Indonesia
NovelToon NovelToon
Mencintai Mas Duda (Naya & Raditya)

Mencintai Mas Duda (Naya & Raditya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Anak Genius / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:124k
Nilai: 5
Nama Author: Ai Sa

Naya Camila, wanita yang baru saja menyandang gelar sarjana tak menyangka akan mendapatkan sebuah lamaran percintaan. Bukan lamaran dari seorang pria melainkan dari seorang gadis kecil, yang memintanya untuk menjadi sosok Ibu.

Raditya Argani, pria berusia 35 tahun yang telah berstatus Duda selama lima tahun. Tidak pernah melirik wanita mananpun sebab sang Putri tidak merestuinya untuk dekat dengan wanita manapun. Suatu hari sang putri menyebut nama Naya dan memintanya untuk menjadikannya sebagai Ibunya. Raditya pun merasa penasaran dengan wanita itu dan meminta sang Ibu untuk menjodohkan mereka.

Semuanya terkesan sempurna bagi Naya. Raditya yang tampan dan mapan, dengan putri kecil yang manis serta penurut. Tetapi nyatanya menikah dengan pria yang bergelar "Duda Panas" tidak semudah dan seindah yang Naya bayangkan.


Mohon dukungan atas karya pertama ku yah! :')

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Sa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MMD 10

***

"Nay anak lo kok udah gede aja! Kapan nikahnya?!" tanya Ryan suami Ghea. Ia memasang wajah terkejut tetapi berusaha menahan tawa.

"Mulutnya ih!" tegur Naya sambil menendang kaki Ryan. Ia melirik kearah Mikaila yang untung saja sedang fokus bermain dengan puzzle yang baru mereka beli. Ia tidak ingin Mikaila sedih karena ucapan Ryan.

"Calon anak Yang," ujar Ghea mengoreksi perkataan sang suami.

Naya menggeleng malas. Dari dulu pasangan itu selalu saja menggodanya. Tak ada hari tanpa mengejek Naya. Dan kenapa juga ia selalu terjebak diantara pasangan suami istri itu.

"Jadi lo serius menikah dengan Duda?" tanya Ryan penasaran, dan sekali lagi di tendang oleh Naya.

"Gak tau! Belum tentu Mas Radit mau sama gue" balas Naya ketus.

"Mikaila mau gak kalau Kak Naya jadi Mama Mika?" tanya Ghea tiba-tiba. Belum sempat Naya menegur sahabatnya itu. Jawaban Mikaila membuat Naya terkejut.

Mikaila menoleh kearah Ghea dan menganggukkan kepalanya. "Iya. Papa juga mau kalau Kak Naya jadi Mama Mika"

Ketiga orang dewasa itu seketika kehilangan kata-kata. Ghea menatap Naya dan Naya menatap Mikaila tak mengerti. Tiba-tiba suara tawa Ryan memecah keheningan kedua wanita itu.

"Nay, Mas Duda mau jadiin lo istri tuh" Ryan tertawa terbahak bahkan membuat beberapa orang melirik kearah mereka.

"DIAM!" ketus Naya tak tertahankan.

Naya pun membalikkan tubuhnya menghadap Mikaila dan lebih memilih untuk membantu gadis kecil itu menyelesaikan puzzlenya daripada berbicara dengan teman-temannya itu.

Ponsel Naya berbunyi.

Wanita itu mengambil dari dalam tasnya. Dan ia pun mendapati panggilan telepon dari Raditya.

"Naya kalian dimana? Aku ada di grand indonesia sekarang" ujar Raditya.

Ia sedikit panik, tetapi berusaha menenangkan dirinya. "Di starbucks Mas" jawabnya.

"Oke tunggu aku disana" ucap Raditya dan pria itu pun mematikan teleponnya.

Beberapa menit kemudian, dari depan pintu coffee shop tersebut terlihat seorang pria dewasa yang baru saja memasuki coffee shop tersebut. Yang tak lain tak bukan adalah Raditya.

"PAPA!" teriak Mikaila. Raditya menoleh kearah mereka dan tersenyum kecil. Ia pun berjalan menghampiri mereka dengan sebelah tangan di masukkan ke kantong celananya.

Naya melihat itu. Bagaimana Raditya berjalan layaknya model di catwalk. Dan wanita itu tak memungkiri jika ia terpesona.

"Nay, duda lebih menggoda yah" bisik Ryan tepat di telinga Naya.

