Indonesia
NovelToon NovelToon
SHADOWS OF THE THRONE

SHADOWS OF THE THRONE

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Iblis / Tamat
Popularitas:82
Nilai: 5
Nama Author: IΠD

Di tengah kemegahan Kerajaan Hikari yang dipimpin oleh sang Ratu muda yang egois, Miyura, ketegangan sosial kian memuncak akibat pajak yang mencekik rakyat. Di balik dinding istana yang megah berbalut arsitektur barok, Miyura hidup berdampingan dengan pelayan setianya, Aragoto, yang selalu menuruti setiap titahnya. Di sisi lain, di perbatasan kota pelabuhan Fushi yang kumuh, hiduplah Jesslyn, seorang gadis berjiwa bebas yang hari-harinya diwarnai oleh melodi musik. Di kota yang sama, Liini White hidup dalam pengucilan dan kesendirian, hanya bisa menatap Jesslyn dari kejauhan seperti menggapai sesuatu yang mustahil ia miliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IΠD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Regret

Malam itu, di sebuah koridor terpencil di sayap barat Istana Hikari yang berbau kayu tua dan pelitur, langkah kaki berat seorang pengawal istana terdengar menggema. Di dalam dekapan tangannya, sebuah keranjang kayu kecil beralaskan kain wol kasar membungkus tubuh mungil seorang bayi laki-laki yang tertidur pulas—Aragoto.

​Di ujung koridor, seorang wanita paruh baya dari keluarga pelayan kepercayaan raja, Nyonya Martha, telah menunggu dengan kepala tertunduk dalam. Wajahnya menyiratkan kecemasan sekaligus rasa gentar yang mendalam.

​"Apakah semuanya sudah disiapkan dengan aman, Martha?" suara berat sang pengawal memecah kesunyian malam, terdengar dingin tanpa belas kasihan.

​Martha melangkah maju dengan tangan gemetar, menerima keranjang kecil tersebut ke dalam dekapannya. Ia menatap wajah bayi yang tertidur itu dengan hati yang mencelos. "Ya... semuanya sudah siap, Tuan. Tapi... apakah benar tidak ada jalan lain? Anak ini darah daging Yang Mulia..."

​"Jangan pernah pertanyakan titah Raja jika kau masih ingin keluargamu bernapas besok pagi," potong pengawal itu tajam, menatap Martha dengan mata menyipit. "Ingat peraturannya: di istana ini, anak laki-laki itu tidak pernah ada. Ia bukan pangeran. Mulai detik ini, ia adalah anak asuhmu, pelayan masa depan yang dipersiapkan untuk satu tujuan mutlak: melindungi dan melayani saudari kembarnya dari balik bayang-bayang. Jika rahasia ini bocor, kepala kalian bertaruh."

​Martha mendekap bayi itu semakin erat ke dadanya, air mata hangat menetes membasahi selimut wol kasar sang bayi. Ia mengangguk lemah, tak berani membantah lagi. "Saya mengerti... saya bersumpah akan merawatnya dengan nyawa saya, demi keselamatan sang Putri."

​Tanpa menoleh lagi, pengawal itu berbalik dan meninggalkan bayang-bayangnya di sepanjang koridor yang remang-remang, meninggalkan Aragoto kecil di dunia barunya yang penuh dengan kepatuhan dan rahasia.

​Sementara itu, di kamar tidur utama istana yang bermandikan cahaya kemewahan pualam dan aroma dupa mahal, suasana terasa jauh dari kata damai.

​Permaisuri terduduk lemah di atas ranjang sutra merah mudanya. Napasnya pendek-pendek, dan tatapannya kosong menembus dinding kamar. Jiwanya seolah tercabut separuh sejak bayinya direnggut dari sisi. Di hadapannya, seorang wanita bangsawan pengasuh istana berdiri membungkuk hormat sambil menggendong bayi perempuan mereka—Miyura—yang baru saja selesai disusui.

​"Yang Mulia, minumlah sedikit teh hangat ini agar kondisi Anda pulih," ujar sang pengasuh dengan suara lembut, mencoba menenangkan wanita yang tengah dilanda depresi berat itu. "Putri Miyura sangat cantik dan sehat. Lihatlah matanya, ia memancarkan karisma seorang penguasa sejati."

​Permaisuri sama sekali tidak menyentuh cangkir teh yang disodorkan. Ia perlahan menoleh, matanya yang sembab dan memerah menatap lurus ke arah bayi perempuan yang berada dalam gendongan pengasuh. Bayi itu tampak begitu damai, menyusu dengan lahap, dikelilingi oleh kain sutra terbaik dan permata yang berkilauan di sekeliling buainnya.

​Namun, alih-alih merasakan kehangatan seorang ibu, dada Permaisuri justru bergemuruh hebat oleh rasa sakit yang mencekik.

​"Cantik..." bisik Permaisuri dengan suara serak nyaris tak terdengar, bibirnya bergetar hebat. Ia mengangkat tangannya yang lemah, mencengkeram erat seprai beludru hingga buku-buku jarinya memutih. "Ya, dia tumbuh di atas kemewahan ini... tumbuh di atas darah dan air mataku."

​Pengasuh itu mengerjap kaget, merasa ada ketegangan yang tidak biasa dalam suara sang Permaisuri. "Yang Mulia? Ada apa? Anda tidak boleh terlalu banyak memikirkan hal-hal berat dalam kondisi pemulihan seperti ini."

​"Kau tahu apa yang paling menyiksaku setiap kali aku melihatnya?" potong Permaisuri dengan suara tajam, menatap lekat-lekat wajah mungil Miyura yang sedang menyusu. Air mata penyesalan dan keputusasaan akhirnya tumpah begitu deras membasahi pipinya yang pucat. "Setiap kali anak ini menelan air susunya, setiap kali ia tersenyum di dalam buaian emas ini... aku selalu teringat pada kembarannya."

​Pengasuh tertegun, terdiam kaku di tempatnya.

​"Di tempat yang dingin di ujung istana sana," lanjut Permaisuri dengan suara bergetar penuh tekanan batin, napasnya mulai memburu, "anak laki-lakiku... darah dagingku yang lain... mungkin sedang menangis di atas kain murahan, dibesarkan bukan sebagai manusia, melainkan sebagai bayangan hidup untuk saudarinya sendiri. Suaminya... Raja itu... telah merenggut separuh jiwaku."

​Permaisuri mencondongkan tubuhnya, mencengkeram pinggiran ranjang dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, menatap putrinya dengan tatapan penuh siksaan psikologis yang tak tertahankan.

​"Dengar baik-baik," bisik Permaisuri pada sang pengasuh dengan nada penuh keputusasaan yang mengerikan. "Mahkota yang kelak akan dikenakan anak ini... bukanlah mahkota kemenangan. Itu adalah mahkota duri yang berlumuran dosa kita sendiri. Suatu hari nanti, kemegahan ini akan menelan kita semua."

​Di luar jendela kamar, angin malam musim dingin berembus kencang, mengibarkan tirai-tirai berat istana dan seakan membawa kutukan tak kasat mata yang siap menghantam Kerajaan Hikari di masa depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!