.." Qiara kembali mual-mual

"Kamu beneran hamil? tapi anak siapa?bukan kah kamu gak pernah...."

Terpaksa Qiara menyampaikan kabar kehamilannya. Irwan menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi, menatap Qiara dengan raut kecewa berat.

"Kamu hamil, Qi? Anak Danu?" tanya Irwan dengan nada tidak percaya. "Jadi selama ini, walaupun kamu jalan sama aku, kamu masih melayani dia?"

"Bukan begitu, sejak kamu kekuar dari rehabilitasi narkoboy dan kita kembali menjalin komunikasi, hubungan ku dengan Danu sebenarnya sudah tidak harmonis, Wan! Kami sudah jarang bertemu dan tidur bersama. Tiap malam aku pergi sama kamu, dan hampir sebulanan Danu lembur juga di kantornya dan selalu pulang tengah malam juga. Aku bahkan beberapa kali menolaknya saat dia minta jatah, hanya saja pada malam sebelum dia berangkat ke luar kota untuk penempatan kerjanya yang baru, aku tak bisa menolak, aku takut dia curiga akan hubungan kita, dan aku juga gak nyangka bakal hamil.

"Tapi apa kamu mikirin perasaan aku, Qi!" potong Irwan, suaranya meninggi. "Aku bela-belain luangin waktu, ngeluarin uang buat kamu, berharap kamu bakal mikirin opsi untuk lepas dari Danu setelah aku lulus kuliah nanti. Tapi sekarang? Kamu malah hamil anak dia lagi!"

Pernyataan Irwan memicu kepanikan baru di dada Qiara. Kehamilan ini menjadi benteng alami yang makin menyulitkan posisinya. Di satu sisi, Danu makin bersemangat bekerja keras di Kalimantan demi menyambut buah hati mereka—semakin dekat pula hubungan emosionalnya dengan Aisyah yang selalu mendukungnya di saat-saat sulit. Di sisi lain, Irwan mulai menuntut kepastian dan menunjukkan rasa cemburu yang destruktif.

Qiara memegang perutnya yang masih rata. Bayang-bayang kebohongan yang ia susun rapi kini mulai menunjukkan retakan besar yang siap runtuh sewaktu-waktu.

1
Ariany Sudjana
Danu bodoh, punya istri pelacur murahan, dan masih percaya semua omongan qiara
Zian Bachri🍁
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!