Naya terlojak kaget. Tangannya refleks melayangkan pukulan di bahu pria itu. Ghea yang mendengar perkataan suaminya seketika tertawa terbahak.

"Ayang jahil banget!" tegur Ghea.

Raditya pun semakin dekat dari mereka. Dan ia berhenti tepat di samping Naya. Pria itu mengulurkan tangannya ke depan Ryan dan disambut oleh Ryan.

"Raditya"

"Ryan. Silahkan duduk Mas" ujar pria tengil itu.

Raditya pun mengambil tempat di samping Naya dan memperhatikan kedua teman Naya yang sedang berbisik-bisik.

Tiba-tiba suara tangisan bayi memenuhi coffee shop tersebut. Ghea menjadi panik begitupun dengan Ryan. Wanita itu segera berdiri dan menimang-nimang anaknya.

"Sepertinya dia lapar lagi deh Ghe" ujar Naya.

"Iya kaliya" sahut Ghea. "Kalau gitu kita pulang aja Yang" lanjut Ghea yang ditujukan kepada suaminya.

Ryan mengangguk dan pandangan beralih ke Raditya. "Maaf tidak bisa tinggal lebih lama Mas, kami izin untuk pamit" kata Ryan merasa tak enak.

"Iya, tidak apa-apa, kasihan anak kalian menangis" balas Raditya.

"Kami pamit yah Mas, kami titip Naya" lanjut Ryan sopan, tetapi melirik Naya dengan pandangan jahil.

"Iya" balas Raditya cepat.

"Nay gue pulang dulu yah, sudah ada Mas Radit kan" Ghea mengedipkan matanya lalu ia pun berpamitan kepada Raditya.

"Duluan Mas" kata Ghea dengan menunduk pelan.

"Sana sana. Anakmu semakin nangis tuh" usir Naya menghentikan Ghea yang ingin melanjutkan ucapannya. Ia mendorong Ghea pelan hingga keluar dari coffee shop, lalu ia pun kembali ke meja yang ditempati Raditya dan Mikaila.

"Kita pulang sekarang?" tanya Raditya ketika Naya sudah kembali.

Naya mengangguk. "Iya Mas" jawabnya. Dan mereka pun keluar dari coffee shop menuju parkiran mobil

Di mobil, Naya sebenarnya ingin duduk di belakang dan membiarkan Mikaila untuk duduk di depan bersama Raditya. Tetapi, gadis kecil itu lebih dulu memasuki kursi belakang.

Tak mungkin Naya ikut duduk bersama Mikaila dan membiarkan Raditya sendirian di depan, Naya tidak enak hati membuat Raditya terlihat seperti supir. Sehingga ia pun membuka pintu kursi depan dan berusaha duduk tenang.

"Sudah?" ujar Raditya.

Naya menoleh kearah pria itu, ternyata ia berbicara dengannya. Naya pun mengangguk, dan Raditya segera menjalankan mobilnya keluar dari area mall.

Sepanjang jalan terjadi keheningan yang panjang. Raditya fokus kepada jalanan yang cukup macet, Mikaila sedang bermain game ponsel. Sedangkan Naya, larut dalam pikirannya.

"Kamu sudah makan?" sebuah kalimat yang akhirnya memecah keheningan tersebut.

Naya menoleh ke samping, dan bertatapan dengan Raditya. Naya pun mengangguk, "Sudah tadi siang Mas" jawabnya.

"Makan malam?"

"Belum"

"Kita singgah makan kalau begitu" ujar Raditya.

Naya baru saja ingin menolak, pria itu lebih dulu memutar mobilnya berlawanan arah dari rumah Naya. Wanita itu pun hanya menghela napas pasrah.

Mobil Raditya memasuki salah satu restoran masakan khas indonesia. Restoran yang cukup mewah, terlihat dari eksterior restoran tersebut.

Raditya memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk restoran, kebetulan ada sebuah mobil yang baru keluar dari restoran tersebut. Ia pun membuka pintu belakang untuk memanggil Mikaila.

Naya mengikuti mereka. Ia juga keluar dari mobil dan menunggu kedua orang tersebut. Tak lama mereka pun muncul dari balik mobil sambil bergandengan.

Wanita itu berjalan di samping Mikaila. Tiba-tiba tangan Mikaila menggandeng sebelah tangan Naya, sehingga kedua tangan anak itu memegang tangan mereka.

Mereka jalan bertiga beriringan. Bergandengan tangan. Dengan Mikaila yang berada di tengah-tengah Raditya dan Naya.

Seperti keluarga harmonis.

