Setelah Virus Covid-19 menyebar luar di Dunia, banyak negara-negara yang melakukan lockdown dan banyak juga tempat hiburan dan sekolah di tutup. Hal itu membuat murid-murid menjadi belajar online di rumahnya masing-masing.
Setelah 2 tahun jumlah orang yang terkena Virus Covid-19 menurun, karena sudah di temukannya Vaksin. Pemerintah di Indonesia pun langsung memperbolehkan di bukanya kembali sekolah-sekolah.
Menceritakan seorang anak SMP kelas 9 yang bernama Johan, yang ingin menyatakan cintanya kepada teman perempuan nya yang ia suka dari kelas 7 sebelum ia lulus. Walaupun mereka berdua berbeda keyakinan, tetapi Johan tetep kukuh untuk menyatakan perasaannya. Namun, tiba-tiba Johan juga menyukai teman perempuan di kelasnya yang sudah berteman dari nya dari TK dan ia memiliki keyakinan yang sama seperti Johan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deepa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Day 5
Senin, 17 Januari
Hari ini adalah hari ulang tahun Johan yang ke 15 tahun. Johan yang baru bangun merasa hari ini ia akan banyak mendapat hadiah. Ia pun langsung bersiap-siap memakai seragamnya dengan cepat
"Kayaknya hari ini gue bakalan beruntung banget. " Ucap Johan di depan cermin, lalu ia langsung berlari ke meja makan.
"Kayaknya hari ini gue bakalan beruntung banget. " Ucap Johan di depan cermin.
Ternyata di meja makan semuanya sudah berkumpul dan mereka sedang menunggu Johan.
"Happy birthday Johan! " Teriak semuanya sambil tersenyum senang.
Johan langsung tersenyum senang, semuanya pun langsung menghampiri Johan dan memeluknya dengan erat.
Setelah itu mereka kembali duduk lagi, Ibu Johan pun langsung membawakan sarapan yang spesial ke meja makan, sarapan itu adalah favorit Johan, yaitu roti bakar coklat dan susu coklat panas. Walaupun kelihatan sederhana, namun Johan sangat senang melihatnya.
"Makasih Ma!" Ucap Johan yang sangat senang.
Ibu Johan pun membalasnya dengan senyuman.
Johan langsung memakan sarapannya dengan sangat lahap. Setelah sarapannya habis Johan langsung berangkat ke sekolah bersama abangnya.
"Ma, aku berangkat dulu ya! " Ucap Johan sambil salim ke ibunyam
"Iya, nak, hati-hati ya... Jangan bandel di sekolah. " Balas Ibu Johan sambil tersenyum.
Sesampainya di sekolah Johan langsung berlari ke kelas dengan penuh semangat, sambil terus menghayal di kelas nanti banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
Namun, saat sudah di dalam kelas tidak ada satupun orang yang menghampiri atau menegurnya. Johan terduduk diam di bangkunya, ia bingung sekaligus terkejut karena tidak sesuai ekspetasi nya.
"Mu-mungkin mereka lagi ngerjain gue, nanti kalau udh pulang baru deh mereka kasih suprise ke gue." Gumam Johan yang masih positif thinking.
Hakeem dan Andika baru saja datang, mereka berdua langsung menghampiri Johan yang sedang duduk di bangkunya.
Johan melihat keduanya berjalan ke arahnya, ia pun langsung berpikir Hakeem dan Andika ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
"Wei, Jo, mana Steven biasanya lu berdua datangnya barengan? " Tanya Hakeem sambil menaruh tas nya di bangkunya.
"Lu juga tumben Jo datangnya pagi banget begini. " Balas Andika.
Harapan Johan langsung pupus, ia merasa sangat kecewa karena tidak ada yang ingat ulang tahun nya.
"Oi, Jo, lo kenapa? Lo gak sakit kan?"
"Iya, Jo, lu dari tadi gue liatin lu diem aja kayak orang bisu. "
"Eng-enggak, gue gapapa. Cuman semalem gue bergadang aja jadi masih ngantuk nih. Gue cuci muka dulu deh. " Jawab Johan sambil pergi ke toilet.
Hakeem dan Andika sangat bingung dengan kelakuan Johan, tidak biasanya Johan begitu, walaupun ia sedang sangat lelah pasti ia akan selalu aktif seperti biasanya.
Di toilet Johan langsung mencuci wajahnya dengan air, kedua matanya memerah seperti sedang menahan air mata.
"Sial! Kenapa gue jadi cengeng gini?! " Ucap Johan yang kesal.
Setelah kedua matanya sudah tidak merah, Johan pun memutuskan untuk kembali lagi ke kelas. Saat Johan baru keluar dari toilet, ia melihat Annisa yang sedang berdiri sendirian di luar kelasnya.
"Mungkin Nisa bakalan jadi yang pertama ngucapin selamat ultah ke gue. " Gumam Johan sambil berjalan ke arah Annisa.
Saat Johan sudah sedikit lagi berada dekat Annisa, tiba-tiba temannya Annisa menarik ia ke dalam kelas.
