Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

BRAKKKKK

Bokong Ariana terasa sakit ketika terbentur di ujung meja, saking sakitnya mata Ariana sampai berkaca-kaca sambil memegang bokongnya.

Akiba benturan itu, rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya, Telinga Ariana sampai berdengung hingga ke kepalanya.

Dengan cekatan wanita itu menggelengkan kepalanya, berusaha berdiri tegak namun rasa sakit mendera masih terasa disana.

Nafas Ariana terlihat pendek, bahkan tidak mempedulikan area sekitar, yang Ariana mau saat ini keluar dari ruangan Arga walau bokongnya sangat sakit sekali.

Wajah Arga begitu marah melihat Arian, sedangkan putri langsung berlari ke belakang Arga sambil berlindung, bahkan menangis disana.

"Keluar!!!!".

Ariana menatap Arga dengan perasaan campur aduk.

"KELUAR!!!". Arga berteriak menunduk pintu keluar mengusir Ariana.

Ariana berusaha menegakkan tubuhnya, walau terasa sakit tapi dipaksa. "Arga...kamu membuatku begitu muak". Dengan tertatih sambil memegang bokong nya, Ariana berjalan keluar dengan perasaan marah.

"kak Arga....". Putri langsung memeluk Arga.

"kamu tida apa-apa ?". Tanya Arga begitu khawatir pada putri, tapi menghiraukan istrinya.

Raka yang melihat kepergian istri tuannya terlihat khawatir, sebab dengan jelas Raka melihat jika Ariana begitu kesakitan setelah terbentur di ujung meja.

"manager Ariana terbentur di ujung meja tuan, sepertinya cukup parah". Kata Raka menatap Arga.

Arga yang mendengar itu terlihat khawatir, sampai melepaskan pelukan putri dari nya. Ingatannya muncul ketika mendorong istrinya.

'tatapannya kenapa setegas itu'. batin Arga mengingat kembali bagaimana Ariana menatapnya.

'tidak bisa, tanpa seizin ku siapapun tidak boleh pergi dari ku'.

"kak Arga...". Panggil putri sebab Arga terlihat khawatir bahkan sampai melamun.

Arga melepaskan pegangan putri. "jaga putri baik-baik". ucapnya langsung berlari meninggalkan ruangannya, bahkan Putri berteriak pun tidak dihiraukannya.

Putri memalingkan wajahnya karena kesal tidak bisa menahan Arga tetap bersama nya, bekas tamparan Ariana juga masih sakit dan membekas di pipinya.

's*alan kamu Ariana...rasa sakit ini akan ku kembali kan padamu'. Batin Putri dendam menatap kepergian Arga.

Arga berlari begitu kencang hingga keluar dari perusahaan nya, beberapa karyawan yang melihatnya dibuat bingung. Apalagi melihat bagaimana atasan mereka yang memperlihatkan wajah panik dan juga wajah memerah.

mobil Arga melaju membelah jalanan, untunglah jalanan sedikit legang, karena para karyawan masih bekerja.

"kamu tidak boleh meninggalkan ku Ariana, apapun yang terjadi. Aku tidak akan melepaskan mu, aku mencintaimu tapi aku juga tidak bisa melepaskan putri". Arga memukul stir mobil nya, rahangnya mengeras karena begitu emosi.

mobil terus melaju hingga sampai didepan rumahnya, segera Arga keluar dan masuk kedalam rumah.

Bahkan satpam yang membuka pagar hanya bisa mengelus dada ketika melihat tuan nya yang menancap gas langsung ketika pagar terbuka.

Dengan wajah panik dan nafas naik turun, Arga mengedarkan pandangannya sambil memanggil nama istrinya.

"Ariana...".

Langkah demi langkah membawa Arga ke ruang tamu, tapi Ariana tidak ada disana.

"Ariana..dimana kamu...". Panggil Arga lagi tapi tidak ada yang menjawab nya.

Arga segera naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada. "Ariana...Ariana...".

tak ada tanda-tanda Ariana ada dirumah itu, degan kesal Arga mengambil ponsel nya pada kantong celana sebelah kanan untuk menelpon asisten nya.

"cari Ariana sampai dapat, jika Hari ini kamu belum mendapatkan informasi tentang nya, maka aku akan memecat mu !!!". Kesal Arga langsung mematikan telepon nya.

