Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menjadi anak patuh terhadap orang tua terkadang membuat dilema tersendiri bagi seorang anak. Ketika orang tua memberikan suatu pilihan yang tak dapat di pilih juga tak dapat menolak membuat seorang anak hanya bisa pasrah terhadap apapun yang menjadi pilihan orang tua.

Seperti Airin atau biasa di panggil Air yang harus rela menerima perjodohan dengan anak dari bos dari Ayah nya.

Bagaimana kelanjutannya?
Yuk ikuti terus ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kangen

Sudah satu minggu Air berstatus sebagai istri dari Alrik dan satu minggu itu pula Air tidur di matras tidur dalam walk incloset. Tak ada yang tau selain Alrik dan Bibi yang tak sengaja melihat matras tidur di walk incloset ketika Bibi akan menyimpan pakaian Alrik dan Air. Air meminta Bibi untuk tidak menceritakan apa yang di lihatnya pada siapapun.

Hal tersebut membuat Bibi merasa iba dan sedih melihat Air. Satu minggu menjadi menantu orang kaya tak membuat Air bahagia. Walau kemesraan selalu Alrik tunjukan di hadapan keluarganya. Karena tak memiliki anak Bibi menganggap Air seperti putrinya sendiri walau Air selalu menampakkan keceriaan namun Air tidak bisa membohongi Bibi.

"Air, lu keterima di universitas A. Lu belum liat?" Alana.

"Udah Al." Jawab Air lesu.

"Kenapa?" Alana.

"Gw bingung Al. Gw belum cerita sama Abang kalo gw daftar kuliah. Gw takut Abang ga ijinin Gw kuliah Al. Kuliah kan gede biayanya. Ya walaupun gw daftar beasiswa." Air.

"Sayang Airin... Lu denger ya. Mertua lu orang kaya. Ga mungkin Papi ga kuliahin lu Ir. Udah lu tenang aja." Alana.

"Tapi kan Abang suami gw Al." Air.

"Tenang, Abang pasti setuju kok." Alana.

Malam hari Air memberanikan diri berbicara dengan Alrik walau rasa takutnya mendera. Namun Air bertekad harus bisa bicara dengan Alrik. Air melihat Alrik masih serius di depan laptopnya.

"Tuan, maaf mengganggu. Bisa saya bicara sebentar." Air.

"Hm.. " Jawab Alrik singkat.

"Sebelumnya saya minta maaf karena tidak membicarakan ini sebelumnya tapi saya mendaftar kuliah sebelum anda menikahi saya. Dan siang tadi saya mendapat pengumuman jika saya di terima di universitas A. Apa saya boleh berkuliah?" Tanya Air dengan gemuruh di dada tak menentu.

"Silahkan." Singkat padat dan jelas jawaban Alrik.

Air menelan ludahnya dan menghirup udara banyak-banyak sebelum mulutnya kembali terbuka.

"Terima kasih Tuan. Besok saya minta ijin untuk daftar ulang dan pergi ke sekolah untuk menerima kelulusan. Saya pergi bersama Alana." Air.

"Hm.." Begitulah jawaban Alrik.

"Terima kasih Tuan. Permisi." Pamit Air.

Setelah Air membalikkan tubuhnya bulir bening menetes membasahi pipinya. Selama ini Air tidak pernah mendapatkan perlakuan sedingin itu dari Ayah nya yang terlihat garang menurut orang kebanyakan. Ayah Taruma selalu bersikap hangat dan lembut kepada keluarganya.

Ponsel Air berdering dan dilihatnya panggilan dari Bunda Kania. Air segera menghapus air matanya dan menampilkan wajah cerianya. Kemudian Air pun keluar menuju balkon kamar karena tak mungkin menjawab panggilan telfon dari Bundanya di dalam walk incloset karena Bundanya melakukan panggilan video.

"Bunda,,, Air kangen. Bunda sama Ayah apakabar?" Air.

"Bunda kangen juga sayang. Alhamdulillah Bunda sehat sayang. Ayah sedang istirahat baru saja menerima penanganan dari Dokter." Bunda Kania.

"Syukurlah Bunda. Semoga pengobatannya cepat ya Bun. Ayah kembali sehat dan pulang ke tanah air." Air.

"Aamiin. Eh, bagaimana sayang apa sudah ada pengumuman di terima di universitas?" Tanya Bunda Kania.

"Alhamdulillah sudah Bun. Besok Air ke sekolah untuk penerimaan kelulusan." Air.

"Bagaimana hasilnya sayang? Diterima kan?" Bunda.

"Alhamdulillah di terima Bun." Air.

"Jangan lupa bicarakan dengan suami kamu ya sayang. Ingat kamu sudah bersuami jangan bertingkat yang aneh-aneh." Pesan Bunda Kania.

"Iya Bunda. Air sudah bicara dengan Abang. Abang ngijinin Air kuliah kok Bun." Air.