"Nis, Nis, sini deh! " Ucap teman-temanya sambil menarik tangan Annisa.
Wajah Johan yang tadi sudah tersenyum senang, seketika menjadi cemberut dan kesal. Johan menatap kesal ke arah teman-teman Nisa yang sedang menarik dia.
Saat Johan memalingkan matanya, ia melihat Kezia yang sedang melihat ke dia. Sontak Johan langsung terkejut dan malu, karena ia mengira telah terpergok sedang menatapi Annisa.
Johan pun langsung berjalan lagi kembali ke toilet dan mengurung dirinya di dalam toilet.
"Sialan! Gue malu banget kepergok lagi liatin Annisa! " Ucap Johan yang sangat malu sambil memukul-mukul tembok di depannya.
10 menit Johan terus mengurung dirinya di toilet. Bel tanda masuk kelas pun berbunyi, Johan langsung keluar dari dalam toilet dan membasuh wajahnya dengan air. Lalu ia berjalan perlahan kembali ke kelas.
Setelah masuk ke kelas, Johan langsung buru-buru berjalan ke tempat duduknya. Steven yang sudah sampai di sekolah, merasa bingung melihat Johan yang baru masuk kelas dengan wajah yang masih basah.
"Oi, jelek, lu kenapa? Abis nangis yah? "Bisik Steven di kuping Johan
"Mata lo gue colok sini! Gak mungkin gue nangis. " Balas Johan yang kesal karena perkataan Steven.
"Dih, itu muka jelek lo masih basah, makanya gue bilang lu abis nangis ". Balas Steven sambil menyentuh wajah Johan yang masih basah.
"Diem lo, Pen, gak usah nyentuh-nyentuh muka gue! " Ucap Johan menepis tangan Steven.
"Najis, ada orang baru dateng langsung marah-marah. " Balas Steven menatap sinis ke Johan.
Namun, Johan tidak membalasnya, karena jika ia balas pasti akan panjang urusannya. Johan pun diam saja sepanjang pelajaran berlangsung. Steven, Andika, dan Hakeem makin bingung dengan tingkah Johan yang sangat emosian dan pendiam hari ini.
'TRINGG! '
Bel istirahat berbunyi, Steven, Andika, dan Hakeem langsung berdiri dari bangkunya dan ingin keluar dari kelas. Tetapi, langkah mereka terhenti melihat Johan yang hanya diam di bangkunya.
"Eh, Pen, Johan kenapa sih?" Tanya Andika
"Iya, tuh, Pen. Dari tadi pagi diem mulu aja. " Balas Hakeem.
"Gak tau juga gue, tadi aja gue becandain dikit dia langsung marah. " Jawab Steven.
"Coba, Pen, lu ajak ke kantin bareng dah. " Ucap Hakeem.
"Ayolah, bareng aja, kan Johan juga temen lu." Jawab Steven.
"Iya juga sih. Yaudah ayok dah kita coba ajak." Balas Andika.
Mereka bertiga berjalan menghampiri Johan yang sedang diam terduduk di bangkunya.
"Jo, ke kantin bareng yuk. .. " Ajak mereka bertiga ke Johan.
"Enggak mau, kalian aja gue mau makan di kelas aja. " Balas Johan dengan jutek.
Sontak mereka bertiga langsung kesal dengan balasan Johan yang sangat jutek, mereka pun langsung pergi ke kantin meninggalkan Johan di kelas.
******
'TRINGG!'
Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, para murid-murid pun langsung bergegas pulang.
Sementara itu, tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun ke Johan, ia pun dari tadi juga masih saja diam.
"Sialan ini ulang tahun terburuk! " Gumam Johan yang kesal sambil mengepal kedua tangannya.
Steven, Hakeem, dan Andika merasa bersalah, karena tadi saat istirahat meninggalkan Johan sendirian di kelas.
"Pen, gak enak gue jadinya sama Johan, dah. " Ucap Hakeem
"Iya, Pen, mendingan dia kita traktir minuman aja di depan ntar. " Balas Andika
"Yaudah, tapi yang bilang elu berdua yak." Jawab Steven
"Iya, iya, gampang, Pen. " Ucap Hakeem dan Andika.
Namun saat mereka bertiga ingin mengajak Johan, ia sudah pergi duluan keluar dari kelas. Mereka pun langsung berlari keluar dari kelas dan mencari Johan.
Mereka bertiga melihat Johan yang sedang berjalan keluar dari gerbang. Dengan cepat mereka langsung berlari menyusul Johan.
"WOI! JO TUNGGU! " Teriak mereka bertiga sambil berlari.
Tiba-tiba, Johan di hampiri oleh seorang cewek yang tinggi dan berambut panjang. Mereka bertiga langsung berhenti berteriak dan berlari.
"Eh, itu cewek siapa? "Tanya Steven.
"Itu kayaknya Kezia, dah, Pen. " Jawab Hakeem yang sedang menyipitkan matanya.
"Bener itu Kezia, tapi dia ada urusan apaan sama Johan?" Balas Andika.