Naya segera menggelengkan kepalanya. Menjauhkan pikiran halu nya. Apalagi ketika Raditya menarik kursi untuk diduduki Naya, dan dengan santainya pria itu duduk di hadapan wanita tersebut.

Tak lama setelah mereka duduk, seorang pelayan menghampiri mereka sambil membawa buku menu.

"Mika mau ini Pa" kata Mikaila sambil menunjuk foto sebuah makanan. Seporsi bakso.

"Satu bakso campur, satu ayam bakar, dan--" Raditya menatap Naya.

"Sate ayam" sambung Naya. Raditya mengangguk dan ia pun memberikan buku menu tersebut kepada pelayan itu.

"Untuk minumnya?" tanya pelayan itu.

"Es teh manis" kata Naya.

"Dan air putih saja," Raditya melanjutkan perkataan Naya.

"Baik Pak, Bu, mohon ditunggu pesanannya" ucap sang pelayan.

"Ngapain saja tadi di mall?" tanya Raditya. Naya hanya diam, karena ia pikir Raditya bertanya kepada Mikaila. Tetapi ketika ia tak sengaja menoleh, ia mendapati Raditya yang menatapnya menunggu jawaban darinya.

"Ah tadi Mikaila bermain di time zone, membeli beberapa buku bacaan dan juga puzzle. Puzzlenya sudah dia selesaikan di coffee shop tadi" jawab Naya. Melaporkan kegiatan Mikaila kepada Papanya itu.

Raditya menganggukkan kepalanya. "Kalau kamu?" tanya nya lagi.

Kening Naya berkerut bingung. Tetapi hanya selama beberapa detik, dan ia pun menjawab. "Hanya menemani Ghea berbelanja"

"Kamu tidak berbelanja juga?"

"Beli"

"Apa itu?" kata Raditya lagi. Pria itu benar-benar membentuk percakapan diantara mereka.

"Jepitan rambut. Untuk Mikaila sih" jawaban Naya membuat Raditya sedikit terkejut dan juga merasa senang. Sehingga sebuah senyuman kecil tercetak di bibirnya.

"Itu yang dia pakai sekarang" sambung Naya sambil menunjuk rambut Mikaila.

Raditya baru sadar kalau anaknya menggunakan jepitan berbentuk mahkota. Padahal tadi ketika ia mengantarnya tak ada apapun di rambut anak itu.

Tak lama makanan mereka pun datang. Satu persatu dihidangkan di atas meja, hingga terakhir minuman mereka.

Naya mengambil dengan senang hati es teh miliknya, bahkan menyesapnya sekali untuk mencobanya. Berbeda dengan reaksi Raditya.

Kening Raditya berkerut ketika melihat air botol mineral yang di taruh di hadapannya. "Bisa diganti jadi air mineral dingin?" tanya pria itu kepada pelayan.

"Tidak ada air mineral dingin Pak" balas sang pelayan.

"Kalau begitu, berikan saya es batu di dalam gelas" kata Raditya lagi.

Pelayan tersebut pun mengangguk, dan segera mengambilkan pesanan Raditya setelah mengatur seluruh makanan mereka diatas meja.

Raditya tidak meyentuh makanannya, sebelum es batu pesanannya datang. Ia menyuruh Naya untuk makan lebih dulu, tetapi ia merasa tak enak.

Dan akhirnya es batu itu pun datang.

Raditya menuangkan air mineral ke dalam gelas tersebut. Ia menunggu selama beberapa menit hingga air tersebut dingin barulah ia meminumnya.

Naya mulai memakan satenya disaat pria itu telah meminum air mineralnya.

"Kak Naya coba ini enak" kata Mikaila sambil menusukkan satu bakso di garpunya. Ia lalu menyodorkannya kepada Naya, hendak menyuapi wanita itu.

Naya memajukan tubuhnya, mengambil bakso itu dari suapan Mikaila. Ia lalu mengunyah bakso tersebut dan mengangguk.

"Enakkan?"

"Iya enak" balas Naya. "Mika mau coba sate Kak Naya?" tawar Naya. Dan gadis kecil itu mengangguk cepat.

Naya pun menaruh satu potong daging ke atas sendoknya serta potongan kecil lontong beserta saosnya. Ia lalu memajukan sendok itu untuk menyuapi Mikaila. Dan gadis itu memakannya dengan lahap.

"Enak!" ucap Mikaila setelah menghabiskan makanan di mulutnya.