Dan semua percakapan Air dan Bunda Kania terdengar jelas di telinga Alrik namun tak sedikit pun Alrik tergerak hatinya untuk mendekati Air dan berbincang bersama Bunda Kania. Hingga terdengar jika Air menyebutnya lagi dalam percakapannya.

"Abang sedang di bawah Bun tadi sedang ngobrol dengan Papi. Nanti Air sampaikan salam Bunda ya. Bye Bunda. Love you. Peluk cium untuk Ayah ya Bunda." Air.

"Iya sayang. Sampaikan salam Bunda dan Ayah untuk suami kamu ya. Baik-baik di sana. We love you too sayang... Bye..." Bunda Kania mengakhiri panggilannya.

Saat Air kembali masuk Air memberanikan diri menyampaikan salam dari Bundanya untuk Alrik dan Lagi-lagi Alrik hanya menjawabnya singkat.

"Maaf Tuan ada salam dari Bunda dan Ayah." Air.

"Ya." Itulah jawaban singkat Alrik tanpa ingin bertanya bagaimana kondisi Ayah Taruma sekarang.

Air menghela nafasnya dan berjalan menuju walk incloset. Air memutuskan untuk tidur agar esok dia lebih fresh.

Pagi hari Air bangun lebih pagi dari sebelumnya lebih tepatnya Air tidak bisa tidur. Air menggunakan seragam sekolahnya kemudian merias wajahnya alakadarnya. Alrik memperhatikan Air dari sudut matanya. Rasa tak percaya telah menikahi bocah SMA.

"Tuan, saya pamit pergi dulu." Air.

"Hm.." Alrik.

Air mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Alrik dan Alrik pun membalas uluran tangan Air. Tanpa ragu Air mencium punggung tangan Alrik kemudian berlalu keluar dari kamar. Di bawah Alana sudah menunggunya.

"Ya ampun,,, lama banget deh pamit suaminya." Alana.

"Berisik. Ayo pergi." Air.

"Hahaha... Eh, liptint aman dong." Goda Alana.

"Aman udah gw pagerin." Air.

"Hahahaha... Ganti liptint berapa kali lu?" Goda Alana lagi.

"Ratusan lebih.." Jawab Air menirukan jargon iklan snack.

Mereka pun pergi bersama menuju sekolah. Dan tentunya sudah membuat janji dengan Dara dan Lala. Dara yang tengah di sibukkan dengan persiapan pernikahannya memang sedikit sulit di temui sedang Lala dan Aluna sibuk persiapan kuliah di luar negeri. Karena mereka berdua sengaja memilih universitas yang sama.

Begitu juga dengan Dara dan Air yang memilih universitas bahkan jurusan yang sama di universitas A. Dan bersyukur keduanya di terima di jurusan yang sama. Begitu juga dengan Alana dan Lala. Mereka di terima di universitas dan jurusan yang sama.

Setelah seharian berada di luar Air dan Alana kembali ke rumah. Rumah yang nyaman bagi Alana namun tidak bagi Air. sudah satu minggu badannya terasa remuk karena tidur yang hanya beralaskan matras.

"Al, gw ke kamar lu ya." Air.

"Ayok..." Alana.

Di dalam kamar Air merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Air bertingkah seperti tidak pernah bertemu dengan kasur empuk selama berbulan-bulan.

"Norak banget sih Ir kaya ga pernah liat kasur empuk aja." Alana.

"Bukan kasurnya tapi orangnya. Sebentar lagi pasti gw bakalan kangen banget nih sama yang punya tempat tidur ini." Air beralasan.

"Aaa... Air. Gw juga pasti kangen banget sama Lu." Jawab Alana memeluk Air.

"Kalo gw kangen boleh kan gw tidur di sini Al?" Tanya Air beralasan.

"Boleh banget lah. Lu bukan cuma sahabat gw Ir sekarang lu juga Kakak gw." Alana.

"Thanks Al." Air memeluk Alana erat.

🌼🌼🌼

1
tri susanti
tamat... yeeeeee.... semangat terus Thor ditunggu cerita yang lainnya
tri susanti
guntur apa galu Thor nama suami alexa
tri susanti
pelakor ada dimana mana....
tri susanti
lanjut thor
tri susanti
lanjut
tri susanti
lanjut Thor suka ma ceritanya
tri susanti
manjaaa.. nya air lanjut thor
tri susanti
hohohohoho.... siipppp hancurkan pelakor biar tau rasa....
tri susanti
lanjut
tri susanti
aduh kasihan si air hmmm dicepetin Thor sadarnya al
tri susanti
lanjut donk thor
tri susanti
lanjut thor
tri susanti
lanjut
Nurlaila Hasan
suka pke bangeeeett
Nurlaila Hasan
pdahal bagus ceritanya
Novita Yen
Lumayan
Novita Yen
Kecewa
Lussy E Pasla
lebay kamu air.
Anonim
Gk menarik
Akbar andrian Pratama
akhirnya di up jg 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!