Indonesia
NovelToon NovelToon
Born A Coward

Born A Coward

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cintapertama
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: shenana.butterfly

Alena Mahendra, diusianya yang masih remaja ia harus menuruti perintah orang tuanya untuk menerima perjodohan dengan anak teman orang tuanya dengan alasan perjanjian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shenana.butterfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Alena keluar dari kamar mandi dan tidak menemukan Rean disana. Alena menuruni tangga dan melihat Rean tengah menyeduh kopi.

"kenapa ngak nunggu gue kelar dikamar mandi? kan bisa minta tolong gue buat bikinin. "

tegur Alena

Rean hanya diam menganggap ucapan Alena hanya angin lalu. perdebatan semalam tak ada pengaruhnya pada orang ini pikir Rean.

Alena yang juga seakan tutup mata pada perlakuan Rean langsung membuka kulkas dan mengeluarkan bahan- bahan yang dia butuhkan untuk memasak.

Rean melirik Alena yang sibuk melihat-lihat bahan masakannya. Ia seketika teringat saat mencoba masakan Alena ketika berkunjung ke rumah mertuanya. Rasanya benar-benar enak, tidak seperti masakan Arika.

kenapa juga harus membandingkan keduanya?

Mengingat Arika, sudah beberapa hari ini Rean tidak bertemu dengannya. Entah karena ia terlalu sibuk atau Arika yang sengaja menjaga jarak dengannya.

Arika adalah cinta pertama Rean. perempuan pertama yang berhasil meluluhkan hatinya. Rean menyukai Arika sejak duduk di bangku SMA, gadis yang dengan tulus mau berteman dan selalu membantunya tanpa mengharapkan apapun darinya. Sayangnya Arika hanya menganggapnya sebagai sahabatnya tidak lebih.

Rean terus memendam perasaannya hingga saat ini, dan Rean juga kembali harus menelan pil pahit bahwa Arika juga memiliki orang yang ia cintai, terlebih lagi sebentar lagi mereka akan meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri. hal itu membuat Rean berencana menghancurkan pernikahan itu. namun tentu saja itu hanyalah angan belaka. Rean tidak akan sanggup dibenci oleh Arika.

Tidak!

Rean menggelengkan kepalanya menghilangkan bayangan yang nyaris membuatnya gelap mata itu.

Lamunannya buyar tatkala Alena datang dan meletakkan hasil masakannya dimeja. melihat itu Rean beranjak menuju kamarnya tanpa mengindahkan pertanyaan Alena yang mengajaknya sarapan.

Siang ini Alena tengah bersiap siap untuk keluar bersama Alaska. Saudara kembarnya itu menelfon tadi pagi dan mengatakan ingin menghabiskan waktu bersama.

Alaska mendapat cuti selama 2 hari sebelum ia ditugaskan ke Lebanon selama 3 bulan. Karena tidak memiliki kekasih katanya, juga saudaranya yang lain terlihat sangat sibuk dengan kerjaannya masing masing. Alaska hanya bisa mengajak kembarannya itu untuk menghabiskan harinya.

mobil Alaska terdengar memasuki pekarangan rumah yang megah tetapi begitu sunyi dan senyap itu. Alena yang telah menunggunya langsung berlari menghampirinya kemudian mobil civic turbo yang telah dimodifikasi itupun melaju membelah jalan raya.

tak lama berselang mereka tiba di salah satu cafe yang juga menyambung dengan warnet itu. Ini adalah tempat favorit mereka berdua. mereka sering berkunjung untuk bertarung bermain game sekaligus ngopi.

Tempat seperti ini adalah tempat ternyaman bagi Alena karena disini adalah satu-satunya cafe yang sedikit lebih senyap dari cafe lainnya. kalau kata Langit mah ini adalah surganya para introvert.

Alaska dan Alena memesan dia komputer untuk bertarung bermain game. Jika dirumah Alena adalah juara bermain game maka Alaska adalah runner-up nya. hanya Alaska lah yang bisa mengimbangi Alena, bahkan tak ayal Alaska bisa mengalahkan nya. dan Alena mengakui lawan terberatnya selama bermain game adalah Alaska.

"Dua Match ya Na, kalau seri tambah satu untuk penentuan" ucap Alaska yang tengah mengambil ancang-ancang. sedangkan Alena hanya mengacungkan jempolnya pertanda setuju. setelahnya mereka hanya fokus terhadap komputer masing-masing.

Terhitung sudah lima jam mereka bermain babak final telah dilaksanakan dengan Alena sebagai juara. Kini mereka tengah duduk di cafe warnet tersebut.

"Gila Na masih jago banget aja padahal gue udah bertahun-tahun latihan game itu demi bisa ngalahin lo" kekeh Alaska kemudian menyeruput kopinya.