Arga tidak tinggal diam, pria itu terus mencari Ariana hingga keluar dari rumahnya. tujuan nya adalah taman yang berada tidak jauh dari rumah mereka.

dengan setengah berlari, Arga terus memanggil nama sang istri sambil melihat kesana kemari tapi nihil ternyata Ariana tidak ada disana.

"argggghhhh s*alan!!!!!". Arga mengacak rambutnya frustasi.

"DIMANA KAMU ARIANA!!!". teriaknya menarik rambutnya kesal. Bahkan dasi nya sudah bengkok begitupun kemeja nya terlihat sedikit kusut.

* * *

Ariana berjalan memegang bokongnya dengan tangan yang satu menarik koper. Saat ini dia sudah berada di apartemen sahabat nya tapi harus naik lift lagi karena apartemen milik sahabatnya berada dilantai lima.

tanpa mengabari sang sahabat, Ariana langsung ke apartemen itu, dengan berjalan pelan wanita itu sudah sampai didepan lift sambil menyeret koper nya.

setelah menekan tombol, pintu lift itu terbuka. Ariana langsung masuk dengan berjalan pelan sesekali mengenal nafasnya karena merasa sakit bagian belakangnya.

wanita itu tidak sadar jika ada seorang pria juga ikut masuk dalam lift dengannya. Dengan setengah membungkuk sambil menyandarkan dirinya diatas pegangan koper nya Ariana mulai menghubungi sahabatnya.

"Mery...aku sekarang berada di lift menuju kamar apartemen mu. Aku ingin secepatnya selesai dengan Arga. Bisa kah aku tinggal sebentar di apartemen mu sambil rumah baruku dibersihkan". Tanya Ariana sesekali memejamkan matanya.

"apa yang kamu katakan Ariana, tinggal disini juga selama nya bisa". Ujar Mery diseberang telepon.

"tidak bisa Mery, kamu sudah punya suami. Aku tidak enak". Tolak Ariana karena memang sahabatnya itu udah berkeluarga.

"mas Reno pasti tidak keberatan. Dia juga tugas di luar negeri, jadi aku kesepian di apartemen sendirian". Curhat Mery membuat Ariana menggelengkan kepala.

"ya sudah, nanti dilihat. Toh aku juga sudah membeli rumah. Aku tutup dulu yah telepon nya". Akhirnya sambungan telepon dimatikan.

"sudah selesai ?". Tanya seorang pria disampingnya membuat Ariana terkejut dan langsung mendongakkan kepalanya.

'Adrian Atmajaya..'. Batin Ariana menatap pria itu.

Adria mendekat kearah Ariana dengan tangan terangkat, bahkan wajahnya begitu datar. Hal itu membuat Ariana menundukkan langkah nya.

"kamu mau apa ?". Tanya Ariana panik sebab hanya mereka berdua dala lift ini.

Hingga tangan itu menggeser nya pelan, sebab Adrian ingin menekan tombol lift yang sejak tadi ditutupin oleh Ariana.

'astaga ternyata aku tidak menekan tombol lift nya, bahkan aku menutupinya. Bodoh kamu Ariana aishhhhh'. Kesal Ariana mengigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata karena merasa malu.

"anda ingin ke lantai berapa ?". Tanya Adrian berbalik menatap Ariana.

"la-lantai lima". Jawab Ariana dengan setengah terbata-bata.

Setelah menekan tombol lift, Adrian kembali berdiri disamping Ariana sambil menunggu lift itu bergerak menuju lantai lima dan enam.

Drtttt

Drtttt

"ada apa ?". Tanya Adrian ketika ponsel itu menempel di telinga nya.

"maaf tuan, saya ingin bertanya ukuran badan anda, kemarin saya tidak sempat bertanya karena banyak meeting penting dengan klien". Jawab sang asisten diseberang.

"ukuran badan ?". Tanya Adrian dengan heran, keningnya sampai menyatu sebab asisten nya bertanya hal yang menurutnya aneh.

"nona Ariana menanyakan nya sejak kemarin tuan, tapi saya tidak bisa menjawab nya karena tidak tau ukuran badan anda". Adrian melirik kearah Ariana yang sudah menutup mata sambil memukul kepalanya pelan dan salah tingkah.

Adrian terus menatap wanita disampingnya itu, membuat Ariana tertawa pelan.

Ariana kemudian berbicara. "Boleh....

Bersambung....

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!