Setelah menghabiskan makanan mereka. Raditya lebih dulu beranjak menuju kasir. Sedangkan Naya membantu Mikaila mencuci tangan. Kemudian mereka pun berjalan menyusul Raditya, dan pria itu tersenyum ketika melihat kedua wanita itu.

Sepanjang jalan menuju rumah Naya terjadi keheningan lagi diantara mereka. Naya melirik ke belakang, dan ternyata Mikaila sudah tertidur.

"Mikaila tertidur yah?" tanya Raditya.

"Iya" jawab Naya singkat.

"Kalau kamu juga mengantuk, kamu tidur saja nanti aku bangunin kalau sudah sampai" ujarnya. Tetapi Naya segera menggeleng.

"Tidak apa-apa Mas" tolak Naya.

Jangankan untuk tidur, mengantuk pun Naya tak sanggup. Berada di sebelah Raditya membuatnya gugup. Tidak seperti berdekatan dengan pria lain, dengan Raditya entah mengapa ia merasa dapat melakukan hal-hal konyol. Naya tidak menginginkan itu.

Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah Naya. Naya menawarkan untuk singgah tetapi ditolak halus oleh Raditya sebab Mikaila sudah tertidur.

Wanita itu pun mengangguk mengerti. Ia membuka pintu mobil, dan turun dari mobil tersebut.

"Eh lupa!" Naya kembali lagi memasuki mobil Raditya. Ia membuka tasnya dan mengambil sesuatu. Kartu kredit berwarna hitam. Yang siang tadi diberikan oleh Raditya.

"Ini Mas kartunya" kata Naya sambil menyodorkan kartu tersebut.

"Simpan saja. Untuk keperluan Mikaila nanti" kata Raditya. Ia mendorong kartu itu kembali ke tangan Naya.

Naya mengerutkan keningnya bingung. Tetapi Raditya mengangguk meyakinkannya. Ia akhirnya memasukkan kembali kartu tersebut ke dalam tasnya, walau ia belum sepenuhnya mengerti dengan perkataan Raditya.

Wanita itu pun turun dari mobil. "Terima kasih Mas, dan hati-hati di jalan" tutur Naya.

"Terima kasih kembali Naya. Sampai jumpa lagi!" balas Raditya.

Naya pun menutup pintu mobil dengan sangat pelan, tak ingin membuat Mikaila terbangun. Dan setelahnya ketika Naya telah memasuki rumahnya, mobil Raditya pun berjalan menjauhi rumah tersebut.

"Assalamualaikum" salam Naya ketika memasuki rumah.

"Waalaikumsalam. Sudah makan malam Nay?" balas sang ibu yang sedang nonton sinetron.

"Sudah tadi, bersama Mas Radit dan Mikaila" jawab Naya.

Mendengar nama dua orang itu, Nirmala refleks menoleh ke Naya. Menatapnya bingung dan bersiap memberikan berbagai macam pertanyaan.

Tetapi sebelum itu terjadi, Naya lebih dulu berlari memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan rapat

***

...Like, komen, dan vote yah!...

1
Swa Budiani
Luar biasa
Swa Budiani
Lumayan
Khoimatul Fitriyyah
Luar biasa
Gabriel Lumakeki
bagus ceritanya
Elfrina Binelka
kelamaan upnya thor
Juri Ana
koq panggilan Naya yg tadi bunda jadi mam sich gak seru😴
Fitri Yuliandini
kpn up y ko lma
Gregoria Mariana Selvi
up tor, udah kepo banget tot😭
Gregoria Mariana Selvi
up min
Gregoria Mariana Selvi
up min
Gregoria Mariana Selvi
upp
Endang Retnosari
aq selalu mendukung kok cerita ini tp knp jd jarang up?jng lama2 dong selesaikan dulu cerita yg satu baru lanjut ke cerita yg lain thor
Gregoria Mariana Selvi
up kak🙏🏻🙏🏻
Ibu jagoan ayah 💜
jangan lama"Up nya kk💪
Gregoria Mariana Selvi
uppp minn
Imas Nurjanah
update nya lama sambil nungguin jadi ke novel lain DECH☺️☺️☺️☺️
Suli Maryani
keren banget ceritanya ga sabar nungguin kelanjutannya semangat terus up-nya.....
jangan lama² Donk update nya🙏🙏💪
Suli Maryani
bolak balik di buka tapi belum jg up
Jung lama² up-nya. .. .🙏🌹
Gregoria Mariana Selvi
uppp tor
Suli Maryani
kok bkum up² jg ya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!