"Lo gak ada bakat sih keliatannya"

"Enak aja. lo aja yang bakat gamenya over dosis. seraka lu" protes Alaska yang dihadiahi tawa oleh keduanya.

"Na " panggil Alaska Setelah tawa mereka meredah.

Alena menatap Alaska yang tengah menatapnya juga

"kenapa? "

Alaska pun menatap lekat saudara kembarnya.

"Lo bahagia kan? "

kening Alena mengerut menatap Alaska.

"Lo bahagia kan sama pernikahan lo? "

"Bang Rean memperlakukan lo dengan baik kan? "

mendengar itu Alena terdiam, kemudian tersenyum.

"Gue bahagia kok Ka, Rean juga memperlakukan gue dengan baik. Lo gak perlu khawatir. "

Namun Alaska meragu, saat Alena mengalihkan pandangannya saat menjawab pertanyaan.

"Alena, bilang ke gue kalau ada yang memperlakukan lo dengan buruk. Lo juga harus ngomong ke gue kalau lo ngak bahagia, kalau lo tertekan dan kalau lo sakit. gak akan gue biarin seorang pun bikin lo menderita na"

"Ah lo gak cocok tau melow melow gitu. " kekeh Alena

" ye lo tu perusak suasana banget sih. gue ni serius ngomongnya. mau gimana pun lo itu adek gue satu satunya, mana gitu gue kembaran lo lagi. jadi kalau ada yang memperlakukan lo dengan layak gue mana bisa diam aja. "

Alena terenyuh kemudian berkata

"siap komandan"

"bay the way ya Ka lo gak ada niatan cari pacar gitu? lo udah jomblo dari kapan taun deh, kalau gak salah habis putus dari Shadira lo gak keliatan gandeng cewe lagi deh"

wajah Alaska merengut mendengar perkataan Alena

"dih apaan sih, kok jadi bahas itu"

"dih kok lu sewot. oh lo pasti gamon ya? udah gue duga sih. "

"mana ada gue gamon"

"Ka kalau masih cinta tuh dikejar, jangan apa apa menghindar, denial. direbut orang tau rasa"

"idihh lo ngerti apa tentang cinta, sok sokan banget. lo kalau gak dijodohin sama Bang Rean juga lo gak akan nikah sampe tua juga kali ye"

"lo tuh kalo dibilangin juga. pokoknya ni Ka lo harus nikah secepatnya biar Bang langit misuh misuh karena dua kali di duluanin haha"

"gue entaran aja deh na. entar kalau lo udah punya anak gue nikah deh"

mendengar itu Alena jadi salting sendiri tak membayangkan nanti jika ia memiliki anak dengan Rean, tapi apakah itu mungkin? Rean sendiri terlihat sangat membencinya.

benar kata Alaska tadi jika tidak dijodohkan dengan Rean Alena mungkin tidak akan pernah menikah. Alena tidak pernah menyentuh yang namanya pacaran, cinta cintaan dan sebagainya. waktu saat ia masih di duduk disekolah menengah pun dimana anak seusianya sedang mengenal cinta monyet Alena malah mengenal dunia teknologi saja.

meskipun banyak laki laki-laki yang terang terangan menyatakan cintanya pada Alena, Alena tetap tidak peduli dan menolaknya.

dan setelah bertemu dan menikah dengan Rean pandangan Alena tentang cinta itu kian berubah, tetapi tetap saja Alena masih tabu dengan hal itu. ah entahlah tujuan Alena hanya mencari tau kenapa Rean begitu membencinya dan apakah ia bisa meluluhkan hati Rean.

1
Rita Mahyuni
ayok thor semangat...rajin up ya...
Rita Mahyuni
semangat up thor
Nda_Zlnt
lanjut Thor cerita nya
Nur Azizah
lanjut author

semangat🔛🔥
王贝瑞: Mampir kak ke cerita My Secret Lover 😄
total 1 replies
Nda_Zlnt
lanjut thor
Nda_Zlnt
bagus ceritanya Thor, lanjutkan, semangat 💪
Siti Nihayah
kk ko gk dilanjut sih kk ceritanya
Siti Nihayah
Kak kpan nih dilanjut lagi ceritanya
Amiera Syaqilla
😘😌
christie Ciciz
jgn mau na jadi yang ke dua lbh baik nyerah na
Nadine Wulans
lebih baik kamu tinggalin suami yg seperti itu Alana bila bertahan sesakit itu kejar impian mu. dan biar dia tau rasa bagai mana bukan dia satu"nya buat km
Conan Ackerman
do'ain ya kak. 2 bulan kemarin sibuk sama kuliah 🙏
Nadine Wulans
kenapa lama sekali tidak up kak padahal ceritanya bagus lo kak. semoga bisa up tiap hari
Nadine Wulans
lanjut makin seru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!